Quantcast

Bersyukurlah !

classic Classic list List threaded Threaded
3 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bersyukurlah !

yusa nugroho
Kyai Munif Zuhri - Ponpes Giri Kusumo, Mranggen - Demak :



(Dalam acara pembacaan rotib Alatas dan maulid ad-Diba'i di rumah Alhabib Abdurrahman bin Ja'far Barakbah, Jl. Mlatiharjo Semarang)

 

Ada pertanyaan apa yang didapat dari maulid semacam ini? Di maulid seperti ini, barokah majlis sangat banyak yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kita tentu merasakan keagungan dari pembacaan maulid ini, siapa yang benar-benar khusyuk maka Rasul Saw akan hadir bersama kita.

 

Lalu siapa kita? Kita adalah hamba-Nya! Hamba itu bagaimana? Hamba itu wajib bersyukur atas segala yang dikaruniakan oleh Allah Swt. Barang siapa bersyukur kepada Alah Swt maka akan ditambah nikmat oleh Allah Swt dan barang siapa tidak bersyukur kepada Allah Swt maka akan dikurangi nikmat-Nya. Sekarang ini banyak orang yang pintar berbicara, pintar di mulut saja, tidak pintar hatinya. Manusia yang seperti ini hanya pandai bicara tapi tidak pandai mengamalkan, maka apa yang dia bicarakan tidak akan didengar oleh orang lain.

 

Ada sebuah cerita jaman dulu ada seorang kyai didatangi oleh seorang ibu-ibu minta tolong agar kyai menasehati anak ibu tersebut untuk berhenti makan permen, sebab meski disuruh ibunya si anak tetap tidak mau berhenti juga. Si kyai menyanggupi tapi ibu itu disuruh datang 3 hari lagi. Sesudah 3 hari ibu itu datang lagi, kyai lalu menasehati si anak,

 

"Le, ojo maem permen meneh, mundhak marak i untumu gigis, nek untumu gigis ngko ilang nggantengmu!" (Dik, jangan makan permen lagi ya, gigimu nanti rusak nah kalau gigimu rusak nanti hilang cakepmu!")

 

Sudah itu saja nasehat beliau, ibu dan anak itu lalu pulang. Dan benar, si anak tidak lagi makan permen sama sekali. Dengan keheranan si ibu balik lagi ke kyai dan bertanya kenapa anaknya langsung berubah total seperti itu setelah dinasehati oleh si kyai? Dijawab oleh sang kyai bahwa 3 hari yang lalu ketika ibu dan anak itu datang, kyai tersebut masih suka makan permen. Kyai itu janji dalam 3 hari akan berhenti makan permen demi menasehati anak ibu itu. Sesudah kyai bisa berhenti makan permen, beliau akan menasehati anak tersebut. Si kyai tidak mau menasehati yang beliau tidak melakukan apa yang beliau nasehatkan.

 

Dengan mengamalkan terlebih dulu suatu perkara sebelum kita nasehatkan akan membuat apa yang kita nasehatkan itu didengar dan dilakukan oleh mereka.

 

Jaman sekarang siapa orang yang seperti Rasul Saw? Sangat sedikit! Barang siapa bertaqwa kepada Allah Swt maka bumi dan segala isinya akan dibuka untuknya, tapi barang siapa tidak bertaqwa maka berbagai maksiat akan menimpa mereka.

 

Semua anggota badan kita seperti mata, hidung, telinga, tangan, kaki dsb adalah merupakan masyarakat dari negara diri kita sendiri. Kalau mereka (masyarakat negara diri kita = anggota badan kita) diajak taat kepada Allah Swt lalu taat pada Rasulullah Saw, maka Allah Swt akan mengkaruniakan berbagai nikmat-Nya untuk mereka.

 

Syukuri apa yang Allah Swt karuniakan kepada kita. Kita punya mobil seperti apapun harus disyukuri kita masih bisa nyaman naik mobil. Kita punya rumah seperti apapun harus disyukuri kita bisa berteduh di bawahnya saat hujan dan terik panas matahari. Syukuri manfaat dari apa yang kita punya meski secara kualitas dan kuantitas pas-pasan. Yang terpenting adalah manfaat dari barang yang kita punya. Kerja kita jauh tapi alhamdulillah ada sepeda, ada motor, ada mobil, ada angkot dsb jadi masih terkurangi rasa capek kita. Jangan selalu merasa kurang! Orang yang seperti ini berarti dia sudah tahu Allah Swt.

 

Seandainya kita punya suatu barang yang banyak jumlahnya tapi secara kualitas sedang-sedang saja, ketika lalu kita ditawari suatu barang sangat bagus istimewa oleh orang lain untuk kita terima sebagai hadiah, mana yang kita pilih? Barang bagus atau barang yang sedang-sedang saja? Sudah tentu kita memilih barang yang bagus itu!

