Quantcast

Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

classic Classic list List threaded Threaded
21 messages Options
12
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari
leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : -->  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14
NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang
ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan
setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/Pensucian raga ) :
Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman
) dan Ikhlas.
 
1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang
Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo /
wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake
satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang
luput.
           
 
2. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal ,
atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah
membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti
segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup,
maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan
semacamnya.
 
3. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro
Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya
,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso
……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
4. SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang
Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito
, Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening
satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
5. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa
menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat
menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan
sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
--------------- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidak ada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang =
terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang
dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya
berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda
adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang
dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum
melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun
bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru
minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika
masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian
lama..bosan..lalu “terbengkelai..ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo , bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul
betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan
melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan
kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN
HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI ,
SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan
Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan
Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang
juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua
bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang
netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada
apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan
kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih
rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas
pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru
Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang
mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat
akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai
apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak
diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi,
dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir
keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup
kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------- >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja
di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

bamsdoe
Rahayu..



________________________________
Dari: Sudrajat <[hidden email]>
Kepada: [hidden email]; Berkas Cahaya Kesadaran <[hidden email]>; [hidden email]; [hidden email]
Terkirim: Sel, 1 Desember, 2009 16:35:37
Judul: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB.    -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info
kasih.., ajaran dari leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : à  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14 NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang ada di dalam raganya sendiri, laku raga
termasuk pikirannya pasrah dan setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa
– nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/ Pensucian raga ) : Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman ) dan Ikhlas.
 
        1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora
ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci , Sirolah –
Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo / wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput.
           
 
        1. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa
cukup manunggal , atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan
, hanya kepada mereka yang sungguh sudah membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti
segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup, maka Hidup itu
terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo
jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan semacamnya.
 
        1. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso
,raganiro Arso…… ( apa saja asal baik
dan benar/ waton becik lan bener, raganya ,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso  ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
        1. SINGKIR
Membantu dalam
menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci, Sirolah –
Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening satriyo /
wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
        1. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun
di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa menggunakan sarana gaib yaitu
Paweling. Akan membawa Hidup si
penghayat menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan
dengan sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu
telonono
Siji sekti , loro dadi, telu
pandito
Siji wahayu , loro gratrahino
, telu rejeki
 
------------ --- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidakada Guru – Murid (
Kekadhangan – Kadhang = terkait secara bathin , Rasa ), tidak
ada yang menuntun dan yang dituntun. Kalau anda sudah dapat
Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda adalah Hidup
anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan
:
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta
petunjuk Hidup sebelum melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun bertentangan dengan keinginan dan kehendak
kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal
KUNCI lalu buru buru minta Asmo. Akibatnya…
seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika masih
baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian lama..bosan..lalu “terbengkelai. .ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo ,bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “
, belum betul betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah
menuntun dan melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan
kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…,
menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN
MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI , SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji –
Hamijeni = menyatu . Menyatukan /
menyatunya Raga dengan Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL
: Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia
dengan Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang
juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para
Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus
waspada dan sadar terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak
menyenangkan dan yang netral, dan bagaimana ia timbul
dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang,
hendaknya selalu waspada apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak,
penuh dengan kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih
rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-          Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan
penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
-          Para
Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai
apalagi saling  menghakimi , dan siap
membantu diminta atau tidak diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia, harta, kekuasaan, kekuataan
gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas bebas alami  dari dalam para
Khadang.yang membuat Hidup kita semakin berisi, indah ,
agung dan mulia.
 
------------ - >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no
Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat
 


      Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

semar samiaji
In reply to this post by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
punten Mas Sudrajat...kenapa Mas sering cantumkan kalimat di bawah ini?..apakah dengan memberi saran mendelete menjadi tidak suka?..bisa aja khan, terlalu banyak yg masuk ke mail box, lagi pilih2 tanpa disadari ke-delete...
 
lalu kata conflict...jika itu adalah fakta, apa baiknya dihindari atau direspon dalam kebijakan Mas?....
 
dan juga perlu sebagai wacana saja Mas....hidup ini ada kurun waktunya..maka, semua tatanan akan disesuaikan hingga yang status up-date yang terakhir...jadi kalau pun itu sudah disampaikan, kemudian tidak sesuai dengan sikon yang akan dihadirkan kelak,,,tetap aja akan menjadi out of date...pake kata lainnya expired...di sinilah salah satu makna kata eling...
 
salam,
ss

--- On Tue, 12/1/09, Sudrajat <[hidden email]> wrote:


From: Sudrajat <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
To: [hidden email], "'Berkas Cahaya Kesadaran'" <[hidden email]>, [hidden email], [hidden email]
Date: Tuesday, December 1, 2009, 4:35 PM


 








Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat






     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

hera_gls20
In reply to this post by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
Nikmatnya bisa belajar pada Hidup sendiri.
Bertahap dan merasakan perubahan.
Walopun hra merasa sebenarnya masih jauh sekali.
Mm.. Semoga senantiasa mahanani.
Rahayu...


-hera-


--- In [hidden email], "Sudrajat" <sudrajat@...> wrote:

>
>  
> Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
>  
> Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari
> leluhur kami.
>  
> -------- >>
>  
> PANCA GAIB : -->  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14
> NOV. 1955
>  
> Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang
> ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan
> setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
>  
> Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/Pensucian raga ) :
> Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman
> ) dan Ikhlas.
>  
> 1. KUNCI
> Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
> Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang
> Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo /
> wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake
> satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang
> luput.
>            
>  
> 2. ASMO
> 4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal ,
> atau kepareng memberikan Asmo.
>             Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah
> membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti
> segala kehendak (Karsanya) Hidup.
>             Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup,
> maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi " Asmo" .
>             Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan
> semacamnya.
>  
> 3. MIJIL
> ( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro
> Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya
> ,manusianya akan gelar )
> ( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso
> ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
>  
> 4. SINGKIR
> Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
> Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang
> Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito
> , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening
> satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
>  
> 5. PAWELING
> Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa
> menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat
> menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan
> sumber Hidup.
> Siji siji , loro loro , telu telonono
> Siji sekti , loro dadi, telu pandito
> Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
>  
> --------------- >>
>  
> Note :
> Dalam Penghayatan ini..tidak ada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang =
> terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang
> dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya
> berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda
> adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang
> dituntun adalah anda sendiri.
>  
> Inti penghayatan :
> Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum
> melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun
> bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
>  
> Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru
> minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika
> masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian
> lama..bosan..lalu "terbengkelai..ditinggalkan mainan mobil nya ".
> Asmo , bukan mainan. Kalau selama menggunakan " KUNCI " , belum betul
> betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan
> melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan
> kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan " KUNCI" , BIARKAN
> HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI ,
> SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
>  
> MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan
> Hidup yang ada di dalam dirinya.
>  Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
>  
> MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan
> Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang
> juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
>  
>  Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
> -         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua
> bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang
> netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
> -         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada
> apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan
> kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih
> rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas
> pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
> -         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru
> Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang
> mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat
> akan timbul kebijaksanaan.
> -         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai
> apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak
> diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi,
> dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir
> keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup
> kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
>  
> ------------- >>
>  
> Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja
> di delete. Just Simple/no Conflict.
>  
> Salam Persaudaraan
> Sudrajat
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

boss39th
In reply to this post by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS



Makasih mas atas sharing dan
Pencerahannya,...




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Sudrajat" <[hidden email]>
Date: Tue, 1 Dec 2009 16:35:37
To: <[hidden email]>; 'Berkas Cahaya Kesadaran'<[hidden email]>; <[hidden email]>; <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB.    -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari
leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : -->  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14
NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang
ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan
setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/Pensucian raga ) :
Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman
) dan Ikhlas.
 
1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang
Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo /
wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake
satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang
luput.
           
 
2. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal ,
atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah
membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti
segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup,
maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan
semacamnya.
 
3. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro
Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya
,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso
……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
4. SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang
Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito
, Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening
satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
5. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa
menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat
menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan
sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
--------------- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidak ada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang =
terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang
dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya
berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda
adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang
dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum
melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun
bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru
minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika
masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian
lama..bosan..lalu “terbengkelai..ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo , bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul
betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan
melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan
kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN
HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI ,
SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan
Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan
Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang
juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua
bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang
netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada
apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan
kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih
rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas
pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru
Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang
mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat
akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai
apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak
diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi,
dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir
keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup
kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------- >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja
di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

Adi Brama
In reply to this post by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS


Nuwun Sewu,
~ sedikit gosok - ginosok, dalam rangka silih asih ~
Kunci >>> bukan baca, tapi moco >>>> di eMot sampai eCo >>>>> olah roso
Salam,


 

________________________________
From: Sudrajat <[hidden email]>
To: [hidden email]; Berkas Cahaya Kesadaran <[hidden email]>; [hidden email]; [hidden email]
Sent: Tue, December 1, 2009 4:35:37 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : à  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14 NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/ Pensucian raga ) : Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman ) dan Ikhlas.
 
        1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo / wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput.
           
 
        1. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal , atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup, maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan semacamnya.
 
        1. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya ,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso  ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
        1. SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
        1. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
------------ --- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidakada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang = terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian lama..bosan..lalu “terbengkelai. .ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo ,bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI , SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------ - >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat



     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: {Diskusi Gantharwa}: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

dohan satria-3
In reply to this post by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
Om Sudrajad ..
Terimakasih Pangelingnya ...
Sangat menarik ...dan semuanya bagus menurut saya ..

Nggeh saya setuju sekali ...
Utk melakukan sesuatu apalagi membantu sesama bukan menjadi satu kebimbangan
dan mesti Tuntas dilakukan ....dan tanpa memikirkan mendapatkan Penilaian
apa apa Lagi ....
Jalinan demi jalinan Perloenya semua disikapi dengan *JUJur keTERbukaan*  serta
 *ApaAdanya .Jangan sa,pai sebuah keterbukaan disalahpersepsikan.*
*Sekedar Ewuh Pakweuh* utk mengutarakan sering menjadi kendala Tiada nya
Keterbukaan itu sendiri dn menjadi serba simpang siur .
Bagaimanapun  perloenya menanyakan secara langsung sekiranya ada yang kurang
Jelas daripada dibatos dan menimbulkan sisikmelik serta  penilaian
.....bahkan Penghakiman dibelakang ...SunGkem

**
*Salam Kawilujengan *
Saodaramoe
Salam Sejati




>  * Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..*
>
> -         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua
> bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang netral,
> dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
>
> -         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada apakah
> pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan kebencian,
> curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih rendah dari kita
> atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana
> ia timbul dan lenyap.
>
> -         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( GuruSpiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi (
> yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan
> kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
>
> -         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai apalagi
> saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak diminta.
> Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia,
> harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas
> bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup kita semakin *berisi,
> *indah , agung dan mulia.
>
>
>
> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
> "Manusia Hidup Untuk SADAR akan Dirinya yang Sejati.
>  Manusia Hidup Untuk Kembali Memiliki RASA Sejati.
>  Siapa AKU? Sehingga Di Panggil NAMAKU?"
>
>  Untuk Mengajak Teman ke grup ini, kirim email ke:
>  [hidden email]
>
>  http://gantharwa.wordpress.com
>
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
>
>
>
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

bamsdoe
In reply to this post by Adi Brama
pak Adi...kerumah dong...aku udah gak dikedondong lagi...
di Harmoni II blok Hz 28 no. 8....kan bisa ngobrol ngalor ngidul.

nDoe



________________________________
Dari: Adi Brama <[hidden email]>
Kepada: [hidden email]
Terkirim: Sel, 1 Desember, 2009 19:04:20
Judul: Re: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB.    -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 


Nuwun Sewu,
~ sedikit gosok - ginosok, dalam rangka silih asih ~
Kunci >>> bukan baca, tapi moco >>>> di eMot sampai eCo >>>>> olah roso
Salam,


 

________________________________
 From: Sudrajat <sudrajat@srg- mscid.com>
To: persaudaraan_ universal@ yahoogroups. com; Berkas Cahaya Kesadaran <BeCeKa@yahoogroups. com>; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; diskusi_gantharwa@ googlegroups. com
Sent: Tue, December 1, 2009 4:35:37 PM
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : à  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14 NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/ Pensucian raga ) : Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman ) dan Ikhlas.
 
