Quantcast

BLS : Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )

classic Classic list List threaded Threaded
97 messages Options
12345
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

BLS : Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )

Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
 
            Dear mas Nadjam Cs, mas Yusa Cs, mas Gusdur Cs.
 
            Bagaimana… kalau selama bulan Ramadhan.., topic kita
ganti..dengan mencoba meng explore lebih dalam kandungan
            Mutiara Islam.
 
            Yuuuukkk, , kita mulai dari mana terserah panjenengan saja.
 
            ISLAM berasal dari kata “aslama (menyerah) dan kata
“salima/selamat “. Sehingga kurang lebih artinya Menyerahkan diri kepada
Sang Maha Kasih , sang maha Penyayang secara mutlak tanpa sarat, untuk
mencapai kesalamatan dunia akherat.
 
Inilah…pesan almarhum..bapak kepada saya..agar mencari ilmu yang bisa
membawa keselamatan dunia dan akherat ( ISLAM ).
 
Formulanya sudah saya dapatkan, sementara ini.
 
“ISLAM – SIRATAL MUSTAKIM – AKHLAKUL KHARIMAH – SAKARATUL MAUT – KHUSNUL
KHATIMAH – ISLAM “
 
Fondasi ilmu dalam agama islam ada 4 ( syariat , thariqat, hakikat,
makrifat )
Tingkat keyakinan juga ada 4 : wajibbul yaqin, Ainul yaqqin, Haqqul
Yaqin, Isbatul Yaqin.
Huruf Allah dalam bahasa arab ada 4 : ALif, Lam, Lam dan Ha
Yang harus aku kenali dari Allah ada 4 : Dzat, Sifat, Asma, Afal.
Huruf Muhammad dalam bhs arab ada 4 : Mim, Ha, Mim, Dal
Sahabat rasul juga ada 4 : Abu bakar, Umar, Ustman, Ali.
Sahabat Sudrajat juga ada 4 : Medy S, Sutrisno, Andrew dan Yudi P
Unsur pembangun semesta ada 4 : Air, Api , tanah, udara
Nafsu utama pada diri manusia ada 4 : Amarah, Laowamah, Sufiyah,
Mutmainnah
 
AYooo.,.,, explore lebih dalam kandungan Al – Quran,
 
Misalnya…
 
S. Al Fatehah.. ada 7 ayat.
Ada 7 lapis langit, 7 hari , 7 putaran thawaf,  7 warna, dst, dst
 
S, AL Fatehah..di awali dengan huruf Ba’ ( Bismillaah ) dan di akhir
dengan huruf Nun ( Waldladlaalliin ). Subhanalallah.
Huruf Ba’ (titiknya ada di luar ) dan Nun..( titik ada di dalam ) hanya
berbeda letak titiknya saja.
 
Adakah pesan yang sangat Spektakular di surat AL Fatehah
 
-          huruf Ba’ = huruf Nun…, seperti mangkuk terbuka.., perlambang
tempayan kalbuku ???
-          kupersiapkan mangkuk hati terbuka ke atas ,,untuk mendapatkan
karunia ilmu sejati yang terkandung di dalamnya…untuk mendapatkan hujan
rahmat langsung dari sang Maha kasih dan Penyayang.
-          Titik di huruf Ba...masih di luar .., matahari jasmani
?..,dan titik di huruf Nun..di dalam.. matahari ruhani.?
-          Huruf Ba’ = Baitullah , rumah Allah. = Pintu Baitullah =
Bihar / samuderanya Ilmu Allah.
 
Ayoooo,,dong..kasih tahu bagaiamanaa caranya masukkk….
 
 
Rasa..raassssaaakkkkaannnlaahhhh.
 
Ditungggu…kupasan..bahasan…yang lebih dalam..inggih ..,
 
Monggom mas Yudi..mas Yusa.Cs .mas Ramdhan Cs. .mas Gusdur……, mas
Pram..Cs.
 
 
      Thanks
       Sudrajat
 
 
-----Original Message-----
From: Nadjam [mailto:[hidden email]]
Sent: Monday, September 01, 2008 11:00 PM
To: pram pambudi; M. Nasir; Yusa; Gus dur; Ramdan
Cc: Djuki RKM; Kajian Islam; [hidden email];
[hidden email]; Palgunadi; [hidden email]
Subject: Re: Apa itu Islam
 
Bapak2/ibu2 yth.
Diskusi " Apa itu Islam" cukup menarik , oleh karena itu saya terpanggil
untuk ikut memberikan pendapat/pandangan berdasarkan pengetahuan saya.
Mudah2an ada manfaatnya.
 
Apa itu Islam?
Berdasarkan pengetahuan saya,  Islam adalah agama untuk mencapai
kedamaian dan keselamatan dunia maupun akhirat. Islam   telah berusia
sejak manusia pertama yaitu nabi Adam yang muncul dimuka bumi (Mekah)
kemudian diteruskan oleh nabi Ibrahim (yang beristrikan Siti Hajar dari
Ethiopia) yang sangat menentang penyembahan berhala untuk meneruskan
perjuangan  nabi Adam (agama islam) dengan mendirikan Ka'ba yang
pondasinya telah dirintis oleh nabi Adam sebagai kiblat dan dilanjutkan
oleh Nabi Muhammad SWT secara  sistematis dan ilmiah berdasarkan
wahyu-wayuNya yang berisikan sejarah, pengetahuan  dan perintah kepada
semua umat yang ada dimuka bumi dituangkan kedalam kitab suci Alquran
dan hadits untuk menggapai keselamatan dan kedamaian.
 
Wassalam
Nadjamudin
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi <mailto:[hidden email]>  
To: M. Nasir <mailto:[hidden email]>  ; Yusa
<mailto:[hidden email]>  ; Gus dur
<mailto:[hidden email]>  ; Ramdan
<mailto:[hidden email]>  
Cc: Djuki RKM <mailto:[hidden email]>  ; Kajian Islam
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email] ;
[hidden email] ; Palgunadi
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email]
Sent: Monday, August 25, 2008 3:36 AM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Salam kembali pak Nasir,
Maaf, baru sempat respon.

Saya coba menjawab secara singkat dibawah pada tiap pertanyaan, lihat
tanda -->>
Sekali lagi saya mohon maaf, sejujurnya ajaran Islam ini INDAH sekali,..
sangat-sangat  Indah,..

Salam,
Pram

  _____  

From: [hidden email]
To: [hidden email]; [hidden email];
[hidden email]; [hidden email]
CC: [hidden email];
[hidden email]; [hidden email];
[hidden email]; [hidden email];
[hidden email]
Subject: Re: Apa itu Islam
Date: Fri, 22 Aug 2008 15:18:06 +0700



Mas Pram yth.
 
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas sharing buah pemikiran
Mas Pram pada email dibawah. Uraian-uaraiannya sangat logis dan mudah
dicerna dan mungkin ini sejalan dengan penafsiran para filisof islam
pada abad pertengahan terutama Ibn. Arabi dan Ibn. Sina. Namanya filosof
selalu ingin mencari kebenaran secara logis, sedangkan dalam syar’i
tidak selamanya bisa dijelaskan secara logika.
Ada beberapa hal yang  saya belum mengerti dari uraian Mas Pram dan
mudah-mudahan mendapat penjelasan lebih lanjut, antara lain sbb:
 
1. Alasan ketundukan jasmani  manusia kepada Sunnatullah yang biasa
disebut hukum alam sudah pada islam semua, sedangkan Al-Qur’an
diturunkan ke bumi untuk dipelajari dan diamalkan sebagai isyarat atau
tanda keislaman seseorang. Pohon mangga termasuk semua benda di muka
bumi pada dasarnya terbuat daripada atom.  Pada tataran atomic semua
keteraturan benda dimuka bumi ini bisa dianalisa dengan Hukum Newton
dari segi ilmiah namun dari segi agama kita sebut keteraturan tersebut
sebagai Sunnatullah.  Namun substansi daripada atom-atom tersebut
terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi (sub atomic)
memiliki sifat yang tidak teratur berdasarkan teori ketidak teraturan
Heisenberg.
-->> Saya setuju sekali dengan pendekatan teory mengenai partikel, atom,
micro atom, dst seperti diatas.
Sub Atomic: Bukankah KETIDAK BERATURAN itu sendiri adalah sebuah
KETERATURAN yang sudah diatur ?
Coba renungkan, banyak hal yang demikian bukan hanya di sub atomic saja,
dan itu sebuah keteraturan.
 
Dengan demikian saya bisa katakana bahwa benda-benda pada tataran atomic
menurut pandangan kita teratur adalah Islam, sedangkan pada tataran sub
atomic..tidak teratur adalah murtad. Bagaimana mungkin kejadian suatu
mahluk bisa dikatakan Islami sekaligus murtad ?
--> Tidak ada yang terkontaminant demikian. Lihat penjelasan diatas.
 
2. Ruh Allah yang  ditiupkan kepada manusia. Dalam hal ini terjadi
perbedaan pendapat Apakah Ruhnya Allah atau Ruh ciptaan Allah yang
ditiupkan kepada manusia.  Perbedaan pendapat ini menurut hemat saya
akan menimbulkan konsekwensi yang sangat serius yakni jika Ruh-Nya yang
ditiupkan kepada manusia akan berimplikasi pada faham wihdatul wujud
atau Wujud Esa, sedangkan jika ruh ciptaan-Nya yang ditiupkan  berarti
keberadaan Allah terpisah dari mahluknya ( terasenden di atas arash).
Hadis Qudsi " Barang siapa yang mencariku DILUAR dari dirinya, maka ia
akan tersesat "
Al-Quran "Allah Aqrobbu, bahkan lebih dekat dari urat leher"
Dll,
Wihdatul wujud, pada Asma dan SifatNYA, perwujudannya ada dimana-mana,
kesempurnaanya ada pada manusia, sebagai "Khalifah" nya, wakilnya, dan
Alloh bukan presiden yg perlu wakil, jadi renungkanlah,..
Manusia TIDAK kekal, juga mahluk yg lainnya, akan mati dan hancur,
apanya yang kekal dari diri kita ? itulah hakekat dari "lampu" dan
"cahayanya". Padahal "lampu"nya gak pernah padam tuh,..
Saya menangkap uraian Mas Her (mudah-mudahan tidak salah) cenderung
memilih yang pertama karena adanya pancaran atau pelimpahan ruh dari
Allah kepada manusia. Pemahaman ini sejalan dengan teori Emanasi
al-Farabi dan Ibn Sina atau teori Iluminasi oleh Suhrawardi. bahwa
pancaran cahaya dari Maha Cahaya yaitu Allah. Teori ini ditentang keras
oleh Ibn. Taimiyah dengan berbagai alasan a.l :
a. Dari yang Esa tidak mungkin muncul kecuali yang Esa pula. Jadi kalau
alam tercipta dari yang Esa (bukan diciptakan) maka sifat alam harus
qadim (kekal, tidak bermula)
b. Allah menciptakan alam bukan atas kehendak dan kekuasaan-Nya, tetapi
hanya limpahan atau emanasi saja. Allah hanya merupakan sebab yang
sempurna bagi keberadaan alam. Hubungan Allah dengan alam bagaikan
hubungan matahari dengan cahayanya.
 
3. Yang kembali adalah Nafsnya, ke neraka atau ke syurga. Pemahaman ini
sejalan dengan pemahaman Ibn. Arabi yang menolak kebangkitan Jasmani di
hari akhirat. Namun imam al-Ghazali mengafirkan pendapat ini.  Ada 3 hal
al-Ghazali mengafirkan pendafat para filosof islam, yakni : a. Keabadian
alam, b. Ketidak tahuan Allah pada hal-hal yang particular (juz’iyyat)
dan c. Penolakan filosuf terhadap kebangkitan jasmani.
 --> Pemahaman ini BUKAN asli dari saya, tapi saya sangat setuju dengan
pemahaman ini, bahwa Nafs atau Jiwa yang berperan di akherat kelak.
PELEPASAN jiwa sangat mungkin dilakukan dalam kondisi masih hidup
sekarang ini, dan itu bukti nyata bahwa Nafs, Ruh, Jasad mempunyai
ikatan yang LONGGAR. Nafs melepaskan diri dari jasad "membawa" kodrat
dan irodat, lengkap dengan "pasukannya" yaitu pancaindra plus pikiran.
Lebih jelas sekali baca kajian sifat20. Yang hancur hanya kupingnya,
tapi pendengarannya masih utuh, matanya saja yg hancur, tapi
penglihatannya masih utuh, dst,.. Cobalah,..
Saya pribadi masih bisa memahami pengapiran para filosof sesame islam
karena pada esensinya mereka semua bersemangat untuk menggali
pengetahuan dalam islam dengan menggunakan methode yang berbeda, jadi
bukan kafir karena penetangan terhadap Allah. Namun yang  saya belum
bisa menerima pernyataan Mas Pram bahwa semua manusia pemeluk agama
apapun berhak masuk syurga, kecuali kami mengikuti faham al Farabi.
-->> Tidak harus mengikuti faham ini,..  
Saya hanya merumuskan kesimpulan saya sendiri, bahwa, jika Nafsnya yg
dipanggil "Yaa Nafsun Mutmainah, irjii illa robbi,.. dst,.." maka yang
dipanggil adalah subtansi dari manusia itu sendiri, yaitu Nafs nya.
Pandangan ini paling tidak membawa saya untuk menghormati agama lain,..
dan saya belum tentu lebih baik dari mereka yg beragama lain secara
pribadi, bukan agama. Maka timbullah di hati saya rasa hidup damai
berdampingan dengan agama lain, maka Kafir juga julukan untuk siapa saja
yang LEPAS dari "Penyatuan" dirinya terhadap Asma dan Sifat Tuhan.
Demikialah sekedar pandangan-pandangan kami mudah-mudahan bisa menambah
wawasan kita dalam kajian Islam.
 
Wass.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi <mailto:[hidden email]>  
To: Yusa <mailto:[hidden email]>  ; Gus dur
<mailto:[hidden email]>  ; Ramdan
<mailto:[hidden email]>  
Cc: Djuki RKM <mailto:[hidden email]>  ; Kajian Islam
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email] ;
[hidden email] ; Palgunadi
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email]
Sent: 20-08-2008 1:57 PM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Mas Gusdur and all,

-->
Seperti biasanya, sebelumnya saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang
berkenan, atau mengusik perasaan damai anda.
Apa lagi tulisan ini mencoba untuk menjawab sebuah pertanyaan yang saya
pikir sangat mendasar dan juga sangat plural sifat nya, yaitu, apa itu
Islam.
Beberapa teman saya sering “teriak” ketika membaca tulisan-tulisan saya,
atau menerima jawaban dari saya, katanya jawaban saya sering nyeleneh,
ke-miring-miringan, rada edan dan cenderung brutal, tapi asyik, katanya.
Saya hanya menulis, mengalir begitu saja. Yang sering terpikir sebelum
menulis atau menjawab adalah: siapa yang bertanya. Maka akan saya coba
sesuaikan dengan jawabannya, tapi sering juga “lari” dari pengertian
orang banyak, atau hanya saya yang faham.
Apa itu Islam ? pertanyaan ini sering muncul dibenak saya dulu waktu
saya masih kuliah, dalam masa pencarian, akhirnya saya coba merangkum
sendiri dan tentu saja masih banyak salah disana-sini. Tapi bukan ini
esensinya, laku seharian mesti terkontrol, walaupun sering jatuh dan
bangun,..
Apa itu Islam? Akhirnya saya sering ditanya oleh rekan-rekan. Maka
jawabannya bervariasi. Islam adalah ketika kemanusiaanmu sudah hilang,..
Pernah lagi saya jawab, Islam adalah ketika dirimu sudah tiada. Pernah
juga saya jawab, Islam akan muncul ketika engkau sudah berhasil membunuh
dirimu,.. atau Islam adalah ketika engkau sudah berjalan dengan KAKIMU,
bukan dengan PIKIRANMU, dan banyak lagi jawaban yang EDAN menurut orang
awam,..
Maka, saya TIDAK sedang mendoktrin anda, tidak juga harus meng-iya kan
tulisan saya, tidak juga sedang “menjual” pikiran saya, tidak juga
sedang menghakimi anda.
Anda mempunyai kebebasan untuk berfikir dan memilih,.. silahkan,..
Dan yang terpenting, apa yang saya tulis, bukan berarti saya sudah
“duduk” disitu,.. wah,.. masih jauhh,.. saya hanya omong doang,.. orang
jawa bilang “Jarkoni” : bisa ngajar ora biso nglakoni,.. lha yo aku
iki,..
Mongondo: modal ngomong doang,.. hmm,…
Ok, mari kita simak bersama, selanjutnya jika ada tulisan “Allah” yang
dimaksud saya adalah dibaca “Alloh”.
Apa itu ISLAM ?
Secara awam, Islam di tafsirkan  Damai, Selamat, Sejahtera, atau secara
menyeluruh meliputi  kata-kata diatas Islam adalah Rahmatan Lilalamin.
Namun, ada juga yang menafsirkan Islam adalah tunduk, patuh, taat,
ikhlas, berserah diri, etc.
Fine, kedua tafsir diatas menurut saya pribadi betul semua, hanya
“letak” nya yang berbeda, atau tafsir diatas mempunyai tempat yang
berbeda-beda.
Kita coba melihat kata Islam itu sendiri. Didalam Al-Quran ada banyak
kata Islam. Tapi Al-Quran BUKAN Islam itu sendiri. Jika kita menulis
kata Islam di baju, di tembok, maka Islam BUKAN di baju, dan BUKAN di
tembok, bukan pula Islam di KTP atau buku nikah.
Kitab suci, bukan kitabnya yang suci. Kitab adalah benda mati yang bisu.
Bagaimana dikatakan kitab suci, lha wong di Al-Quran ada tertulis
Syetan, Iblis, Firaun, Kafir, dll. Sedangkan suci adalah bersih dari itu
semua.
Dari pengertian diatas, maka Islam adalah sebuah KEADAAN atau lebih
tepatnya Islam berada di RASA. Dan saya tidak akan mengkaji Rasa dalam
tulisan ini. Tapi saya coba dekati dengan definisi yang mudah dipahami.
Difinisi ini mungkin agak membingungkan. Rasa ? apa itu ? nah ini dia,
saya sendiri sulit dan jujur saja saya tidak bisa menggambarkan rasa itu
sendiri dengan tulisan apa lagi dengan gambar. Tapi saya akan coba
mendekatinya dengan sebuah ilustrasi dibawah.
Jika kita memeluk Es, maka rasanya dingin.
Memeluk Islam, apa rasanya ?
Tidak terasa apa-apa ? biasa-biasa saja ? berarti kita tidak pernah
memeluknya ! …
Kalau saya menjawab “ya,.. memeluk Islam itu rasanya saya menjadi
damai..”. Jika saya masih mampu menjawab ini, maka sebenarnya saya masih
dusta, masih berbohong, tidak jujur dengan rasa sekarang yang sedang
dirasakan. Mengapa?
Rasa Islam, tidak bisa di ucapkan !! Rasa Islam TIDAK bisa lagi
digambarkan. Adakah manusia yang dapat menggambarkan RASA ?
Jika saya ditanya, seperti apakah buah Apel? Maka saya akan mengambil
kertas dan pensil warna, mulailah menggambar buah Apel itu. Lalu yang
bertanya akan manggut-manggut kepalanya “oh,.. jadi begini buah apel
itu..”. Lalu dia bertanya lagi “bagaimana sih rasanya buah apel ini ?”.
Nah,.. bisakah anda menggamabar rasa apel diatas kertas ? jika anda
paksakan menggabar rasa buah apel diatas kertas, berarti anda sedang
berbohong kepada si penanya tadi.
Rasa Apel hanya bisa dimengerti oleh sipenanya tadi hanya dengan SATU
CARA, yaitu dengan memakan buah Apel nya.
Sudah cukupkah demikian ? Belum ! anda harus tau betul, mana buah Apel,
mana buah Jambu, mana buah Pear, dst.
Maka, inilah perlunya  Al-Quran itu. Yaitu memberikan PETUNJUK pada
kita, mana Apel dan mana Jambu. Jika dari sini saja kita gak mampu
memisahkan (baca: memahami) maksud yang tersirat di dalam Al_Quran, maka
riskan sekali dalam beribadah. Peribadatan kita berangkat dari ASUMSI
saja – “salah telan”, Jambu di yakini Apel, Pisang diyakini Apel, dst.
Lha bukan salah Al-Qurannya, tapi salah kita, lha wong Petunjuk cuman
dibaca-baca terus, dilantunkan bak syair merdu, akhirnya dijadikan
mantra dan dipuja-puja bak berhala…
“Awaludin Makrifatullah” saya tafsirkan “Kenali dulu buah Apel sebelum
engkau memakannya”.  
Memeluk Islam  membawa konsekuensi PERUBAHAN didalam DIRI. Perubahan
inilah yang dimaksud dengan EVOLUSI JIWA.
Nah, hampir sampai keterangan saya.
Bila sang jiwa tidak berevolusi, maka sesungguhnya islam kita hanya
dibibir saja, stagnan, mandek, biarpun kita ahli shalat, tujuh kali naik
haji, dst, jika tidak ada evolusi di jiwa kita, maka sia-sialah
semuanya.
Kenapa sang JIWA ? simak lanjutannya dibawah.
Al-Quran telah mengatakan bahwa sesungguhnya seluruh alam ini tunduk
bertasbih kepada KU. Dus artinya alam ini tidak perlu lagi petunjuk
berupa Al-Quran, alam tidak perlu lagi percontohan sang nabi, alam tidak
perlu lagi mengerjakan ritual-ritual keagamaan, alam sudah tercipta
Islam dari sono nya,  bahkan sesengguhnya alam ini adalah ayat-ayat
Allah yang mesti kita baca, kita pelajari, dan akhirnya kita IKUT
bertasbih bersama alam, tunduk patuh seperti alam, disitulah ISLAM ! ini
makna Islam adalah kepatuhan, ketaatan, dst seperti definisi diatas.
Membaca alam ? hmm,.. terlalu banyak yang mesti kita baca dan mesti kita
teladani. Mari dipersempit saja. Mari kita melihat pohon mangga.
Pohon mangga selalu berbunga terlebih dahulu sebelum berbuah, selalu
begitu. Setelah makhluk lain puas menikmati sari bunganya, maka si bunga
akan rontok dan munculah mangga kecil, lalu mangga mentah, dan kemudian
mangga matang. Semakin besar buahnya, semakin merunduklah batang
mangganya, agar mudah dijangkau siapa saja yang mau memakannya. Jika
sudah cukup ranum dan matang, jatuhlah simangga agar dapat dinikmati
siapa saja. Ini adalah sebuah keteladanan yang harus dibaca oleh manusia
dan diteladani. Masih banyak yang bisa di Iqro dari alam ini. Inilah
yang dikatakan bahwa hidup ini adalah proses belajar.
Selalu demikian, dari jaman baheula sampai hari ini, siklus mangga sama
selalu. Jika ada pohon  mangga yang tidak mengikuti siklus ini, maka
boleh kita katakan pohon yang satu ini telah murtad, tidak patuh lagi !.
Dus artinya sudah keluar dari Islam.
Demikian juga dengan binatang, patuh dan taat dengan garis edarnya.
Selalu kelinci itu makan dedaunan, kambing juga demikian, macan selalu
makan daging dan berburu, selalu demikian. Tunduk dan patuh di garis
ketentuan Allah, bertasbih kepada KU.. jika ada kelinci berburu kucing
lalu memakan dagingnya,.. nah inilah kelinci murtad ! dan tentu saja
akan mempengaruhi siklus kehidupan alam secara menyeluruh.
Itu tadi sebuah cerita alam raya atau kita sebut MACRO COSMOS.
Mari kita lihat diri kita, atau MICRO COSMOS.
Sudahkan kita tunduk, patuh, taat, berserah diri ? seperti pohon mangga,
seperti kelinci, seperti bumi, seperti air dan sifatnya, seperti
malaikat ??
Belum,..?? berarti anda belum Islam,.!! Nah loh,..
Masih suka protes dengan Allah? Masih suka tawar menawar dengan Allah?
Masih suka merengek minta ini dan minta itu ? berarti anda belum pasrah,
belum ikhlas, belum patuh dengan kehendakNya, dus berarti anda belum
Islam,..!! nahh,.. nah… nah… tegas saja gue bilang disini lah !!
Tapi itu anda lho,.. kalau saya sih sudah Islam banget,.. bener,
suerr,..
Saya sudah patuh dan taat dengan ketentuannya. Saya sudah tidak pernah
protes, manut saja apa yang sudah digariskan oleh Nya, saya tidak pernah
keluar dari garis edar yang sudah digariskan olehNya, saya patuh sepatuh
malaikat !, dus saya sudah Islam tulen 100% !
“Busyet deh,.. loe hebat amat ngebohongnya Pram, emang loe siapa sudah
patuh bak malaikat, udah Islam,..”.
Oke deh,..  saya mau ngaku saja deh,.. yang sudah Islam bukan hanya
saya, tapi anda juga, dan seluruh umat manusia, islam semua,.. dah tuh
adil kan..? tanpa terkecuali, agama apapun, ras apapun, kaya atau
miskin, modern atau primitip, yang dermawan ataupun yang pelit, semua
islaaamm!
Eit,.. ntar dulu,..
Pertanyaannya : Apanya yang Islam dari diri saya ? atau dengan kata
lain, Apanya yang HARUS Islam dari diri kita ?? nah ini die,..
Dari kaca mata spiritual, manusia terdiri dari tiga unsur:
<!--[if !supportLists]-->1.     <!--[endif]-->Jasmani atau Korpus
(Latin).
<!--[if !supportLists]-->2.     <!--[endif]-->Ruh disebut juga sebagai
badan Kosmik.
<!--[if !supportLists]-->3.     <!--[endif]-->NAFS, Jiwa atau Sukma atau
Animus (Latin).
Badan, jasad atau jasmani. Jasad kita ini bagian dari siklus alam yang
sudah patuh, tunduk dan ikut bertasbih kepadaNya. Ingin bukti ?
Kalau tubuh ini murtad atau tidak patuh, mungkin jari jemari kita sudah
panjang 7 meter tanpa henti, atau mata kita nempel di dengkul, atau
kelamin kita nempel di jidat, wahh,.. lha wong namanya murtad, keluar
dari garis edarnya, keluar dari ketentuan Allah, jelas semaunya, se-enak
udele dewe, sabodo teuing,..
Contoh lain, coba cabut tanaman hias di pekarangan anda dan jauhkan dari
air , apa yang terjadi? Tanaman akan mati.
Lalu, coba tubuh kita jauhkan juga dari air, jangan kasih minum
sedikitpun, apa yang terjadi, matek juga,.. dus jasad atau tubuh ini
adalah bagian dari alam, jasad kita sudah tunduk, patuh, jasad ini SUDAH
ISLAM.
So, yang sudah Islam adalah jasad kita, siapapun anda, mau ustadz atau
maling, yang namanya jasad ya sudah pada Islam semua,..
Ruh, inilah satu-satunya yang TIDAK diciptakan oleh Allah.
Anda boleh cari referensi di Al-Quran, maka tidak ada Allah menciptakan
RUH.  Dan saya tidak akan membahas tentang ruh lebih dalam.
Al-Hijr :29 “Maka apabila Aku telah menyempurnakannya, dan telah Aku
tiupkan Ruh Ku kedalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ”
Satu saja ayat diatas sebagai referensi saya, bahwa Allah tidak
menciptakan ruh, tapi “ku tiupkan Ruh Ku,..”. Allah tidak bermulut
seperti kita, maka kata “kutiupkan” saya tafsirkan sebagai  pancaran
ruh, dan manusia menerima “pelimpahan” ruh Tuhan.
Kembali ke bahasan Islam, maka jelas tidak diragukan lagi, bahwa Ruh
kita sudah Islam, lha wong disitu tempatnya, ups,..
Lalu, sisi mana dari diri kita yang belum Islam ?
Yah, tentu saja, tinggal satu lagi, yaitu NAFS, atau Jiwa.