 

Allah Swt adalah Maha Istimewa, ketika kita ditawari yang Maha Istimewa maka seharusnya kita memilih Allah Swt. Barang siapa sudah ketemu dengan Allah Swt maka mereka akan merasa cukup dengan itu, mereka akan merasa cukup dengan apa yang mereka punya dan mereka tidak ingin lagi yang lain.

www.majlismajlas.blogspot.com
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Bersyukurlah !

ishwar house

Mas Yus ,

cerita soal permen adalah adaptasi belaka...

bukan Kyai tapi Mahatma Gandhi, bukan jaman dulu ..tapi ada masanya,
saat MG masih hidup. Dengan case yang berbeda tentunya dan bukan
permen. Dan si Kyai itu ngarang abiizz..bagaimana denga permen 1 biji
dalam 3 hari bisa buat gigi rusak ? khan sudah ada Close UP or
pepsodent ..ckckckck..halah halah ..
Nah nie contoh yang kurang mendidik karena akan menimbulkan banyak
pertanyaan yang malah mengundang analogi yang ga karu karuan..
I think...

when u start to listen to anybody else , use what God already give it
to u - It is A Big Karunia...Really Realy BIG...which is
Intelectuality..

yawdah,Enjoy ajah dink !

salam,
hanie

--- In [hidden email], "Yusa" <yusa.nugroho@...>
wrote:
>
> Kyai Munif Zuhri - Ponpes Giri Kusumo, Mranggen - Demak :
>
>
>
> (Dalam acara pembacaan rotib Alatas dan maulid ad-Diba'i di rumah
Alhabib Abdurrahman bin Ja'far Barakbah, Jl. Mlatiharjo Semarang)
>
>  
>
> Ada pertanyaan apa yang didapat dari maulid semacam ini? Di maulid
seperti ini, barokah majlis sangat banyak yang tidak bisa dilihat
dengan mata telanjang. Kita tentu merasakan keagungan dari pembacaan
maulid ini, siapa yang benar-benar khusyuk maka Rasul Saw akan hadir
bersama kita.
>
>  
>
> Lalu siapa kita? Kita adalah hamba-Nya! Hamba itu bagaimana? Hamba
itu wajib bersyukur atas segala yang dikaruniakan oleh Allah Swt.
Barang siapa bersyukur kepada Alah Swt maka akan ditambah nikmat oleh
Allah Swt dan barang siapa tidak bersyukur kepada Allah Swt maka akan
dikurangi nikmat-Nya. Sekarang ini banyak orang yang pintar
berbicara, pintar di mulut saja, tidak pintar hatinya. Manusia yang
seperti ini hanya pandai bicara tapi tidak pandai mengamalkan, maka
apa yang dia bicarakan tidak akan didengar oleh orang lain.
>
>  
>
> Ada sebuah cerita jaman dulu ada seorang kyai didatangi oleh
seorang ibu-ibu minta tolong agar kyai menasehati anak ibu tersebut
untuk berhenti makan permen, sebab meski disuruh ibunya si anak tetap
tidak mau berhenti juga. Si kyai menyanggupi tapi ibu itu disuruh
datang 3 hari lagi. Sesudah 3 hari ibu itu datang lagi, kyai lalu
menasehati si anak,
>
>  
>
> "Le, ojo maem permen meneh, mundhak marak i untumu gigis, nek
untumu gigis ngko ilang nggantengmu!" (Dik, jangan makan permen lagi
ya, gigimu nanti rusak nah kalau gigimu rusak nanti hilang cakepmu!")
>
>  
>
> Sudah itu saja nasehat beliau, ibu dan anak itu lalu pulang. Dan
benar, si anak tidak lagi makan permen sama sekali. Dengan keheranan
si ibu balik lagi ke kyai dan bertanya kenapa anaknya langsung
berubah total seperti itu setelah dinasehati oleh si kyai? Dijawab
oleh sang kyai bahwa 3 hari yang lalu ketika ibu dan anak itu datang,
kyai tersebut masih suka makan permen. Kyai itu janji dalam 3 hari
akan berhenti makan permen demi menasehati anak ibu itu. Sesudah kyai
bisa berhenti makan permen, beliau akan menasehati anak tersebut. Si
kyai tidak mau menasehati yang beliau tidak melakukan apa yang beliau
nasehatkan.
>
>  
>
> Dengan mengamalkan terlebih dulu suatu perkara sebelum kita
nasehatkan akan membuat apa yang kita nasehatkan itu didengar dan
dilakukan oleh mereka.
>
>  
>
> Jaman sekarang siapa orang yang seperti Rasul Saw? Sangat sedikit!
Barang siapa bertaqwa kepada Allah Swt maka bumi dan segala isinya
akan dibuka untuknya, tapi barang siapa tidak bertaqwa maka berbagai
maksiat akan menimpa mereka.
>
>  
>
> Semua anggota badan kita seperti mata, hidung, telinga, tangan,
kaki dsb adalah merupakan masyarakat dari negara diri kita sendiri.
Kalau mereka (masyarakat negara diri kita = anggota badan kita)
diajak taat kepada Allah Swt lalu taat pada Rasulullah Saw, maka
Allah Swt akan mengkaruniakan berbagai nikmat-Nya untuk mereka.
>
>  
>
> Syukuri apa yang Allah Swt karuniakan kepada kita. Kita punya mobil
seperti apapun harus disyukuri kita masih bisa nyaman naik mobil.
Kita punya rumah seperti apapun harus disyukuri kita bisa berteduh di
bawahnya saat hujan dan terik panas matahari. Syukuri manfaat dari
apa yang kita punya meski secara kualitas dan kuantitas pas-pasan.
Yang terpenting adalah manfaat dari barang yang kita punya. Kerja
kita jauh tapi alhamdulillah ada sepeda, ada motor, ada mobil, ada
angkot dsb jadi masih terkurangi rasa capek kita. Jangan selalu
merasa kurang! Orang yang seperti ini berarti dia sudah tahu Allah
Swt.
>
>  
>
> Seandainya kita punya suatu barang yang banyak jumlahnya tapi
secara kualitas sedang-sedang saja, ketika lalu kita ditawari suatu
barang sangat bagus istimewa oleh orang lain untuk kita terima
sebagai hadiah, mana yang kita pilih? Barang bagus atau barang yang
sedang-sedang saja? Sudah tentu kita memilih barang yang bagus itu!
>
>  
>
> Allah Swt adalah Maha Istimewa, ketika kita ditawari yang Maha
Istimewa maka seharusnya kita memilih Allah Swt. Barang siapa sudah
ketemu dengan Allah Swt maka mereka akan merasa cukup dengan itu,
mereka akan merasa cukup dengan apa yang mereka punya dan mereka
tidak ingin lagi yang lain.
>
> www.majlismajlas.blogspot.com
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Bersyukurlah !