        1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo / wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput.
           
 
        1. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal , atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup, maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan semacamnya.
 
        1. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya ,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso  ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
        1. SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
        1. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
------------ --- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidakada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang = terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian lama..bosan..lalu “terbengkelai. .ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo ,bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI , SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------ - >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat

 


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

Adi Brama
Nyuwun no. telpune Mas.
jadi bisa janjian dulu sebelum sowan

Salam,

 



________________________________
From: Bambang Kandoe <[hidden email]>
To: [hidden email]
Sent: Wed, December 2, 2009 9:41:55 AM
Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
pak Adi...kerumah dong...aku udah gak dikedondong lagi...
di Harmoni II blok Hz 28 no. 8....kan bisa ngobrol ngalor ngidul.

nDoe



________________________________
Dari: Adi Brama <adibrama@yahoo. com>
Kepada: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Terkirim: Sel, 1 Desember, 2009 19:04:20
Judul: Re: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 


Nuwun Sewu,
~ sedikit gosok - ginosok, dalam rangka silih asih ~
Kunci >>> bukan baca, tapi moco >>>> di eMot sampai eCo >>>>> olah roso
Salam,


 

________________________________
From: Sudrajat <sudrajat@srg- mscid.com>
To: persaudaraan_ universal@ yahoogroups. com; Berkas Cahaya Kesadaran <BeCeKa@yahoogroups. com>; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; diskusi_gantharwa@ googlegroups. com
Sent: Tue, December 1, 2009 4:35:37 PM
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : à  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14 NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/ Pensucian raga ) : Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman ) dan Ikhlas.
 
        1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo / wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput.
           
 
        1. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal , atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup, maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan semacamnya.
 
        1. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya ,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso  ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
        1. SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
        1. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
------------ --- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidakada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang = terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian lama..bosan..lalu “terbengkelai. .ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo ,bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI , SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------ - >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat

________________________________
Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!



     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

bamsdoe
085883973992...bebas Pulsa pakai gagang sapu.


salam



________________________________
Dari: Adi Brama <[hidden email]>
Kepada: [hidden email]
Terkirim: Rab, 2 Desember, 2009 09:59:19
Judul: Re: Bls: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB.    -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
Nyuwun no. telpune Mas.
jadi bisa janjian dulu sebelum sowan
 
Salam,

 



________________________________
 From: Bambang Kandoe <bamsdoe@yahoo. com>
To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Sent: Wed, December 2, 2009 9:41:55 AM
Subject: Bls: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
pak Adi...kerumah dong...aku udah gak dikedondong lagi...
di Harmoni II blok Hz 28 no. 8....kan bisa ngobrol ngalor ngidul.

nDoe



________________________________
 Dari: Adi Brama <adibrama@yahoo. com>
Kepada: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Terkirim: Sel, 1 Desember, 2009 19:04:20
Judul: Re: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 


Nuwun Sewu,
~ sedikit gosok - ginosok, dalam rangka silih asih ~
Kunci >>> bukan baca, tapi moco >>>> di eMot sampai eCo >>>>> olah roso
Salam,


 

________________________________
 From: Sudrajat <sudrajat@srg- mscid.com>
To: persaudaraan_ universal@ yahoogroups. com; Berkas Cahaya Kesadaran <BeCeKa@yahoogroups. com>; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; diskusi_gantharwa@ googlegroups. com
Sent: Tue, December 1, 2009 4:35:37 PM
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : à  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14 NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/ Pensucian raga ) : Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman ) dan Ikhlas.
 
        1. KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo / wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput.
           
 
        1. ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal , atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup, maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan semacamnya.
 
        1. MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya ,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso  ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 
        1. SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 
        1. PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
------------ --- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidakada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang = terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian lama..bosan..lalu “terbengkelai. .ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo ,bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI , SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------ - >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat

________________________________
 Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

 


      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

semar samiaji
In reply to this post by dohan satria-3
Mas Dodo..punten ikutan silahkan lihat tanda ***)

--- On Wed, 12/2/09, dohan satria <[hidden email]> wrote:


From: dohan satria <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: {Diskusi Gantharwa}: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
To: [hidden email]
Cc: [hidden email], "Berkas Cahaya Kesadaran" <[hidden email]>, [hidden email]
Date: Wednesday, December 2, 2009, 6:26 AM


 




Om Sudrajad ..
Terimakasih Pangelingnya ...
Sangat menarik ...dan semuanya bagus menurut saya ..
 
 
***) Pak Tino Sidin (alm) masih inget banget kalau kasih pendapat ttg gambar2 yang dibuat oleh anak2 yang melakoninya...selalu bilang, bagus..bagus...he..he..he..he.he...
 
 
Nggeh saya setuju sekali ...
 
 
***) saat ini di Indonesia sedang terjadi proses hukum menjadi sarana dukung2-an melalui program setuju atau tidak hampir di semua media...yang menarik, di mana letak hukum itu sendiri selayaknya ditempatkan agak kabur karena sudah semakin kuatnya tarik menarik sesama pendukung....ujung2nya, cari pemenang....bukan tatanan hukum itu bagaimana selayaknya ditempatkan...mirip dengan pragawati lenggak-lenggok di atas cat walk...goyang2, yang nonton cocok manggut2, yang tidak kasih kritik....he..he..he..he.he.he..
 