Jika kita cermati, didalam Al-Quran, ada kata Nafs disana sebanyak 140
kata dan Anfus kata jamak dari nafs sebanyak 153 kata.

Jika kita lebih cermati ayat-ayat dalam Al-Quran, akan jelas bedanya
antara Nafs dan Ruh. Ruh tidak pernah diberi atribut menderita,
sengsara, mati, dan sifat-sifat negative lainya. Sedangkan Nafs, banyak
dibebani dengan perintah-perintah, siksa, ketaatan, kepatuhan,
pertanggung jawaban, dan sebagainya.
Saya coba ilustrasikan kedudukan Nafs dalam diri manusia.
Jika tubuh ini adalah sebuah mobil, maka jasad adalah body mobil, Ruh
adalah mesinnya. Sampai sini saja si mobil sudah bisa HIDUP. Namun
hidupnya mau untuk apa ? hanya mesinnya yang meraung-raung ditempat?
Maka NAFS adalah SOPIR nya. Kemana mobil ini dibawa, ya monggo saja. Mau
dibawa ke masjid, ya ngikuut.. mau dibawa ke diskotek, ya ngikuutt,…
Lha jasad dan ruh gak pernah protes kok, mau dikemanakan ya monggo saja,
ngikut saja. Nah lalu,.. siapa yang harus bertanggung jawab? Ya
si-sopirnya lah yang harus bertanggung jawab, yang mesti terima
akibatnya. Nah ini dia,.. maka yang “kembali” atau “tidak kembali”
adalah Nafs nya, sopirnya, yang ke neraka atau ke syurga !.
Nah disini terjawab sudah, yang harus Islam dari diri kita adalah JIWA
nya.
Maka, yang harus berahlakul karimah adalah jiwanya, yang harus puasa
adalah sang jiwa, yang harus sholat adalah sang jiwa dan yang harus
Islam juga sang jiwa,..
Az-Zumar 70. “Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang
telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Jiwa lah yang menerima penderitaan, Jiwa juga yang menerima kesenangan
suka ria dari hasil perbuatan kita waktu didunia,..

"Hai jiwa yang tenang (jiwa muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu,
merasa senang (kepada Tuhan) dan (Tuhan) merasa senang kepadanya… dan
masuklah kedalam Syurgaku...". [QS Al Fajr (89) : 27-28-29-30]


Maka sesungguhnya Allah tidak memandang kepada siapapun, bangsa apapun,
agama apapun, orang kota ataupun primitif, semuanya berhak masuk Syurga.
Karena,.. bukan fisik nya yang dipanggil masuk syurga, bukan agamanya,
bukan bangsanya, bukan kelompoknya, bukan alirannya, bukan fahamnya,
bukan ilmunya, bukan Jubahnya, bukan ikat kepalanya yang bak roda
vespa,.. bukan pula title Hajinya, akan tetapi JIWA nya. Nah, apakah
masih meragukan kalau Allah itu maha adil ?

Al-Quran: “Berbahagialah orang-orang yang membersihkan jiwa nya”
Membersihkan jiwa ? sulit ! lha wong sang jiwa ini tidak terlihat kasat
mata. Kalau anda disuruh ibu membersihkan piring, pasti syaratnya adalah
anda tau persis mana si piring, kalau tidak, ya bisa salah ambil.
Jika anda tertarik kajian lebih dalam mengenai jiwa / nafs, saya bisa
bantu farwardkan tulisan saya “Nafs”, sekedar membantu saja.
Nah, silahkan,.. “tempa” lah jiwa kita dengan cara apapun.
Menempa jiwa? Disinilah mulainya diri ini berproses. Mulailah JIWA ini
ber-Evolusi seperti keterangan saya diatas.
Saya coba persingkat saja :
Evolusi Jiwa :
Mengenal – Mengerjakan – Mensifati – Menyatu.
Inalloh – Illaloh – Billah – Hualloh
Asma – Af’al – Sifat – Dzat
Syareat – Tharekat – Hakekat – Makrifat
Iman = Af’alulloh -à Tunduk, patuh, berserah diri, ihlas, dst : Islam
Islam = Sifatulloh à Damai, Selamat, Sejahtera, dst : Islam – Insan
Kamil
Ikshan = Dzatulloh à Rahmatan Lilalamin : Islam – Kamil Mukamil
Sekian dulu, kalau mau diterusin bisa 115 halaman lebih,..
Saya terbuka untuk ditanya. Dan jika ada warna lain, saya juga tidak
segan-segan untuk bertanya – Ilmu, memang harus dicari.
Maturnuwun,
Pram
 

  _____  

Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer
<http://get.live.com/writer/overview>  
 

  _____  

Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live
<http://get.live.com/messenger/overview>  Messenger
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )

yusa nugroho
^_^

Setiap pejalan akan menemukan mutiara pada masing-masing jalan yang dilaluinya.

Seperti yang bapak sampaikan bahwa Islam ada syari'at, thoriqoh, hakikat dan ma'rifat, ke-4 hal itu akan berbeda detail pada setiap jalan. Semakin sempurna jalan seseorang maka akan semakin detail pemahaman dan pengamalannya akan 4 hal tsb.

Saya yang baru belajar menuntut ilmu ini berharap mendapat cipratan ilmu dari panjenengan semua. Monggo...

Salam, Yusa
www.majlismajlas.blogspot.com


  ----- Original Message -----
  From: Sudrajat
  To: 'Nadjam' ; 'pram pambudi' ; 'M. Nasir' ; 'Yusa' ; 'Gus dur' ; 'Ramdan' ; 'Sri Winanto' ; 'Djuki RKM' ; 'Kajian Islam' ; [hidden email] ; [hidden email] ; 'Palgunadi' ; 'Nahdludin' ; 'agussyafii'
  Cc: 'wbharata' ; 'sunari' ; [hidden email] ; [hidden email]
  Sent: Monday, September 01, 2008 4:42 PM
  Subject: BLS : Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )


   

              Dear mas Nadjam Cs, mas Yusa Cs, mas Gusdur Cs.

   

              Bagaimana… kalau selama bulan Ramadhan.., topic kita ganti..dengan mencoba meng explore lebih dalam kandungan

              Mutiara Islam.

   

              Yuuuukkk, , kita mulai dari mana terserah panjenengan saja.

   

              ISLAM berasal dari kata “aslama (menyerah) dan kata “salima/selamat “. Sehingga kurang lebih artinya Menyerahkan diri kepada Sang Maha Kasih , sang maha Penyayang secara mutlak tanpa sarat, untuk mencapai kesalamatan dunia akherat.

   

  Inilah…pesan almarhum..bapak kepada saya..agar mencari ilmu yang bisa membawa keselamatan dunia dan akherat ( ISLAM ).

   

  Formulanya sudah saya dapatkan, sementara ini.

   

  “ISLAM – SIRATAL MUSTAKIM – AKHLAKUL KHARIMAH – SAKARATUL MAUT – KHUSNUL KHATIMAH – ISLAM “

   

  Fondasi ilmu dalam agama islam ada 4 ( syariat , thariqat, hakikat, makrifat )

  Tingkat keyakinan juga ada 4 : wajibbul yaqin, Ainul yaqqin, Haqqul Yaqin, Isbatul Yaqin.

  Huruf Allah dalam bahasa arab ada 4 : ALif, Lam, Lam dan Ha

  Yang harus aku kenali dari Allah ada 4 : Dzat, Sifat, Asma, Afal.

  Huruf Muhammad dalam bhs arab ada 4 : Mim, Ha, Mim, Dal

  Sahabat rasul juga ada 4 : Abu bakar, Umar, Ustman, Ali.

  Sahabat Sudrajat juga ada 4 : Medy S, Sutrisno, Andrew dan Yudi P

  Unsur pembangun semesta ada 4 : Air, Api , tanah, udara

  Nafsu utama pada diri manusia ada 4 : Amarah, Laowamah, Sufiyah, Mutmainnah

   

  AYooo.,.,, explore lebih dalam kandungan Al – Quran,

   

  Misalnya…

   

  S. Al Fatehah.. ada 7 ayat.

  Ada 7 lapis langit, 7 hari , 7 putaran thawaf,  7 warna, dst, dst

   

  S, AL Fatehah..di awali dengan huruf Ba’ ( Bismillaah ) dan di akhir dengan huruf Nun ( Waldladlaalliin ). Subhanalallah.

  Huruf Ba’ (titiknya ada di luar ) dan Nun..( titik ada di dalam ) hanya berbeda letak titiknya saja.

   

  Adakah pesan yang sangat Spektakular di surat AL Fatehah

   

  -          huruf Ba’ = huruf Nun…, seperti mangkuk terbuka.., perlambang tempayan kalbuku ???

  -          kupersiapkan mangkuk hati terbuka ke atas ,,untuk mendapatkan karunia ilmu sejati yang terkandung di dalamnya…untuk mendapatkan hujan rahmat langsung dari sang Maha kasih dan Penyayang.

  -          Titik di huruf Ba...masih di luar .., matahari jasmani ?..,dan titik di huruf Nun..di dalam.. matahari ruhani.?

  -          Huruf Ba’ = Baitullah , rumah Allah. = Pintu Baitullah = Bihar / samuderanya Ilmu Allah.

   

  Ayoooo,,dong..kasih tahu bagaiamanaa caranya masukkk….

   

   

  Rasa..raassssaaakkkkaannnlaahhhh.

   

  Ditungggu…kupasan..bahasan…yang lebih dalam..inggih ..,

   

  Monggom mas Yudi..mas Yusa.Cs .mas Ramdhan Cs. .mas Gusdur……, mas Pram..Cs.

   

   

        Thanks

         Sudrajat

   

   

  -----Original Message-----
  From: Nadjam [mailto:[hidden email]]
  Sent: Monday, September 01, 2008 11:00 PM
  To: pram pambudi; M. Nasir; Yusa; Gus dur; Ramdan
  Cc: Djuki RKM; Kajian Islam; [hidden email]; [hidden email]; Palgunadi; [hidden email]
  Subject: Re: Apa itu Islam

   

  Bapak2/ibu2 yth.

  Diskusi " Apa itu Islam" cukup menarik , oleh karena itu saya terpanggil untuk ikut memberikan pendapat/pandangan berdasarkan pengetahuan saya. Mudah2an ada manfaatnya.

   

  Apa itu Islam?

  Berdasarkan pengetahuan saya,  Islam adalah agama untuk mencapai kedamaian dan keselamatan dunia maupun akhirat. Islam   telah berusia sejak manusia pertama yaitu nabi Adam yang muncul dimuka bumi (Mekah) kemudian diteruskan oleh nabi Ibrahim (yang beristrikan Siti Hajar dari Ethiopia) yang sangat menentang penyembahan berhala untuk meneruskan perjuangan  nabi Adam (agama islam) dengan mendirikan Ka'ba yang pondasinya telah dirintis oleh nabi Adam sebagai kiblat dan dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SWT secara  sistematis dan ilmiah berdasarkan wahyu-wayuNya yang berisikan sejarah, pengetahuan  dan perintah kepada semua umat yang ada dimuka bumi dituangkan kedalam kitab suci Alquran  dan hadits untuk menggapai keselamatan dan kedamaian.

   

  Wassalam

  Nadjamudin

   

  ----- Original Message -----

    From: pram pambudi

    To: M. Nasir ; Yusa ; Gus dur ; Ramdan

    Cc: Djuki RKM ; Kajian Islam ; [hidden email] ; [hidden email] ; Palgunadi ; [hidden email]

    Sent: Monday, August 25, 2008 3:36 AM

    Subject: RE: Apa itu Islam

     

    Salam kembali pak Nasir,
    Maaf, baru sempat respon.

    Saya coba menjawab secara singkat dibawah pada tiap pertanyaan, lihat tanda -->>
    Sekali lagi saya mohon maaf, sejujurnya ajaran Islam ini INDAH sekali,.. sangat-sangat  Indah,..

    Salam,
    Pram


----------------------------------------------------------------------------

    From: [hidden email]
    To: [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]
    CC: [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]; [hidden email]
    Subject: Re: Apa itu Islam
    Date: Fri, 22 Aug 2008 15:18:06 +0700




    Mas Pram yth.

     

    Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas sharing buah pemikiran Mas Pram pada email dibawah. Uraian-uaraiannya sangat logis dan mudah dicerna dan mungkin ini sejalan dengan penafsiran para filisof islam pada abad pertengahan terutama Ibn. Arabi dan Ibn. Sina. Namanya filosof selalu ingin mencari kebenaran secara logis, sedangkan dalam syar’i tidak selamanya bisa dijelaskan secara logika.

    Ada beberapa hal yang  saya belum mengerti dari uraian Mas Pram dan mudah-mudahan mendapat penjelasan lebih lanjut, antara lain sbb:

     

    1. Alasan ketundukan jasmani  manusia kepada Sunnatullah yang biasa disebut hukum alam sudah pada islam semua, sedangkan Al-Qur’an diturunkan ke bumi untuk dipelajari dan diamalkan sebagai isyarat atau tanda keislaman seseorang. Pohon mangga termasuk semua benda di muka bumi pada dasarnya terbuat daripada atom.  Pada tataran atomic semua keteraturan benda dimuka bumi ini bisa dianalisa dengan Hukum Newton dari segi ilmiah namun dari segi agama kita sebut keteraturan tersebut sebagai Sunnatullah.  Namun substansi daripada atom-atom tersebut terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi (sub atomic) memiliki sifat yang tidak teratur berdasarkan teori ketidak teraturan Heisenberg.

    -->> Saya setuju sekali dengan pendekatan teory mengenai partikel, atom, micro atom, dst seperti diatas.

    Sub Atomic: Bukankah KETIDAK BERATURAN itu sendiri adalah sebuah KETERATURAN yang sudah diatur ?

    Coba renungkan, banyak hal yang demikian bukan hanya di sub atomic saja, dan itu sebuah keteraturan.

     

    Dengan demikian saya bisa katakana bahwa benda-benda pada tataran atomic menurut pandangan kita teratur adalah Islam, sedangkan pada tataran sub atomic..tidak teratur adalah murtad. Bagaimana mungkin kejadian suatu mahluk bisa dikatakan Islami sekaligus murtad ?

    --> Tidak ada yang terkontaminant demikian. Lihat penjelasan diatas.

     

    2. Ruh Allah yang  ditiupkan kepada manusia. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat Apakah Ruhnya Allah atau Ruh ciptaan Allah yang ditiupkan kepada manusia.  Perbedaan pendapat ini menurut hemat saya akan menimbulkan konsekwensi yang sangat serius yakni jika Ruh-Nya yang ditiupkan kepada manusia akan berimplikasi pada faham wihdatul wujud atau Wujud Esa, sedangkan jika ruh ciptaan-Nya yang ditiupkan  berarti keberadaan Allah terpisah dari mahluknya ( terasenden di atas arash).

    Hadis Qudsi " Barang siapa yang mencariku DILUAR dari dirinya, maka ia akan tersesat "

    Al-Quran "Allah Aqrobbu, bahkan lebih dekat dari urat leher"

    Dll,

    Wihdatul wujud, pada Asma dan SifatNYA, perwujudannya ada dimana-mana, kesempurnaanya ada pada manusia, sebagai "Khalifah" nya, wakilnya, dan Alloh bukan presiden yg perlu wakil, jadi renungkanlah,..

    Manusia TIDAK kekal, juga mahluk yg lainnya, akan mati dan hancur, apanya yang kekal dari diri kita ? itulah hakekat dari "lampu" dan "cahayanya". Padahal "lampu"nya gak pernah padam tuh,..

    Saya menangkap uraian Mas Her (mudah-mudahan tidak salah) cenderung memilih yang pertama karena adanya pancaran atau pelimpahan ruh dari Allah kepada manusia. Pemahaman ini sejalan dengan teori Emanasi al-Farabi dan Ibn Sina atau teori Iluminasi oleh Suhrawardi. bahwa pancaran cahaya dari Maha Cahaya yaitu Allah. Teori ini ditentang keras oleh Ibn. Taimiyah dengan berbagai alasan a.l :

    a. Dari yang Esa tidak mungkin muncul kecuali yang Esa pula. Jadi kalau alam tercipta dari yang Esa (bukan diciptakan) maka sifat alam harus qadim (kekal, tidak bermula)

    b. Allah menciptakan alam bukan atas kehendak dan kekuasaan-Nya, tetapi hanya limpahan atau emanasi saja. Allah hanya merupakan sebab yang sempurna bagi keberadaan alam. Hubungan Allah dengan alam bagaikan hubungan matahari dengan cahayanya.

     

    3. Yang kembali adalah Nafsnya, ke neraka atau ke syurga. Pemahaman ini sejalan dengan pemahaman Ibn. Arabi yang menolak kebangkitan Jasmani di hari akhirat. Namun imam al-Ghazali mengafirkan pendapat ini.  Ada 3 hal al-Ghazali mengafirkan pendafat para filosof islam, yakni : a. Keabadian alam, b. Ketidak tahuan Allah pada hal-hal yang particular (juz’iyyat) dan c. Penolakan filosuf terhadap kebangkitan jasmani.

     --> Pemahaman ini BUKAN asli dari saya, tapi saya sangat setuju dengan pemahaman ini, bahwa Nafs atau Jiwa yang berperan di akherat kelak. PELEPASAN jiwa sangat mungkin dilakukan dalam kondisi masih hidup sekarang ini, dan itu bukti nyata bahwa Nafs, Ruh, Jasad mempunyai ikatan yang LONGGAR. Nafs melepaskan diri dari jasad "membawa" kodrat dan irodat, lengkap dengan "pasukannya" yaitu pancaindra plus pikiran. Lebih jelas sekali baca kajian sifat20. Yang hancur hanya kupingnya, tapi pendengarannya masih utuh, matanya saja yg hancur, tapi penglihatannya masih utuh, dst,.. Cobalah,..

    Saya pribadi masih bisa memahami pengapiran para filosof sesame islam karena pada esensinya mereka semua bersemangat untuk menggali pengetahuan dalam islam dengan menggunakan methode yang berbeda, jadi bukan kafir karena penetangan terhadap Allah. Namun yang  saya belum bisa menerima pernyataan Mas Pram bahwa semua manusia pemeluk agama apapun berhak masuk syurga, kecuali kami mengikuti faham al Farabi.

    -->> Tidak harus mengikuti faham ini,..  

    Saya hanya merumuskan kesimpulan saya sendiri, bahwa, jika Nafsnya yg dipanggil "Yaa Nafsun Mutmainah, irjii illa robbi,.. dst,.." maka yang dipanggil adalah subtansi dari manusia itu sendiri, yaitu Nafs nya.

    Pandangan ini paling tidak membawa saya untuk menghormati agama lain,.. dan saya belum tentu lebih baik dari mereka yg beragama lain secara pribadi, bukan agama. Maka timbullah di hati saya rasa hidup damai berdampingan dengan agama lain, maka Kafir juga julukan untuk siapa saja yang LEPAS dari "Penyatuan" dirinya terhadap Asma dan Sifat Tuhan.

    Demikialah sekedar pandangan-pandangan kami mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita dalam kajian Islam.

     

    Wass.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

      ----- Original Message -----

      From: pram pambudi

      To: Yusa ; Gus dur ; Ramdan

      Cc: Djuki RKM ; Kajian Islam ; [hidden email] ; [hidden email] ; Palgunadi ; [hidden email]

      Sent: 20-08-2008 1:57 PM

      Subject: RE: Apa itu Islam

       

      Mas Gusdur and all,

      -->

      Seperti biasanya, sebelumnya saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang berkenan, atau mengusik perasaan damai anda.

      Apa lagi tulisan ini mencoba untuk menjawab sebuah pertanyaan yang saya pikir sangat mendasar dan juga sangat plural sifat nya, yaitu, apa itu Islam.

      Beberapa teman saya sering “teriak” ketika membaca tulisan-tulisan saya, atau menerima jawaban dari saya, katanya jawaban saya sering nyeleneh, ke-miring-miringan, rada edan dan cenderung brutal, tapi asyik, katanya.

      Saya hanya menulis, mengalir begitu saja. Yang sering terpikir sebelum menulis atau menjawab adalah: siapa yang bertanya. Maka akan saya coba sesuaikan dengan jawabannya, tapi sering juga “lari” dari pengertian orang banyak, atau hanya saya yang faham.

      Apa itu Islam ? pertanyaan ini sering muncul dibenak saya dulu waktu saya masih kuliah, dalam masa pencarian, akhirnya saya coba merangkum sendiri dan tentu saja masih banyak salah disana-sini. Tapi bukan ini esensinya, laku seharian mesti terkontrol, walaupun sering jatuh dan bangun,..

      Apa itu Islam? Akhirnya saya sering ditanya oleh rekan-rekan. Maka jawabannya bervariasi. Islam adalah ketika kemanusiaanmu sudah hilang,..

      Pernah lagi saya jawab, Islam adalah ketika dirimu sudah tiada. Pernah juga saya jawab, Islam akan muncul ketika engkau sudah berhasil membunuh dirimu,.. atau Islam adalah ketika engkau sudah berjalan dengan KAKIMU, bukan dengan PIKIRANMU, dan banyak lagi jawaban yang EDAN menurut orang awam,..

      Maka, saya TIDAK sedang mendoktrin anda, tidak juga harus meng-iya kan tulisan saya, tidak juga sedang “menjual” pikiran saya, tidak juga sedang menghakimi anda.

      Anda mempunyai kebebasan untuk berfikir dan memilih,.. silahkan,..

      Dan yang terpenting, apa yang saya tulis, bukan berarti saya sudah “duduk” disitu,.. wah,.. masih jauhh,.. saya hanya omong doang,.. orang jawa bilang “Jarkoni” : bisa ngajar ora biso nglakoni,.. lha yo aku iki,..

      Mongondo: modal ngomong doang,.. hmm,…

      Ok, mari kita simak bersama, selanjutnya jika ada tulisan “Allah” yang dimaksud saya adalah dibaca “Alloh”.

      Apa itu ISLAM ?

      Secara awam, Islam di tafsirkan  Damai, Selamat, Sejahtera, atau secara menyeluruh meliputi  kata-kata diatas Islam adalah Rahmatan Lilalamin.

      Namun, ada juga yang menafsirkan Islam adalah tunduk, patuh, taat, ikhlas, berserah diri, etc.

      Fine, kedua tafsir diatas menurut saya pribadi betul semua, hanya “letak” nya yang berbeda, atau tafsir diatas mempunyai tempat yang berbeda-beda.

      Kita coba melihat kata Islam itu sendiri. Didalam Al-Quran ada banyak kata Islam. Tapi Al-Quran BUKAN Islam itu sendiri. Jika kita menulis kata Islam di baju, di tembok, maka Islam BUKAN di baju, dan BUKAN di tembok, bukan pula Islam di KTP atau buku nikah.

      Kitab suci, bukan kitabnya yang suci. Kitab adalah benda mati yang bisu. Bagaimana dikatakan kitab suci, lha wong di Al-Quran ada tertulis Syetan, Iblis, Firaun, Kafir, dll. Sedangkan suci adalah bersih dari itu semua.

      Dari pengertian diatas, maka Islam adalah sebuah KEADAAN atau lebih tepatnya Islam berada di RASA. Dan saya tidak akan mengkaji Rasa dalam tulisan ini. Tapi saya coba dekati dengan definisi yang mudah dipahami.

      Difinisi ini mungkin agak membingungkan. Rasa ? apa itu ? nah ini dia, saya sendiri sulit dan jujur saja saya tidak bisa menggambarkan rasa itu sendiri dengan tulisan apa lagi dengan gambar. Tapi saya akan coba mendekatinya dengan sebuah ilustrasi dibawah.

      Jika kita memeluk Es, maka rasanya dingin.

      Memeluk Islam, apa rasanya ?

      Tidak terasa apa-apa ? biasa-biasa saja ? berarti kita tidak pernah memeluknya ! …

      Kalau saya menjawab “ya,.. memeluk Islam itu rasanya saya menjadi damai..”. Jika saya masih mampu menjawab ini, maka sebenarnya saya masih dusta, masih berbohong, tidak jujur dengan rasa sekarang yang sedang dirasakan. Mengapa?

      Rasa Islam, tidak bisa di ucapkan !! Rasa Islam TIDAK bisa lagi digambarkan. Adakah manusia yang dapat menggambarkan RASA ?

      Jika saya ditanya, seperti apakah buah Apel? Maka saya akan mengambil kertas dan pensil warna, mulailah menggambar buah Apel itu. Lalu yang bertanya akan manggut-manggut kepalanya “oh,.. jadi begini buah apel itu..”. Lalu dia bertanya lagi “bagaimana sih rasanya buah apel ini ?”. Nah,.. bisakah anda menggamabar rasa apel diatas kertas ? jika anda paksakan menggabar rasa buah apel diatas kertas, berarti anda sedang berbohong kepada si penanya tadi.

      Rasa Apel hanya bisa dimengerti oleh sipenanya tadi hanya dengan SATU CARA, yaitu dengan memakan buah Apel nya.

      Sudah cukupkah demikian ? Belum ! anda harus tau betul, mana buah Apel, mana buah Jambu, mana buah Pear, dst.

      Maka, inilah perlunya  Al-Quran itu. Yaitu memberikan PETUNJUK pada kita, mana Apel dan mana Jambu. Jika dari sini saja kita gak mampu memisahkan (baca: memahami) maksud yang tersirat di dalam Al_Quran, maka riskan sekali dalam beribadah. Peribadatan kita berangkat dari ASUMSI saja – “salah telan”, Jambu di yakini Apel, Pisang diyakini Apel, dst. Lha bukan salah Al-Qurannya, tapi salah kita, lha wong Petunjuk cuman dibaca-baca terus, dilantunkan bak syair merdu, akhirnya dijadikan mantra dan dipuja-puja bak berhala…

      “Awaludin Makrifatullah” saya tafsirkan “Kenali dulu buah Apel sebelum engkau memakannya”.  

      Memeluk Islam  membawa konsekuensi PERUBAHAN didalam DIRI. Perubahan inilah yang dimaksud dengan EVOLUSI JIWA.

      Nah, hampir sampai keterangan saya.

      Bila sang jiwa tidak berevolusi, maka sesungguhnya islam kita hanya dibibir saja, stagnan, mandek, biarpun kita ahli shalat, tujuh kali naik haji, dst, jika tidak ada evolusi di jiwa kita, maka sia-sialah semuanya.

      Kenapa sang JIWA ? simak lanjutannya dibawah.

      Al-Quran telah mengatakan bahwa sesungguhnya seluruh alam ini tunduk bertasbih kepada KU. Dus artinya alam ini tidak perlu lagi petunjuk berupa Al-Quran, alam tidak perlu lagi percontohan sang nabi, alam tidak perlu lagi mengerjakan ritual-ritual keagamaan, alam sudah tercipta Islam dari sono nya,  bahkan sesengguhnya alam ini adalah ayat-ayat Allah yang mesti kita baca, kita pelajari, dan akhirnya kita IKUT bertasbih bersama alam, tunduk patuh seperti alam, disitulah ISLAM ! ini makna Islam adalah kepatuhan, ketaatan, dst seperti definisi diatas.

      Membaca alam ? hmm,.. terlalu banyak yang mesti kita baca dan mesti kita teladani. Mari dipersempit saja. Mari kita melihat pohon mangga.

      Pohon mangga selalu berbunga terlebih dahulu sebelum berbuah, selalu begitu. Setelah makhluk lain puas menikmati sari bunganya, maka si bunga akan rontok dan munculah mangga kecil, lalu mangga mentah, dan kemudian mangga matang. Semakin besar buahnya, semakin merunduklah batang mangganya, agar mudah dijangkau siapa saja yang mau memakannya. Jika sudah cukup ranum dan matang, jatuhlah simangga agar dapat dinikmati siapa saja. Ini adalah sebuah keteladanan yang harus dibaca oleh manusia dan diteladani. Masih banyak yang bisa di Iqro dari alam ini. Inilah yang dikatakan bahwa hidup ini adalah proses belajar.

