Quantcast

Pernikahan Antar Agama di Indonesia

classic Classic list List threaded Threaded
56 messages Options
123
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Pernikahan Antar Agama di Indonesia

botekpol
Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.
Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau
menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

Leonardo Rimba
Administrator
Persis di titik itulah pelanggaran HAM luar biasa di Indonesia. Jadi,
catatan sipil di Indonesia mengikuti institusi agama. Dengan kata
lain, kalau orang mau menikah secara sah, maka harus ada keterangan
dari institusi agama.

Pedahal pernikahan catatan sipil dan pernikahan agama itu berbeda.

Negara memang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan institusi
agama yg bisa menolak menikahkan pasangan berbeda agama.

Pada pihak lain, seharusnya negara tidak bisa menolak pasangan yg
ingin menikah di catatan sipil walaupun agamanya berbeda.

Kalau catatan sipil menolak menikahkan pasangan berbeda agama seperti
terjadi di Indonesia, maka namanya adalah pelanggaran HAM.

+

Silahkan baca kembali pasal 16, ayat 1, dari Deklarasi HAM Universal
PBB yg sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI:
 
"Pasal 16
(1) Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi
kebangsaan, kewarganegaraan atau AGAMA, berhak untuk menikah dan
untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal
perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian."

+

Pertanyaannya sekarang, kenapa Pemerintah RI meratifikasi Deklarasi
HAM Universal kalau ternyata penerapannya dilecehkan sampai saat ini?

Leo


--- In [hidden email], "botekpol" <botekpol@...>
wrote:
>
> Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
> agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
> Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.
> Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau
> menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

Mas Dipo
Wah kebetulan saya punya semuanya, ya catatan sipil, ya catatan agama...
Nikahnya pun juga 2 x dengan istri dan suami yang sama tentunya.....

Salam pernah nikah 2x, dipo dan yuyun...




________________________________
From: leonardo_rimba <[hidden email]>
To: [hidden email]
Sent: Monday, February 16, 2009 4:48:55 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia


Persis di titik itulah pelanggaran HAM luar biasa di Indonesia. Jadi,
catatan sipil di Indonesia mengikuti institusi agama. Dengan kata
lain, kalau orang mau menikah secara sah, maka harus ada keterangan
dari institusi agama.

Pedahal pernikahan catatan sipil dan pernikahan agama itu berbeda.

Negara memang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan institusi
agama yg bisa menolak menikahkan pasangan berbeda agama.

Pada pihak lain, seharusnya negara tidak bisa menolak pasangan yg
ingin menikah di catatan sipil walaupun agamanya berbeda.

Kalau catatan sipil menolak menikahkan pasangan berbeda agama seperti
terjadi di Indonesia, maka namanya adalah pelanggaran HAM.

+

Silahkan baca kembali pasal 16, ayat 1, dari Deklarasi HAM Universal
PBB yg sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI:

"Pasal 16
(1) Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi
kebangsaan, kewarganegaraan atau AGAMA, berhak untuk menikah dan
untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal
perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian."

+

Pertanyaannya sekarang, kenapa Pemerintah RI meratifikasi Deklarasi
HAM Universal kalau ternyata penerapannya dilecehkan sampai saat ini?

Leo

--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "botekpol" <botekpol@.. .>
wrote:
>
> Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
> agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
> Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.
> Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau
> menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.
>





     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

kun mukarrom
In reply to this post by botekpol
Pak Leo,

Menurut saya yang Naif dan Dhoif ini, pelanggaran HAM atau tidaknya mengenai pelarangan nikah beda agama ini adalah cuman masalah Cara Pandang saja.

Menurut saya Sama Sekali BUKAN pelanggaran HAM, tapi itu adalah aturan...; hidup kan memang memang ada aturan2 yang mengikat, agar hidup lebih baik, senang dan bahagia..; dan aturan mengenai Nikah beda agama ini diatur oleh sang Pencipta, penguasa, Raja Manusia, sang Khalik yang LEBIH tahu tentang kta dibanding klita sendiri.., dalam Al-Qur'an dan Hadits..; dan Khalik itu memang ada, beribu2 keteraturan yang ada di alam semesta ini GAK mungkin dapat berjalan dengan sendirinya..

