Quantcast

Olah roso

classic Classic list List threaded Threaded
10 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Olah roso

Sony H. Waluyo
Olah roso

 

Manusia harus belajar membaca berbagai jenis energi. Mereka harus belajar
menggunakan lebih banyak indera lain selain indera mata, telinga, hidung,
mulut dan sebagianya dalam mempersepsikan realitas. Kami telah menyampaikan
bahwa mata, telinga, hidung, mulut dan indera peraba adalah alat penyamaran
realitas. Indera-indera itu mengunci realitas di dalamnya. Kamu mengira
bahwa kamu mepersepsikan realitas dengan indera-indera ini, padahal
indera-indera itu justru membatasi persepsimu tentang realitas. Kamu telah
dilatih sejak masih kecil untuk mengandalkan mata, telinga, hidung, mulut
dan indera peraba dalam memaknai pengalaman. Saat ini kamu perlu
mengandalkan bentuk-bentuk penginderaan lain untuk memaknai pengalaman.
Salah satu bentuk yang tidak kamu perhitungkan adalah perasaan. Perasaan ---
yang merupakan diri yang penuh pengetahuan, yang intuitif dan yang memiliki
kepekaan psikis telah dibekukan oleh kontrol frekuensi di planet ini
sehingga tidak seorangpun darimu yang menemukan pengetahuan sendiri dan
menemukan cara sendiri dalam penggunaan intusi, maka kamu tidak dapat
dikontrol. (Pleiadian Message)

 

 

 

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

hera_gls20
Yang paling baik adalah imbang antara intuisi dan rasa :)
Orang yg cerdas membaca situasi, menyelesaikan masalah, memiliki ambisi, visi , misi dan rencana masa depan yang matang, belum tentu berhasil jika tidak di imbangi dengan rasa.

Karena jadinya pasti semena2, mau menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak menghargai orang lain.

Contohnya si ws.

Orang bilang apa adanya, tapi itu adalah kedok belaka :) karena biasanya orang seperti itu punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta.

Benernya yang asyik adalah ditengah2 aja.

Balance.

Yang tau tidak merasa sok tau dan yang tidak tau juga tidak berhenti untuk belajar mencari tau.


salam,
-hera-



--- In [hidden email], "Sony H Waluyo" <asonyhw@...> wrote:

>
> Olah roso
>
>  
>
> Manusia harus belajar membaca berbagai jenis energi. Mereka harus belajar
> menggunakan lebih banyak indera lain selain indera mata, telinga, hidung,
> mulut dan sebagianya dalam mempersepsikan realitas. Kami telah menyampaikan
> bahwa mata, telinga, hidung, mulut dan indera peraba adalah alat penyamaran
> realitas. Indera-indera itu mengunci realitas di dalamnya. Kamu mengira
> bahwa kamu mepersepsikan realitas dengan indera-indera ini, padahal
> indera-indera itu justru membatasi persepsimu tentang realitas. Kamu telah
> dilatih sejak masih kecil untuk mengandalkan mata, telinga, hidung, mulut
> dan indera peraba dalam memaknai pengalaman. Saat ini kamu perlu
> mengandalkan bentuk-bentuk penginderaan lain untuk memaknai pengalaman.
> Salah satu bentuk yang tidak kamu perhitungkan adalah perasaan. Perasaan ---
> yang merupakan diri yang penuh pengetahuan, yang intuitif dan yang memiliki
> kepekaan psikis telah dibekukan oleh kontrol frekuensi di planet ini
> sehingga tidak seorangpun darimu yang menemukan pengetahuan sendiri dan
> menemukan cara sendiri dalam penggunaan intusi, maka kamu tidak dapat
> dikontrol. (Pleiadian Message)
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

wawan-3
lebih parah lagi kamu munafik...
bilang sudah menendang saya di milis ini...

tapi pada kenyataannya ....
masih suka kirim sms ke saya...
tapi aku sih liatnya kamu perempuan munafik...

jadi sorry yah...gak pernah tak balas...

wanita nggak ada harganya sih....


--- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@...> wrote:

>
> Yang paling baik adalah imbang antara intuisi dan rasa :)
> Orang yg cerdas membaca situasi, menyelesaikan masalah, memiliki ambisi, visi , misi dan rencana masa depan yang matang, belum tentu berhasil jika tidak di imbangi dengan rasa.
>
> Karena jadinya pasti semena2, mau menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak menghargai orang lain.
>
> Contohnya si ws.
>
> Orang bilang apa adanya, tapi itu adalah kedok belaka :) karena biasanya orang seperti itu punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta.
>
> Benernya yang asyik adalah ditengah2 aja.
>
> Balance.
>
> Yang tau tidak merasa sok tau dan yang tidak tau juga tidak berhenti untuk belajar mencari tau.
>
>
> salam,
> -hera-
>
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

wawan-3
In reply to this post by hera_gls20

lagian yang menulis thread awal dan si munafik hera ini-kan cuman pegawai biasa....nggak punya pengalaman memimpin tapi sok kasih ceramah...jadi ya nggak lebih mirip dengan munafikun para pendakwah agama....

apa yg nulis thread ini dan hera pernah memimpin orang?

tak kira mereka belum pernah mimpin orang-orang pinter, di perusahaanku dulu ada 30 orang berkapasitas kecerdasan diatas rata-rata,maklum aku punya perusahaan teknologi jaringan internet, dan jaman itu tenaganya langka, aku memimpin perusahaan Internet di tahun 2000, dan punya di 3 kota sekaligus, solo yogya dan surabaya....
bossnya tak lain putra pak wakapolri itu...

hidupku keras, karena kami bersaing di 3 kota yang berat, di yogya aku berhadapan dengan Linknet milik konglomerat mohtar riady, di solo berkompetisi dengan pemilik batik keris, di surabaya bersaing dengan pemilik pabrik rokok wismilak, aku jadi ketua asosiasi dan penasehat utama koperasi warnet...

orang-orang yang bekerja di teknologi itu jelasnya orang-orang pinter nggak kayak kamu bodohnya minta ampun, dan nggak gampang memimpin orang-orang pinter...harus keras dan harus menunjukan bahwa dirinya lebih pinter...

di tahun 2002 aku punya perusahaan teknologi satelit...ini sangat langka, yang bekerja disini khusus orang-orang cerdas...

semua pegawaiku hormat karena kalau berdebat analisis masalah jarang mereka bisa unggul dari aku,

kadang sampe sekarang aku masih riset, seperti kemaren dari jam 10 pagi sampai jam 2 pagi dini hari aku riset teknologi terbaru...

memimpin orang pinter itu harus pake kecerdasan luar biasa...nggak bisa pake roso...

kita aku diskusi ketahuan salah analisis...bisa-bisa aku dianggep goblok...ya terus gak dihormati sama anak buah...

jadi mereka tunduk semua karena kalah pinter sama bossnya...

dan juga aku pernah mengendalikan bisnis yang penuh resiko....bisnis keras, yang memerlukan ketajaman intuisi dan kecerdasan luar biasa...

kamu itu jelasnya ngomong thok, nggak ada realitanya...nggak ada buktinya...cuman berteori...nggak punya pengalaman...

aku punya pengalaman memimpin 3 Internet Service Provider di 3 kota sekaligus, punya perusahaan teknologi pengembangan satelit, punya perusahaan calling international system, mengendalikan prostitusi dan judi paling mewah di jakarta...yang tak pimpin orang-orang cerdas dan keras-keras...

kalo nggak keras...nggak bisa itu....

biasakan tempikmu itu jangan suka angop omong kosong...

belum pernah praktek aja tempiknya angop....


--- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@...> wrote:

>
> Yang paling baik adalah imbang antara intuisi dan rasa :)
> Orang yg cerdas membaca situasi, menyelesaikan masalah, memiliki ambisi, visi , misi dan rencana masa depan yang matang, belum tentu berhasil jika tidak di imbangi dengan rasa.
>
> Karena jadinya pasti semena2, mau menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak menghargai orang lain.
>
> Contohnya si ws.
>
> Orang bilang apa adanya, tapi itu adalah kedok belaka :) karena biasanya orang seperti itu punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta.
>
> Benernya yang asyik adalah ditengah2 aja.
>
> Balance.
>
> Yang tau tidak merasa sok tau dan yang tidak tau juga tidak berhenti untuk belajar mencari tau.
>
>
> salam,
> -hera-
>
>
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

hera_gls20
Nah, bener kan :)


> > Yang paling baik adalah imbang antara intuisi dan rasa :)
> > Orang yg cerdas membaca situasi, menyelesaikan masalah, memiliki ambisi, visi , misi dan rencana masa depan yang matang, belum tentu berhasil jika tidak di imbangi dengan rasa.
> >
> > Karena jadinya pasti semena2, mau menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak menghargai orang lain.
> >
> > Contohnya si ws.
> >
> > Orang bilang apa adanya, tapi itu adalah kedok belaka :) karena biasanya orang seperti itu punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta.
> >