      Selalu demikian, dari jaman baheula sampai hari ini, siklus mangga sama selalu. Jika ada pohon  mangga yang tidak mengikuti siklus ini, maka boleh kita katakan pohon yang satu ini telah murtad, tidak patuh lagi !. Dus artinya sudah keluar dari Islam.

      Demikian juga dengan binatang, patuh dan taat dengan garis edarnya. Selalu kelinci itu makan dedaunan, kambing juga demikian, macan selalu makan daging dan berburu, selalu demikian. Tunduk dan patuh di garis ketentuan Allah, bertasbih kepada KU.. jika ada kelinci berburu kucing lalu memakan dagingnya,.. nah inilah kelinci murtad ! dan tentu saja akan mempengaruhi siklus kehidupan alam secara menyeluruh.

      Itu tadi sebuah cerita alam raya atau kita sebut MACRO COSMOS.

      Mari kita lihat diri kita, atau MICRO COSMOS.

      Sudahkan kita tunduk, patuh, taat, berserah diri ? seperti pohon mangga, seperti kelinci, seperti bumi, seperti air dan sifatnya, seperti malaikat ??

      Belum,..?? berarti anda belum Islam,.!! Nah loh,..

      Masih suka protes dengan Allah? Masih suka tawar menawar dengan Allah? Masih suka merengek minta ini dan minta itu ? berarti anda belum pasrah, belum ikhlas, belum patuh dengan kehendakNya, dus berarti anda belum Islam,..!! nahh,.. nah… nah… tegas saja gue bilang disini lah !!

      Tapi itu anda lho,.. kalau saya sih sudah Islam banget,.. bener, suerr,..

      Saya sudah patuh dan taat dengan ketentuannya. Saya sudah tidak pernah protes, manut saja apa yang sudah digariskan oleh Nya, saya tidak pernah keluar dari garis edar yang sudah digariskan olehNya, saya patuh sepatuh malaikat !, dus saya sudah Islam tulen 100% !

      “Busyet deh,.. loe hebat amat ngebohongnya Pram, emang loe siapa sudah patuh bak malaikat, udah Islam,..”.

      Oke deh,..  saya mau ngaku saja deh,.. yang sudah Islam bukan hanya saya, tapi anda juga, dan seluruh umat manusia, islam semua,.. dah tuh adil kan..? tanpa terkecuali, agama apapun, ras apapun, kaya atau miskin, modern atau primitip, yang dermawan ataupun yang pelit, semua islaaamm!

      Eit,.. ntar dulu,..

      Pertanyaannya : Apanya yang Islam dari diri saya ? atau dengan kata lain, Apanya yang HARUS Islam dari diri kita ?? nah ini die,..

      Dari kaca mata spiritual, manusia terdiri dari tiga unsur:

      <!--[if !supportLists]-->1.     <!--[endif]-->Jasmani atau Korpus (Latin).

      <!--[if !supportLists]-->2.     <!--[endif]-->Ruh disebut juga sebagai badan Kosmik.

      <!--[if !supportLists]-->3.     <!--[endif]-->NAFS, Jiwa atau Sukma atau Animus (Latin).

      Badan, jasad atau jasmani. Jasad kita ini bagian dari siklus alam yang sudah patuh, tunduk dan ikut bertasbih kepadaNya. Ingin bukti ?

      Kalau tubuh ini murtad atau tidak patuh, mungkin jari jemari kita sudah panjang 7 meter tanpa henti, atau mata kita nempel di dengkul, atau kelamin kita nempel di jidat, wahh,.. lha wong namanya murtad, keluar dari garis edarnya, keluar dari ketentuan Allah, jelas semaunya, se-enak udele dewe, sabodo teuing,..

      Contoh lain, coba cabut tanaman hias di pekarangan anda dan jauhkan dari air , apa yang terjadi? Tanaman akan mati.

      Lalu, coba tubuh kita jauhkan juga dari air, jangan kasih minum sedikitpun, apa yang terjadi, matek juga,.. dus jasad atau tubuh ini adalah bagian dari alam, jasad kita sudah tunduk, patuh, jasad ini SUDAH ISLAM.

      So, yang sudah Islam adalah jasad kita, siapapun anda, mau ustadz atau maling, yang namanya jasad ya sudah pada Islam semua,..

      Ruh, inilah satu-satunya yang TIDAK diciptakan oleh Allah.

      Anda boleh cari referensi di Al-Quran, maka tidak ada Allah menciptakan RUH.  Dan saya tidak akan membahas tentang ruh lebih dalam.

      Al-Hijr :29 “Maka apabila Aku telah menyempurnakannya, dan telah Aku tiupkan Ruh Ku kedalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ”

      Satu saja ayat diatas sebagai referensi saya, bahwa Allah tidak menciptakan ruh, tapi “ku tiupkan Ruh Ku,..”. Allah tidak bermulut seperti kita, maka kata “kutiupkan” saya tafsirkan sebagai  pancaran ruh, dan manusia menerima “pelimpahan” ruh Tuhan.

      Kembali ke bahasan Islam, maka jelas tidak diragukan lagi, bahwa Ruh kita sudah Islam, lha wong disitu tempatnya, ups,..

      Lalu, sisi mana dari diri kita yang belum Islam ?

      Yah, tentu saja, tinggal satu lagi, yaitu NAFS, atau Jiwa.

      Jika kita cermati, didalam Al-Quran, ada kata Nafs disana sebanyak 140 kata dan Anfus kata jamak dari nafs sebanyak 153 kata.
      Jika kita lebih cermati ayat-ayat dalam Al-Quran, akan jelas bedanya antara Nafs dan Ruh. Ruh tidak pernah diberi atribut menderita, sengsara, mati, dan sifat-sifat negative lainya. Sedangkan Nafs, banyak dibebani dengan perintah-perintah, siksa, ketaatan, kepatuhan, pertanggung jawaban, dan sebagainya.

      Saya coba ilustrasikan kedudukan Nafs dalam diri manusia.

      Jika tubuh ini adalah sebuah mobil, maka jasad adalah body mobil, Ruh adalah mesinnya. Sampai sini saja si mobil sudah bisa HIDUP. Namun hidupnya mau untuk apa ? hanya mesinnya yang meraung-raung ditempat? Maka NAFS adalah SOPIR nya. Kemana mobil ini dibawa, ya monggo saja. Mau dibawa ke masjid, ya ngikuut.. mau dibawa ke diskotek, ya ngikuutt,…

      Lha jasad dan ruh gak pernah protes kok, mau dikemanakan ya monggo saja, ngikut saja. Nah lalu,.. siapa yang harus bertanggung jawab? Ya si-sopirnya lah yang harus bertanggung jawab, yang mesti terima akibatnya. Nah ini dia,.. maka yang “kembali” atau “tidak kembali” adalah Nafs nya, sopirnya, yang ke neraka atau ke syurga !.

      Nah disini terjawab sudah, yang harus Islam dari diri kita adalah JIWA nya.

      Maka, yang harus berahlakul karimah adalah jiwanya, yang harus puasa adalah sang jiwa, yang harus sholat adalah sang jiwa dan yang harus Islam juga sang jiwa,..

      Az-Zumar 70. “Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

      Jiwa lah yang menerima penderitaan, Jiwa juga yang menerima kesenangan suka ria dari hasil perbuatan kita waktu didunia,..

      "Hai jiwa yang tenang (jiwa muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu, merasa senang (kepada Tuhan) dan (Tuhan) merasa senang kepadanya… dan masuklah kedalam Syurgaku...". [QS Al Fajr (89) : 27-28-29-30]
      Maka sesungguhnya Allah tidak memandang kepada siapapun, bangsa apapun, agama apapun, orang kota ataupun primitif, semuanya berhak masuk Syurga. Karena,.. bukan fisik nya yang dipanggil masuk syurga, bukan agamanya, bukan bangsanya, bukan kelompoknya, bukan alirannya, bukan fahamnya, bukan ilmunya, bukan Jubahnya, bukan ikat kepalanya yang bak roda vespa,.. bukan pula title Hajinya, akan tetapi JIWA nya. Nah, apakah masih meragukan kalau Allah itu maha adil ?
      Al-Quran: “Berbahagialah orang-orang yang membersihkan jiwa nya”

      Membersihkan jiwa ? sulit ! lha wong sang jiwa ini tidak terlihat kasat mata. Kalau anda disuruh ibu membersihkan piring, pasti syaratnya adalah anda tau persis mana si piring, kalau tidak, ya bisa salah ambil.

      Jika anda tertarik kajian lebih dalam mengenai jiwa / nafs, saya bisa bantu farwardkan tulisan saya “Nafs”, sekedar membantu saja.

      Nah, silahkan,.. “tempa” lah jiwa kita dengan cara apapun.

      Menempa jiwa? Disinilah mulainya diri ini berproses. Mulailah JIWA ini ber-Evolusi seperti keterangan saya diatas.

      Saya coba persingkat saja :

      Evolusi Jiwa :

      Mengenal – Mengerjakan – Mensifati – Menyatu.

      Inalloh – Illaloh – Billah – Hualloh

      Asma – Af’al – Sifat – Dzat

      Syareat – Tharekat – Hakekat – Makrifat

      Iman = Af’alulloh -à Tunduk, patuh, berserah diri, ihlas, dst : Islam

      Islam = Sifatulloh à Damai, Selamat, Sejahtera, dst : Islam – Insan Kamil

      Ikshan = Dzatulloh à Rahmatan Lilalamin : Islam – Kamil Mukamil

      Sekian dulu, kalau mau diterusin bisa 115 halaman lebih,..

      Saya terbuka untuk ditanya. Dan jika ada warna lain, saya juga tidak segan-segan untuk bertanya – Ilmu, memang harus dicari.

      Maturnuwun,

      Pram

       


--------------------------------------------------------------------------

      Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer

     


----------------------------------------------------------------------------

    Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )

Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
 
'INNALILLA WAINNA ILAII RAJIUN' Yang bermaksud; "Sesungguhnya diri mu
itu Allah (Tuhan Asal Diri Mu) dan hendaklah kamu pulang menjadi Tuhan
kembali".
"AL INSANUL SIRRUHU WA ANA SIRRUHU"
Maksudnya; "Manusia itu adalah rahsiaKu dan aku adalah rahsia manusia
itu sendiri".
 
----- +++
 
 
            Dear  mas Yusa Cs.., and others.
 
            Betul juga mas Yusa.., tapi kalau setiap pejalan..khususnya
dari Muslim.., setelah menemukan, merasakan
            Pengertian dan indahnya hakekat Islam.., bersembunyi
saja..terus, tanpa berani tampil beda untuk mencoba
            Mengeluarkan ide, pengalaman, pendalamannya……
            Dan hanya…menampilkan syariat saja.., seperti khotbah yang
sering kita terima..melalui pengajian di majelis majelis taklim, di
mesjid , di mimbar radio, TV.  Jangan kecewa kalau Umat Islam
nantinya....kualitasnya…ya ..seperti itu.
Jangan salahkan mereka yang tidak suka.., meng kritik. , karena ..mana
para mukmin yang berani tampil beda…, mengupas tidak hanya Pahala/surga
dan Hukuman/neraka.
 
Pesan..sudah tersampaikan..saat diskusi kemarin di Bandung, saat kami (
diantaran nya mas Pram, mas Jesse, mas David, mas Dodo ).., budaya
arab…dengan ber kedok agama , sudah mulai memporak porandakan tatanan
budaya jawa. Jadi.., kami berbagi tugas, ibaratnya kami “ sedikit punya
bekal hakekat “ yang masih sedikit( anak Kecil.? ).dengan sabar berani
menuntun mereka yang sudah cukup banyak / sudah umur / banyak menguasai
Syariat saja ( Sapi ? ). Berbagi tugas dengan caranya masing masing.
 
Pengertian hakekat ( tidak bisa di bakukan ) ..tidak sama dengan
pengertian syariat. (  harus di paketkan./di standartkan )
 
Ayyuuuukkk, S. Al Fatehah..sebagai Ummul Quran.
Roso “: RAAASSSAAAKKKAANNNLAAAHH “  …bagaimana kita bisa meningkatkan
 Dari kesadaran luar ke kesadaran dalam.
Dari kesadaran lahiriah ke kesadaran ruhaniah
Dari kesadaran syariat ke kesadaran hakekat
Dari kesadaran mata lahir ke kesadaran mata Qolbu
Dari kesadaran materi ke kesadaran energi
Dari matahari jasmani ..ke matahari ruhaniah
Dari kesadaran dunia ke kesadaran akherat
 
Monggo, di lanjut…. Please. DENGAN yang lain juga boleh..yang lebih
dalam , unik dan cantik. Serta tetap indah.
 
Sudrajat
 
 
           
 
-----Original Message-----
From: Yusa [mailto:[hidden email]]
Sent: Tuesday, September 02, 2008 8:21 AM
To: Sudrajat; 'Nadjam'; 'pram pambudi'; 'M. Nasir'; 'Gus dur'; 'Ramdan';
'Sri Winanto'; 'Djuki RKM'; 'Kajian Islam'; [hidden email];
[hidden email]; 'Palgunadi'; 'Nahdludin'; 'agussyafii'
Cc: 'wbharata'; 'sunari'; [hidden email];
[hidden email]
Subject: Re: Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara
Islam............( 1 )
 
^_^
 
Setiap pejalan akan menemukan mutiara pada masing-masing jalan yang
dilaluinya.
 
Seperti yang bapak sampaikan bahwa Islam ada syari'at, thoriqoh, hakikat
dan ma'rifat, ke-4 hal itu akan berbeda detail pada setiap jalan.
Semakin sempurna jalan seseorang maka akan semakin detail pemahaman dan
pengamalannya akan 4 hal tsb.
 
Saya yang baru belajar menuntut ilmu ini berharap mendapat cipratan ilmu
dari panjenengan semua. Monggo...
 
Salam, Yusa
www.majlismajlas.blogspot.com
 
 
----- Original Message -----
From: Sudrajat <mailto:[hidden email]>  
To: 'Nadjam' <mailto:[hidden email]>  ; 'pram pambudi'
<mailto:[hidden email]>  ; 'M. Nasir'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Yusa'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Gus dur'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Ramdan'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Sri Winanto'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Djuki RKM'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Kajian Islam'
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email] ;
[hidden email] ; 'Palgunadi'
<mailto:[hidden email]>  ; 'Nahdludin'
<mailto:[hidden email]>  ; 'agussyafii'
<mailto:[hidden email]>  
Cc: 'wbharata' <mailto:[hidden email]>  ; 'sunari'
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email] ;
[hidden email]
Sent: Monday, September 01, 2008 4:42 PM
Subject: BLS : Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara
Islam............( 1 )
 
 
         Dear mas Nadjam Cs, mas Yusa Cs, mas Gusdur Cs.
 
         Bagaimana… kalau selama bulan Ramadhan.., topic kita
ganti..dengan mencoba meng explore lebih dalam kandungan
         Mutiara Islam.
 
         Yuuuukkk, , kita mulai dari mana terserah panjenengan saja.
 
         ISLAM berasal dari kata “aslama (menyerah) dan kata
“salima/selamat “. Sehingga kurang lebih artinya Menyerahkan diri kepada
Sang Maha Kasih , sang maha Penyayang secara mutlak tanpa sarat, untuk
mencapai kesalamatan dunia akherat.
 
Inilah…pesan almarhum..bapak kepada saya..agar mencari ilmu yang bisa
membawa keselamatan dunia dan akherat ( ISLAM ).
 
Formulanya sudah saya dapatkan, sementara ini.
 
“ISLAM – SIRATAL MUSTAKIM – AKHLAKUL KHARIMAH – SAKARATUL MAUT – KHUSNUL
KHATIMAH – ISLAM “
 
Fondasi ilmu dalam agama islam ada 4 ( syariat , thariqat, hakikat,
makrifat )
Tingkat keyakinan juga ada 4 : wajibbul yaqin, Ainul yaqqin, Haqqul
Yaqin, Isbatul Yaqin.
Huruf Allah dalam bahasa arab ada 4 : ALif, Lam, Lam dan Ha
Yang harus aku kenali dari Allah ada 4 : Dzat, Sifat, Asma, Afal.
Huruf Muhammad dalam bhs arab ada 4 : Mim, Ha, Mim, Dal
Sahabat rasul juga ada 4 : Abu bakar, Umar, Ustman, Ali.
Sahabat Sudrajat juga ada 4 : Medy S, Sutrisno, Andrew dan Yudi P
Unsur pembangun semesta ada 4 : Air, Api , tanah, udara
Nafsu utama pada diri manusia ada 4 : Amarah, Laowamah, Sufiyah,
Mutmainnah
 
AYooo.,.,, explore lebih dalam kandungan Al – Quran,
 
Misalnya…
 
S. Al Fatehah.. ada 7 ayat.
Ada 7 lapis langit, 7 hari , 7 putaran thawaf,  7 warna, dst, dst
 
S, AL Fatehah..di awali dengan huruf Ba’ ( Bismillaah ) dan di akhir
dengan huruf Nun ( Waldladlaalliin ). Subhanalallah.
Huruf Ba’ (titiknya ada di luar ) dan Nun..( titik ada di dalam ) hanya
berbeda letak titiknya saja.
 
Adakah pesan yang sangat Spektakular di surat AL Fatehah
 
-    huruf Ba’ = huruf Nun…, seperti mangkuk terbuka.., perlambang
tempayan kalbuku ???
-    kupersiapkan mangkuk hati terbuka ke atas ,,untuk mendapatkan
karunia ilmu sejati yang terkandung di dalamnya…untuk mendapatkan hujan
rahmat langsung dari sang Maha kasih dan Penyayang.
-    Titik di huruf Ba...masih di luar .., matahari jasmani ?..,dan
titik di huruf Nun..di dalam.. matahari ruhani.?
-    Huruf Ba’ = Baitullah , rumah Allah. = Pintu Baitullah = Bihar /
samuderanya Ilmu Allah.
 
Ayoooo,,dong..kasih tahu bagaiamanaa caranya masukkk….
 
 
Rasa..raassssaaakkkkaannnlaahhhh.
 
Ditungggu…kupasan..bahasan…yang lebih dalam..inggih ..,
 
Monggom mas Yudi..mas Yusa.Cs .mas Ramdhan Cs. .mas Gusdur……, mas
Pram..Cs.
 
 
      Thanks
       Sudrajat
 
 
-----Original Message-----
From: Nadjam [mailto:[hidden email]]
Sent: Monday, September 01, 2008 11:00 PM
To: pram pambudi; M. Nasir; Yusa; Gus dur; Ramdan
Cc: Djuki RKM; Kajian Islam; [hidden email];
[hidden email]; Palgunadi; [hidden email]
Subject: Re: Apa itu Islam
 
Bapak2/ibu2 yth.
Diskusi " Apa itu Islam" cukup menarik , oleh karena itu saya terpanggil
untuk ikut memberikan pendapat/pandangan berdasarkan pengetahuan saya.
Mudah2an ada manfaatnya.
 
Apa itu Islam?
Berdasarkan pengetahuan saya,  Islam adalah agama untuk mencapai
kedamaian dan keselamatan dunia maupun akhirat. Islam   telah berusia
sejak manusia pertama yaitu nabi Adam yang muncul dimuka bumi (Mekah)
kemudian diteruskan oleh nabi Ibrahim (yang beristrikan Siti Hajar dari
Ethiopia) yang sangat menentang penyembahan berhala untuk meneruskan
perjuangan  nabi Adam (agama islam) dengan mendirikan Ka'ba yang
pondasinya telah dirintis oleh nabi Adam sebagai kiblat dan dilanjutkan
oleh Nabi Muhammad SWT secara  sistematis dan ilmiah berdasarkan
wahyu-wayuNya yang berisikan sejarah, pengetahuan  dan perintah kepada
semua umat yang ada dimuka bumi dituangkan kedalam kitab suci Alquran
dan hadits untuk menggapai keselamatan dan kedamaian.
 
Wassalam
Nadjamudin
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi <mailto:[hidden email]>  
To: M. Nasir <mailto:[hidden email]>  ; Yusa
<mailto:[hidden email]>  ; Gus dur
<mailto:[hidden email]>  ; Ramdan
<mailto:[hidden email]>  
Cc: Djuki RKM <mailto:[hidden email]>  ; Kajian Islam
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email] ;
[hidden email] ; Palgunadi
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email]
Sent: Monday, August 25, 2008 3:36 AM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Salam kembali pak Nasir,
Maaf, baru sempat respon.

Saya coba menjawab secara singkat dibawah pada tiap pertanyaan, lihat
tanda -->>
Sekali lagi saya mohon maaf, sejujurnya ajaran Islam ini INDAH sekali,..
sangat-sangat  Indah,..

Salam,
Pram

  _____  

From: [hidden email]
To: [hidden email]; [hidden email];
[hidden email]; [hidden email]
CC: [hidden email];
[hidden email]; [hidden email];
[hidden email]; [hidden email];
[hidden email]
Subject: Re: Apa itu Islam
Date: Fri, 22 Aug 2008 15:18:06 +0700



Mas Pram yth.
 
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas sharing buah pemikiran
Mas Pram pada email dibawah. Uraian-uaraiannya sangat logis dan mudah
dicerna dan mungkin ini sejalan dengan penafsiran para filisof islam
pada abad pertengahan terutama Ibn. Arabi dan Ibn. Sina. Namanya filosof
selalu ingin mencari kebenaran secara logis, sedangkan dalam syar’i
tidak selamanya bisa dijelaskan secara logika.
Ada beberapa hal yang  saya belum mengerti dari uraian Mas Pram dan
mudah-mudahan mendapat penjelasan lebih lanjut, antara lain sbb:
 
1. Alasan ketundukan jasmani  manusia kepada Sunnatullah yang biasa
disebut hukum alam sudah pada islam semua, sedangkan Al-Qur’an
diturunkan ke bumi untuk dipelajari dan diamalkan sebagai isyarat atau
tanda keislaman seseorang. Pohon mangga termasuk semua benda di muka
bumi pada dasarnya terbuat daripada atom.  Pada tataran atomic semua
keteraturan benda dimuka bumi ini bisa dianalisa dengan Hukum Newton
dari segi ilmiah namun dari segi agama kita sebut keteraturan tersebut
sebagai Sunnatullah.  Namun substansi daripada atom-atom tersebut
terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi (sub atomic)
memiliki sifat yang tidak teratur berdasarkan teori ketidak teraturan
Heisenberg.
-->> Saya setuju sekali dengan pendekatan teory mengenai partikel, atom,
micro atom, dst seperti diatas.
Sub Atomic: Bukankah KETIDAK BERATURAN itu sendiri adalah sebuah
KETERATURAN yang sudah diatur ?
Coba renungkan, banyak hal yang demikian bukan hanya di sub atomic saja,
dan itu sebuah keteraturan.
 
Dengan demikian saya bisa katakana bahwa benda-benda pada tataran atomic
menurut pandangan kita teratur adalah Islam, sedangkan pada tataran sub
atomic..tidak teratur adalah murtad. Bagaimana mungkin kejadian suatu
mahluk bisa dikatakan Islami sekaligus murtad ?
--> Tidak ada yang terkontaminant demikian. Lihat penjelasan diatas.
 
2. Ruh Allah yang  ditiupkan kepada manusia. Dalam hal ini terjadi
perbedaan pendapat Apakah Ruhnya Allah atau Ruh ciptaan Allah yang
ditiupkan kepada manusia.  Perbedaan pendapat ini menurut hemat saya
akan menimbulkan konsekwensi yang sangat serius yakni jika Ruh-Nya yang
ditiupkan kepada manusia akan berimplikasi pada faham wihdatul wujud
atau Wujud Esa, sedangkan jika ruh ciptaan-Nya yang ditiupkan  berarti
keberadaan Allah terpisah dari mahluknya ( terasenden di atas arash).
Hadis Qudsi " Barang siapa yang mencariku DILUAR dari dirinya, maka ia
akan tersesat "
Al-Quran "Allah Aqrobbu, bahkan lebih dekat dari urat leher"
Dll,
Wihdatul wujud, pada Asma dan SifatNYA, perwujudannya ada dimana-mana,
kesempurnaanya ada pada manusia, sebagai "Khalifah" nya, wakilnya, dan
Alloh bukan presiden yg perlu wakil, jadi renungkanlah,..
Manusia TIDAK kekal, juga mahluk yg lainnya, akan mati dan hancur,
apanya yang kekal dari diri kita ? itulah hakekat dari "lampu" dan
"cahayanya". Padahal "lampu"nya gak pernah padam tuh,..
Saya menangkap uraian Mas Her (mudah-mudahan tidak salah) cenderung
memilih yang pertama karena adanya pancaran atau pelimpahan ruh dari
Allah kepada manusia. Pemahaman ini sejalan dengan teori Emanasi
al-Farabi dan Ibn Sina atau teori Iluminasi oleh Suhrawardi. bahwa
pancaran cahaya dari Maha Cahaya yaitu Allah. Teori ini ditentang keras
oleh Ibn. Taimiyah dengan berbagai alasan a.l :
a. Dari yang Esa tidak mungkin muncul kecuali yang Esa pula. Jadi kalau
alam tercipta dari yang Esa (bukan diciptakan) maka sifat alam harus
qadim (kekal, tidak bermula)
b. Allah menciptakan alam bukan atas kehendak dan kekuasaan-Nya, tetapi
hanya limpahan atau emanasi saja. Allah hanya merupakan sebab yang
sempurna bagi keberadaan alam. Hubungan Allah dengan alam bagaikan
hubungan matahari dengan cahayanya.
 
3. Yang kembali adalah Nafsnya, ke neraka atau ke syurga. Pemahaman ini
sejalan dengan pemahaman Ibn. Arabi yang menolak kebangkitan Jasmani di
hari akhirat. Namun imam al-Ghazali mengafirkan pendapat ini.  Ada 3 hal
al-Ghazali mengafirkan pendafat para filosof islam, yakni : a. Keabadian
alam, b. Ketidak tahuan Allah pada hal-hal yang particular (juz’iyyat)
dan c. Penolakan filosuf terhadap kebangkitan jasmani.
 --> Pemahaman ini BUKAN asli dari saya, tapi saya sangat setuju dengan
pemahaman ini, bahwa Nafs atau Jiwa yang berperan di akherat kelak.
PELEPASAN jiwa sangat mungkin dilakukan dalam kondisi masih hidup
sekarang ini, dan itu bukti nyata bahwa Nafs, Ruh, Jasad mempunyai
ikatan yang LONGGAR. Nafs melepaskan diri dari jasad "membawa" kodrat
dan irodat, lengkap dengan "pasukannya" yaitu pancaindra plus pikiran.
Lebih jelas sekali baca kajian sifat20. Yang hancur hanya kupingnya,
tapi pendengarannya masih utuh, matanya saja yg hancur, tapi
penglihatannya masih utuh, dst,.. Cobalah,..
Saya pribadi masih bisa memahami pengapiran para filosof sesame islam
karena pada esensinya mereka semua bersemangat untuk menggali
pengetahuan dalam islam dengan menggunakan methode yang berbeda, jadi
bukan kafir karena penetangan terhadap Allah. Namun yang  saya belum
bisa menerima pernyataan Mas Pram bahwa semua manusia pemeluk agama
apapun berhak masuk syurga, kecuali kami mengikuti faham al Farabi.
-->> Tidak harus mengikuti faham ini,..  
Saya hanya merumuskan kesimpulan saya sendiri, bahwa, jika Nafsnya yg
dipanggil "Yaa Nafsun Mutmainah, irjii illa robbi,.. dst,.." maka yang
dipanggil adalah subtansi dari manusia itu sendiri, yaitu Nafs nya.
Pandangan ini paling tidak membawa saya untuk menghormati agama lain,..
dan saya belum tentu lebih baik dari mereka yg beragama lain secara
pribadi, bukan agama. Maka timbullah di hati saya rasa hidup damai
berdampingan dengan agama lain, maka Kafir juga julukan untuk siapa saja
yang LEPAS dari "Penyatuan" dirinya terhadap Asma dan Sifat Tuhan.
Demikialah sekedar pandangan-pandangan kami mudah-mudahan bisa menambah
wawasan kita dalam kajian Islam.
 