 
 
Utk melakukan sesuatu apalagi membantu sesama bukan menjadi satu kebimbangan dan mesti Tuntas dilakukan ....dan tanpa memikirkan mendapatkan Penilaian apa apa Lagi ....
Jalinan demi jalinan Perloenya semua disikapi dengan JUJur keTERbukaan  serta  ApaAdanya .Jangan sa,pai sebuah keterbukaan disalahpersepsikan.
 
 
***) saat beritikad membantu pihak lain itu sungguh satu perbuatan mulia...dan syukur2 itu diawali dengan bagaimana diri sudah bisa membantu dirinya sendiri...melalui keduanya saling berinteraksi akan terus disempurnakan tatanan yang sesuai dengan warna dan cakupan diri yang bisa dilakukan...jujur satu kata yang mudah, saat ada orang jujur dan apa adanya koq masih bisa kesel orang lainnya yach?..he..he..he..he.he.he...saat proses apalagi dalam konteks spiritual memasukkan unsur benar atau salah sejatinya membatasi ekspresi spiritual itu sendiri...persepsi yang salah bagi orang tertentu, belum tentu salah bagi yang lainnya...so, saling menempatkan dalam konteks dan itikad pembahasan menjadi perlu untuk dikedepankan dan menjadi komitmennya...kalau nggak begini, mirip lagu siapa Benyamin (alm)..."pulang salah..nggak pulang salah...he..he..he..he.he.."
 
 
 
Sekedar Ewuh Pakweuh utk mengutarakan sering menjadi kendala Tiada nya Keterbukaan itu sendiri dn menjadi serba simpang siur .
Bagaimanapun  perloenya menanyakan secara langsung sekiranya ada yang kurang Jelas daripada dibatos dan menimbulkan sisikmelik serta  penilaian .....bahkan Penghakiman dibelakang ...SunGkem
 
 
***) dalam konteks ewuh pakweuh menghargai pengalaman dan usia adalah juga menjadi satu hal yang perlu ditempatkan dengan pas...jika sudah berbicara ttg ISI, maka semua itu sudah selayaknya mampu ditempatkan pada koridor di bawah itu...karena yang namanya kajian, tidak membatasi usia, gender, cara pandang, latar belakang kehidupan, dan sejenisnya, kecuali benar2  upaya untuk ungkap apa adanya...yang sering jadi krikil dikit2 ya itu, kalau udah "merasa"...he..he..he..he..he..he...melalui proses itu, akan semakin jelas apakah semesta lorong kehidupan bersifat statis atau dinamis dalam nuansa yang ditentukan hadir...
 
 
salam warna,
ss




 






     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

dohan satria-3
Mas AJi

Terimkasih dengan warnanya ...

saya tidak tertarik dengan saling duga...
FYI  Postingan dari Om sudrajad saya ikuti di milis lain
Mas Aji kenapa persepsinya jadi begitu jauh ada cara cari pendukung...saya
malah tidak tau tentang ini ...

Yg mirip Pak Tino Sidin boleh manggut manggut ...:)
Yg mirip peragawati bisa unjuk tangan silahkan.....:)....
enak to mas....

Saya rasa jane tadinya simple itu pendapat saya ...
Masalah mau diajdikan  barang dugaan silahkan mawon ...
Cuman ya ceritanya  jadi muter2 kayak beliung ....hehhe


Salam Kawilujengan




Pada 2 Desember 2009 10:54, semar samiaji <[hidden email]> menulis:

>
>
>   Mas Dodo..punten ikutan silahkan lihat tanda ***)
>
> --- On *Wed, 12/2/09, dohan satria <[hidden email]>* wrote:
>
>
> From: dohan satria <[hidden email]>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: {Diskusi Gantharwa}: Ajaran Leluhur :
> ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
> To: [hidden email]
> Cc: [hidden email], "Berkas Cahaya Kesadaran" <
> [hidden email]>, [hidden email]
> Date: Wednesday, December 2, 2009, 6:26 AM
>
>
>  Om Sudrajad ..
> Terimakasih Pangelingnya ...
> Sangat menarik ...dan semuanya bagus menurut saya ..
>
>
> ***) Pak Tino Sidin (alm) masih inget banget kalau kasih pendapat ttg
> gambar2 yang dibuat oleh anak2 yang melakoninya...selalu bilang,
> bagus..bagus...he..he..he..he.he...
>
>
> Nggeh saya setuju sekali ...
>
>
> ***) saat ini di Indonesia sedang terjadi proses hukum menjadi sarana
> dukung2-an melalui program setuju atau tidak hampir di semua media...yang
> menarik, di mana letak hukum itu sendiri selayaknya ditempatkan agak kabur
> karena sudah semakin kuatnya tarik menarik sesama pendukung....ujung2nya,
> cari pemenang....bukan tatanan hukum itu bagaimana selayaknya
> ditempatkan...mirip dengan pragawati lenggak-lenggok di atas cat
> walk...goyang2, yang nonton cocok manggut2, yang tidak kasih
> kritik....he..he..he..he.he.he..
>
>
>
> Utk melakukan sesuatu apalagi membantu sesama bukan menjadi satu
> kebimbangan dan mesti Tuntas dilakukan ....dan tanpa memikirkan mendapatkan
> Penilaian apa apa Lagi ....
> Jalinan demi jalinan Perloenya semua disikapi dengan *JUJur keTERbukaan*  serta
>  *ApaAdanya .Jangan sa,pai sebuah keterbukaan disalahpersepsikan.*
> **
> **
> ****) saat beritikad membantu pihak lain itu sungguh satu perbuatan
> mulia...dan syukur2 itu diawali dengan bagaimana diri sudah bisa membantu
> dirinya sendiri...melalui keduanya saling berinteraksi akan terus
> disempurnakan tatanan yang sesuai dengan warna dan cakupan diri yang bisa
> dilakukan...jujur satu kata yang mudah, saat ada orang jujur dan apa adanya
> koq masih bisa kesel orang lainnya yach?..he..he..he..he.he.he...saat proses
> apalagi dalam konteks spiritual memasukkan unsur benar atau salah sejatinya
> membatasi ekspresi spiritual itu sendiri...persepsi yang salah bagi orang
> tertentu, belum tentu salah bagi yang lainnya...so, saling menempatkan dalam
> konteks dan itikad pembahasan menjadi perlu untuk dikedepankan dan menjadi
> komitmennya...kalau nggak begini, mirip lagu siapa Benyamin (alm)..."pulang
> salah..nggak pulang salah...he..he..he..he.he.."*
> **
> **
> **
> *Sekedar Ewuh Pakweuh* utk mengutarakan sering menjadi kendala Tiada nya
> Keterbukaan itu sendiri dn menjadi serba simpang siur .
> Bagaimanapun  perloenya menanyakan secara langsung sekiranya ada yang
> kurang Jelas daripada dibatos dan menimbulkan sisikmelik serta  penilaian
> .....bahkan Penghakiman dibelakang ...SunGkem
>
>
> ***) dalam konteks ewuh pakweuh menghargai pengalaman dan usia adalah juga
> menjadi satu hal yang perlu ditempatkan dengan pas...jika sudah berbicara
> ttg ISI, maka semua itu sudah selayaknya mampu ditempatkan pada koridor di
> bawah itu...karena yang namanya kajian, tidak membatasi usia, gender, cara
> pandang, latar belakang kehidupan, dan sejenisnya, kecuali benar2  upaya
> untuk ungkap apa adanya...yang sering jadi krikil dikit2 ya itu, kalau udah
> "merasa"...he..he..he..he..he..he...melalui proses itu, akan semakin jelas
> apakah semesta lorong kehidupan bersifat statis atau dinamis dalam nuansa
> yang ditentukan hadir...
>
> **
> *salam warna,*
> *ss*
>
>>  * *
>>
>
>
>
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