benediktus_sudjanto-2

Mbak,

Banyak cerita yang adaptasi karena mau cerita sendiri yang pantas mungkin tak ada, makanya saya lebih suka langsung ke kitab yang dianggap suci, dan setelah membaca maka saya berkesimpulan bahwa kitab itu tidak suci lagipula tak ada yang pantas dicontoh oleh seorang manusia. Saya hanya heran saja, kenapa orang yang mengaku membaca tidak mengerti dengan sepatutnya.

Salam heran yang belum habis,

ishwar.house wrote:


Mas Yus ,

cerita soal permen adalah adaptasi belaka...

bukan Kyai tapi Mahatma Gandhi, bukan jaman dulu ..tapi ada masanya,
saat MG masih hidup. Dengan case yang berbeda tentunya dan bukan
permen. Dan si Kyai itu ngarang abiizz..bagaimana denga permen 1 biji
dalam 3 hari bisa buat gigi rusak ? khan sudah ada Close UP or
pepsodent ..ckckckck..halah halah ..
Nah nie contoh yang kurang mendidik karena akan menimbulkan banyak
pertanyaan yang malah mengundang analogi yang ga karu karuan..
I think...

when u start to listen to anybody else , use what God already give it
to u - It is A Big Karunia...Really Realy BIG...which is
Intelectuality..

yawdah,Enjoy ajah dink !