Wass.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi <mailto:[hidden email]>  
To: Yusa <mailto:[hidden email]>  ; Gus dur
<mailto:[hidden email]>  ; Ramdan
<mailto:[hidden email]>  
Cc: Djuki RKM <mailto:[hidden email]>  ; Kajian Islam
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email] ;
[hidden email] ; Palgunadi
<mailto:[hidden email]>  ; [hidden email]
Sent: 20-08-2008 1:57 PM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Mas Gusdur and all,

-->
Seperti biasanya, sebelumnya saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang
berkenan, atau mengusik perasaan damai anda.
Apa lagi tulisan ini mencoba untuk menjawab sebuah pertanyaan yang saya
pikir sangat mendasar dan juga sangat plural sifat nya, yaitu, apa itu
Islam.
Beberapa teman saya sering “teriak” ketika membaca tulisan-tulisan saya,
atau menerima jawaban dari saya, katanya jawaban saya sering nyeleneh,
ke-miring-miringan, rada edan dan cenderung brutal, tapi asyik, katanya.
Saya hanya menulis, mengalir begitu saja. Yang sering terpikir sebelum
menulis atau menjawab adalah: siapa yang bertanya. Maka akan saya coba
sesuaikan dengan jawabannya, tapi sering juga “lari” dari pengertian
orang banyak, atau hanya saya yang faham.
Apa itu Islam ? pertanyaan ini sering muncul dibenak saya dulu waktu
saya masih kuliah, dalam masa pencarian, akhirnya saya coba merangkum
sendiri dan tentu saja masih banyak salah disana-sini. Tapi bukan ini
esensinya, laku seharian mesti terkontrol, walaupun sering jatuh dan
bangun,..
Apa itu Islam? Akhirnya saya sering ditanya oleh rekan-rekan. Maka
jawabannya bervariasi. Islam adalah ketika kemanusiaanmu sudah hilang,..
Pernah lagi saya jawab, Islam adalah ketika dirimu sudah tiada. Pernah
juga saya jawab, Islam akan muncul ketika engkau sudah berhasil membunuh
dirimu,.. atau Islam adalah ketika engkau sudah berjalan dengan KAKIMU,
bukan dengan PIKIRANMU, dan banyak lagi jawaban yang EDAN menurut orang
awam,..
Maka, saya TIDAK sedang mendoktrin anda, tidak juga harus meng-iya kan
tulisan saya, tidak juga sedang “menjual” pikiran saya, tidak juga
sedang menghakimi anda.
Anda mempunyai kebebasan untuk berfikir dan memilih,.. silahkan,..
Dan yang terpenting, apa yang saya tulis, bukan berarti saya sudah
“duduk” disitu,.. wah,.. masih jauhh,.. saya hanya omong doang,.. orang
jawa bilang “Jarkoni” : bisa ngajar ora biso nglakoni,.. lha yo aku
iki,..
Mongondo: modal ngomong doang,.. hmm,…
Ok, mari kita simak bersama, selanjutnya jika ada tulisan “Allah” yang
dimaksud saya adalah dibaca “Alloh”.
Apa itu ISLAM ?
Secara awam, Islam di tafsirkan  Damai, Selamat, Sejahtera, atau secara
menyeluruh meliputi  kata-kata diatas Islam adalah Rahmatan Lilalamin.
Namun, ada juga yang menafsirkan Islam adalah tunduk, patuh, taat,
ikhlas, berserah diri, etc.
Fine, kedua tafsir diatas menurut saya pribadi betul semua, hanya
“letak” nya yang berbeda, atau tafsir diatas mempunyai tempat yang
berbeda-beda.
Kita coba melihat kata Islam itu sendiri. Didalam Al-Quran ada banyak
kata Islam. Tapi Al-Quran BUKAN Islam itu sendiri. Jika kita menulis
kata Islam di baju, di tembok, maka Islam BUKAN di baju, dan BUKAN di
tembok, bukan pula Islam di KTP atau buku nikah.
Kitab suci, bukan kitabnya yang suci. Kitab adalah benda mati yang bisu.
Bagaimana dikatakan kitab suci, lha wong di Al-Quran ada tertulis
Syetan, Iblis, Firaun, Kafir, dll. Sedangkan suci adalah bersih dari itu
semua.
Dari pengertian diatas, maka Islam adalah sebuah KEADAAN atau lebih
tepatnya Islam berada di RASA. Dan saya tidak akan mengkaji Rasa dalam
tulisan ini. Tapi saya coba dekati dengan definisi yang mudah dipahami.
Difinisi ini mungkin agak membingungkan. Rasa ? apa itu ? nah ini dia,
saya sendiri sulit dan jujur saja saya tidak bisa menggambarkan rasa itu
sendiri dengan tulisan apa lagi dengan gambar. Tapi saya akan coba
mendekatinya dengan sebuah ilustrasi dibawah.
Jika kita memeluk Es, maka rasanya dingin.
Memeluk Islam, apa rasanya ?
Tidak terasa apa-apa ? biasa-biasa saja ? berarti kita tidak pernah
memeluknya ! …
Kalau saya menjawab “ya,.. memeluk Islam itu rasanya saya menjadi
damai..”. Jika saya masih mampu menjawab ini, maka sebenarnya saya masih
dusta, masih berbohong, tidak jujur dengan rasa sekarang yang sedang
dirasakan. Mengapa?
Rasa Islam, tidak bisa di ucapkan !! Rasa Islam TIDAK bisa lagi
digambarkan. Adakah manusia yang dapat menggambarkan RASA ?
Jika saya ditanya, seperti apakah buah Apel? Maka saya akan mengambil
kertas dan pensil warna, mulailah menggambar buah Apel itu. Lalu yang
bertanya akan manggut-manggut kepalanya “oh,.. jadi begini buah apel
itu..”. Lalu dia bertanya lagi “bagaimana sih rasanya buah apel ini ?”.
Nah,.. bisakah anda menggamabar rasa apel diatas kertas ? jika anda
paksakan menggabar rasa buah apel diatas kertas, berarti anda sedang
berbohong kepada si penanya tadi.
Rasa Apel hanya bisa dimengerti oleh sipenanya tadi hanya dengan SATU
CARA, yaitu dengan memakan buah Apel nya.
Sudah cukupkah demikian ? Belum ! anda harus tau betul, mana buah Apel,
mana buah Jambu, mana buah Pear, dst.
Maka, inilah perlunya  Al-Quran itu. Yaitu memberikan PETUNJUK pada
kita, mana Apel dan mana Jambu. Jika dari sini saja kita gak mampu
memisahkan (baca: memahami) maksud yang tersirat di dalam Al_Quran, maka
riskan sekali dalam beribadah. Peribadatan kita berangkat dari ASUMSI
saja – “salah telan”, Jambu di yakini Apel, Pisang diyakini Apel, dst.
Lha bukan salah Al-Qurannya, tapi salah kita, lha wong Petunjuk cuman
dibaca-baca terus, dilantunkan bak syair merdu, akhirnya dijadikan
mantra dan dipuja-puja bak berhala…
“Awaludin Makrifatullah” saya tafsirkan “Kenali dulu buah Apel sebelum
engkau memakannya”.  
Memeluk Islam  membawa konsekuensi PERUBAHAN didalam DIRI. Perubahan
inilah yang dimaksud dengan EVOLUSI JIWA.
Nah, hampir sampai keterangan saya.
Bila sang jiwa tidak berevolusi, maka sesungguhnya islam kita hanya
dibibir saja, stagnan, mandek, biarpun kita ahli shalat, tujuh kali naik
haji, dst, jika tidak ada evolusi di jiwa kita, maka sia-sialah
semuanya.
Kenapa sang JIWA ? simak lanjutannya dibawah.
Al-Quran telah mengatakan bahwa sesungguhnya seluruh alam ini tunduk
bertasbih kepada KU. Dus artinya alam ini tidak perlu lagi petunjuk
berupa Al-Quran, alam tidak perlu lagi percontohan sang nabi, alam tidak
perlu lagi mengerjakan ritual-ritual keagamaan, alam sudah tercipta
Islam dari sono nya,  bahkan sesengguhnya alam ini adalah ayat-ayat
Allah yang mesti kita baca, kita pelajari, dan akhirnya kita IKUT
bertasbih bersama alam, tunduk patuh seperti alam, disitulah ISLAM ! ini
makna Islam adalah kepatuhan, ketaatan, dst seperti definisi diatas.
Membaca alam ? hmm,.. terlalu banyak yang mesti kita baca dan mesti kita
teladani. Mari dipersempit saja. Mari kita melihat pohon mangga.
Pohon mangga selalu berbunga terlebih dahulu sebelum berbuah, selalu
begitu. Setelah makhluk lain puas menikmati sari bunganya, maka si bunga
akan rontok dan munculah mangga kecil, lalu mangga mentah, dan kemudian
mangga matang. Semakin besar buahnya, semakin merunduklah batang
mangganya, agar mudah dijangkau siapa saja yang mau memakannya. Jika
sudah cukup ranum dan matang, jatuhlah simangga agar dapat dinikmati
siapa saja. Ini adalah sebuah keteladanan yang harus dibaca oleh manusia
dan diteladani. Masih banyak yang bisa di Iqro dari alam ini. Inilah
yang dikatakan bahwa hidup ini adalah proses belajar.
Selalu demikian, dari jaman baheula sampai hari ini, siklus mangga sama
selalu. Jika ada pohon  mangga yang tidak mengikuti siklus ini, maka
boleh kita katakan pohon yang satu ini telah murtad, tidak patuh lagi !.
Dus artinya sudah keluar dari Islam.
Demikian juga dengan binatang, patuh dan taat dengan garis edarnya.
Selalu kelinci itu makan dedaunan, kambing juga demikian, macan selalu
makan daging dan berburu, selalu demikian. Tunduk dan patuh di garis
ketentuan Allah, bertasbih kepada KU.. jika ada kelinci berburu kucing
lalu memakan dagingnya,.. nah inilah kelinci murtad ! dan tentu saja
akan mempengaruhi siklus kehidupan alam secara menyeluruh.
Itu tadi sebuah cerita alam raya atau kita sebut MACRO COSMOS.
Mari kita lihat diri kita, atau MICRO COSMOS.
Sudahkan kita tunduk, patuh, taat, berserah diri ? seperti pohon mangga,
seperti kelinci, seperti bumi, seperti air dan sifatnya, seperti
malaikat ??
Belum,..?? berarti anda belum Islam,.!! Nah loh,..
Masih suka protes dengan Allah? Masih suka tawar menawar dengan Allah?
Masih suka merengek minta ini dan minta itu ? berarti anda belum pasrah,
belum ikhlas, belum patuh dengan kehendakNya, dus berarti anda belum
Islam,..!! nahh,.. nah… nah… tegas saja gue bilang disini lah !!
Tapi itu anda lho,.. kalau saya sih sudah Islam banget,.. bener,
suerr,..
Saya sudah patuh dan taat dengan ketentuannya. Saya sudah tidak pernah
protes, manut saja apa yang sudah digariskan oleh Nya, saya tidak pernah
keluar dari garis edar yang sudah digariskan olehNya, saya patuh sepatuh
malaikat !, dus saya sudah Islam tulen 100% !
“Busyet deh,.. loe hebat amat ngebohongnya Pram, emang loe siapa sudah
patuh bak malaikat, udah Islam,..”.
Oke deh,..  saya mau ngaku saja deh,.. yang sudah Islam bukan hanya
saya, tapi anda juga, dan seluruh umat manusia, islam semua,.. dah tuh
adil kan..? tanpa terkecuali, agama apapun, ras apapun, kaya atau
miskin, modern atau primitip, yang dermawan ataupun yang pelit, semua
islaaamm!
Eit,.. ntar dulu,..
Pertanyaannya : Apanya yang Islam dari diri saya ? atau dengan kata
lain, Apanya yang HARUS Islam dari diri kita ?? nah ini die,..
Dari kaca mata spiritual, manusia terdiri dari tiga unsur:
<!--[if !supportLists]-->1.     <!--[endif]-->Jasmani atau Korpus
(Latin).
<!--[if !supportLists]-->2.     <!--[endif]-->Ruh disebut juga sebagai
badan Kosmik.
<!--[if !supportLists]-->3.     <!--[endif]-->NAFS, Jiwa atau Sukma atau
Animus (Latin).
Badan, jasad atau jasmani. Jasad kita ini bagian dari siklus alam yang
sudah patuh, tunduk dan ikut bertasbih kepadaNya. Ingin bukti ?
Kalau tubuh ini murtad atau tidak patuh, mungkin jari jemari kita sudah
panjang 7 meter tanpa henti, atau mata kita nempel di dengkul, atau
kelamin kita nempel di jidat, wahh,.. lha wong namanya murtad, keluar
dari garis edarnya, keluar dari ketentuan Allah, jelas semaunya, se-enak
udele dewe, sabodo teuing,..
Contoh lain, coba cabut tanaman hias di pekarangan anda dan jauhkan dari
air , apa yang terjadi? Tanaman akan mati.
Lalu, coba tubuh kita jauhkan juga dari air, jangan kasih minum
sedikitpun, apa yang terjadi, matek juga,.. dus jasad atau tubuh ini
adalah bagian dari alam, jasad kita sudah tunduk, patuh, jasad ini SUDAH
ISLAM.
So, yang sudah Islam adalah jasad kita, siapapun anda, mau ustadz atau
maling, yang namanya jasad ya sudah pada Islam semua,..
Ruh, inilah satu-satunya yang TIDAK diciptakan oleh Allah.
Anda boleh cari referensi di Al-Quran, maka tidak ada Allah menciptakan
RUH.  Dan saya tidak akan membahas tentang ruh lebih dalam.
Al-Hijr :29 “Maka apabila Aku telah menyempurnakannya, dan telah Aku
tiupkan Ruh Ku kedalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ”
Satu saja ayat diatas sebagai referensi saya, bahwa Allah tidak
menciptakan ruh, tapi “ku tiupkan Ruh Ku,..”. Allah tidak bermulut
seperti kita, maka kata “kutiupkan” saya tafsirkan sebagai  pancaran
ruh, dan manusia menerima “pelimpahan” ruh Tuhan.
Kembali ke bahasan Islam, maka jelas tidak diragukan lagi, bahwa Ruh
kita sudah Islam, lha wong disitu tempatnya, ups,..
Lalu, sisi mana dari diri kita yang belum Islam ?
Yah, tentu saja, tinggal satu lagi, yaitu NAFS, atau Jiwa.

Jika kita cermati, didalam Al-Quran, ada kata Nafs disana sebanyak 140
kata dan Anfus kata jamak dari nafs sebanyak 153 kata.

Jika kita lebih cermati ayat-ayat dalam Al-Quran, akan jelas bedanya
antara Nafs dan Ruh. Ruh tidak pernah diberi atribut menderita,
sengsara, mati, dan sifat-sifat negative lainya. Sedangkan Nafs, banyak
dibebani dengan perintah-perintah, siksa, ketaatan, kepatuhan,
pertanggung jawaban, dan sebagainya.
Saya coba ilustrasikan kedudukan Nafs dalam diri manusia.
Jika tubuh ini adalah sebuah mobil, maka jasad adalah body mobil, Ruh
adalah mesinnya. Sampai sini saja si mobil sudah bisa HIDUP. Namun
hidupnya mau untuk apa ? hanya mesinnya yang meraung-raung ditempat?
Maka NAFS adalah SOPIR nya. Kemana mobil ini dibawa, ya monggo saja. Mau
dibawa ke masjid, ya ngikuut.. mau dibawa ke diskotek, ya ngikuutt,…
Lha jasad dan ruh gak pernah protes kok, mau dikemanakan ya monggo saja,
ngikut saja. Nah lalu,.. siapa yang harus bertanggung jawab? Ya
si-sopirnya lah yang harus bertanggung jawab, yang mesti terima
akibatnya. Nah ini dia,.. maka yang “kembali” atau “tidak kembali”
adalah Nafs nya, sopirnya, yang ke neraka atau ke syurga !.
Nah disini terjawab sudah, yang harus Islam dari diri kita adalah JIWA
nya.
Maka, yang harus berahlakul karimah adalah jiwanya, yang harus puasa
adalah sang jiwa, yang harus sholat adalah sang jiwa dan yang harus
Islam juga sang jiwa,..
Az-Zumar 70. “Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang
telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Jiwa lah yang menerima penderitaan, Jiwa juga yang menerima kesenangan
suka ria dari hasil perbuatan kita waktu didunia,..

"Hai jiwa yang tenang (jiwa muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu,
merasa senang (kepada Tuhan) dan (Tuhan) merasa senang kepadanya… dan
masuklah kedalam Syurgaku...". [QS Al Fajr (89) : 27-28-29-30]


Maka sesungguhnya Allah tidak memandang kepada siapapun, bangsa apapun,
agama apapun, orang kota ataupun primitif, semuanya berhak masuk Syurga.
Karena,.. bukan fisik nya yang dipanggil masuk syurga, bukan agamanya,
bukan bangsanya, bukan kelompoknya, bukan alirannya, bukan fahamnya,
bukan ilmunya, bukan Jubahnya, bukan ikat kepalanya yang bak roda
vespa,.. bukan pula title Hajinya, akan tetapi JIWA nya. Nah, apakah
masih meragukan kalau Allah itu maha adil ?

Al-Quran: “Berbahagialah orang-orang yang membersihkan jiwa nya”
Membersihkan jiwa ? sulit ! lha wong sang jiwa ini tidak terlihat kasat
mata. Kalau anda disuruh ibu membersihkan piring, pasti syaratnya adalah
anda tau persis mana si piring, kalau tidak, ya bisa salah ambil.
Jika anda tertarik kajian lebih dalam mengenai jiwa / nafs, saya bisa
bantu farwardkan tulisan saya “Nafs”, sekedar membantu saja.
Nah, silahkan,.. “tempa” lah jiwa kita dengan cara apapun.
Menempa jiwa? Disinilah mulainya diri ini berproses. Mulailah JIWA ini
ber-Evolusi seperti keterangan saya diatas.
Saya coba persingkat saja :
Evolusi Jiwa :
Mengenal – Mengerjakan – Mensifati – Menyatu.
Inalloh – Illaloh – Billah – Hualloh
Asma – Af’al – Sifat – Dzat
Syareat – Tharekat – Hakekat – Makrifat
Iman = Af’alulloh -à Tunduk, patuh, berserah diri, ihlas, dst : Islam
Islam = Sifatulloh à Damai, Selamat, Sejahtera, dst : Islam – Insan
Kamil
Ikshan = Dzatulloh à Rahmatan Lilalamin : Islam – Kamil Mukamil
Sekian dulu, kalau mau diterusin bisa 115 halaman lebih,..
Saya terbuka untuk ditanya. Dan jika ada warna lain, saya juga tidak
segan-segan untuk bertanya – Ilmu, memang harus dicari.
Maturnuwun,
Pram
 

  _____  

Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer
<http://get.live.com/writer/overview>  
 

  _____  

Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live
<http://get.live.com/messenger/overview>  Messenger
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )

Prasetyanto Bonaventura
In reply to this post by yusa nugroho
Dear milis..
Saya baru saja menyelesaikan skripsi dengan tema al-Insan al-Kamil. Dan saya menemukan bahwa baik tasawwuf sunni maupun tasawwuf filsafati sebenarnya mengerucut pada satu pemahaman yang sama, bahwa Allah ada dalam diri manusia, juga sebaliknya. Nah, yang membedakan apakah manusia itu merasa Allah sebagai Yang Transenden atau Yang Imanen?



----- Original Message ----
From: Sudrajat <[hidden email]>
To: Yusa <[hidden email]>; Nadjam <[hidden email]>; pram pambudi <[hidden email]>; M. Nasir <[hidden email]>; Gus dur <[hidden email]>; Ramdan <[hidden email]>; Sri Winanto <[hidden email]>; Djuki RKM <[hidden email]>; Kajian Islam <[hidden email]>; [hidden email]; [hidden email]; Palgunadi <[hidden email]>; Nahdludin <[hidden email]>; agussyafii <[hidden email]>; Verri DJ <[hidden email]>
Cc: wbharata <[hidden email]>; sunari <[hidden email]>; BeCeKa@yahoogroups..com; [hidden email]; Verri DJ <[hidden email]>
Sent: Tuesday, September 2, 2008 11:39:18
Subject: [Spiritual-Indonesia] Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam.............( 1 )


 
'INNALILLA WAINNA ILAII RAJIUN' Yang bermaksud; "Sesungguhnyadiri mu itu Allah (Tuhan Asal Diri Mu) dan hendaklah kamu pulang menjadi Tuhan kembali".
"AL INSANUL SIRRUHU WA ANA SIRRUHU"
Maksudnya; "Manusiaitu adalah rahsiaKu dan aku adalah rahsia manusia itu sendiri".
 
----- +++
 
 
            Dear  mas YusaCs.., and others.
 
            Betul juga mas Yusa.., tapi kalau setiap pejalan..khususnya dari Muslim.., setelah menemukan, merasakan
            Pengertian dan indahnya hakekat Islam.., bersembunyi saja..terus, tanpa berani tampil beda untuk mencoba
            Mengeluarkan ide, pengalaman, pendalamannya……
            Dan hanya…menampilkan syariat saja.., seperti khotbah yang sering kita terima..melalui pengajian di majelis majelis taklim, di mesjid , di mimbar radio, TV.  Jangan kecewa kalau Umat Islam nantinya....kualitasnya…ya..seperti itu.
Jangansalahkan mereka yang tidak suka.., meng kritik., karena..mana para mukmin yang berani tampil beda…, mengupas tidak hanya Pahala/surga dan Hukuman/neraka.
 
Pesan..sudahtersampaikan. .saat diskusi kemarin di Bandung, saat kami ( diantaran nya mas Pram, mas Jesse, mas David, mas Dodo ).., budaya arab…dengan ber kedok agama , sudah mulai memporak porandakan tatanan budaya jawa. Jadi.., kami berbagi tugas, ibaratnya kami “ sedikit punya bekal hakekat “ yang masih sedikit( anakKecil.? ).dengan sabar berani menuntun mereka yang sudah cukup banyak / sudah umur / banyak menguasai Syariat saja ( Sapi ? ). Berbagitugas dengan caranya masing masing.
 
Pengertianhakekat ( tidak bisa di bakukan ) ..tidak sama dengan pengertian syariat. (  harus di paketkan./di standartkan )
 
Ayyuuuukkk, S. Al Fatehah..sebagai Ummul Quran.
Roso“: RAAASSSAAAKKKAANNNL AAAHH “  …bagaimana kita bisa meningkatkan
 Dari kesadaran luar ke kesadaran dalam.
Dari kesadaran lahiriah ke kesadaran ruhaniah
Dari kesadaran syariat ke kesadaran hakekat
Dari kesadaran mata lahir ke kesadaran mata Qolbu
Dari kesadaran materi ke kesadaran energi
Dari matahari jasmani..ke matahari ruhaniah
Dari kesadaran dunia ke kesadaran akherat
 
Monggo, di lanjut…. Please. DENGAN yang lain juga boleh..yang lebih dalam , unik dan cantik. Sertatetap indah.
 
Sudrajat
 
 
           
 
-----Original Message-----
From: Yusa [mailto:yusa. nugroho@gmail. com]
Sent: Tuesday, September 02, 20088:21 AM
To: Sudrajat; 'Nadjam'; 'pram pambudi'; 'M. Nasir'; 'Gus dur'; 'Ramdan'; 'Sri Winanto'; 'Djuki RKM'; 'Kajian Islam'; qcdept@indac. co.id; yprastiawan@ rpxholding. com; 'Palgunadi'; 'Nahdludin'; 'agussyafii'
Cc: 'wbharata'; 'sunari'; BeCeKa@yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Subject: Re: Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam....... .....( 1 )
 
^_^
 
Setiap pejalan akan menemukan mutiara pada masing-masing jalan yang dilaluinya.
 
Seperti yang bapak sampaikan bahwa Islam ada syari'at, thoriqoh, hakikat dan ma'rifat, ke-4 hal itu akan berbeda detail pada setiap jalan. Semakin sempurna jalan seseorang maka akan semakin detail pemahaman dan pengamalannya akan 4 hal tsb.
 
Saya yang baru belajar menuntut ilmu ini berharap mendapat cipratan ilmu dari panjenengan semua. Monggo...
 
Salam, Yusa
www.majlismajlas. blogspot. com
 
 
----- Original Message -----
From:Sudrajat
To:'Nadjam' ; 'pram pambudi' ; 'M. Nasir' ; 'Yusa' ; 'Gus dur' ; 'Ramdan' ; 'Sri Winanto' ; 'Djuki RKM' ; 'Kajian Islam' ; qcdept@indac. co.id ; yprastiawan@ rpxholding. com ; 'Palgunadi' ; 'Nahdludin' ; 'agussyafii'
Cc:'wbharata' ; 'sunari' ; BeCeKa@yahoogroups. com ; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Sent:Monday, September 01, 20084:42 PM
Subject:BLS : Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam....... .....( 1 )
 
 
         Dear mas Nadjam Cs, mas Yusa Cs, mas Gusdur Cs.
 
         Bagaimana… kalau selama bulan Ramadhan.., topic kita ganti..dengan mencoba meng explore lebih dalam kandungan
         Mutiara Islam.
 
         Yuuuukkk, , kita mulai dari mana terserah panjenengan saja.
 
         ISLAM berasal dari kata “aslama (menyerah) dan kata “salima/selamat “. Sehingga kurang lebih artinya Menyerahkan diri kepada Sang Maha Kasih , sang maha Penyayang secara mutlak tanpa sarat, untuk mencapai kesalamatan dunia akherat.
 
Inilah…pesan almarhum..bapak kepada saya..agar mencari ilmu yang bisa membawa keselamatan dunia dan akherat ( ISLAM ).
 
Formulanya sudah saya dapatkan, sementara ini.
 
“ISLAM – SIRATAL MUSTAKIM – AKHLAKUL KHARIMAH – SAKARATUL MAUT – KHUSNUL KHATIMAH – ISLAM “
 
Fondasi ilmu dalam agama islam ada 4 ( syariat , thariqat, hakikat, makrifat )
Tingkat keyakinan juga ada 4 : wajibbul yaqin, Ainul yaqqin, Haqqul Yaqin, Isbatul Yaqin.
Huruf Allah dalam bahasa arab ada 4 : ALif, Lam, Lam dan Ha
Yang harus aku kenali dari Allah ada 4 : Dzat, Sifat, Asma, Afal.
Huruf Muhammad dalam bhs arab ada 4 : Mim, Ha, Mim, Dal
Sahabat rasul juga ada 4 : Abu bakar, Umar, Ustman, Ali.
Sahabat Sudrajat juga ada 4 : Medy S, Sutrisno, Andrew dan Yudi P
Unsur pembangun semesta ada 4 : Air, Api , tanah, udara
Nafsu utama pada diri manusia ada 4 : Amarah, Laowamah, Sufiyah, Mutmainnah
 
AYooo.,.,, explore lebih dalam kandungan Al – Quran,
 
Misalnya…
 
S. Al Fatehah.. ada 7 ayat.
Ada7 lapis langit, 7 hari , 7 putaran thawaf,  7 warna, dst, dst
 
S, AL Fatehah..di awali dengan huruf Ba’ ( Bismillaah ) dan di akhir dengan huruf Nun ( Waldladlaalliin ). Subhanalallah.
Huruf Ba’ (titiknya ada di luar ) dan Nun..( titik ada di dalam ) hanya berbeda letak titiknya saja.
 