Soal Pelanggaran HAM, berarti utk Sesama Lelaki, sesama Wanita TIDAK boleh nikah resmi di Indonesia, juga merupakan pelanggaramn HAM?...

So, HAM itu apa??...hamburger kallleeek

salam
kun



--- On Mon, 2/16/09, leonardo_rimba <[hidden email]> wrote:

From: leonardo_rimba <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
To: [hidden email]
Date: Monday, February 16, 2009, 7:48 PM











   
            Persis di titik itulah pelanggaran HAM luar biasa di Indonesia. Jadi,

catatan sipil di Indonesia mengikuti institusi agama. Dengan kata

lain, kalau orang mau menikah secara sah, maka harus ada keterangan

dari institusi agama.



Pedahal pernikahan catatan sipil dan pernikahan agama itu berbeda.



Negara memang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan institusi

agama yg bisa menolak menikahkan pasangan berbeda agama.



Pada pihak lain, seharusnya negara tidak bisa menolak pasangan yg

ingin menikah di catatan sipil walaupun agamanya berbeda.



Kalau catatan sipil menolak menikahkan pasangan berbeda agama seperti

terjadi di Indonesia, maka namanya adalah pelanggaran HAM.



+



Silahkan baca kembali pasal 16, ayat 1, dari Deklarasi HAM Universal

PBB yg sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI:

 

"Pasal 16

(1) Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi

kebangsaan, kewarganegaraan atau AGAMA, berhak untuk menikah dan

untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal

perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian."



+



Pertanyaannya sekarang, kenapa Pemerintah RI meratifikasi Deklarasi

HAM Universal kalau ternyata penerapannya dilecehkan sampai saat ini?



Leo



--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "botekpol" <botekpol@.. .>

wrote:

>

> Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi

> agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama

> Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.

> Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau

> menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.

>




 

     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

kanthi_asih
Pak Kun Mukarrom yang baik,
mungkin sebaiknya Anda baca2 dulu referensi tentang HAM, baru
berdiskusi tentang HAM.
salam hangat,
kanthi asih




--- In [hidden email], kun mukarrom <kunm5@...>
wrote:
>
> Pak Leo,
>
> Menurut saya yang Naif dan Dhoif ini, pelanggaran HAM atau tidaknya
mengenai pelarangan nikah beda agama ini adalah cuman masalah Cara
Pandang saja.
>
> Menurut saya Sama Sekali BUKAN pelanggaran HAM, tapi itu adalah
aturan...; hidup kan memang memang ada aturan2 yang mengikat, agar
hidup lebih baik, senang dan bahagia..; dan aturan mengenai Nikah beda
agama ini diatur oleh sang Pencipta, penguasa, Raja Manusia, sang
Khalik yang LEBIH tahu tentang kta dibanding klita sendiri.., dalam
Al-Qur'an dan Hadits..; dan Khalik itu memang ada, beribu2 keteraturan
yang ada di alam semesta ini GAK mungkin dapat berjalan dengan
sendirinya..
>
> Soal Pelanggaran HAM, berarti utk Sesama Lelaki, sesama Wanita TIDAK
boleh nikah resmi di Indonesia, juga merupakan pelanggaramn HAM?...