bamsdoe
Putro ROMO ora Gumunan...ora sirik...ora dengki...ora maido...
ora nesunan...



________________________________
Dari: dohan satria <[hidden email]>
Kepada: [hidden email]
Terkirim: Rab, 2 Desember, 2009 11:23:53
Judul: Re: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA  GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 
Mas AJi
 
Terimkasih dengan warnanya ...
 
saya tidak tertarik dengan saling duga...
FYI  Postingan dari Om sudrajad saya ikuti di milis lain
Mas Aji kenapa persepsinya jadi begitu jauh ada cara cari pendukung... saya malah tidak tau tentang ini ...
 
Yg mirip Pak Tino Sidin boleh manggut manggut ...:)
Yg mirip peragawati bisa unjuk tangan silahkan.... .:)....
enak to mas....
 
Saya rasa jane tadinya simple itu pendapat saya ...
Masalah mau diajdikan  barang dugaan silahkan mawon ...
Cuman ya ceritanya  jadi muter2 kayak beliung ....hehhe
 
 
Salam Kawilujengan
 
 
 
 
Pada 2 Desember 2009 10:54, semar samiaji <kind_evil_06@ yahoo.com> menulis:

 

>Mas Dodo..punten ikutan silahkan lihat tanda ***)
>
>--- On Wed, 12/2/09, dohan satria <dohan.satria@ gmail.com> wrote:
>
>
>>From: dohan satria <dohan.satria@ gmail.com>
>>Subject: [Spiritual-Indonesi a] Re: {Diskusi Gantharwa}: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
>>>>To: diskusi_gantharwa@ googlegroups. com
>>Cc: persaudaraan_ universal@ yahoogroups. com, "Berkas Cahaya Kesadaran" <BeCeKa@yahoogroups. com>, Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
>>>>Date: Wednesday, December 2, 2009, 6:26 AM
>>
>>
>>  
>>Om Sudrajad ..
>>Terimakasih Pangelingnya ...
>>Sangat menarik ...dan semuanya bagus menurut saya ..
>>
>>
>>***) Pak Tino Sidin (alm) masih inget banget kalau kasih pendapat ttg gambar2 yang dibuat oleh anak2 yang melakoninya. ..selalu bilang, bagus..bagus. ..he..he. .he..he.he. ..
>>
>>
>>Nggeh saya setuju sekali ...
>>
>>
>>***) saat ini di Indonesia sedang terjadi proses hukum menjadi sarana dukung2-an melalui program setuju atau tidak hampir di semua media...yang menarik, di mana letak hukum itu sendiri selayaknya ditempatkan agak kabur karena sudah semakin kuatnya tarik menarik sesama pendukung... .ujung2nya, cari pemenang.... bukan tatanan hukum itu bagaimana selayaknya ditempatkan. ..mirip dengan pragawati lenggak-lenggok di atas cat walk...goyang2, yang nonton cocok manggut2, yang tidak kasih kritik....he. .he..he.. he.he.he. .
>>
>>
>>
>>Utk melakukan sesuatu apalagi membantu sesama bukan menjadi satu kebimbangan dan mesti Tuntas dilakukan ....dan tanpa memikirkan mendapatkan Penilaian apa apa Lagi ....
>>Jalinan demi jalinan Perloenya semua disikapi dengan JUJur keTERbukaan  serta  ApaAdanya .Jangan sa,pai sebuah keterbukaan disalahpersepsikan.
>>
>>
>>***) saat beritikad membantu pihak lain itu sungguh satu perbuatan mulia...dan syukur2 itu diawali dengan bagaimana diri sudah bisa membantu dirinya sendiri...melalui keduanya saling berinteraksi akan terus disempurnakan tatanan yang sesuai dengan warna dan cakupan diri yang bisa dilakukan... jujur satu kata yang mudah, saat ada orang jujur dan apa adanya koq masih bisa kesel orang lainnya yach?..he..he. .he..he.he. he...saat proses apalagi dalam konteks spiritual memasukkan unsur benar atau salah sejatinya membatasi ekspresi spiritual itu sendiri...persepsi yang salah bagi orang tertentu, belum tentu salah bagi yang lainnya...so, saling menempatkan dalam konteks dan itikad pembahasan menjadi perlu untuk dikedepankan dan menjadi komitmennya. ..kalau nggak begini, mirip lagu siapa Benyamin (alm)..."pulang salah..nggak pulang salah...he.. he..he..he. he.."
>>
>>
>>
>>Sekedar Ewuh Pakweuh utk mengutarakan sering menjadi kendala Tiada nya Keterbukaan itu sendiri dn menjadi serba simpang siur .
>>Bagaimanapun  perloenya menanyakan secara langsung sekiranya ada yang kurang Jelas daripada dibatos dan menimbulkan sisikmelik serta  penilaian .....bahkan Penghakiman dibelakang ...SunGkem
>>
>>
>>***) dalam konteks ewuh pakweuh menghargai pengalaman dan usia adalah juga menjadi satu hal yang perlu ditempatkan dengan pas...jika sudah berbicara ttg ISI, maka semua itu sudah selayaknya mampu ditempatkan pada koridor di bawah itu...karena yang namanya kajian, tidak membatasi usia, gender, cara pandang, latar belakang kehidupan, dan sejenisnya, kecuali benar2  upaya untuk ungkap apa adanya...yang sering jadi krikil dikit2 ya itu, kalau udah "merasa"...he..he..he. .he..he.. he...melalui proses itu, akan semakin jelas apakah semesta lorong kehidupan bersifat statis atau dinamis dalam nuansa yang ditentukan hadir...
>>
>>
>>salam warna,
>>ss
>>  
>