Adakah pesan yang sangat Spektakular di suratAL Fatehah
 
-    huruf Ba’ = huruf Nun…, seperti mangkuk terbuka.., perlambang tempayan kalbuku ???
-    kupersiapkan mangkuk hati terbuka ke atas ,,untuk mendapatkan karunia ilmu sejati yang terkandung di dalamnya…untuk mendapatkan hujan rahmat langsung dari sang Maha kasih dan Penyayang.
-    Titik di huruf Ba...masih di luar .., matahari jasmani ?..,dan titik di huruf Nun..di dalam.. matahari ruhani.?
-    Huruf Ba’ = Baitullah , rumah Allah. = Pintu Baitullah = Bihar/ samuderanya Ilmu Allah.
 
Ayoooo,,dong. .kasih tahu bagaiamanaa caranya masukkk….
 
 
Rasa..raassssaaakkk kaannnlaahhhh.
 
Ditungggu…kupasan. .bahasan…yang lebih dalam..inggih ..,
 
Monggom mas Yudi..mas Yusa.Cs .mas Ramdhan Cs. .mas Gusdur……, mas Pram..Cs.
 
 
      Thanks
       Sudrajat
 
 
-----Original Message-----
From: Nadjam [mailto:nadjam@ Indonesian- Aerospace. com]
Sent: Monday, September 01, 200811:00 PM
To: pram pambudi; M.. Nasir; Yusa; Gus dur; Ramdan
Cc: Djuki RKM; Kajian Islam; qcdept@indac. co.id; yprastiawan@ rpxholding. com; Palgunadi; sudrajat@srg- mscid.com
Subject: Re: Apa itu Islam
 
Bapak2/ibu2 yth.
Diskusi " Apa itu Islam" cukup menarik , oleh karena itu saya terpanggil untuk ikut memberikan pendapat/pandangan berdasarkan pengetahuan saya. Mudah2an ada manfaatnya.
 
Apa itu Islam?
Berdasarkan pengetahuan saya,  Islam adalah agama untuk mencapai kedamaian dan keselamatan dunia maupun akhirat. Islam   telah berusia sejak manusia pertama yaitu nabi Adam yang muncul dimuka bumi (Mekah) kemudian diteruskan oleh nabi Ibrahim (yang beristrikan Siti Hajar dari Ethiopia) yang sangat menentang penyembahan berhala untuk meneruskan perjuangan  nabi Adam (agama islam) dengan mendirikan Ka'ba yang pondasinya telah dirintis oleh nabi Adam sebagai kiblat dan dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SWT secara  sistematis dan ilmiah berdasarkan wahyu-wayuNya yang berisikan sejarah, pengetahuan  dan perintah kepada semua umat yang ada dimuka bumi dituangkan kedalam kitab suci Alquran  dan hadits untuk menggapai keselamatan dan kedamaian.
 
Wassalam
Nadjamudin
 
----- Original Message -----
From:pram pambudi
To:M. Nasir ; Yusa ; Gus dur ; Ramdan
Cc:Djuki RKM ; Kajian Islam ; qcdept@indac. co.id ; yprastiawan@ rpxholding. com ; Palgunadi ; sudrajat@srg- mscid.com
Sent:Monday, August 25, 20083:36 AM
Subject:RE: Apa itu Islam
 
Salam kembali pak Nasir,
Maaf, baru sempat respon.

Saya coba menjawab secara singkat dibawah pada tiap pertanyaan, lihat tanda -->>
Sekali lagi saya mohon maaf, sejujurnya ajaran Islam ini INDAH sekali,.. sangat-sangat  Indah,..

Salam,
Pram

________________________________

From: mnasir@indonesian- aerospace. com
To: spambudi@hotmail. com; yusa.nugroho@ gmail.com; arakhman@indonesian -aerospace. com; ramdan.ramdan@ gmail.com
CC: djuki@indonesian- aerospace. com; kajian_islam@ indonesian- aerospace. com; qcdept@indac. co.id; yprastiawan@ rpxholding. com; palg@indonesian- aerospace. com; sudrajat@srg- mscid.com
Subject: Re: Apa itu Islam
Date: Fri, 22 Aug 2008 15:18:06 +0700



Mas Pram yth.
 
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas sharing buah pemikiran Mas Pram pada email dibawah. Uraian-uaraiannya sangat logis dan mudah dicerna dan mungkin ini sejalan dengan penafsiran para filisof islam pada abad pertengahan terutama Ibn. Arabi dan Ibn. Sina. Namanya filosof selalu ingin mencari kebenaran secara logis, sedangkan dalam syar’i tidak selamanya bisa dijelaskan secara logika.
Ada beberapa hal yang  saya belum mengerti dari uraian Mas Pram dan mudah-mudahan mendapat penjelasan lebih lanjut, antara lain sbb:
 
1. Alasan ketundukan jasmani  manusia kepada Sunnatullah yang biasa disebut hukum alam sudah pada islam semua, sedangkan Al-Qur’an diturunkan ke bumi untuk dipelajari dan diamalkan sebagai isyarat atau tanda keislaman seseorang. Pohon mangga termasuk semua benda di muka bumi pada dasarnya terbuat daripada atom.  Pada tataran atomic semua keteraturan benda dimuka bumi ini bisa dianalisa dengan Hukum Newton dari segi ilmiah namun dari segi agama kita sebut keteraturan tersebut sebagai Sunnatullah.  Namun substansi daripada atom-atom tersebut terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi (sub atomic) memiliki sifat yang tidak teratur berdasarkan teori ketidak teraturan Heisenberg.
-->> Saya setuju sekali dengan pendekatan teory mengenai partikel, atom, micro atom, dst seperti diatas.
Sub Atomic: Bukankah KETIDAK BERATURAN itu sendiri adalah sebuah KETERATURAN yang sudah diatur ?
Coba renungkan, banyak hal yang demikian bukan hanya di sub atomic saja, dan itu sebuah keteraturan.
 
Dengan demikian saya bisa katakana bahwa benda-benda pada tataran atomic menurut pandangan kita teratur adalah Islam, sedangkan pada tataran sub atomic..tidak teratur adalah murtad. Bagaimana mungkin kejadian suatu mahluk bisa dikatakan Islami sekaligus murtad ?
--> Tidak ada yang terkontaminant demikian. Lihat penjelasan diatas.
 
2. Ruh Allah yang  ditiupkan kepada manusia. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat Apakah Ruhnya Allah atau Ruh ciptaan Allah yang ditiupkan kepada manusia.  Perbedaan pendapat ini menurut hemat saya akan menimbulkan konsekwensi yang sangat serius yakni jika Ruh-Nya yang ditiupkan kepada manusia akan berimplikasi pada faham wihdatul wujud atau Wujud Esa, sedangkan jika ruh ciptaan-Nya yang ditiupkan  berarti keberadaan Allah terpisah dari mahluknya ( terasenden di atas arash).
Hadis Qudsi " Barang siapa yang mencariku DILUAR dari dirinya, maka ia akan tersesat "
Al-Quran "Allah Aqrobbu, bahkan lebih dekat dari urat leher"
Dll,
Wihdatul wujud, pada Asma dan SifatNYA, perwujudannya ada dimana-mana, kesempurnaanya ada pada manusia, sebagai "Khalifah" nya, wakilnya, dan Alloh bukan presiden yg perlu wakil, jadi renungkanlah, ...
Manusia TIDAK kekal, juga mahluk yg lainnya, akan mati dan hancur, apanya yang kekal dari diri kita ? itulah hakekat dari "lampu" dan "cahayanya".. Padahal "lampu"nya gak pernah padam tuh,..
Saya menangkap uraian Mas Her (mudah-mudahan tidak salah) cenderung memilih yang pertama karena adanya pancaran atau pelimpahan ruh dari Allah kepada manusia. Pemahaman ini sejalan dengan teori Emanasi al-Farabi dan Ibn Sina atau teori Iluminasi oleh Suhrawardi. bahwa pancaran cahaya dari Maha Cahaya yaitu Allah. Teori ini ditentang keras oleh Ibn. Taimiyah dengan berbagai alasan a.l :
a. Dari yang Esa tidak mungkin muncul kecuali yang Esa pula. Jadi kalau alam tercipta dari yang Esa (bukan diciptakan) maka sifat alam harus qadim (kekal, tidak bermula)
b. Allah menciptakan alam bukan atas kehendak dan kekuasaan-Nya, tetapi hanya limpahan atau emanasi saja. Allah hanya merupakan sebab yang sempurna bagi keberadaan alam. Hubungan Allah dengan alam bagaikan hubungan matahari dengan cahayanya.
 
3. Yang kembali adalah Nafsnya, ke neraka atau ke syurga. Pemahaman ini sejalan dengan pemahaman Ibn. Arabi yang menolak kebangkitan Jasmani di hari akhirat. Namun imam al-Ghazali mengafirkan pendapat ini.  Ada 3 hal al-Ghazali mengafirkan pendafat para filosof islam, yakni : a. Keabadian alam, b. Ketidak tahuan Allah pada hal-hal yang particular (juz’iyyat) dan c. Penolakan filosuf terhadap kebangkitan jasmani.
 --> Pemahaman ini BUKAN asli dari saya, tapi saya sangat setuju dengan pemahaman ini, bahwa Nafs atau Jiwa yang berperan di akherat kelak. PELEPASAN jiwa sangat mungkin dilakukan dalam kondisi masih hidup sekarang ini, dan itu bukti nyata bahwa Nafs, Ruh, Jasad mempunyai ikatan yang LONGGAR. Nafs melepaskan diri dari jasad "membawa" kodrat dan irodat, lengkap dengan "pasukannya" yaitu pancaindra plus pikiran. Lebih jelas sekali baca kajian sifat20. Yang hancur hanya kupingnya, tapi pendengarannya masih utuh, matanya saja yg hancur, tapi penglihatannya masih utuh, dst,.. Cobalah,..
Saya pribadi masih bisa memahami pengapiran para filosof sesame islam karena pada esensinya mereka semua bersemangat untuk menggali pengetahuan dalam islam dengan menggunakan methode yang berbeda, jadi bukan kafir karena penetangan terhadap Allah. Namun yang  saya belum bisa menerima pernyataan Mas Pram bahwa semua manusia pemeluk agama apapun berhak masuk syurga, kecuali kami mengikuti faham al Farabi.
-->> Tidak harus mengikuti faham ini,.. 
Saya hanya merumuskan kesimpulan saya sendiri, bahwa, jika Nafsnya yg dipanggil "Yaa Nafsun Mutmainah, irjii illa robbi,... dst,.." maka yang dipanggil adalah subtansi dari manusia itu sendiri, yaitu Nafs nya.
Pandangan ini paling tidak membawa saya untuk menghormati agama lain,.. dan saya belum tentu lebih baik dari mereka yg beragama lain secara pribadi, bukan agama. Maka timbullah di hati saya rasa hidup damai berdampingan dengan agama lain, maka Kafir juga julukan untuk siapa saja yang LEPAS dari "Penyatuan" dirinya terhadap Asma dan Sifat Tuhan.
Demikialah sekedar pandangan-pandangan kami mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita dalam kajian Islam.
 
Wass.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi
To: Yusa ; Gus dur ; Ramdan
Cc: Djuki RKM ; Kajian Islam ; qcdept@indac. co.id ; yprastiawan@ rpxholding. com ; Palgunadi ; sudrajat@srg- mscid.com
Sent: 20-08-2008 1:57 PM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Mas Gusdur and all,

-->
Seperti biasanya, sebelumnya saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang berkenan, atau mengusik perasaan damai anda.
Apa lagi tulisan ini mencoba untuk menjawab sebuah pertanyaan yang saya pikir sangat mendasar dan juga sangat plural sifat nya, yaitu, apa itu Islam.
Beberapa teman saya sering “teriak” ketika membaca tulisan-tulisan saya, atau menerima jawaban dari saya, katanya jawaban saya sering nyeleneh, ke-miring-miringan, rada edan dan cenderung brutal, tapi asyik, katanya.
Saya hanya menulis, mengalir begitu saja. Yang sering terpikir sebelum menulis atau menjawab adalah: siapa yang bertanya. Maka akan saya coba sesuaikan dengan jawabannya, tapi sering juga “lari” dari pengertian orang banyak, atau hanya saya yang faham.
Apa itu Islam ? pertanyaan ini sering muncul dibenak saya dulu waktu saya masih kuliah, dalam masa pencarian, akhirnya saya coba merangkum sendiri dan tentu saja masih banyak salah disana-sini. Tapi bukan ini esensinya, laku seharian mesti terkontrol, walaupun sering jatuh dan bangun,..
Apa itu Islam? Akhirnya saya sering ditanya oleh rekan-rekan. Maka jawabannya bervariasi. Islam adalah ketika kemanusiaanmu sudah hilang,..
Pernah lagi saya jawab, Islam adalah ketika dirimu sudah tiada. Pernah juga saya jawab, Islam akan muncul ketika engkau sudah berhasil membunuh dirimu,.. atau Islam adalah ketika engkau sudah berjalan dengan KA KI MU, bukan dengan PI KI RANMU, dan banyak lagi jawaban yang EDAN menurut orang awam,..
Maka, saya TIDAK sedang mendoktrin anda, tidak juga harus meng-iya kan tulisan saya, tidak juga sedang “menjual” pikiran saya, tidak juga sedang menghakimi anda.
Anda mempunyai kebebasan untuk berfikir dan memilih,.. silahkan,..
Dan yang terpenting, apa yang saya tulis, bukan berarti saya sudah “duduk” disitu,.. wah,.. masih jauhh,.. saya hanya omong doang,.. orang jawa bilang “Jarkoni” : bisa ngajar ora biso nglakoni,.. lha yo aku iki,..
Mongondo: modal ngomong doang,.. hmm,…
Ok, mari kita simak bersama, selanjutnya jika ada tulisan “Allah” yang dimaksud saya adalah dibaca “Alloh”.
Apa itu ISLAM ?
Secara awam, Islam di tafsirkan  Damai, Selamat, Sejahtera, atau secara menyeluruh meliputi  kata-kata diatas Islam adalah Rahmatan Lilalamin.
Namun, ada juga yang menafsirkan Islam adalah tunduk, patuh, taat, ikhlas, berserah diri, etc.
Fine, kedua tafsir diatas menurut saya pribadi betul semua, hanya “letak” nya yang berbeda, atau tafsir diatas mempunyai tempat yang berbeda-beda.
Kita coba melihat kata Islam itu sendiri. Didalam Al-Quran ada banyak kata Islam. Tapi Al-Quran BUKAN Islam itu sendiri. Jika kita menulis kata Islam di baju, di tembok, maka Islam BUKAN di baju, dan BUKAN di tembok, bukan pula Islam di KTP atau buku nikah.
Kitab suci, bukan kitabnya yang suci. Kitab adalah benda mati yang bisu. Bagaimana dikatakan kitab suci, lha wong di Al-Quran ada tertulis Syetan, Iblis, Firaun, Kafir, dll. Sedangkan suci adalah bersih dari itu semua.
Dari pengertian diatas, maka Islam adalah sebuah KEADAAN atau lebih tepatnya Islam berada di RASA. Dan saya tidak akan mengkaji Rasa dalam tulisan ini. Tapi saya coba dekati dengan definisi yang mudah dipahami.
Difinisi ini mungkin agak membingungkan. Rasa ? apa itu ? nah ini dia, saya sendiri sulit dan jujur saja saya tidak bisa menggambarkan rasa itu sendiri dengan tulisan apa lagi dengan gambar. Tapi saya akan coba mendekatinya dengan sebuah ilustrasi dibawah.
Jika kita memeluk Es, maka rasanya dingin.
Memeluk Islam, apa rasanya ?
Tidak terasa apa-apa ? biasa-biasa saja ? berarti kita tidak pernah memeluknya ! …
Kalau saya menjawab “ya,.. memeluk Islam itu rasanya saya menjadi damai..”. Jika saya masih mampu menjawab ini, maka sebenarnya saya masih dusta, masih berbohong, tidak jujur dengan rasa sekarang yang sedang dirasakan. Mengapa?
Rasa Islam, tidak bisa di ucapkan !! Rasa Islam TIDAK bisa lagi digambarkan. Adakah manusia yang dapat menggambarkan RASA ?
Jika saya ditanya, seperti apakah buah Apel? Maka saya akan mengambil kertas dan pensil warna, mulailah menggambar buah Apel itu. Lalu yang bertanya akan manggut-manggut kepalanya “oh,.. jadi begini buah apel itu..”. Lalu dia bertanya lagi “bagaimana sih rasanya buah apel ini ?”. Nah,.. bisakah anda menggamabar rasa apel diatas kertas ? jika anda paksakan menggabar rasa buah apel diatas kertas, berarti anda sedang berbohong kepada si penanya tadi.
Rasa Apel hanya bisa dimengerti oleh sipenanya tadi hanya dengan SATU CARA, yaitu dengan memakan buah Apel nya.
Sudah cukupkah demikian ? Belum ! anda harus tau betul, mana buah Apel, mana buah Jambu, mana buah Pear, dst.
Maka, inilah perlunya  Al-Quran itu. Yaitu memberikan PETUNJUK pada kita, mana Apel dan mana Jambu. Jika dari sini saja kita gak mampu memisahkan (baca: memahami) maksud yang tersirat di dalam Al_Quran, maka riskan sekali dalam beribadah. Peribadatan kita berangkat dari ASUM SI saja – “salah telan”, Jambu di yakini Apel, Pisang diyakini Apel, dst. Lha bukan salah Al-Qurannya, tapi salah kita, lha wong Petunjuk cuman dibaca-baca terus, dilantunkan bak syair merdu, akhirnya dijadikan mantra dan dipuja-puja bak berhala…
“Awaludin Makrifatullah” saya tafsirkan “Kenali dulu buah Apel sebelum engkau memakannya”. 
Memeluk Islam  membawa konsekuensi PERUBAHAN didalam DIRI. Perubahan inilah yang dimaksud dengan EVOLUSI JIWA.
Nah, hampir sampai keterangan saya.
Bila sang jiwa tidak berevolusi, maka sesungguhnya islam kita hanya dibibir saja, stagnan, mandek, biarpun kita ahli shalat, tujuh kali naik haji, dst, jika tidak ada evolusi di jiwa kita, maka sia-sialah semuanya.
Kenapa sang JIWA ? simak lanjutannya dibawah.
Al-Quran telah mengatakan bahwa sesungguhnya seluruh alam ini tunduk bertasbih kepada KU. Dus artinya alam ini tidak perlu lagi petunjuk berupa Al-Quran, alam tidak perlu lagi percontohan sang nabi, alam tidak perlu lagi mengerjakan ritual-ritual keagamaan, alam sudah tercipta Islam dari sono nya,  bahkan sesengguhnya alam ini adalah ayat-ayat Allah yang mesti kita baca, kita pelajari, dan akhirnya kita IKUT bertasbih bersama alam, tunduk patuh seperti alam, disitulah ISLAM ! ini makna Islam adalah kepatuhan, ketaatan, dst seperti definisi diatas.
Membaca alam ? hmm,.. terlalu banyak yang mesti kita baca dan mesti kita teladani. Mari dipersempit saja. Mari kita melihat pohon mangga.
Pohon mangga selalu berbunga terlebih dahulu sebelum berbuah, selalu begitu. Setelah makhluk lain puas menikmati sari bunganya, maka si bunga akan rontok dan munculah mangga kecil, lalu mangga mentah, dan kemudian mangga matang. Semakin besar buahnya, semakin merunduklah batang mangganya, agar mudah dijangkau siapa saja yang mau memakannya. Jika sudah cukup ranum dan matang, jatuhlah simangga agar dapat dinikmati siapa saja. Ini adalah sebuah keteladanan yang harus dibaca oleh manusia dan diteladani. Masih banyak yang bisa di Iqro dari alam ini. Inilah yang dikatakan bahwa hidup ini adalah proses belajar.
Selalu demikian, dari jaman baheula sampai hari ini, siklus mangga sama selalu. Jika ada pohon  mangga yang tidak mengikuti siklus ini, maka boleh kita katakan pohon yang satu ini telah murtad, tidak patuh lagi !. Dus artinya sudah keluar dari Islam.
Demikian juga dengan binatang, patuh dan taat dengan garis edarnya. Selalu kelinci itu makan dedaunan, kambing juga demikian, macan selalu makan daging dan berburu, selalu demikian. Tunduk dan patuh di garis ketentuan Allah, bertasbih kepada KU.. jika ada kelinci berburu kucing lalu memakan dagingnya,.. nah inilah kelinci murtad ! dan tentu saja akan mempengaruhi siklus kehidupan alam secara menyeluruh.
Itu tadi sebuah cerita alam raya atau kita sebut MACRO COSMOS.
Mari kita lihat diri kita, atau MICRO COSMOS.
Sudahkan kita tunduk, patuh, taat, berserah diri ? seperti pohon mangga, seperti kelinci, seperti bumi, seperti air dan sifatnya, seperti malaikat ??
Belum,..?? berarti anda belum Islam,.!! Nah loh,..
Masih suka protes dengan Allah? Masih suka tawar menawar dengan Allah? Masih suka merengek minta ini dan minta itu ? berarti anda belum pasrah, belum ikhlas, belum patuh dengan kehendakNya, dus berarti anda belum Islam,..!! nahh,.. nah… nah… tegas saja gue bilang disini lah !!
Tapi itu anda lho,.. kalau saya sih sudah Islam banget,.. bener, suerr,..
Saya sudah patuh dan taat dengan ketentuannya. Saya sudah tidak pernah protes, manut saja apa yang sudah digariskan oleh Nya, saya tidak pernah keluar dari garis edar yang sudah digariskan olehNya, saya patuh sepatuh malaikat !, dus saya sudah Islam tulen 100% !
“Busyet deh,.. loe hebat amat ngebohongnya Pram, emang loe siapa sudah patuh bak malaikat, udah Islam,..”.
Oke deh,..  saya mau ngaku saja deh,.. yang sudah Islam bukan hanya saya, tapi anda juga, dan seluruh umat manusia, islam semua,.. dah tuh adil kan ..? tanpa terkecuali, agama apapun, ras apapun, kaya atau miskin, modern atau primitip, yang dermawan ataupun yang pelit, semua islaaamm!
Eit,.. ntar dulu,..
Pertanyaannya : Apanya yang Islam dari diri saya ? atau dengan kata lain, Apanya yang HARUS Islam dari diri kita ?? nah ini die,..
Dari kaca mata spiritual, manusia terdiri dari tiga unsur:
<!--[if !supportLists] -->1.     <!--[endif]-->Jasmani atau Korpus (Latin).
<!--[if !supportLists] -->2.     <!--[endif]-->Ruh disebut juga sebagai badan Kosmik.
<!--[if !supportLists] -->3.     <!--[endif]-->NAFS, Jiwa atau Sukma atau Animus (Latin).
Badan, jasad atau jasmani. Jasad kita ini bagian dari siklus alam yang sudah patuh, tunduk dan ikut bertasbih kepadaNya. Ingin bukti ?
Kalau tubuh ini murtad atau tidak patuh, mungkin jari jemari kita sudah panjang 7 meter tanpa henti, atau mata kita nempel di dengkul, atau kelamin kita nempel di jidat, wahh,.. lha wong namanya murtad, keluar dari garis edarnya, keluar dari ketentuan Allah, jelas semaunya, se-enak udele dewe, sabodo teuing,..
Contoh lain, coba cabut tanaman hias di pekarangan anda dan jauhkan dari air , apa yang terjadi? Tanaman akan mati.
Lalu, coba tubuh kita jauhkan juga dari air, jangan kasih minum sedikitpun, apa yang terjadi, matek juga,.. dus jasad atau tubuh ini adalah bagian dari alam, jasad kita sudah tunduk, patuh, jasad ini SUDAH ISLAM.
So, yang sudah Islam adalah jasad kita, siapapun anda, mau ustadz atau maling, yang namanya jasad ya sudah pada Islam semua,..
Ruh, inilah satu-satunya yang TIDAK diciptakan oleh Allah.
Anda boleh cari referensi di Al-Quran, maka tidak ada Allah menciptakan RUH.  Dan saya tidak akan membahas tentang ruh lebih dalam.
Al-Hijr :29 “Maka apabila Aku telah menyempurnakannya, dan telah Aku tiupkan Ruh Ku kedalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ”
Satu saja ayat diatas sebagai referensi saya, bahwa Allah tidak menciptakan ruh, tapi “ku tiupkan Ruh Ku,..”. Allah tidak bermulut seperti kita, maka kata “kutiupkan” saya tafsirkan sebagai  pancaran ruh, dan manusia menerima “pelimpahan” ruh Tuhan.
Kembali ke bahasan Islam, maka jelas tidak diragukan lagi, bahwa Ruh kita sudah Islam, lha wong disitu tempatnya, ups,..
Lalu, sisi mana dari diri kita yang belum Islam ?
Yah, tentu saja, tinggal satu lagi, yaitu NAFS, atau Jiwa.
Jika kita cermati, didalam Al-Quran, ada kata Nafs disana sebanyak 140 kata dan Anfus kata jamak dari nafs sebanyak 153 kata.
Jika kita lebih cermati ayat-ayat dalam Al-Quran, akan jelas bedanya antara Nafs dan Ruh. Ruh tidak pernah diberi atribut menderita, sengsara, mati, dan sifat-sifat negative lainya. Sedangkan Nafs, banyak dibebani dengan perintah-perintah, siksa, ketaatan, kepatuhan, pertanggung jawaban, dan sebagainya.
Saya coba ilustrasikan kedudukan Nafs dalam diri manusia.
Jika tubuh ini adalah sebuah mobil, maka jasad adalah body mobil, Ruh adalah mesinnya. Sampai sini saja si mobil sudah bisa HIDUP. Namun hidupnya mau untuk apa ? hanya mesinnya yang meraung-raung ditempat? Maka NAFS adalah SOPIR nya. Kemana mobil ini dibawa, ya monggo saja. Mau dibawa ke masjid, ya ngikuut.. mau dibawa ke diskotek, ya ngikuutt,…
Lha jasad dan ruh gak pernah protes kok, mau dikemanakan ya monggo saja, ngikut saja. Nah lalu,.. siapa yang harus bertanggung jawab? Ya si-sopirnya lah yang harus bertanggung jawab, yang mesti terima akibatnya. Nah ini dia,.. maka yang “kembali” atau “tidak kembali” adalah Nafs nya, sopirnya, yang ke neraka atau ke syurga !.
Nah disini terjawab sudah, yang harus Islam dari diri kita adalah JIWA nya.
Maka, yang harus berahlakul karimah adalah jiwanya, yang harus puasa adalah sang jiwa, yang harus sholat adalah sang jiwa dan yang harus Islam juga sang jiwa,..
Az-Zumar 70. “Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Jiwa lah yang menerima penderitaan, Jiwa juga yang menerima kesenangan suka ria dari hasil perbuatan kita waktu didunia,...
"Hai jiwa yang tenang (jiwa muthmainnah) , kembalilah kepada Tuhanmu, merasa senang (kepada Tuhan) dan (Tuhan) merasa senang kepadanya… dan masuklah kedalam Syurgaku...". [QS Al Fajr (89) : 27-28-29-30]
Maka sesungguhnya Allah tidak memandang kepada siapapun, bangsa apapun, agama apapun, orang kota ataupun primitif, semuanya berhak masuk Syurga. Karena,.. bukan fisik nya yang dipanggil masuk syurga, bukan agamanya, bukan bangsanya, bukan kelompoknya, bukan alirannya, bukan fahamnya, bukan ilmunya, bukan Jubahnya, bukan ikat kepalanya yang bak roda vespa,.. bukan pula title Hajinya, akan tetapi JIWA nya. Nah, apakah masih meragukan kalau Allah itu maha adil ?
Al-Quran: “Berbahagialah orang-orang yang membersihkan jiwa nya”
Membersihkan jiwa ? sulit ! lha wong sang jiwa ini tidak terlihat kasat mata. Kalau anda disuruh ibu membersihkan piring, pasti syaratnya adalah anda tau persis mana si piring, kalau tidak, ya bisa salah ambil.
Jika anda tertarik kajian lebih dalam mengenai jiwa / nafs, saya bisa bantu farwardkan tulisan saya “Nafs”, sekedar membantu saja.
Nah, silahkan,.. “tempa” lah jiwa kita dengan cara apapun.
Menempa jiwa? Disinilah mulainya diri ini berproses. Mulailah JIWA ini ber-Evolusi seperti keterangan saya diatas.
Saya coba persingkat saja :
Evolusi Jiwa :
Mengenal – Mengerjakan – Mensifati – Menyatu.
Inalloh – Illaloh – Billah – Hualloh
Asma – Af’al – Sifat – Dzat
Syareat – Tharekat – Hakekat – Makrifat
Iman = Af’alulloh -à Tunduk, patuh, berserah diri, ihlas, dst : Islam
Islam = Sifatulloh à Damai, Selamat, Sejahtera, dst : Islam – Insan Kamil
Ikshan = Dzatulloh à Rahmatan Lilalamin : Islam – Kamil Mukamil
Sekian dulu, kalau mau diterusin bisa 115 halaman lebih,..
Saya terbuka untuk ditanya. Dan jika ada warna lain, saya juga tidak segan-segan untuk bertanya – Ilmu, memang harus dicari.
Maturnuwun,
Pram
 

________________________________

Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer
 

________________________________

Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger  


      New Email names for you!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )

Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
 
 
            Dear  mas Prasetyanto,
 
            Matur nuwun.
 