--- In [hidden email], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:

>
>
> lagian yang menulis thread awal dan si munafik hera ini-kan cuman pegawai biasa....nggak punya pengalaman memimpin tapi sok kasih ceramah...jadi ya nggak lebih mirip dengan munafikun para pendakwah agama....
>
> apa yg nulis thread ini dan hera pernah memimpin orang?
>
> tak kira mereka belum pernah mimpin orang-orang pinter, di perusahaanku dulu ada 30 orang berkapasitas kecerdasan diatas rata-rata,maklum aku punya perusahaan teknologi jaringan internet, dan jaman itu tenaganya langka, aku memimpin perusahaan Internet di tahun 2000, dan punya di 3 kota sekaligus, solo yogya dan surabaya....
> bossnya tak lain putra pak wakapolri itu...
>
> hidupku keras, karena kami bersaing di 3 kota yang berat, di yogya aku berhadapan dengan Linknet milik konglomerat mohtar riady, di solo berkompetisi dengan pemilik batik keris, di surabaya bersaing dengan pemilik pabrik rokok wismilak, aku jadi ketua asosiasi dan penasehat utama koperasi warnet...
>
> orang-orang yang bekerja di teknologi itu jelasnya orang-orang pinter nggak kayak kamu bodohnya minta ampun, dan nggak gampang memimpin orang-orang pinter...harus keras dan harus menunjukan bahwa dirinya lebih pinter...
>
> di tahun 2002 aku punya perusahaan teknologi satelit...ini sangat langka, yang bekerja disini khusus orang-orang cerdas...
>
> semua pegawaiku hormat karena kalau berdebat analisis masalah jarang mereka bisa unggul dari aku,
>
> kadang sampe sekarang aku masih riset, seperti kemaren dari jam 10 pagi sampai jam 2 pagi dini hari aku riset teknologi terbaru...
>
> memimpin orang pinter itu harus pake kecerdasan luar biasa...nggak bisa pake roso...
>
> kita aku diskusi ketahuan salah analisis...bisa-bisa aku dianggep goblok...ya terus gak dihormati sama anak buah...
>
> jadi mereka tunduk semua karena kalah pinter sama bossnya...
>
> dan juga aku pernah mengendalikan bisnis yang penuh resiko....bisnis keras, yang memerlukan ketajaman intuisi dan kecerdasan luar biasa...
>
> kamu itu jelasnya ngomong thok, nggak ada realitanya...nggak ada buktinya...cuman berteori...nggak punya pengalaman...
>
> aku punya pengalaman memimpin 3 Internet Service Provider di 3 kota sekaligus, punya perusahaan teknologi pengembangan satelit, punya perusahaan calling international system, mengendalikan prostitusi dan judi paling mewah di jakarta...yang tak pimpin orang-orang cerdas dan keras-keras...
>
> kalo nggak keras...nggak bisa itu....
>
> biasakan tempikmu itu jangan suka angop omong kosong...
>
> belum pernah praktek aja tempiknya angop....
>
>
> --- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@> wrote:
> >
> > Yang paling baik adalah imbang antara intuisi dan rasa :)
> > Orang yg cerdas membaca situasi, menyelesaikan masalah, memiliki ambisi, visi , misi dan rencana masa depan yang matang, belum tentu berhasil jika tidak di imbangi dengan rasa.
> >
> > Karena jadinya pasti semena2, mau menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak menghargai orang lain.
> >
> > Contohnya si ws.
> >
> > Orang bilang apa adanya, tapi itu adalah kedok belaka :) karena biasanya orang seperti itu punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta.
> >
> > Benernya yang asyik adalah ditengah2 aja.
> >
> > Balance.
> >
> > Yang tau tidak merasa sok tau dan yang tidak tau juga tidak berhenti untuk belajar mencari tau.
> >
> >
> > salam,
> > -hera-
> >
> >
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

hera_gls20
In reply to this post by wawan-3
Kamu itu seperti perempuan :)


--- In [hidden email], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:

>
> lebih parah lagi kamu munafik...
> bilang sudah menendang saya di milis ini...
>
> tapi pada kenyataannya ....
> masih suka kirim sms ke saya...
> tapi aku sih liatnya kamu perempuan munafik...
>
> jadi sorry yah...gak pernah tak balas...
>
> wanita nggak ada harganya sih....
>
>
> --- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@> wrote:
> >
> > Yang paling baik adalah imbang antara intuisi dan rasa :)
> > Orang yg cerdas membaca situasi, menyelesaikan masalah, memiliki ambisi, visi , misi dan rencana masa depan yang matang, belum tentu berhasil jika tidak di imbangi dengan rasa.
> >
> > Karena jadinya pasti semena2, mau menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak menghargai orang lain.
> >
> > Contohnya si ws.
> >
> > Orang bilang apa adanya, tapi itu adalah kedok belaka :) karena biasanya orang seperti itu punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta.
> >
> > Benernya yang asyik adalah ditengah2 aja.
> >
> > Balance.
> >
> > Yang tau tidak merasa sok tau dan yang tidak tau juga tidak berhenti untuk belajar mencari tau.
> >
> >
> > salam,
> > -hera-
> >
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

wawan-3
In reply to this post by hera_gls20

sadarilah hera...
kamu itu perempuan yang tempiknya suka njeplak...

kamu itu belum pernah praktek...baru 2-3 taun kerja jadi pegawai sok banyak teori...

umurku 25 tahun aku sudah jadi ketua asosiasi dan penasihat 1/utama koperasi warnet surabaya...

ada 100 pengusaha yang tak pimpin...

sadarilah hera...dan mengacalah...kamu itu belum pernah memimpin orang, dan pengalaman hidupmu masih minim, tapi tempikmu suka njeplak...

lebih baik kamu itu belajar dari orang yang pernah melakukannya...

--- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@...> wrote:
>
> Nah, bener kan :)
>
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

asonyhw
Eeee... 2 sejoli ini ternyata pasangan serasi olah roso ya.... hihihi...

--- In [hidden email], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:

>
>
> sadarilah hera...
> kamu itu perempuan yang tempiknya suka njeplak...
>
> kamu itu belum pernah praktek...baru 2-3 taun kerja jadi pegawai sok banyak teori...
>
> umurku 25 tahun aku sudah jadi ketua asosiasi dan penasihat 1/utama koperasi warnet surabaya...
>
> ada 100 pengusaha yang tak pimpin...
>
> sadarilah hera...dan mengacalah...kamu itu belum pernah memimpin orang, dan pengalaman hidupmu masih minim, tapi tempikmu suka njeplak...
>
> lebih baik kamu itu belajar dari orang yang pernah melakukannya...
>
> --- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@> wrote:
> >
> > Nah, bener kan :)
> >
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

wawan-3

sorry mas sony...
nyeret2 sampeyan

jelasnya....menurutku...roso dan keras (nggak pake roso) itu ada manfaatnya sesuai fungsinya...

kalo dengan anak bojoku ..ya roso yang tak pake...

dulu aku 1-2 tahun pernah bantu temenku ngurusi pabrik furniture...tukange sedikit-sedikit pamitan ijin kerja...dan lain sebagainya...

kalu urusan industry...yang dipake roso, ya remuklah...

jadi roso dan nggak pake roso itu ada tempatnya masing-masing...ada konteksnya...ada porsinya kapan pake roso dan kapan tidak...



--- In [hidden email], "asonyhw" <asonyhw@...> wrote:
>
> Eeee... 2 sejoli ini ternyata pasangan serasi olah roso ya.... hihihi...
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Olah roso

hera_gls20
In reply to this post by wawan-3
sakit jiwa :)

otak kamu dah rusak :)



--- In [hidden email], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:

>
>
> sadarilah hera...
> kamu itu perempuan yang tempiknya suka njeplak...
>
> kamu itu belum pernah praktek...baru 2-3 taun kerja jadi pegawai sok banyak teori...
>
> umurku 25 tahun aku sudah jadi ketua asosiasi dan penasihat 1/utama koperasi warnet surabaya...
>
> ada 100 pengusaha yang tak pimpin...
>
> sadarilah hera...dan mengacalah...kamu itu belum pernah memimpin orang, dan pengalaman hidupmu masih minim, tapi tempikmu suka njeplak...
>
> lebih baik kamu itu belajar dari orang yang pernah melakukannya...
>
> --- In [hidden email], "hera_gls20" <hera_gls20@> wrote:
> >
> > Nah, bener kan :)
> >
> >
>


Loading...