 


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

dohan satria-3
Saroejoek ...
Tak tambahi Kang ..

*Lilo Laline Lelono ke- Lamun iNg  Lintu *


SungKem
Pada 2 Desember 2009 11:27, Bambang Kandoe <[hidden email]> menulis:

>
>
>  Putro ROMO ora Gumunan...ora sirik...ora dengki...ora maido...
> ora nesunan...
>
>
>
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

hera_gls20
Artinya apa tu Om??


--- In [hidden email], dohan satria <dohan.satria@...> wrote:

>
> Saroejoek ...
> Tak tambahi Kang ..
>
> *Lilo Laline Lelono ke- Lamun iNg  Lintu *
>
>
> SungKem
> Pada 2 Desember 2009 11:27, Bambang Kandoe <bamsdoe@...> menulis:
>
> >
> >
> >  Putro ROMO ora Gumunan...ora sirik...ora dengki...ora maido...
> > ora nesunan...
> >
> >
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Bls: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

dohan satria-3
SimPlenya
KuLo Nyuwun Emut  ..mbak Hera ...

Salim SejatI





Pada 2 Desember 2009 11:52, hera_gls20 <[hidden email]> menulis:

>
>
> Artinya apa tu Om??
>
>
> --- In [hidden email]<Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>,
> dohan satria <dohan.satria@...> wrote:
> >
> > Saroejoek ...
> > Tak tambahi Kang ..
> >
> > *Lilo Laline Lelono ke- Lamun iNg Lintu *
> >
> >
> > SungKem
> > Pada 2 Desember 2009 11:27, Bambang Kandoe <bamsdoe@...> menulis:
>
> >
> > >
> > >
> > > Putro ROMO ora Gumunan...ora sirik...ora dengki...ora maido...
> > > ora nesunan...
> > >
> > >
> > >
> >
>
>  
>
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

semar samiaji
In reply to this post by dohan satria-3
he..he..he..he...kalau tidak tertarik ndak apa2 Mas...kalau pun itu dinilai saling duga juga ndak apa2 Mas...yang merasa simple jadi muter2 kayak beliung juga ndak apa2 Mas...selayaknya, semuanya mestinya ndak apa2 dong Mas...koq ternyata hidup dan kehidupan jadi ada apa2...he..he..he..he..he.he.he..
 
salam ada apa?,
ss

--- On Wed, 12/2/09, dohan satria <[hidden email]> wrote:


From: dohan satria <[hidden email]>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
To: [hidden email]
Date: Wednesday, December 2, 2009, 11:23 AM


 




Mas AJi
 
Terimkasih dengan warnanya ...
 
saya tidak tertarik dengan saling duga... 
FYI  Postingan dari Om sudrajad saya ikuti di milis lain 
Mas Aji kenapa persepsinya jadi begitu jauh ada cara cari pendukung... saya malah tidak tau tentang ini ...
 
Yg mirip Pak Tino Sidin boleh manggut manggut ...:)
Yg mirip peragawati bisa unjuk tangan silahkan.... .:)....
enak to mas....
 
Saya rasa jane tadinya simple itu pendapat saya ...
Masalah mau diajdikan  barang dugaan silahkan mawon ...
Cuman ya ceritanya  jadi muter2 kayak beliung ....hehhe
 
 
Salam Kawilujengan
 
 
 
 
Pada 2 Desember 2009 10:54, semar samiaji <kind_evil_06@ yahoo.com> menulis:


 







Mas Dodo..punten ikutan silahkan lihat tanda ***)

--- On Wed, 12/2/09, dohan satria <dohan.satria@ gmail.com> wrote:


From: dohan satria <dohan.satria@ gmail.com>
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Re: {Diskusi Gantharwa}: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
To: diskusi_gantharwa@ googlegroups. com
Cc: persaudaraan_ universal@ yahoogroups. com, "Berkas Cahaya Kesadaran" <BeCeKa@yahoogroups. com>, Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Date: Wednesday, December 2, 2009, 6:26 AM


 


Om Sudrajad ..
Terimakasih Pangelingnya ...
Sangat menarik ...dan semuanya bagus menurut saya ..
 
 
***) Pak Tino Sidin (alm) masih inget banget kalau kasih pendapat ttg gambar2 yang dibuat oleh anak2 yang melakoninya. ..selalu bilang, bagus..bagus. ..he..he. .he..he.he. ..
 
 
Nggeh saya setuju sekali ...
 