>
> So, HAM itu apa??...hamburger kallleeek
>
> salam
> kun
>
>
>
> --- On Mon, 2/16/09, leonardo_rimba <leonardo_rimba@...> wrote:
>
> From: leonardo_rimba <leonardo_rimba@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
> To: [hidden email]
> Date: Monday, February 16, 2009, 7:48 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>    
>             Persis di titik itulah pelanggaran HAM luar biasa di
Indonesia. Jadi,

>
> catatan sipil di Indonesia mengikuti institusi agama. Dengan kata
>
> lain, kalau orang mau menikah secara sah, maka harus ada keterangan
>
> dari institusi agama.
>
>
>
> Pedahal pernikahan catatan sipil dan pernikahan agama itu berbeda.
>
>
>
> Negara memang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan institusi
>
> agama yg bisa menolak menikahkan pasangan berbeda agama.
>
>
>
> Pada pihak lain, seharusnya negara tidak bisa menolak pasangan yg
>
> ingin menikah di catatan sipil walaupun agamanya berbeda.
>
>
>
> Kalau catatan sipil menolak menikahkan pasangan berbeda agama seperti
>
> terjadi di Indonesia, maka namanya adalah pelanggaran HAM.
>
>
>
> +
>
>
>
> Silahkan baca kembali pasal 16, ayat 1, dari Deklarasi HAM Universal
>
> PBB yg sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI:
>
>  
>
> "Pasal 16
>
> (1) Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi
>
> kebangsaan, kewarganegaraan atau AGAMA, berhak untuk menikah dan
>
> untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal
>
> perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian."
>
>
>
> +
>
>
>
> Pertanyaannya sekarang, kenapa Pemerintah RI meratifikasi Deklarasi
>
> HAM Universal kalau ternyata penerapannya dilecehkan sampai saat ini?
>
>
>
> Leo
>
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "botekpol" <botekpol@ .>
>
> wrote:
>
> >
>
> > Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
>
> > agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
>
> > Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.
>
> > Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau
>
> > menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.
>
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

wijen.pontus@ymail.com
In reply to this post by kun mukarrom
Kun, yang menjadi pertanyaan saya, adalah mengapa Indonesia mengakui
deklarasi HAM itu ? Padahal, Indonesia adalah penduduk negara
mayoritas Islam. Ini kan ga konsisten. Kalau Indonesia mengakui, ya
harus dilaksanakan sepenuhnya, walaupun itu mungkin tidak sesuai bagi
sebagian pemeluk Islam. Ini kan konsekuensi logisnya. Kalau memang
masih menganut ideologi Islam, ya mestinya deklarasi HAM -terutama
pasal yang berkaitan-, mending ditolak aj...



Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

wawan-3
In reply to this post by kun mukarrom
Dear Mas Kun

kalo saya pribadi di Indonesia ini merupakan negara agama, karena
institusi agama bergerak di domain politik.

masalah agama, baik mau nikah sesama jenis, itu adalah hak asasi
manusia, semestinya pemerintah tidak ikut mengatur hal2 begituan.


sekedag sharing:
Saya pernah menikah di luar negeri dengan surat nikah tanpa harus
melalui institusi agama, di russia, itu dipisahkan sama sekali bahkan
dulunya intitusi agama yg kagak ada gunanya itu digebuki mati saja.

kebebasan ham yg gak terlalu besar di russia itu kalau mengkritik
pemerintahan, mereka cukup longgar tapi juga diawasi, kalau HAM
pernikahan atau campur tangan pihak agama dng individu sama sekali
tidak ada. Gereja juga gak laku kata keluarga istri saya, saya pernah
nyuruh baptis lucia alexa anak saya, mama-nya bilang nggak jamin
nanti bisa lebih bagus nasibnya hehehe...ya wis akhirnya saya
manggut2 saja.

salam
wawan


--- In [hidden email], kun mukarrom <kunm5@...>
wrote:
>
> Pak Leo,
>
> Menurut saya yang Naif dan Dhoif ini, pelanggaran HAM atau tidaknya
mengenai pelarangan nikah beda agama ini adalah cuman masalah Cara
Pandang saja.
>
> Menurut saya Sama Sekali BUKAN pelanggaran HAM, tapi itu adalah
aturan...; hidup kan memang memang ada aturan2 yang mengikat, agar
hidup lebih baik, senang dan bahagia..; dan aturan mengenai Nikah
beda agama ini diatur oleh sang Pencipta, penguasa, Raja Manusia,
sang Khalik yang LEBIH tahu tentang kta dibanding klita sendiri..,
dalam Al-Qur'an dan Hadits..; dan Khalik itu memang ada, beribu2
keteraturan yang ada di alam semesta ini GAK mungkin dapat berjalan
dengan sendirinya..
>
> Soal Pelanggaran HAM, berarti utk Sesama Lelaki, sesama Wanita
TIDAK boleh nikah resmi di Indonesia, juga merupakan pelanggaramn
HAM?...