salam,
hanie

--- In [hidden email], "Yusa" <yusa.nugroho@...>
wrote:
>
> Kyai Munif Zuhri - Ponpes Giri Kusumo, Mranggen - Demak :
>
>
>
> (Dalam acara pembacaan rotib Alatas dan maulid ad-Diba'i di rumah
Alhabib Abdurrahman bin Ja'far Barakbah, Jl. Mlatiharjo Semarang)
>
>
>
> Ada pertanyaan apa yang didapat dari maulid semacam ini? Di maulid
seperti ini, barokah majlis sangat banyak yang tidak bisa dilihat
dengan mata telanjang. Kita tentu merasakan keagungan dari pembacaan
maulid ini, siapa yang benar-benar khusyuk maka Rasul Saw akan hadir
bersama kita.
>
>
>
> Lalu siapa kita? Kita adalah hamba-Nya! Hamba itu bagaimana? Hamba
itu wajib bersyukur atas segala yang dikaruniakan oleh Allah Swt.
Barang siapa bersyukur kepada Alah Swt maka akan ditambah nikmat oleh
Allah Swt dan barang siapa tidak bersyukur kepada Allah Swt maka akan
dikurangi nikmat-Nya. Sekarang ini banyak orang yang pintar
berbicara, pintar di mulut saja, tidak pintar hatinya. Manusia yang
seperti ini hanya pandai bicara tapi tidak pandai mengamalkan, maka
apa yang dia bicarakan tidak akan didengar oleh orang lain.
>
>
>
> Ada sebuah cerita jaman dulu ada seorang kyai didatangi oleh
seorang ibu-ibu minta tolong agar kyai menasehati anak ibu tersebut
untuk berhenti makan permen, sebab meski disuruh ibunya si anak tetap
tidak mau berhenti juga. Si kyai menyanggupi tapi ibu itu disuruh
datang 3 hari lagi. Sesudah 3 hari ibu itu datang lagi, kyai lalu
menasehati si anak,
>
>
>
> "Le, ojo maem permen meneh, mundhak marak i untumu gigis, nek
untumu gigis ngko ilang nggantengmu!" (Dik, jangan makan permen lagi
ya, gigimu nanti rusak nah kalau gigimu rusak nanti hilang cakepmu!")
>
>
>
> Sudah itu saja nasehat beliau, ibu dan anak itu lalu pulang. Dan
benar, si anak tidak lagi makan permen sama sekali. Dengan keheranan
si ibu balik lagi ke kyai dan bertanya kenapa anaknya langsung
berubah total seperti itu setelah dinasehati oleh si kyai? Dijawab
oleh sang kyai bahwa 3 hari yang lalu ketika ibu dan anak itu datang,
kyai tersebut masih suka makan permen. Kyai itu janji dalam 3 hari
akan berhenti makan permen demi menasehati anak ibu itu. Sesudah kyai
bisa berhenti makan permen, beliau akan menasehati anak tersebut. Si
kyai tidak mau menasehati yang beliau tidak melakukan apa yang beliau
nasehatkan.
>
>
>
> Dengan mengamalkan terlebih dulu suatu perkara sebelum kita
nasehatkan akan membuat apa yang kita nasehatkan itu didengar dan
dilakukan oleh mereka.
>
>
>
> Jaman sekarang siapa orang yang seperti Rasul Saw? Sangat sedikit!
Barang siapa bertaqwa kepada Allah Swt maka bumi dan segala isinya
akan dibuka untuknya, tapi barang siapa tidak bertaqwa maka berbagai
maksiat akan menimpa mereka.
>
>
>
> Semua anggota badan kita seperti mata, hidung, telinga, tangan,
kaki dsb adalah merupakan masyarakat dari negara diri kita sendiri.
Kalau mereka (masyarakat negara diri kita = anggota badan kita)
diajak taat kepada Allah Swt lalu taat pada Rasulullah Saw, maka
Allah Swt akan mengkaruniakan berbagai nikmat-Nya untuk mereka.
>
>
>
> Syukuri apa yang Allah Swt karuniakan kepada kita. Kita punya mobil
seperti apapun harus disyukuri kita masih bisa nyaman naik mobil.
Kita punya rumah seperti apapun harus disyukuri kita bisa berteduh di
bawahnya saat hujan dan terik panas matahari. Syukuri manfaat dari
apa yang kita punya meski secara kualitas dan kuantitas pas-pasan.
Yang terpenting adalah manfaat dari barang yang kita punya. Kerja
kita jauh tapi alhamdulillah ada sepeda, ada motor, ada mobil, ada
angkot dsb jadi masih terkurangi rasa capek kita. Jangan selalu
merasa kurang! Orang yang seperti ini berarti dia sudah tahu Allah
Swt.
>
>
>
> Seandainya kita punya suatu barang yang banyak jumlahnya tapi
secara kualitas sedang-sedang saja, ketika lalu kita ditawari suatu
barang sangat bagus istimewa oleh orang lain untuk kita terima
sebagai hadiah, mana yang kita pilih? Barang bagus atau barang yang
sedang-sedang saja? Sudah tentu kita memilih barang yang bagus itu!
>
>
>
> Allah Swt adalah Maha Istimewa, ketika kita ditawari yang Maha
Istimewa maka seharusnya kita memilih Allah Swt. Barang siapa sudah
ketemu dengan Allah Swt maka mereka akan merasa cukup dengan itu,
mereka akan merasa cukup dengan apa yang mereka punya dan mereka
tidak ingin lagi yang lain.
>
> www.majlismajlas.blogspot.com
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Find balance

between nutrition,

activity & well-being.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

Discover photos

and scrapbooking

groups in the

Familyographer Zone

.

__,_._,___
Loading...