 
***) saat ini di Indonesia sedang terjadi proses hukum menjadi sarana dukung2-an melalui program setuju atau tidak hampir di semua media...yang menarik, di mana letak hukum itu sendiri selayaknya ditempatkan agak kabur karena sudah semakin kuatnya tarik menarik sesama pendukung... .ujung2nya, cari pemenang.... bukan tatanan hukum itu bagaimana selayaknya ditempatkan. ..mirip dengan pragawati lenggak-lenggok di atas cat walk...goyang2, yang nonton cocok manggut2, yang tidak kasih kritik....he. .he..he.. he.he.he. .
 
 
 
Utk melakukan sesuatu apalagi membantu sesama bukan menjadi satu kebimbangan dan mesti Tuntas dilakukan ....dan tanpa memikirkan mendapatkan Penilaian apa apa Lagi ....
Jalinan demi jalinan Perloenya semua disikapi dengan JUJur keTERbukaan  serta  ApaAdanya .Jangan sa,pai sebuah keterbukaan disalahpersepsikan.
 
 
***) saat beritikad membantu pihak lain itu sungguh satu perbuatan mulia...dan syukur2 itu diawali dengan bagaimana diri sudah bisa membantu dirinya sendiri...melalui keduanya saling berinteraksi akan terus disempurnakan tatanan yang sesuai dengan warna dan cakupan diri yang bisa dilakukan... jujur satu kata yang mudah, saat ada orang jujur dan apa adanya koq masih bisa kesel orang lainnya yach?..he..he. .he..he.he. he...saat proses apalagi dalam konteks spiritual memasukkan unsur benar atau salah sejatinya membatasi ekspresi spiritual itu sendiri...persepsi yang salah bagi orang tertentu, belum tentu salah bagi yang lainnya...so, saling menempatkan dalam konteks dan itikad pembahasan menjadi perlu untuk dikedepankan dan menjadi komitmennya. ..kalau nggak begini, mirip lagu siapa Benyamin (alm)..."pulang salah..nggak pulang salah...he.. he..he..he. he.."
 
 
 
Sekedar Ewuh Pakweuh utk mengutarakan sering menjadi kendala Tiada nya Keterbukaan itu sendiri dn menjadi serba simpang siur .
Bagaimanapun  perloenya menanyakan secara langsung sekiranya ada yang kurang Jelas daripada dibatos dan menimbulkan sisikmelik serta  penilaian .....bahkan Penghakiman dibelakang ...SunGkem
 
 
***) dalam konteks ewuh pakweuh menghargai pengalaman dan usia adalah juga menjadi satu hal yang perlu ditempatkan dengan pas...jika sudah berbicara ttg ISI, maka semua itu sudah selayaknya mampu ditempatkan pada koridor di bawah itu...karena yang namanya kajian, tidak membatasi usia, gender, cara pandang, latar belakang kehidupan, dan sejenisnya, kecuali benar2  upaya untuk ungkap apa adanya...yang sering jadi krikil dikit2 ya itu, kalau udah "merasa"...he..he..he. .he..he.. he...melalui proses itu, akan semakin jelas apakah semesta lorong kehidupan bersifat statis atau dinamis dalam nuansa yang ditentukan hadir...
 
 
salam warna,
ss




 










     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

dohan satria-3
Salim mas Aji...


SuNgkem Dawah KawiLujengan

Pada 2 Desember 2009 12:20, semar samiaji <[hidden email]> menulis:

>
>
>
>
>
>
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

semar samiaji
salim juga Mas Dodo...
 
sampaikan jika menurut diri perlu disampaikan...tidak perlu sampaikan jika menurut diri tidak perlu disampaikan...selayaknya tidak ada sesuatu di antaranya...
 
salam warna,
ss

--- On Wed, 12/2/09, dohan satria <[hidden email]> wrote:


From: dohan satria <[hidden email]>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
To: [hidden email]
Date: Wednesday, December 2, 2009, 12:41 PM


 




Salim mas Aji...
 
 
SuNgkem Dawah KawiLujengan


Pada 2 Desember 2009 12:20, semar samiaji <kind_evil_06@ yahoo.com> menulis:


 


 











     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

Gospel Center
In reply to this post by Adi Brama
pak Sudrajat, kita senang sekali dapat informasi filosofi hidup orang Jawa ini, kalau bisa dilestarikan dan diajarkian disekolah sekolah sangat baik dari pada pengajaran Islam yang import.dr. Wahyu

--- On Tue, 12/1/09, Adi Brama <[hidden email]> wrote:

From: Adi Brama <[hidden email]>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB.    -------- -kenang kenanganku, ( 5 )
To: [hidden email]
Date: Tuesday, December 1, 2009, 4:04 AM















 
 



 


   
     
     
     

Nuwun Sewu,
~ sedikit gosok - ginosok, dalam rangka silih asih ~
Kunci >>> bukan baca, tapi moco >>>> di eMot sampai eCo >>>>> olah roso
Salam,


 


From: Sudrajat <sudrajat@srg- mscid.com>
To: persaudaraan_ universal@ yahoogroups. com; Berkas Cahaya Kesadaran <BeCeKa@yahoogroups. com>; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; diskusi_gantharwa@ googlegroups. com
Sent: Tue, December 1, 2009 4:35:37 PM
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Ajaran Leluhur : ROMO SEMONO --> PANCA GAIB. -------- -kenang kenanganku, ( 5 )

 



 
Dear all, para sahabat arief billah, para sedulur semua.
 
Mohon maaf sebelumnya…, numpang lewat ..Info kasih.., ajaran dari leluhur kami.
 
-------- >>
 
PANCA GAIB : à  Wahyu yang diterima ROMO SEMONO SASTRO HADIWIJOYO , 14 NOV. 1955
 
Merupakan sarana bagi manusia yang ingin mengenal hidup ( Urip ) yang ada di dalam raganya sendiri, laku raga termasuk pikirannya pasrah dan setiap saat hanya akan menurut dan menuruti Karsa – nya Hidup/Urip.
 
Ditambah Laku pangumbahing Rogo ( laku pembersihan/ Pensucian raga ) : Sabar + Narimo + Ngalah +  Tresno Welas Asih (manusia, binatang, tanaman ) dan Ikhlas.
 