            Mohon dibantu sedikit…penjelasan.
-          Tasawuf Suni :
-          Tasawuf Filsafati :
-     Yang Imanen ?   :
 
Transcenden .., kalau tidak salah..pengalaman rasa / ruhani.., ketika di coba di jelaskan ./ di tuliskan menjadi
Tidak logis / irrasional.
 
Salam pembelajaran.
Sudrajat
 
 
-----Original Message-----
From: [hidden email] [mailto:[hidden email]] On Behalf Of Prasetyanto Bonaventura
Sent: Tuesday, September 02, 2008 12:35 PM
To: [hidden email]
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )
 
Dear milis..
Saya baru saja menyelesaikan skripsi dengan tema al-Insan al-Kamil. Dan saya menemukan bahwa baik tasawwuf sunni maupun tasawwuf filsafati sebenarnya mengerucut pada satu pemahaman yang sama, bahwa Allah ada dalam diri manusia, juga sebaliknya. Nah, yang membedakan apakah manusia itu merasa Allah sebagai Yang Transenden atau Yang Imanen?
 
 
----- Original Message ----
From: Sudrajat <[hidden email]>
To: Yusa <[hidden email]>; Nadjam <[hidden email]>; pram pambudi <[hidden email]>; M. Nasir <[hidden email]>; Gus dur <[hidden email]>; Ramdan <[hidden email]>; Sri Winanto <[hidden email]>; Djuki RKM <[hidden email]>; Kajian Islam <[hidden email]>; [hidden email]; [hidden email]; Palgunadi <[hidden email]>; Nahdludin <[hidden email]>; agussyafii <[hidden email]>; Verri DJ <[hidden email]>
Cc: wbharata <[hidden email]>; sunari <[hidden email]>; [hidden email]; [hidden email]; Verri DJ <[hidden email]>
Sent: Tuesday, September 2, 2008 11:39:18
Subject: [Spiritual-Indonesia] Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam............( 1 )
 
'INNALILLA WAINNA ILAII RAJIUN' Yang bermaksud; "Sesungguhnya diri mu itu Allah (Tuhan Asal Diri Mu) dan hendaklah kamu pulang menjadi Tuhan kembali".
"AL INSANUL SIRRUHU WA ANA SIRRUHU"
Maksudnya; "Manusia itu adalah rahsiaKu dan aku adalah rahsia manusia itu sendiri".
 
----- +++
 
 
            Dear  mas Yusa Cs.., and others.
 
            Betul juga mas Yusa.., tapi kalau setiap pejalan..khususnya dari Muslim.., setelah menemukan, merasakan
            Pengertian dan indahnya hakekat Islam.., bersembunyi saja..terus, tanpa berani tampil beda untuk mencoba
            Mengeluarkan ide, pengalaman, pendalamannya……
            Dan hanya…menampilkan syariat saja.., seperti khotbah yang sering kita terima..melalui pengajian di majelis majelis taklim, di mesjid , di mimbar radio, TV.  Jangan kecewa kalau Umat Islam nantinya....kualitasnya…ya ..seperti itu.
Jangan salahkan mereka yang tidak suka.., meng kritik. , karena ..mana para mukmin yang berani tampil beda…, mengupas tidak hanya Pahala/surga dan Hukuman/neraka.
 
Pesan..sudah tersampaikan. .saat diskusi kemarin di Bandung, saat kami ( diantaran nya mas Pram, mas Jesse, mas David, mas Dodo ).., budaya arab…dengan ber kedok agama , sudah mulai memporak porandakan tatanan budaya jawa. Jadi.., kami berbagi tugas, ibaratnya kami “ sedikit punya bekal hakekat “ yang masih sedikit( anak Kecil.? ).dengan sabar berani menuntun mereka yang sudah cukup banyak / sudah umur / banyak menguasai Syariat saja ( Sapi ? ). Berbagi tugas dengan caranya masing masing.
 
Pengertian hakekat ( tidak bisa di bakukan ) ..tidak sama dengan pengertian syariat. (  harus di paketkan./di standartkan )
 
Ayyuuuukkk, S. Al Fatehah..sebagai Ummul Quran.
Roso “: RAAASSSAAAKKKAANNNL AAAHH “  …bagaimana kita bisa meningkatkan
 Dari kesadaran luar ke kesadaran dalam.
Dari kesadaran lahiriah ke kesadaran ruhaniah
Dari kesadaran syariat ke kesadaran hakekat
Dari kesadaran mata lahir ke kesadaran mata Qolbu
Dari kesadaran materi ke kesadaran energi
Dari matahari jasmani ..ke matahari ruhaniah
Dari kesadaran dunia ke kesadaran akherat
 
Monggo, di lanjut…. Please. DENGAN yang lain juga boleh..yang lebih dalam , unik dan cantik. Serta tetap indah.
 
Sudrajat
 
 
           
 
-----Original Message-----
From: Yusa [mailto:yusa. nugroho@gmail. com]
Sent: Tuesday, September 02, 2008 8:21 AM
To: Sudrajat; 'Nadjam'; 'pram pambudi'; 'M. Nasir'; 'Gus dur'; 'Ramdan'; 'Sri Winanto'; 'Djuki RKM'; 'Kajian Islam'; qcdept@indac. co.id; yprastiawan@ rpxholding. com; 'Palgunadi'; 'Nahdludin'; 'agussyafii'
Cc: 'wbharata'; 'sunari'; BeCeKa@yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Subject: Re: Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam........ .....( 1 )
 
^_^
 
Setiap pejalan akan menemukan mutiara pada masing-masing jalan yang dilaluinya.
 
Seperti yang bapak sampaikan bahwa Islam ada syari'at, thoriqoh, hakikat dan ma'rifat, ke-4 hal itu akan berbeda detail pada setiap jalan. Semakin sempurna jalan seseorang maka akan semakin detail pemahaman dan pengamalannya akan 4 hal tsb.
 
Saya yang baru belajar menuntut ilmu ini berharap mendapat cipratan ilmu dari panjenengan semua. Monggo...
 
Salam, Yusa
www.majlismajlas. blogspot. com <http://www..majlismajlas.blogspot.com/>
 
 
----- Original Message -----
From: Sudrajat <mailto:[hidden email]>  
To: 'Nadjam' <mailto:[hidden email]>  ; 'pram pambudi' <mailto:[hidden email]>  ; 'M. Nasir' <mailto:[hidden email]>  ; 'Yusa' <mailto:[hidden email]>  ; 'Gus dur' <mailto:[hidden email]>  ; 'Ramdan' <mailto:[hidden email]>  ; 'Sri Winanto' <mailto:[hidden email]>  ; 'Djuki RKM' <mailto:[hidden email]>  ; 'Kajian Islam' <mailto:[hidden email]>  ; qcdept@indac. co.id <mailto:[hidden email]>  ; yprastiawan@ rpxholding. com <mailto:[hidden email]>  ; 'Palgunadi' <mailto:[hidden email]>  ; 'Nahdludin' <mailto:[hidden email]>  ; 'agussyafii' <mailto:[hidden email]>  
Cc: 'wbharata' <mailto:[hidden email]>  ; 'sunari' <mailto:[hidden email]>  ; BeCeKa@yahoogroups. com <mailto:[hidden email]>  ; Spiritual-Indonesia <mailto:[hidden email]>  @yahoogroups. com
Sent: Monday, September 01, 2008 4:42 PM
Subject: BLS : Apa itu Islam --------- > Menggali Butir Butir Mutiara Islam....... .....( 1 )
 
 
         Dear mas Nadjam Cs, mas Yusa Cs, mas Gusdur Cs.
 
         Bagaimana… kalau selama bulan Ramadhan.., topic kita ganti..dengan mencoba meng explore lebih dalam kandungan
         Mutiara Islam.
 
         Yuuuukkk, , kita mulai dari mana terserah panjenengan saja.
 
         ISLAM berasal dari kata “aslama (menyerah) dan kata “salima/selamat “. Sehingga kurang lebih artinya Menyerahkan diri kepada Sang Maha Kasih , sang maha Penyayang secara mutlak tanpa sarat, untuk mencapai kesalamatan dunia akherat.
 
Inilah…pesan almarhum..bapak kepada saya..agar mencari ilmu yang bisa membawa keselamatan dunia dan akherat ( ISLAM )..
 
Formulanya sudah saya dapatkan, sementara ini.
 
“ISLAM – SIRATAL MUSTAKIM – AKHLAKUL KHARIMAH – SAKARATUL MAUT – KHUSNUL KHATIMAH – ISLAM “
 
Fondasi ilmu dalam agama islam ada 4 ( syariat , thariqat, hakikat, makrifat )
Tingkat keyakinan juga ada 4 : wajibbul yaqin, Ainul yaqqin, Haqqul Yaqin, Isbatul Yaqin.
Huruf Allah dalam bahasa arab ada 4 : ALif, Lam, Lam dan Ha
Yang harus aku kenali dari Allah ada 4 : Dzat, Sifat, Asma, Afal.
Huruf Muhammad dalam bhs arab ada 4 : Mim, Ha, Mim, Dal
Sahabat rasul juga ada 4 : Abu bakar, Umar, Ustman, Ali.
Sahabat Sudrajat juga ada 4 : Medy S, Sutrisno, Andrew dan Yudi P
Unsur pembangun semesta ada 4 : Air, Api , tanah, udara
Nafsu utama pada diri manusia ada 4 : Amarah, Laowamah, Sufiyah, Mutmainnah
 
AYooo.,.,, explore lebih dalam kandungan Al – Quran,
 
Misalnya…
 
S.. Al Fatehah.. ada 7 ayat.
Ada 7 lapis langit, 7 hari , 7 putaran thawaf,  7 warna, dst, dst
 
S, AL Fatehah..di awali dengan huruf Ba’ ( Bismillaah ) dan di akhir dengan huruf Nun ( Waldladlaalliin ). Subhanalallah.
Huruf Ba’ (titiknya ada di luar ) dan Nun..( titik ada di dalam ) hanya berbeda letak titiknya saja.
 
Adakah pesan yang sangat Spektakular di surat AL Fatehah
 
-    huruf Ba’ = huruf Nun…, seperti mangkuk terbuka.., perlambang tempayan kalbuku ???
-    kupersiapkan mangkuk hati terbuka ke atas ,,untuk mendapatkan karunia ilmu sejati yang terkandung di dalamnya…untuk mendapatkan hujan rahmat langsung dari sang Maha kasih dan Penyayang.
-    Titik di huruf Ba...masih di luar .., matahari jasmani ?..,dan titik di huruf Nun..di dalam.. matahari ruhani.?
-    Huruf Ba’ = Baitullah , rumah Allah. = Pintu Baitullah = Bihar / samuderanya Ilmu Allah.
 
Ayoooo,,dong. .kasih tahu bagaiamanaa caranya masukkk….
 
 
Rasa...raassssaaakkk kaannnlaahhhh.
 
Ditungggu…kupasan. .bahasan…yang lebih dalam..inggih ..,
 
Monggom mas Yudi..mas Yusa.Cs .mas Ramdhan Cs. .mas Gusdur……, mas Pram..Cs..
 
 
      Thanks
       Sudrajat
 
 
-----Original Message-----
From: Nadjam [mailto:nadjam@ Indonesian- Aerospace. com]
Sent: Monday, September 01, 2008 11:00 PM
To: pram pambudi; M. Nasir; Yusa; Gus dur; Ramdan
Cc: Djuki RKM; Kajian Islam; qcdept@indac. co.id; yprastiawan@ rpxholding. com; Palgunadi; sudrajat@srg- mscid.com
Subject: Re: Apa itu Islam
 
Bapak2/ibu2 yth.
Diskusi " Apa itu Islam" cukup menarik , oleh karena itu saya terpanggil untuk ikut memberikan pendapat/pandangan berdasarkan pengetahuan saya. Mudah2an ada manfaatnya.
 
Apa itu Islam?
Berdasarkan pengetahuan saya,  Islam adalah agama untuk mencapai kedamaian dan keselamatan dunia maupun akhirat. Islam   telah berusia sejak manusia pertama yaitu nabi Adam yang muncul dimuka bumi (Mekah) kemudian diteruskan oleh nabi Ibrahim (yang beristrikan Siti Hajar dari Ethiopia) yang sangat menentang penyembahan berhala untuk meneruskan perjuangan  nabi Adam (agama islam) dengan mendirikan Ka'ba yang pondasinya telah dirintis oleh nabi Adam sebagai kiblat dan dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SWT secara  sistematis dan ilmiah berdasarkan wahyu-wayuNya yang berisikan sejarah, pengetahuan  dan perintah kepada semua umat yang ada dimuka bumi dituangkan kedalam kitab suci Alquran  dan hadits untuk menggapai keselamatan dan kedamaian.
 
Wassalam
Nadjamudin
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi <mailto:[hidden email]>  
To: M. Nasir <mailto:[hidden email]>  ; Yusa <mailto:[hidden email]>  ; Gus dur <mailto:[hidden email]>  ; Ramdan <mailto:[hidden email]>  
Cc: Djuki RKM <mailto:[hidden email]>  ; Kajian Islam <mailto:[hidden email]>  ; qcdept@indac. co.id <mailto:[hidden email]>  ; yprastiawan@ rpxholding. com <mailto:[hidden email]>  ; Palgunadi <mailto:[hidden email]>  ; sudrajat@srg- mscid.com <mailto:[hidden email]>  
Sent: Monday, August 25, 2008 3:36 AM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Salam kembali pak Nasir,
Maaf, baru sempat respon..

Saya coba menjawab secara singkat dibawah pada tiap pertanyaan, lihat tanda -->>
Sekali lagi saya mohon maaf, sejujurnya ajaran Islam ini INDAH sekali,.. sangat-sangat  Indah,..

Salam,
Pram

  _____  

From: mnasir@indonesian- <mailto:[hidden email]>  aerospace. com
To: spambudi@hotmail. com <mailto:[hidden email]> ; yusa.nugroho@ gmail.com <mailto:[hidden email]> ; arakhman@indonesian <mailto:[hidden email]>  -aerospace. com; ramdan.ramdan@ gmail.com <mailto:[hidden email]>
CC: djuki@indonesian- <mailto:[hidden email]>  aerospace. com; kajian_islam@ <mailto:[hidden email]>  indonesian- aerospace. com; qcdept@indac. <mailto:[hidden email]>  co.id; yprastiawan@ <mailto:[hidden email]>  rpxholding. com; palg@indonesian- <mailto:[hidden email]>  aerospace. com; sudrajat@srg- mscid.com <mailto:[hidden email]>
Subject: Re: Apa itu Islam
Date: Fri, 22 Aug 2008 15:18:06 +0700


Mas Pram yth.
 
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas sharing buah pemikiran Mas Pram pada email dibawah. Uraian-uaraiannya sangat logis dan mudah dicerna dan mungkin ini sejalan dengan penafsiran para filisof islam pada abad pertengahan terutama Ibn. Arabi dan Ibn. Sina. Namanya filosof selalu ingin mencari kebenaran secara logis, sedangkan dalam syar’i tidak selamanya bisa dijelaskan secara logika.
Ada beberapa hal yang  saya belum mengerti dari uraian Mas Pram dan mudah-mudahan mendapat penjelasan lebih lanjut, antara lain sbb:
 
1. Alasan ketundukan jasmani  manusia kepada Sunnatullah yang biasa disebut hukum alam sudah pada islam semua, sedangkan Al-Qur’an diturunkan ke bumi untuk dipelajari dan diamalkan sebagai isyarat atau tanda keislaman seseorang. Pohon mangga termasuk semua benda di muka bumi pada dasarnya terbuat daripada atom.  Pada tataran atomic semua keteraturan benda dimuka bumi ini bisa dianalisa dengan Hukum Newton dari segi ilmiah namun dari segi agama kita sebut keteraturan tersebut sebagai Sunnatullah.  Namun substansi daripada atom-atom tersebut terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi (sub atomic) memiliki sifat yang tidak teratur berdasarkan teori ketidak teraturan Heisenberg.
-->> Saya setuju sekali dengan pendekatan teory mengenai partikel, atom, micro atom, dst seperti diatas.
Sub Atomic: Bukankah KETIDAK BERATURAN itu sendiri adalah sebuah KETERATURAN yang sudah diatur ?
Coba renungkan, banyak hal yang demikian bukan hanya di sub atomic saja, dan itu sebuah keteraturan.
 
Dengan demikian saya bisa katakana bahwa benda-benda pada tataran atomic menurut pandangan kita teratur adalah Islam, sedangkan pada tataran sub atomic..tidak teratur adalah murtad. Bagaimana mungkin kejadian suatu mahluk bisa dikatakan Islami sekaligus murtad ?
--> Tidak ada yang terkontaminant demikian. Lihat penjelasan diatas.
 
2. Ruh Allah yang  ditiupkan kepada manusia. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat Apakah Ruhnya Allah atau Ruh ciptaan Allah yang ditiupkan kepada manusia.  Perbedaan pendapat ini menurut hemat saya akan menimbulkan konsekwensi yang sangat serius yakni jika Ruh-Nya yang ditiupkan kepada manusia akan berimplikasi pada faham wihdatul wujud atau Wujud Esa, sedangkan jika ruh ciptaan-Nya yang ditiupkan  berarti keberadaan Allah terpisah dari mahluknya ( terasenden di atas arash).
Hadis Qudsi " Barang siapa yang mencariku DILUAR dari dirinya, maka ia akan tersesat "
Al-Quran "Allah Aqrobbu, bahkan lebih dekat dari urat leher"
Dll,
Wihdatul wujud, pada Asma dan SifatNYA, perwujudannya ada dimana-mana, kesempurnaanya ada pada manusia, sebagai "Khalifah" nya, wakilnya, dan Alloh bukan presiden yg perlu wakil, jadi renungkanlah, ..
Manusia TIDAK kekal, juga mahluk yg lainnya, akan mati dan hancur, apanya yang kekal dari diri kita ? itulah hakekat dari "lampu" dan "cahayanya". Padahal "lampu"nya gak pernah padam tuh,..
Saya menangkap uraian Mas Her (mudah-mudahan tidak salah) cenderung memilih yang pertama karena adanya pancaran atau pelimpahan ruh dari Allah kepada manusia. Pemahaman ini sejalan dengan teori Emanasi al-Farabi dan Ibn Sina atau teori Iluminasi oleh Suhrawardi. bahwa pancaran cahaya dari Maha Cahaya yaitu Allah. Teori ini ditentang keras oleh Ibn. Taimiyah dengan berbagai alasan a.l :
a. Dari yang Esa tidak mungkin muncul kecuali yang Esa pula. Jadi kalau alam tercipta dari yang Esa (bukan diciptakan) maka sifat alam harus qadim (kekal, tidak bermula)
b. Allah menciptakan alam bukan atas kehendak dan kekuasaan-Nya, tetapi hanya limpahan atau emanasi saja. Allah hanya merupakan sebab yang sempurna bagi keberadaan alam. Hubungan Allah dengan alam bagaikan hubungan matahari dengan cahayanya.
 
3. Yang kembali adalah Nafsnya, ke neraka atau ke syurga. Pemahaman ini sejalan dengan pemahaman Ibn. Arabi yang menolak kebangkitan Jasmani di hari akhirat. Namun imam al-Ghazali mengafirkan pendapat ini.  Ada 3 hal al-Ghazali mengafirkan pendafat para filosof islam, yakni : a. Keabadian alam, b. Ketidak tahuan Allah pada hal-hal yang particular (juz’iyyat) dan c. Penolakan filosuf terhadap kebangkitan jasmani.
 --> Pemahaman ini BUKAN asli dari saya, tapi saya sangat setuju dengan pemahaman ini, bahwa Nafs atau Jiwa yang berperan di akherat kelak. PELEPASAN jiwa sangat mungkin dilakukan dalam kondisi masih hidup sekarang ini, dan itu bukti nyata bahwa Nafs, Ruh, Jasad mempunyai ikatan yang LONGGAR. Nafs melepaskan diri dari jasad "membawa" kodrat dan irodat, lengkap dengan "pasukannya" yaitu pancaindra plus pikiran. Lebih jelas sekali baca kajian sifat20. Yang hancur hanya kupingnya, tapi pendengarannya masih utuh, matanya saja yg hancur, tapi penglihatannya masih utuh, dst,.. Cobalah,..
Saya pribadi masih bisa memahami pengapiran para filosof sesame islam karena pada esensinya mereka semua bersemangat untuk menggali pengetahuan dalam islam dengan menggunakan methode yang berbeda, jadi bukan kafir karena penetangan terhadap Allah. Namun yang  saya belum bisa menerima pernyataan Mas Pram bahwa semua manusia pemeluk agama apapun berhak masuk syurga, kecuali kami mengikuti faham al Farabi.
-->> Tidak harus mengikuti faham ini,..  
Saya hanya merumuskan kesimpulan saya sendiri, bahwa, jika Nafsnya yg dipanggil "Yaa Nafsun Mutmainah, irjii illa robbi,.. dst,.." maka yang dipanggil adalah subtansi dari manusia itu sendiri, yaitu Nafs nya.
Pandangan ini paling tidak membawa saya untuk menghormati agama lain,.. dan saya belum tentu lebih baik dari mereka yg beragama lain secara pribadi, bukan agama. Maka timbullah di hati saya rasa hidup damai berdampingan dengan agama lain, maka Kafir juga julukan untuk siapa saja yang LEPAS dari "Penyatuan" dirinya terhadap Asma dan Sifat Tuhan.
Demikialah sekedar pandangan-pandangan kami mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita dalam kajian Islam.
 
Wass.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
----- Original Message -----
From: pram pambudi <mailto:[hidden email]>  
To: Yusa <mailto:[hidden email]>  ; Gus dur <mailto:[hidden email]>  ; Ramdan <mailto:[hidden email]>  
Cc: Djuki RKM <mailto:[hidden email]>  ; Kajian Islam <mailto:[hidden email]>  ; qcdept@indac. co.id <mailto:[hidden email]>  ; yprastiawan@ rpxholding. com <mailto:[hidden email]>  ; Palgunadi <mailto:[hidden email]>  ; sudrajat@srg- mscid.com <mailto:[hidden email]>  
Sent: 20-08-2008 1:57 PM
Subject: RE: Apa itu Islam
 