KUNCI
Ono opo opo Kunci, ora ono opo opo baca Kunci.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci , Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine satriyo / wanito , nyuwun wicaksono , nyuwun panguwoso ,kangge tumindake satriyo/wanito sejati. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput.
           
 

ASMO
4 Asmo diberikan oleh khadang yang memang sudah merasa cukup manunggal , atau kepareng memberikan Asmo.
            Diberikan , hanya kepada mereka yang sungguh sudah membuktikan Kuasanya Hidup. Kemudian bertekad untuk bisa      mengikuti segala kehendak (Karsanya) Hidup.
            Kalau ingin bisa berhubungan , berkomunikasi dengan Hidup, maka Hidup itu terlebih dahulu harus diberi “ Asmo” .
            Asmo jangan diterjemahkan dengan Nama, Aran, Jeneng dan semacamnya.
 

MIJIL
( Asmo ) Jeneng siri Mijilo, panjenengan ingsun kagungan Karso ,raganiro Arso…… ( apa saja asal baik dan benar/ waton becik lan bener, raganya ,manusianya akan gelar )
( Asmo ) Jeneng siro mijilo, panjenengan ingsun kagungan karso, Arso  ……….. ( digunakan hanya dalam hal yang bersifat spiritual – Gulung )
 

SINGKIR
Membantu dalam menyalahkan AKU nya sendiri.
Gusti ingkang Moho Suci , kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci, Sirolah – Dhatolah – Sipatolah. Kulo sejatine Satriyo/Wanito , Hananiro hananingsun, wujudiro wujudingsung. Siro sirno mati dening satriyo / wanito sejati, ketiban iduku putih sirno layu dening ( Asmo )
 

PAWELING
Kalau 1 – 4 sampun di jalani dengan baik, yang bersangkutan bisa menggunakan sarana gaib yaitu Paweling. Akan membawa Hidup si penghayat menyatu /manunggal dengan Hidup yang menghidupi alam semesta dan dengan sumber Hidup.
Siji siji , loro loro , telu telonono
Siji sekti , loro dadi, telu pandito
Siji wahayu , loro gratrahino , telu rejeki
 
------------ --- >>
 
Note :
Dalam Penghayatan ini..tidak ada Guru – Murid ( Kekadhangan – Kadhang = terkait secara bathin , Rasa ), tidak ada yang menuntun dan yang dituntun. Kalau anda sudah dapat Asmo, dalam menjalani laku sepenuhnya berdiri sendiri. Guru anda adalah Hidup anda sendiri.Penuntun anda adalah Hidup anda sendiri. Yang menjadi murid adalah anda sendiri., yang dituntun adalah anda sendiri.
 
Inti penghayatan :
Selalu tidak lupa kepada Hidup lalu selalu minta petunjuk Hidup sebelum melakukan apapun dan mengikuti segala petunjuk Hidup , sekalipun bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita semula.
 
Cukup banyak para khadang .., segera setelah hafal KUNCI lalu buru buru minta Asmo. Akibatnya… seperti mendapatkan mainan mobil baru. Ketika masih baru sering di rawat, diingat, di sayang. Setelah sekian lama..bosan..lalu “terbengkelai. .ditinggalkan mainan mobil nya “.
Asmo , bukan mainan. Kalau selama menggunakan “ KUNCI “ , belum betul betul mendapatkan pengalaman, pembuktian, bahwa Hidup telah menuntun dan melindungi kita, jangan dulu tergesa gesa , minta diberikan kelanjutannya (Asmo ).  Tekuni dulu…, menggunakan “ KUNCI” , BIARKAN HIDUP MEMBERIKAN BUKTI KEMAMPUAN MENGATUR ,MENUNTUN DAN MELINDUNGI , SAMPAI KITA BENAR BENAR YAKIN.
 
MIJIL = Miji – Hamijeni = menyatu . Menyatukan / menyatunya Raga dengan Hidup yang ada di dalam dirinya.
 Mijil Mbeksa.., para khadang sampun ninggal aken.
 
MANUNGGAL : Kondisi menyatu/sambung nya Hidup dalam diri manusia dengan Hidup yang menghidupi, mengatur ,menggerakan alam semesta seisinya, yang juga kami sebut Tuhan YME = gusti Ingkang Moho Suci.
 
 Pesan , kanggo para Khadang .. gosok ginosok..
-         Perasaan para khadang harus waspada dan sadar terhadap semua bentuk perasaan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan dan yang netral, dan bagaimana ia timbul dan lenyap di dalam diri kita sendiri.
-         Aktivitas pikiran para Khadang, hendaknya selalu waspada apakah pikirannya penuh dengan hawa nafsu atau tidak, penuh dengan kebencian, curiga..menyepelekan..menganggap remeh..orang lain lebih rendah dari kita atau tidak. Waspada terhadap semua aktivitas aktivitas pikiran , bagaimana ia timbul dan lenyap.
-         Para khadang , jangan sekali kali ingin jadi Guru..( Guru Spiritual ). Biarlah Hidup yang menghidupi ( yang mbau rekso ) yang mengajari kulo.., dengan penderitaan dan kesalahan kulo.. , suatu saat akan timbul kebijaksanaan.
-         Para Khadang.., hendaklah arif ..tidak sembarang menilai apalagi saling  menghakimi , dan siap membantu diminta atau tidak diminta. Persaudaraan..tidak boleh sama sekali di nilai dengan materi, dunia, harta, kekuasaan, kekuataan gaib.  Hidup yang tulus..mengalir keluar lepas bebas alami  dari dalam para Khadang.yang membuat Hidup kita semakin berisi, indah , agung dan mulia.
 
------------ - >>
 
Semoga yang sedikit ini ada kelak bermanfaat. Tidak suka langsung saja di delete. Just Simple/no Conflict.
 
Salam Persaudaraan
Sudrajat


     

   
     

   
   


 



 











     
12
Loading...