Mas Gusdur and all,

-->
Seperti biasanya, sebelumnya saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang berkenan, atau mengusik perasaan damai anda.
Apa lagi tulisan ini mencoba untuk menjawab sebuah pertanyaan yang saya pikir sangat mendasar dan juga sangat plural sifat nya, yaitu, apa itu Islam.
Beberapa teman saya sering “teriak” ketika membaca tulisan-tulisan saya, atau menerima jawaban dari saya, katanya jawaban saya sering nyeleneh, ke-miring-miringan, rada edan dan cenderung brutal, tapi asyik, katanya.
Saya hanya menulis, mengalir begitu saja. Yang sering terpikir sebelum menulis atau menjawab adalah: siapa yang bertanya. Maka akan saya coba sesuaikan dengan jawabannya, tapi sering juga “lari” dari pengertian orang banyak, atau hanya saya yang faham.
Apa itu Islam ? pertanyaan ini sering muncul dibenak saya dulu waktu saya masih kuliah, dalam masa pencarian, akhirnya saya coba merangkum sendiri dan tentu saja masih banyak salah disana-sini. Tapi bukan ini esensinya, laku seharian mesti terkontrol, walaupun sering jatuh dan bangun,..
Apa itu Islam? Akhirnya saya sering ditanya oleh rekan-rekan. Maka jawabannya bervariasi. Islam adalah ketika kemanusiaanmu sudah hilang,..
Pernah lagi saya jawab, Islam adalah ketika dirimu sudah tiada. Pernah juga saya jawab, Islam akan muncul ketika engkau sudah berhasil membunuh dirimu,.. atau Islam adalah ketika engkau sudah berjalan dengan KA KI MU, bukan dengan PI KI RANMU, dan banyak lagi jawaban yang EDAN menurut orang awam,..
Maka, saya TIDAK sedang mendoktrin anda, tidak juga harus meng-iya kan tulisan saya, tidak juga sedang “menjual” pikiran saya, tidak juga sedang menghakimi anda.
Anda mempunyai kebebasan untuk berfikir dan memilih,.. silahkan,..
Dan yang terpenting, apa yang saya tulis, bukan berarti saya sudah “duduk” disitu,.. wah,.. masih jauhh,.. saya hanya omong doang,.. orang jawa bilang “Jarkoni” : bisa ngajar ora biso nglakoni,.. lha yo aku iki,..
Mongondo: modal ngomong doang,.. hmm,…
Ok, mari kita simak bersama, selanjutnya jika ada tulisan “Allah” yang dimaksud saya adalah dibaca “Alloh”.
Apa itu ISLAM ?
Secara awam, Islam di tafsirkan  Damai, Selamat, Sejahtera, atau secara menyeluruh meliputi  kata-kata diatas Islam adalah Rahmatan Lilalamin.
Namun, ada juga yang menafsirkan Islam adalah tunduk, patuh, taat, ikhlas, berserah diri, etc.
Fine, kedua tafsir diatas menurut saya pribadi betul semua, hanya “letak” nya yang berbeda, atau tafsir diatas mempunyai tempat yang berbeda-beda..
Kita coba melihat kata Islam itu sendiri. Didalam Al-Quran ada banyak kata Islam. Tapi Al-Quran BUKAN Islam itu sendiri. Jika kita menulis kata Islam di baju, di tembok, maka Islam BUKAN di baju, dan BUKAN di tembok, bukan pula Islam di KTP atau buku nikah.
Kitab suci, bukan kitabnya yang suci. Kitab adalah benda mati yang bisu. Bagaimana dikatakan kitab suci, lha wong di Al-Quran ada tertulis Syetan, Iblis, Firaun, Kafir, dll. Sedangkan suci adalah bersih dari itu semua.
Dari pengertian diatas, maka Islam adalah sebuah KEADAAN atau lebih tepatnya Islam berada di RASA. Dan saya tidak akan mengkaji Rasa dalam tulisan ini. Tapi saya coba dekati dengan definisi yang mudah dipahami.
Difinisi ini mungkin agak membingungkan. Rasa ? apa itu ? nah ini dia, saya sendiri sulit dan jujur saja saya tidak bisa menggambarkan rasa itu sendiri dengan tulisan apa lagi dengan gambar. Tapi saya akan coba mendekatinya dengan sebuah ilustrasi dibawah.
Jika kita memeluk Es, maka rasanya dingin.
Memeluk Islam, apa rasanya ?
Tidak terasa apa-apa ? biasa-biasa saja ? berarti kita tidak pernah memeluknya ! …
Kalau saya menjawab “ya,.. memeluk Islam itu rasanya saya menjadi damai..”. Jika saya masih mampu menjawab ini, maka sebenarnya saya masih dusta, masih berbohong, tidak jujur dengan rasa sekarang yang sedang dirasakan. Mengapa?
Rasa Islam, tidak bisa di ucapkan !! Rasa Islam TIDAK bisa lagi digambarkan. Adakah manusia yang dapat menggambarkan RASA ?
Jika saya ditanya, seperti apakah buah Apel? Maka saya akan mengambil kertas dan pensil warna, mulailah menggambar buah Apel itu. Lalu yang bertanya akan manggut-manggut kepalanya “oh,.. jadi begini buah apel itu...”. Lalu dia bertanya lagi “bagaimana sih rasanya buah apel ini ?”. Nah,.. bisakah anda menggamabar rasa apel diatas kertas ? jika anda paksakan menggabar rasa buah apel diatas kertas, berarti anda sedang berbohong kepada si penanya tadi.
Rasa Apel hanya bisa dimengerti oleh sipenanya tadi hanya dengan SATU CARA, yaitu dengan memakan buah Apel nya.
Sudah cukupkah demikian ? Belum ! anda harus tau betul, mana buah Apel, mana buah Jambu, mana buah Pear, dst.
Maka, inilah perlunya  Al-Quran itu. Yaitu memberikan PETUNJUK pada kita, mana Apel dan mana Jambu. Jika dari sini saja kita gak mampu memisahkan (baca: memahami) maksud yang tersirat di dalam Al_Quran, maka riskan sekali dalam beribadah. Peribadatan kita berangkat dari ASUM SI saja – “salah telan”, Jambu di yakini Apel, Pisang diyakini Apel, dst. Lha bukan salah Al-Qurannya, tapi salah kita, lha wong Petunjuk cuman dibaca-baca terus, dilantunkan bak syair merdu, akhirnya dijadikan mantra dan dipuja-puja bak berhala…
“Awaludin Makrifatullah” saya tafsirkan “Kenali dulu buah Apel sebelum engkau memakannya”.  
Memeluk Islam  membawa konsekuensi PERUBAHAN didalam DIRI. Perubahan inilah yang dimaksud dengan EVOLUSI JIWA.
Nah, hampir sampai keterangan saya.
Bila sang jiwa tidak berevolusi, maka sesungguhnya islam kita hanya dibibir saja, stagnan, mandek, biarpun kita ahli shalat, tujuh kali naik haji, dst, jika tidak ada evolusi di jiwa kita, maka sia-sialah semuanya.
Kenapa sang JIWA ? simak lanjutannya dibawah.
Al-Quran telah mengatakan bahwa sesungguhnya seluruh alam ini tunduk bertasbih kepada KU. Dus artinya alam ini tidak perlu lagi petunjuk berupa Al-Quran, alam tidak perlu lagi percontohan sang nabi, alam tidak perlu lagi mengerjakan ritual-ritual keagamaan, alam sudah tercipta Islam dari sono nya,  bahkan sesengguhnya alam ini adalah ayat-ayat Allah yang mesti kita baca, kita pelajari, dan akhirnya kita IKUT bertasbih bersama alam, tunduk patuh seperti alam, disitulah ISLAM ! ini makna Islam adalah kepatuhan, ketaatan, dst seperti definisi diatas.
Membaca alam ? hmm,.. terlalu banyak yang mesti kita baca dan mesti kita teladani. Mari dipersempit saja. Mari kita melihat pohon mangga.
Pohon mangga selalu berbunga terlebih dahulu sebelum berbuah, selalu begitu. Setelah makhluk lain puas menikmati sari bunganya, maka si bunga akan rontok dan munculah mangga kecil, lalu mangga mentah, dan kemudian mangga matang. Semakin besar buahnya, semakin merunduklah batang mangganya, agar mudah dijangkau siapa saja yang mau memakannya. Jika sudah cukup ranum dan matang, jatuhlah simangga agar dapat dinikmati siapa saja. Ini adalah sebuah keteladanan yang harus dibaca oleh manusia dan diteladani. Masih banyak yang bisa di Iqro dari alam ini. Inilah yang dikatakan bahwa hidup ini adalah proses belajar.
Selalu demikian, dari jaman baheula sampai hari ini, siklus mangga sama selalu. Jika ada pohon  mangga yang tidak mengikuti siklus ini, maka boleh kita katakan pohon yang satu ini telah murtad, tidak patuh lagi !. Dus artinya sudah keluar dari Islam.
Demikian juga dengan binatang, patuh dan taat dengan garis edarnya. Selalu kelinci itu makan dedaunan, kambing juga demikian, macan selalu makan daging dan berburu, selalu demikian. Tunduk dan patuh di garis ketentuan Allah, bertasbih kepada KU.. jika ada kelinci berburu kucing lalu memakan dagingnya,.. nah inilah kelinci murtad ! dan tentu saja akan mempengaruhi siklus kehidupan alam secara menyeluruh.
Itu tadi sebuah cerita alam raya atau kita sebut MACRO COSMOS.
Mari kita lihat diri kita, atau MICRO COSMOS.
Sudahkan kita tunduk, patuh, taat, berserah diri ? seperti pohon mangga, seperti kelinci, seperti bumi, seperti air dan sifatnya, seperti malaikat ??
Belum,..?? berarti anda belum Islam,.!! Nah loh,..
Masih suka protes dengan Allah? Masih suka tawar menawar dengan Allah? Masih suka merengek minta ini dan minta itu ? berarti anda belum pasrah, belum ikhlas, belum patuh dengan kehendakNya, dus berarti anda belum Islam,..!! nahh,.. nah… nah… tegas saja gue bilang disini lah !!
Tapi itu anda lho,.. kalau saya sih sudah Islam banget,.. bener, suerr,..
Saya sudah patuh dan taat dengan ketentuannya. Saya sudah tidak pernah protes, manut saja apa yang sudah digariskan oleh Nya, saya tidak pernah keluar dari garis edar yang sudah digariskan olehNya, saya patuh sepatuh malaikat !, dus saya sudah Islam tulen 100% !
“Busyet deh,.. loe hebat amat ngebohongnya Pram, emang loe siapa sudah patuh bak malaikat, udah Islam,..”.
Oke deh,..  saya mau ngaku saja deh,.. yang sudah Islam bukan hanya saya, tapi anda juga, dan seluruh umat manusia, islam semua,.. dah tuh adil kan ..? tanpa terkecuali, agama apapun, ras apapun, kaya atau miskin, modern atau primitip, yang dermawan ataupun yang pelit, semua islaaamm!
Eit,.. ntar dulu,..
Pertanyaannya : Apanya yang Islam dari diri saya ? atau dengan kata lain, Apanya yang HARUS Islam dari diri kita ?? nah ini die,..
Dari kaca mata spiritual, manusia terdiri dari tiga unsur:
<!--[if !supportLists] -->1.     <!--[endif]-->Jasmani atau Korpus (Latin).
<!--[if !supportLists] -->2.     <!--[endif]-->Ruh disebut juga sebagai badan Kosmik.
<!--[if !supportLists] -->3.     <!--[endif]-->NAFS, Jiwa atau Sukma atau Animus (Latin).
Badan, jasad atau jasmani. Jasad kita ini bagian dari siklus alam yang sudah patuh, tunduk dan ikut bertasbih kepadaNya. Ingin bukti ?
Kalau tubuh ini murtad atau tidak patuh, mungkin jari jemari kita sudah panjang 7 meter tanpa henti, atau mata kita nempel di dengkul, atau kelamin kita nempel di jidat, wahh,.. lha wong namanya murtad, keluar dari garis edarnya, keluar dari ketentuan Allah, jelas semaunya, se-enak udele dewe, sabodo teuing,..
Contoh lain, coba cabut tanaman hias di pekarangan anda dan jauhkan dari air , apa yang terjadi? Tanaman akan mati.
Lalu, coba tubuh kita jauhkan juga dari air, jangan kasih minum sedikitpun, apa yang terjadi, matek juga,.. dus jasad atau tubuh ini adalah bagian dari alam, jasad kita sudah tunduk, patuh, jasad ini SUDAH ISLAM.
So, yang sudah Islam adalah jasad kita, siapapun anda, mau ustadz atau maling, yang namanya jasad ya sudah pada Islam semua,..
Ruh, inilah satu-satunya yang TIDAK diciptakan oleh Allah.
Anda boleh cari referensi di Al-Quran, maka tidak ada Allah menciptakan RUH.  Dan saya tidak akan membahas tentang ruh lebih dalam.
Al-Hijr :29 “Maka apabila Aku telah menyempurnakannya, dan telah Aku tiupkan Ruh Ku kedalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ”
Satu saja ayat diatas sebagai referensi saya, bahwa Allah tidak menciptakan ruh, tapi “ku tiupkan Ruh Ku,..”. Allah tidak bermulut seperti kita, maka kata “kutiupkan” saya tafsirkan sebagai  pancaran ruh, dan manusia menerima “pelimpahan” ruh Tuhan.
Kembali ke bahasan Islam, maka jelas tidak diragukan lagi, bahwa Ruh kita sudah Islam, lha wong disitu tempatnya, ups,..
Lalu, sisi mana dari diri kita yang belum Islam ?
Yah, tentu saja, tinggal satu lagi, yaitu NAFS, atau Jiwa.

Jika kita cermati, didalam Al-Quran, ada kata Nafs disana sebanyak 140 kata dan Anfus kata jamak dari nafs sebanyak 153 kata.

Jika kita lebih cermati ayat-ayat dalam Al-Quran, akan jelas bedanya antara Nafs dan Ruh. Ruh tidak pernah diberi atribut menderita, sengsara, mati, dan sifat-sifat negative lainya. Sedangkan Nafs, banyak dibebani dengan perintah-perintah, siksa, ketaatan, kepatuhan, pertanggung jawaban, dan sebagainya.
Saya coba ilustrasikan kedudukan Nafs dalam diri manusia.
Jika tubuh ini adalah sebuah mobil, maka jasad adalah body mobil, Ruh adalah mesinnya. Sampai sini saja si mobil sudah bisa HIDUP. Namun hidupnya mau untuk apa ? hanya mesinnya yang meraung-raung ditempat? Maka NAFS adalah SOPIR nya. Kemana mobil ini dibawa, ya monggo saja. Mau dibawa ke masjid, ya ngikuut.. mau dibawa ke diskotek, ya ngikuutt,…
Lha jasad dan ruh gak pernah protes kok, mau dikemanakan ya monggo saja, ngikut saja. Nah lalu,.. siapa yang harus bertanggung jawab? Ya si-sopirnya lah yang harus bertanggung jawab, yang mesti terima akibatnya. Nah ini dia,.. maka yang “kembali” atau “tidak kembali” adalah Nafs nya, sopirnya, yang ke neraka atau ke syurga !.
Nah disini terjawab sudah, yang harus Islam dari diri kita adalah JIWA nya.
Maka, yang harus berahlakul karimah adalah jiwanya, yang harus puasa adalah sang jiwa, yang harus sholat adalah sang jiwa dan yang harus Islam juga sang jiwa,..
Az-Zumar 70. “Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Jiwa lah yang menerima penderitaan, Jiwa juga yang menerima kesenangan suka ria dari hasil perbuatan kita waktu didunia,..

"Hai jiwa yang tenang (jiwa muthmainnah) , kembalilah kepada Tuhanmu, merasa senang (kepada Tuhan) dan (Tuhan) merasa senang kepadanya… dan masuklah kedalam Syurgaku...". [QS Al Fajr (89) : 27-28-29-30]


Maka sesungguhnya Allah tidak memandang kepada siapapun, bangsa apapun, agama apapun, orang kota ataupun primitif, semuanya berhak masuk Syurga. Karena,.. bukan fisik nya yang dipanggil masuk syurga, bukan agamanya, bukan bangsanya, bukan kelompoknya, bukan alirannya, bukan fahamnya, bukan ilmunya, bukan Jubahnya, bukan ikat kepalanya yang bak roda vespa,.. bukan pula title Hajinya, akan tetapi JIWA nya. Nah, apakah masih meragukan kalau Allah itu maha adil ?

Al-Quran: “Berbahagialah orang-orang yang membersihkan jiwa nya”
Membersihkan jiwa ? sulit ! lha wong sang jiwa ini tidak terlihat kasat mata. Kalau anda disuruh ibu membersihkan piring, pasti syaratnya adalah anda tau persis mana si piring, kalau tidak, ya bisa salah ambil.
Jika anda tertarik kajian lebih dalam mengenai jiwa / nafs, saya bisa bantu farwardkan tulisan saya “Nafs”, sekedar membantu saja.
Nah, silahkan,.. “tempa” lah jiwa kita dengan cara apapun.
Menempa jiwa? Disinilah mulainya diri ini berproses. Mulailah JIWA ini ber-Evolusi seperti keterangan saya diatas.
Saya coba persingkat saja :
Evolusi Jiwa :
Mengenal – Mengerjakan – Mensifati – Menyatu..
Inalloh – Illaloh – Billah – Hualloh
Asma – Af’al – Sifat – Dzat
Syareat – Tharekat – Hakekat – Makrifat
Iman = Af’alulloh -à Tunduk, patuh, berserah diri, ihlas, dst : Islam
Islam = Sifatulloh à Damai, Selamat, Sejahtera, dst : Islam – Insan Kamil
Ikshan = Dzatulloh à Rahmatan Lilalamin : Islam – Kamil Mukamil
Sekian dulu, kalau mau diterusin bisa 115 halaman lebih,..
Saya terbuka untuk ditanya. Dan jika ada warna lain, saya juga tidak segan-segan untuk bertanya – Ilmu, memang harus dicari.
Maturnuwun,
Pram
 

  _____  

Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows <http://get.live.com/writer/overview>  Live Writer
 

  _____  

Chat online and in real-time with friends and family! Windows <http://get.live.com/messenger/overview>  Live Messenger
 
  _____  

Get <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>  your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

alasan puasa.

Ramdan
In reply to this post by Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
assalamu'alaikum teman-teman.

sedang pada berpuasa kan..?
kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...?" apa jawabannya..?
lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon ini..?"
apa jawabannya masih sama..?

kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena sudah niyat
untuk berpuasa pada hari ini.
dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang bertaqwa, seperti
yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa di bulan
Romadhon.

kok beda..?
iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari-hari terlarang.
tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-hari lain di
luar romadhon.
jadi jawabannya pun berbeda.
he he he...

kalo anda, bagaimana jawabannya..?

salam...
ramdan
:-)

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

benediktus_sudjanto-3
kalau saya tiap hari juga ada waktu puasa:
waktu tidur
waktu buang air besar & kecil
waktu disuruh dokter untuk puasa karena untuk test ke Lab
waktu beraktifitas sexual (kadang sambil ngemil, batal deh!)
waktu kerja (tak suka ngemil, tapi suka ngasap)
waktu nyetir, jalan kaki, naik motor, naik sepeda
dll banyak kok.

lagipula puasanya bukan soal makan minum dan sexual, tapi puasa omong,
nulis, nangis, tertawa, sedih, gembira dll, pokoknya rumit dah.

kalau ditanya alasannya apa? wah tak bisa jawab karena tak memikirkan
alasan dan tak memikirkan harus menjawab pertanyaan alasan.

Salam puasa puas-2an,

--- In [hidden email], "Ramdan"
<ramdan.ramdan@...> wrote:
>
> assalamu'alaikum teman-teman.
>
> sedang pada berpuasa kan..?
> kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...?" apa jawabannya..?
> lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon ini..?"
> apa jawabannya masih sama..?
>
> kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
sudah niyat
> untuk berpuasa pada hari ini.
> dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang bertaqwa,
seperti
> yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa di
bulan
> Romadhon.
>
> kok beda..?
> iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari-hari terlarang.
> tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-hari
lain di

> luar romadhon.
> jadi jawabannya pun berbeda.
> he he he...
>
> kalo anda, bagaimana jawabannya..?
>
> salam...
> ramdan
> :-)
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

M Ghiffary S
In reply to this post by Ramdan
Sedikit membahas pertanyaan mas ramdan

Kenapa berpuasa ada suratnya di QS 2:183

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, "

dan di tanya kenapa berpuasa di bulan ramadhan dan di tulis pula di QS 2:185 :

"Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur"

itu kebetulan Al Quran yg menyatakan dan saya hanya menyampaikannya

mudah2an berguna bagi saya dan semuanya


From: Ramdan
Sent: Wednesday, September 03, 2008 4:20 PM
To: Tb. Yusuf Hermansyah ; Gus dur ; 'wbharata' ; 'sunari' ; [hidden email] ; [hidden email] ; 'Verri DJ' ; Adam Permasha ; Dedi Supriadi ; M. Nasir ; Sudrajat ; 'Yusa' ; 'Nadjam' ; 'pram pambudi' ; 'Kajian Islam' ; [hidden email] ; [hidden email] ; 'Palgunadi' ; 'agussyafii'
Cc: [hidden email]
Subject: [Spiritual-Indonesia] alasan puasa.


assalamu'alaikum teman-teman.

sedang pada berpuasa kan..?
kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...?" apa jawabannya..?
lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon ini..?"
apa jawabannya masih sama..?

kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena sudah niyat
untuk berpuasa pada hari ini.
dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang bertaqwa, seperti
yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa di bulan
Romadhon.

kok beda..?
iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari-hari terlarang.
tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-hari lain di
luar romadhon.
jadi jawabannya pun berbeda.
he he he...

kalo anda, bagaimana jawabannya..?

salam...
ramdan
:-)



 

Emoticon1.gif (354 bytes) Download Attachment
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: alasan puasa.

tanjung yulhasnir
In reply to this post by benediktus_sudjanto-3
Mas Sudjanto,
Alasan puasa : "untuk menjadikan manusia menjadi orang-orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya baik lahir maupun batin, jadi kalau orang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya maka tidak perlu lagi dia berpuasa" = "sudah lulus"
(Kitab Suci Yul : 50.03)


--- On Wed, 9/3/08, benediktus_sudjanto <[hidden email]> wrote:
From: benediktus_sudjanto <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
To: [hidden email]
Date: Wednesday, September 3, 2008, 5:26 AM










   
            kalau saya tiap hari juga ada waktu puasa:

waktu tidur

waktu buang air besar & kecil

waktu disuruh dokter untuk puasa karena untuk test ke Lab

waktu beraktifitas sexual (kadang sambil ngemil, batal deh!)

waktu kerja (tak suka ngemil, tapi suka ngasap)

waktu nyetir, jalan kaki, naik motor, naik sepeda

dll banyak kok.



lagipula puasanya bukan soal makan minum dan sexual, tapi puasa omong,

nulis, nangis, tertawa, sedih, gembira dll, pokoknya rumit dah.



kalau ditanya alasannya apa? wah tak bisa jawab karena tak memikirkan

alasan dan tak memikirkan harus menjawab pertanyaan alasan.



Salam puasa puas-2an,



--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "Ramdan"

<ramdan.ramdan@ ...> wrote:

>

> assalamu'alaikum teman-teman.

>

> sedang pada berpuasa kan..?

> kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?

> lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon ini..?"

> apa jawabannya masih sama..?

>

> kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena

sudah niyat

> untuk berpuasa pada hari ini.

> dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang bertaqwa,

seperti

> yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa di

bulan

> Romadhon.

>

> kok beda..?

> iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari terlarang.

> tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-hari

lain di

> luar romadhon.

> jadi jawabannya pun berbeda.

> he he he...

>

> kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?

>

> salam...

> ramdan

> :-)

>




     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

pku_zulona
In reply to this post by M Ghiffary S
Puasa adalah apa yang diperintahkan untukku.....
Puasaku adalah untuk Allah...
Bagi saya karena saya Yakin dan Percaya kepadaNya...dan saya hanya
dapat mempersembahkan dengan melaksanakan apa yang
diperintahkan........ sebagai wujud kecintaan saya sebagai hamba
kepada Sang khaliq..sebagai yang dikasihi mempersembahkan kepada
sumber kasih...sebagai percikan kepada sumberNya....atau sebagai zat
kepada sumber zat.....maka saya jalani berpuasa dibulan yang
ditentukan olehNya...

Tidak penting alasan lain.....kecintaan/ mengasihi perlu
pembuktian...inilah salah satu cara pembuktiannya.....

anda mau berkorban untuk orang-orang yang anda cintai...? (silahkan
jawab sendiri)
Bila Tuhan yang engkau katakan engkau kasihi
memerintahkanmu.....apakah engkau akan berpikir dua kali untuk
melakukannya? atau perlukah engkau berpikir apa manfaatnya bagi
dirimu dahulu?
Apalagi bila engkau menyadari betapa Tuhanmu sangat mengasihimu....

Salam Kasih,
Lona



--- In [hidden email], "M Ghiffary Soenredi"
<mghiffary@...> wrote:
>
> Sedikit membahas pertanyaan mas ramdan
>
> Kenapa berpuasa ada suratnya di QS 2:183
>
> "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa, "
>
> dan di tanya kenapa berpuasa di bulan ramadhan dan di tulis pula
di QS 2:185 :
>
> "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan
yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa
di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit
atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari
yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan
kepadamu, supaya kamu bersyukur"
>
> itu kebetulan Al Quran yg menyatakan dan saya hanya
menyampaikannya
>
> mudah2an berguna bagi saya dan semuanya
>
>
> From: Ramdan
> Sent: Wednesday, September 03, 2008 4:20 PM
> To: Tb. Yusuf Hermansyah ; Gus dur ; 'wbharata' ; 'sunari' ;
[hidden email] ; Spiritual-
[hidden email] ; 'Verri DJ' ; Adam Permasha ; Dedi
Supriadi ; M. Nasir ; Sudrajat ; 'Yusa' ; 'Nadjam' ; 'pram
pambudi' ; 'Kajian Islam' ; qcdept@... ;
yprastiawan@... ; 'Palgunadi' ; 'agussyafii'
> Cc: [hidden email]
> Subject: [Spiritual-Indonesia] alasan puasa.
>
>
> assalamu'alaikum teman-teman.
>
> sedang pada berpuasa kan..?
> kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...?" apa jawabannya..?
> lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon
ini..?"
> apa jawabannya masih sama..?
>
> kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
sudah niyat
> untuk berpuasa pada hari ini.
> dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang
bertaqwa, seperti
> yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa
di bulan
> Romadhon.
>
> kok beda..?
> iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari-hari terlarang.
> tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-
hari lain di

> luar romadhon.
> jadi jawabannya pun berbeda.
> he he he...
>
> kalo anda, bagaimana jawabannya..?
>
> salam...
> ramdan
> :-)
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

benediktus_sudjanto-3
In reply to this post by tanjung yulhasnir
Uda Yul,

trims ya Uda.
soal puasa memuasakan diri, kita bisa lihat perawakan orang-2 dan cara
makan serta porsi makan nya.
kalau perutnya buncit ria, mau dinamakan ahli puasa si ahli surga ya
bagaimana gitu?

lagi pula kenapa total-2 keperluan makan selama puasa kok secara umum
bertambah ya?

soal puasa adalah soal pengendalian sehari-hari, soal kebiasaan hidup
saja.

puasa dengan segala nuansa, puasa nafsu-2........
ujian sesungguhnya justru waktu tidak puasa...barangkali puasa adalah
latihan saja

tapi jangan puasa kata-2 di SI ya, kalau puasa ntar sepi deh.

Salam puasa sepi alias rame saja,


--- In [hidden email], tanjung yulhasnir
<yulhasnir@...> wrote:
>
> Mas Sudjanto,
> Alasan puasa : "untuk menjadikan manusia menjadi orang-orang yang
bisa mengendalikan hawa nafsunya baik lahir maupun batin, jadi kalau
orang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya maka tidak perlu lagi dia
berpuasa" = "sudah lulus"

> (Kitab Suci Yul : 50.03)
>
>
> --- On Wed, 9/3/08, benediktus_sudjanto <benediktus_sudjanto@...> wrote:
> From: benediktus_sudjanto <benediktus_sudjanto@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
> To: [hidden email]
> Date: Wednesday, September 3, 2008, 5:26 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>    
>             kalau saya tiap hari juga ada waktu puasa:
>
> waktu tidur
>
> waktu buang air besar & kecil
>
> waktu disuruh dokter untuk puasa karena untuk test ke Lab
>
> waktu beraktifitas sexual (kadang sambil ngemil, batal deh!)
>
> waktu kerja (tak suka ngemil, tapi suka ngasap)
>
> waktu nyetir, jalan kaki, naik motor, naik sepeda
>
> dll banyak kok.
>
>
>
> lagipula puasanya bukan soal makan minum dan sexual, tapi puasa omong,
>
> nulis, nangis, tertawa, sedih, gembira dll, pokoknya rumit dah.
>
>
>
> kalau ditanya alasannya apa? wah tak bisa jawab karena tak memikirkan
>
> alasan dan tak memikirkan harus menjawab pertanyaan alasan.
>
>
>
> Salam puasa puas-2an,
>
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "Ramdan"
>
> <ramdan.ramdan@ ...> wrote:
>
> >
>
> > assalamu'alaikum teman-teman.
>
> >
>
> > sedang pada berpuasa kan..?
>
> > kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?
>
> > lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon ini..?"
>
> > apa jawabannya masih sama..?
>
> >
>
> > kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
>
> sudah niyat
>
> > untuk berpuasa pada hari ini.
>
> > dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang bertaqwa,
>
> seperti
>
> > yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa di
>
> bulan
>
> > Romadhon.
>
> >
>
> > kok beda..?
>
> > iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari terlarang.
>
> > tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-hari
>
> lain di
>
> > luar romadhon.
>
> > jadi jawabannya pun berbeda.
>
> > he he he...
>
> >
>
> > kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?
>
> >
>
> > salam...
>
> > ramdan
>
> > :-)
>
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

benediktus_sudjanto-3
In reply to this post by pku_zulona
kalau tidak puasa apakah untuk Allah juga?
mengapa untukmu diperlukan perintah untuk puasa?
apakah perlu pengorbanan untuk Tuhan?
apakah Tuhan dalam mengasihi kita, Tuhan juga puasa?

salam refleksi puasa,

--- In [hidden email], "pku_zulona"
<pku_zulona@...> wrote:

>
> Puasa adalah apa yang diperintahkan untukku.....
> Puasaku adalah untuk Allah...
> Bagi saya karena saya Yakin dan Percaya kepadaNya...dan saya hanya
> dapat mempersembahkan dengan melaksanakan apa yang
> diperintahkan........ sebagai wujud kecintaan saya sebagai hamba
> kepada Sang khaliq..sebagai yang dikasihi mempersembahkan kepada
> sumber kasih...sebagai percikan kepada sumberNya....atau sebagai zat
> kepada sumber zat.....maka saya jalani berpuasa dibulan yang
> ditentukan olehNya...
>
> Tidak penting alasan lain.....kecintaan/ mengasihi perlu
> pembuktian...inilah salah satu cara pembuktiannya.....
>
> anda mau berkorban untuk orang-orang yang anda cintai...? (silahkan
> jawab sendiri)
> Bila Tuhan yang engkau katakan engkau kasihi
> memerintahkanmu.....apakah engkau akan berpikir dua kali untuk
> melakukannya? atau perlukah engkau berpikir apa manfaatnya bagi
> dirimu dahulu?
> Apalagi bila engkau menyadari betapa Tuhanmu sangat mengasihimu....
>
> Salam Kasih,
> Lona
>
>
>
> --- In [hidden email], "M Ghiffary Soenredi"
> <mghiffary@> wrote:
> >
> > Sedikit membahas pertanyaan mas ramdan
> >
> > Kenapa berpuasa ada suratnya di QS 2:183
> >
> > "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
> sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
> bertakwa, "
> >
> > dan di tanya kenapa berpuasa di bulan ramadhan dan di tulis pula
> di QS 2:185 :
> >
> > "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan
> yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk
> bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
> pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa
> di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
> maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit
> atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
> berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari
> yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
> kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
> hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan
> kepadamu, supaya kamu bersyukur"
> >
> > itu kebetulan Al Quran yg menyatakan dan saya hanya
> menyampaikannya
> >
> > mudah2an berguna bagi saya dan semuanya
> >
> >
> > From: Ramdan
> > Sent: Wednesday, September 03, 2008 4:20 PM
> > To: Tb. Yusuf Hermansyah ; Gus dur ; 'wbharata' ; 'sunari' ;
> [hidden email] ; Spiritual-
> [hidden email] ; 'Verri DJ' ; Adam Permasha ; Dedi
> Supriadi ; M. Nasir ; Sudrajat ; 'Yusa' ; 'Nadjam' ; 'pram
> pambudi' ; 'Kajian Islam' ; qcdept@ ;
> yprastiawan@ ; 'Palgunadi' ; 'agussyafii'
> > Cc: [hidden email]
> > Subject: [Spiritual-Indonesia] alasan puasa.
> >
> >
> > assalamu'alaikum teman-teman.
> >
> > sedang pada berpuasa kan..?
> > kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...?" apa jawabannya..?
> > lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon
> ini..?"
> > apa jawabannya masih sama..?
> >
> > kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
> sudah niyat
> > untuk berpuasa pada hari ini.
> > dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang
> bertaqwa, seperti
> > yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa
> di bulan
> > Romadhon.
> >
> > kok beda..?
> > iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari-hari terlarang.
> > tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-
> hari lain di
> > luar romadhon.
> > jadi jawabannya pun berbeda.
> > he he he...
> >
> > kalo anda, bagaimana jawabannya..?
> >
> > salam...
> > ramdan
> > :-)
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

edy_pekalongan
In reply to this post by benediktus_sudjanto-3

alasan puasa saya karena sukarela....

sukarela artinya suka dan rela...

iklan rokok mengatakan :
enjoy aja !


salam,
edy
pekalongan
--- In [hidden email], "benediktus_sudjanto"
<benediktus_sudjanto@...> wrote:
>
> Uda Yul,
>
> trims ya Uda.
> soal puasa memuasakan diri, kita bisa lihat perawakan orang-2 dan
cara
> makan serta porsi makan nya.
> kalau perutnya buncit ria, mau dinamakan ahli puasa si ahli surga ya
> bagaimana gitu?
>
> lagi pula kenapa total-2 keperluan makan selama puasa kok secara
umum
> bertambah ya?
>
> soal puasa adalah soal pengendalian sehari-hari, soal kebiasaan
hidup
> saja.
>
> puasa dengan segala nuansa, puasa nafsu-2........
> ujian sesungguhnya justru waktu tidak puasa...barangkali puasa
adalah

> latihan saja
>
> tapi jangan puasa kata-2 di SI ya, kalau puasa ntar sepi deh.
>
> Salam puasa sepi alias rame saja,
>
>
> --- In [hidden email], tanjung yulhasnir
> <yulhasnir@> wrote:
> >
> > Mas Sudjanto,
> > Alasan puasa : "untuk menjadikan manusia menjadi orang-orang yang
> bisa mengendalikan hawa nafsunya baik lahir maupun batin, jadi kalau
> orang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya maka tidak perlu lagi
dia
> berpuasa" = "sudah lulus"
> > (Kitab Suci Yul : 50.03)
> >
> >
> > --- On Wed, 9/3/08, benediktus_sudjanto <benediktus_sudjanto@>
wrote:

> > From: benediktus_sudjanto <benediktus_sudjanto@>
> > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
> > To: [hidden email]
> > Date: Wednesday, September 3, 2008, 5:26 AM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >    
> >             kalau saya tiap hari juga ada waktu puasa:
> >
> > waktu tidur
> >
> > waktu buang air besar & kecil
> >
> > waktu disuruh dokter untuk puasa karena untuk test ke Lab
> >
> > waktu beraktifitas sexual (kadang sambil ngemil, batal deh!)
> >
> > waktu kerja (tak suka ngemil, tapi suka ngasap)
> >
> > waktu nyetir, jalan kaki, naik motor, naik sepeda
> >
> > dll banyak kok.
> >
> >
> >
> > lagipula puasanya bukan soal makan minum dan sexual, tapi puasa
omong,
> >
> > nulis, nangis, tertawa, sedih, gembira dll, pokoknya rumit dah.
> >
> >
> >
> > kalau ditanya alasannya apa? wah tak bisa jawab karena tak
memikirkan

> >
> > alasan dan tak memikirkan harus menjawab pertanyaan alasan.
> >
> >
> >
> > Salam puasa puas-2an,
> >
> >
> >
> > --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "Ramdan"
> >
> > <ramdan.ramdan@ ...> wrote:
> >
> > >
> >
> > > assalamu'alaikum teman-teman.
> >
> > >
> >
> > > sedang pada berpuasa kan..?
> >
> > > kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?
> >
> > > lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon
ini..?"

> >
> > > apa jawabannya masih sama..?
> >
> > >
> >
> > > kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
> >
> > sudah niyat
> >
> > > untuk berpuasa pada hari ini.
> >
> > > dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang
bertaqwa,
> >
> > seperti
> >
> > > yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad
berpuasa di

> >
> > bulan
> >
> > > Romadhon.
> >
> > >
> >
> > > kok beda..?
> >
> > > iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari
terlarang.
> >
> > > tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-
hari

> >
> > lain di
> >
> > > luar romadhon.
> >
> > > jadi jawabannya pun berbeda.
> >
> > > he he he...
> >
> > >
> >
> > > kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?
> >
> > >
> >
> > > salam...
> >
> > > ramdan
> >
> > > :-)
> >
> > >
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

benediktus_sudjanto-3
Nah Mas Edy, ini baru alasan sederhana, ceria dan pas.
Puasa karena enjoy saja, suka dan rela serta ingat makanan keripik dll
di rumah bu Joko yang enak sekali

Salam enak aja,

--- In [hidden email], "edy_pekalongan"
<edy_pekalongan@...> wrote:

>
>
> alasan puasa saya karena sukarela....
>
> sukarela artinya suka dan rela...
>
> iklan rokok mengatakan :
> enjoy aja !
>
>
> salam,
> edy
> pekalongan
> --- In [hidden email], "benediktus_sudjanto"
> <benediktus_sudjanto@> wrote:
> >
> > Uda Yul,
> >
> > trims ya Uda.
> > soal puasa memuasakan diri, kita bisa lihat perawakan orang-2 dan
> cara
> > makan serta porsi makan nya.
> > kalau perutnya buncit ria, mau dinamakan ahli puasa si ahli surga ya
> > bagaimana gitu?
> >
> > lagi pula kenapa total-2 keperluan makan selama puasa kok secara
> umum
> > bertambah ya?
> >
> > soal puasa adalah soal pengendalian sehari-hari, soal kebiasaan
> hidup
> > saja.
> >
> > puasa dengan segala nuansa, puasa nafsu-2........
> > ujian sesungguhnya justru waktu tidak puasa...barangkali puasa
> adalah
> > latihan saja
> >
> > tapi jangan puasa kata-2 di SI ya, kalau puasa ntar sepi deh.
> >
> > Salam puasa sepi alias rame saja,
> >
> >
> > --- In [hidden email], tanjung yulhasnir
> > <yulhasnir@> wrote:
> > >
> > > Mas Sudjanto,
> > > Alasan puasa : "untuk menjadikan manusia menjadi orang-orang yang
> > bisa mengendalikan hawa nafsunya baik lahir maupun batin, jadi kalau
> > orang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya maka tidak perlu lagi
> dia
> > berpuasa" = "sudah lulus"
> > > (Kitab Suci Yul : 50.03)
> > >
> > >
> > > --- On Wed, 9/3/08, benediktus_sudjanto <benediktus_sudjanto@>
> wrote:
> > > From: benediktus_sudjanto <benediktus_sudjanto@>
> > > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
> > > To: [hidden email]
> > > Date: Wednesday, September 3, 2008, 5:26 AM
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >    
> > >             kalau saya tiap hari juga ada waktu puasa:
> > >
> > > waktu tidur
> > >
> > > waktu buang air besar & kecil
> > >
> > > waktu disuruh dokter untuk puasa karena untuk test ke Lab
> > >
> > > waktu beraktifitas sexual (kadang sambil ngemil, batal deh!)
> > >
> > > waktu kerja (tak suka ngemil, tapi suka ngasap)
> > >
> > > waktu nyetir, jalan kaki, naik motor, naik sepeda
> > >
> > > dll banyak kok.
> > >
> > >
> > >
> > > lagipula puasanya bukan soal makan minum dan sexual, tapi puasa
> omong,
> > >
> > > nulis, nangis, tertawa, sedih, gembira dll, pokoknya rumit dah.
> > >
> > >
> > >
> > > kalau ditanya alasannya apa? wah tak bisa jawab karena tak
> memikirkan
> > >
> > > alasan dan tak memikirkan harus menjawab pertanyaan alasan.
> > >
> > >
> > >
> > > Salam puasa puas-2an,
> > >
> > >
> > >
> > > --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "Ramdan"
> > >
> > > <ramdan.ramdan@ ...> wrote:
> > >
> > > >
> > >
> > > > assalamu'alaikum teman-teman.
> > >
> > > >
> > >
> > > > sedang pada berpuasa kan..?
> > >
> > > > kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?
> > >
> > > > lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon
> ini..?"
> > >
> > > > apa jawabannya masih sama..?
> > >
> > > >
> > >
> > > > kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
> > >
> > > sudah niyat
> > >
> > > > untuk berpuasa pada hari ini.
> > >
> > > > dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang
> bertaqwa,
> > >
> > > seperti
> > >
> > > > yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad
> berpuasa di
> > >
> > > bulan
> > >
> > > > Romadhon.
> > >
> > > >
> > >
> > > > kok beda..?
> > >
> > > > iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari
> terlarang.
> > >
> > > > tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-
> hari
> > >
> > > lain di
> > >
> > > > luar romadhon.
> > >
> > > > jadi jawabannya pun berbeda.
> > >
> > > > he he he...
> > >
> > > >
> > >
> > > > kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?
> > >
> > > >
> > >
> > > > salam...
> > >
> > > > ramdan
> > >
> > > > :-)
> > >
> > > >
> > >
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: alasan puasa.

tanjung yulhasnir
In reply to this post by benediktus_sudjanto-3
Mas Sudjanto,
Jangankan pada bulan-bulan diluar ramadhan, pada bulan ramadhan saja banyak nafsu amarah dilakukan oleh orang-orang yang berpuasa (bayangkan apa yang akan dilakukan mereka diluar bulan ramadhan?), contoh mengobrak abrik orang yang jualan makanan pada siang hari, padahal makanan yang dijual itu adalah untuk orang-orang yang tidak diwajibkan berpuasa. Kalau hal itu dianggap mengganggu orang-orang yang puasa itu sama saja "kalau mau perang, musuh-musuhnya minta disingkirkan dulu karena saya lagi mau perang", harusnya biarkan saja kegiatan sehari-hari berjalan seperti biasa, kita harus tetap bisa berpuasa (misalnya tanpa harus menutup restoran,  tanpa mengubah jam kerja).
Salam, Yul


--- On Wed, 9/3/08, benediktus_sudjanto <[hidden email]> wrote:
From: benediktus_sudjanto <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
To: [hidden email]
Date: Wednesday, September 3, 2008, 6:08 AM










   
            Uda Yul,



trims ya Uda.

soal puasa memuasakan diri, kita bisa lihat perawakan orang-2 dan cara

makan serta porsi makan nya.

kalau perutnya buncit ria, mau dinamakan ahli puasa si ahli surga ya

bagaimana gitu?



lagi pula kenapa total-2 keperluan makan selama puasa kok secara umum

bertambah ya?



soal puasa adalah soal pengendalian sehari-hari, soal kebiasaan hidup

saja.



puasa dengan segala nuansa, puasa nafsu-2..... ...

ujian sesungguhnya justru waktu tidak puasa...barangkali puasa adalah

latihan saja



tapi jangan puasa kata-2 di SI ya, kalau puasa ntar sepi deh.



Salam puasa sepi alias rame saja,



--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, tanjung yulhasnir

<yulhasnir@. ..> wrote:

>

> Mas Sudjanto,

> Alasan puasa : "untuk menjadikan manusia menjadi orang-orang yang

bisa mengendalikan hawa nafsunya baik lahir maupun batin, jadi kalau

orang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya maka tidak perlu lagi dia

berpuasa" = "sudah lulus"

> (Kitab Suci Yul : 50.03)

>

>

> --- On Wed, 9/3/08, benediktus_sudjanto <benediktus_ sudjanto@ ...> wrote:

> From: benediktus_sudjanto <benediktus_ sudjanto@ ...>

> Subject: [Spiritual-Indonesi a] Re: alasan puasa.

> To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com

> Date: Wednesday, September 3, 2008, 5:26 AM

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>    

>             kalau saya tiap hari juga ada waktu puasa:

>

> waktu tidur

>

> waktu buang air besar & kecil

>

> waktu disuruh dokter untuk puasa karena untuk test ke Lab

>

> waktu beraktifitas sexual (kadang sambil ngemil, batal deh!)

>

> waktu kerja (tak suka ngemil, tapi suka ngasap)

>

> waktu nyetir, jalan kaki, naik motor, naik sepeda

>

> dll banyak kok.

>

>

>

> lagipula puasanya bukan soal makan minum dan sexual, tapi puasa omong,

>

> nulis, nangis, tertawa, sedih, gembira dll, pokoknya rumit dah.

>

>

>

> kalau ditanya alasannya apa? wah tak bisa jawab karena tak memikirkan

>

> alasan dan tak memikirkan harus menjawab pertanyaan alasan.

>

>

>

> Salam puasa puas-2an,

>

>

>

> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "Ramdan"

>

> <ramdan.ramdan@ ...> wrote:

>

> >

>

> > assalamu'alaikum teman-teman.

>

> >

>

> > sedang pada berpuasa kan..?

>

> > kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?

>

> > lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon ini..?"

>

> > apa jawabannya masih sama..?

>

> >

>

> > kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena

>

> sudah niyat

>

> > untuk berpuasa pada hari ini.

>

> > dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang bertaqwa,

>

> seperti

>

> > yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa di

>

> bulan

>

> > Romadhon.

>

> >

>

> > kok beda..?

>

> > iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari terlarang.

>

> > tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-hari

>

> lain di

>

> > luar romadhon.

>

> > jadi jawabannya pun berbeda.

>

> > he he he...

>

> >

>

> > kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?

>

> >

>

> > salam...

>

> > ramdan

>

> > :-)

>

> >

>




     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: alasan puasa.

Dodi Ramadhan
In reply to this post by pku_zulona
Salam,

Pernah saya bertanya...Ikhlas ga sih Tuhan menciptakan saya ini ?
Kalau Tuhan ikhlas,Lalu kenapa saya diberi larangan?Kenapa saya diberi perintah?

Semoga cinta Tuhan melebihi cinta Ibu saya terhadap saya...yang selalu menegor apabila saya berbuat kesalahan...tanpa harus menghukum saya.

Dan semoga Tuhan tidak berpamrih seperti Ibu saya yang telah membesarkan dan mendidik saya dari kecil sampai dewasa tanpa mengharapkan apa apa/tanpa pamrih.

Tuhan yang ideal menurut saya...
- Tidak butuh sesembahan
- Tidak butuh pujian
- Tidak butuh apapun
- Tidak butuh pembuktian cinta saya terhadap Nya

Dengan catatan, kalau memang "sosok Tuhan" itu sudah Maha Kaya..Maha Segalanya

Salam damai.

--- On Wed, 9/3/08, pku_zulona <[hidden email]> wrote:
From: pku_zulona <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
To: [hidden email]
Date: Wednesday, September 3, 2008, 3:06 AM










   
            Puasa adalah apa yang diperintahkan untukku.....

Puasaku adalah untuk Allah...

Bagi saya karena saya Yakin dan Percaya kepadaNya... dan saya hanya

dapat mempersembahkan dengan melaksanakan apa yang

diperintahkan. ....... sebagai wujud kecintaan saya sebagai hamba

kepada Sang khaliq..sebagai yang dikasihi mempersembahkan kepada

sumber kasih...sebagai percikan kepada sumberNya... .atau sebagai zat

kepada sumber zat.....maka saya jalani berpuasa dibulan yang

ditentukan olehNya...



Tidak penting alasan lain.....kecintaan/ mengasihi perlu

pembuktian.. .inilah salah satu cara pembuktiannya. ....



anda mau berkorban untuk orang-orang yang anda cintai...? (silahkan

jawab sendiri)

Bila Tuhan yang engkau katakan engkau kasihi

memerintahkanmu. ....apakah engkau akan berpikir dua kali untuk

melakukannya? atau perlukah engkau berpikir apa manfaatnya bagi

dirimu dahulu?

Apalagi bila engkau menyadari betapa Tuhanmu sangat mengasihimu. ...



Salam Kasih,

Lona



--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "M Ghiffary Soenredi"

<mghiffary@. ..> wrote:

>

> Sedikit membahas pertanyaan mas ramdan

>

> Kenapa berpuasa ada suratnya di QS 2:183

>

> "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa

sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu

bertakwa, "

>

> dan di tanya kenapa berpuasa di bulan ramadhan dan di tulis pula

di QS 2:185 :

>

> "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan

yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk

bagi manusia dan penjelasan-penjelas an mengenai petunjuk itu dan

pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa

di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,

maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit

atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya

berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari

yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki

kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan

hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan

kepadamu, supaya kamu bersyukur"

>

> itu kebetulan Al Quran yg menyatakan dan saya hanya

menyampaikannya

>

> mudah2an berguna bagi saya dan semuanya

>

>

> From: Ramdan

> Sent: Wednesday, September 03, 2008 4:20 PM

> To: Tb. Yusuf Hermansyah ; Gus dur ; 'wbharata' ; 'sunari' ;

BeCeKa@yahoogroups. com ; Spiritual-

Indonesia@yahoogrou ps.com ; 'Verri DJ' ; Adam Permasha ; Dedi

Supriadi ; M. Nasir ; Sudrajat ; 'Yusa' ; 'Nadjam' ; 'pram

pambudi' ; 'Kajian Islam' ; qcdept@... ;

yprastiawan@ ... ; 'Palgunadi' ; 'agussyafii'

> Cc: TNashuha-II@ googlegroups. com

> Subject: [Spiritual-Indonesi a] alasan puasa.

>

>

> assalamu'alaikum teman-teman.

>

> sedang pada berpuasa kan..?

> kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?

> lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon

ini..?"

> apa jawabannya masih sama..?

>

> kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena

sudah niyat

> untuk berpuasa pada hari ini.

> dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang

bertaqwa, seperti

> yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa

di bulan

> Romadhon.

>

> kok beda..?

> iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari terlarang.

> tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-

hari lain di

> luar romadhon.

> jadi jawabannya pun berbeda.

> he he he...

>

> kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?

>

> salam...

> ramdan

> :-)

>




     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

benediktus_sudjanto-3
Mas Dodi,

Nah itu baru betul.
Manusia adalah gambaran Tuhan, jadi mau milih gambar manusia yang mana?
Gambaran Tuhan melalui Ibu sudah pas.
Makanya Tuhan pasti selalu lebih baik dari semua kebaikan Ibu-2
didunia ini.
Kalau gambaran yang diambil adalah gambaran preman ya memang hidup
jadi susah sendiri.

Salam milih gambaran yang pas deh,
sudjanto

--- In [hidden email], Dodi Ramadhan <ark4an@...>
wrote:
>
> Salam,
>
> Pernah saya bertanya...Ikhlas ga sih Tuhan menciptakan saya ini ?
> Kalau Tuhan ikhlas,Lalu kenapa saya diberi larangan?Kenapa saya
diberi perintah?
>
> Semoga cinta Tuhan melebihi cinta Ibu saya terhadap saya...yang
selalu menegor apabila saya berbuat kesalahan...tanpa harus menghukum
saya.
>
> Dan semoga Tuhan tidak berpamrih seperti Ibu saya yang telah
membesarkan dan mendidik saya dari kecil sampai dewasa tanpa
mengharapkan apa apa/tanpa pamrih.
>
> Tuhan yang ideal menurut saya...
> - Tidak butuh sesembahan
> - Tidak butuh pujian
> - Tidak butuh apapun
> - Tidak butuh pembuktian cinta saya terhadap Nya
>
> Dengan catatan, kalau memang "sosok Tuhan" itu sudah Maha Kaya..Maha
Segalanya

>
> Salam damai.
>
> --- On Wed, 9/3/08, pku_zulona <pku_zulona@...> wrote:
> From: pku_zulona <pku_zulona@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: alasan puasa.
> To: [hidden email]
> Date: Wednesday, September 3, 2008, 3:06 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>    
>             Puasa adalah apa yang diperintahkan untukku.....
>
> Puasaku adalah untuk Allah...
>
> Bagi saya karena saya Yakin dan Percaya kepadaNya... dan saya hanya
>
> dapat mempersembahkan dengan melaksanakan apa yang
>
> diperintahkan. ....... sebagai wujud kecintaan saya sebagai hamba
>
> kepada Sang khaliq..sebagai yang dikasihi mempersembahkan kepada
>
> sumber kasih...sebagai percikan kepada sumberNya... .atau sebagai zat
>
> kepada sumber zat.....maka saya jalani berpuasa dibulan yang
>
> ditentukan olehNya...
>
>
>
> Tidak penting alasan lain.....kecintaan/ mengasihi perlu
>
> pembuktian.. .inilah salah satu cara pembuktiannya. ....
>
>
>
> anda mau berkorban untuk orang-orang yang anda cintai...? (silahkan
>
> jawab sendiri)
>
> Bila Tuhan yang engkau katakan engkau kasihi
>
> memerintahkanmu. ....apakah engkau akan berpikir dua kali untuk
>
> melakukannya? atau perlukah engkau berpikir apa manfaatnya bagi
>
> dirimu dahulu?
>
> Apalagi bila engkau menyadari betapa Tuhanmu sangat mengasihimu. ...
>
>
>
> Salam Kasih,
>
> Lona
>
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "M Ghiffary Soenredi"
>
> <mghiffary@ ..> wrote:
>
> >
>
> > Sedikit membahas pertanyaan mas ramdan
>
> >
>
> > Kenapa berpuasa ada suratnya di QS 2:183
>
> >
>
> > "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
>
> sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
>
> bertakwa, "
>
> >
>
> > dan di tanya kenapa berpuasa di bulan ramadhan dan di tulis pula
>
> di QS 2:185 :
>
> >
>
> > "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan
>
> yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk
>
> bagi manusia dan penjelasan-penjelas an mengenai petunjuk itu dan
>
> pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa
>
> di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
>
> maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit
>
> atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
>
> berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari
>
> yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
>
> kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
>
> hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan
>
> kepadamu, supaya kamu bersyukur"
>
> >
>
> > itu kebetulan Al Quran yg menyatakan dan saya hanya
>
> menyampaikannya
>
> >
>
> > mudah2an berguna bagi saya dan semuanya
>
> >
>
> >
>
> > From: Ramdan
>
> > Sent: Wednesday, September 03, 2008 4:20 PM
>
> > To: Tb. Yusuf Hermansyah ; Gus dur ; 'wbharata' ; 'sunari' ;
>
> BeCeKa@yahoogroups. com ; Spiritual-
>
> Indonesia@yahoogrou ps.com ; 'Verri DJ' ; Adam Permasha ; Dedi
>
> Supriadi ; M. Nasir ; Sudrajat ; 'Yusa' ; 'Nadjam' ; 'pram
>
> pambudi' ; 'Kajian Islam' ; qcdept@ ;
>
> yprastiawan@ ... ; 'Palgunadi' ; 'agussyafii'
>
> > Cc: TNashuha-II@ googlegroups. com
>
> > Subject: [Spiritual-Indonesi a] alasan puasa.
>
> >
>
> >
>
> > assalamu'alaikum teman-teman.
>
> >
>
> > sedang pada berpuasa kan..?
>
> > kalo saya tanya; "kenapa berpuasa...? " apa jawabannya.. ?
>
> > lalu, kalo saya tanya lagi; "kenapa berpuasa di bulan romadhon
>
> ini..?"
>
> > apa jawabannya masih sama..?
>
> >
>
> > kalo saya sendiri untuk pertanyaan pertama akan menjawab; karena
>
> sudah niyat
>
> > untuk berpuasa pada hari ini.
>
> > dan untuk pertanyaan kedua, jawabannya: agar menjadi orang
>
> bertaqwa, seperti
>
> > yang diharapkan oleh Alloh ketika menyuruh umat Muhammad berpuasa
>
> di bulan
>
> > Romadhon.
>
> >
>
> > kok beda..?
>
> > iya. berpuasa bisa kapan saja. asalkan jangandihari- hari terlarang.
>
> > tetapi berpuasa di bulan romadhon, lain dengan berpuasa di hari-
>
> hari lain di
>
> > luar romadhon.
>
> > jadi jawabannya pun berbeda.
>
> > he he he...
>
> >
>
> > kalo anda, bagaimana jawabannya.. ?
>
> >
>
> > salam...
>
> > ramdan
>
> > :-)
>
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: alasan puasa.

Mas Dipo
In reply to this post by Ramdan
Mas Dodi,
Bahkan jika kekayaan Tuhan diambil semua oleh manusiapun, tidak akan secuilpun kekayaan Tuhan berkurang!
Salam, dipo

----- Original Message ----
From: Dodi Ramadhan <[hidden email]>


Salam,

Pernah saya bertanya...Ikhlas ga sih Tuhan menciptakan saya ini ?
Kalau Tuhan ikhlas,Lalu kenapa saya diberi larangan?Kenapa saya diberi perintah?

Semoga cinta Tuhan melebihi cinta Ibu saya terhadap saya...yang selalu menegor apabila saya berbuat kesalahan... tanpa harus menghukum saya.

Dan semoga Tuhan tidak berpamrih seperti Ibu saya yang telah membesarkan dan mendidik saya dari kecil sampai dewasa tanpa mengharapkan apa apa/tanpa pamrih.

Tuhan yang ideal menurut saya...
- Tidak butuh sesembahan
- Tidak butuh pujian
- Tidak butuh apapun
- Tidak butuh pembuktian cinta saya terhadap Nya

Dengan catatan, kalau memang "sosok Tuhan" itu sudah Maha Kaya..Maha Segalanya

Salam damai.


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

Mochlas Hendra
In reply to this post by benediktus_sudjanto-3
Puasa itu kewajiban bagi kaum muslimin. Jadi yang bukan muslim sdh
pasti tidak wajib. Jadi bukan masalah enjoy atau tidak enjoy dalam
menjalankan puasa lho. Mestinya segala sesuatu yang berbau agama harus
dicermati secara seksama dan berdasarkan kaidah-kaidah agama. Jadi hal
ini tidak bisa ditafsirkan secara akal. Thanks

Hendra

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: alasan puasa.

benediktus_sudjanto-3
Mencermati secara seksama tentu dengan akal.
Kalau akal tak dipakai tentu semuanya bisa jadi wajib karena ada yang
mewajibkan dan pihak yang mewajibkan tentu memakai akal untuk
mengakali yang tak memakai akalnya.

--- In [hidden email], "hendramochlas"
<hendramochlas@...> wrote:
>
> Puasa itu kewajiban bagi kaum muslimin. Jadi yang bukan muslim sdh
> pasti tidak wajib. Jadi bukan masalah enjoy atau tidak enjoy dalam
> menjalankan puasa lho. Mestinya segala sesuatu yang berbau agama harus
> dicermati secara seksama dan berdasarkan kaidah-kaidah agama. Jadi hal
> ini tidak bisa ditafsirkan secara akal. Thanks
>
> Hendra
>


12345
Loading...