>
> So, HAM itu apa??...hamburger kallleeek
>
> salam
> kun
>
>
>
> --- On Mon, 2/16/09, leonardo_rimba <leonardo_rimba@...> wrote:
>
> From: leonardo_rimba <leonardo_rimba@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di
Indonesia

> To: [hidden email]
> Date: Monday, February 16, 2009, 7:48 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>    
>             Persis di titik itulah pelanggaran HAM luar biasa di
Indonesia. Jadi,

>
> catatan sipil di Indonesia mengikuti institusi agama. Dengan kata
>
> lain, kalau orang mau menikah secara sah, maka harus ada keterangan
>
> dari institusi agama.
>
>
>
> Pedahal pernikahan catatan sipil dan pernikahan agama itu berbeda.
>
>
>
> Negara memang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan institusi
>
> agama yg bisa menolak menikahkan pasangan berbeda agama.
>
>
>
> Pada pihak lain, seharusnya negara tidak bisa menolak pasangan yg
>
> ingin menikah di catatan sipil walaupun agamanya berbeda.
>
>
>
> Kalau catatan sipil menolak menikahkan pasangan berbeda agama
seperti

>
> terjadi di Indonesia, maka namanya adalah pelanggaran HAM.
>
>
>
> +
>
>
>
> Silahkan baca kembali pasal 16, ayat 1, dari Deklarasi HAM
Universal
>
> PBB yg sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI:
>
>  
>
> "Pasal 16
>
> (1) Laki-laki dan Perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak
dibatasi

>
> kebangsaan, kewarganegaraan atau AGAMA, berhak untuk menikah dan
>
> untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal
>
> perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian."
>
>
>
> +
>
>
>
> Pertanyaannya sekarang, kenapa Pemerintah RI meratifikasi Deklarasi
>
> HAM Universal kalau ternyata penerapannya dilecehkan sampai saat
ini?
>
>
>
> Leo
>
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "botekpol" <botekpol@
 .>

>
> wrote:
>
> >
>
> > Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
>
> > agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
>
> > Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan
mengakuinya.
>
> > Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang
mau
>
> > menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.
>
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

get0109
In reply to this post by botekpol
Ini sudah salah
Yang di akui adalah surat dari pengadilan.
Surat nikah dari pengadilan harus ada referensi surat nikah
pemberkatan dari agama.
Sebenarnya surat nikah dulunya tidak begitu penting. Karena anak-anak
yang lahir nanti surat lahirnya adalah dari orang tua ibu status tidak
kawin.
Tapi sekarang ini Surat Nikah itu penting untuk anak-anak.
Anak-anak yang mau sekolah di wajibkan punya surat nikah orangtuanya
dari Pengadilan.

Yang anda katakan Lembaga Agama manapun tidak mau nikahkan orang yang
berbeda agama itu adalah salah.
Karena Surat Nikah saya ada catatan Nikah Beda Agama. Nah loh.. mana
yang benar?

salam get0

--- In [hidden email], "botekpol" <botekpol@...>
wrote:
>
> Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
> agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
> Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.
> Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau
> menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

Wal Suparmo
In reply to this post by botekpol
Salam,
KETERANGAN ANDA TIDAK BETUL DAN MENYESATKAN.ANDA KARENA TIDAK TAHU, MEMBALIKKAN PERSOALAN. HANYA NEGARA (CATATAN SIPIL) YANG DIAKUI SECARA SOSIAL BAIK PERDATA MAUPUN PIDANA OLEH INSTANSI PEMERINTAH DAN BUKAN PERNIKAHAN AGAMA.AGAMA ISLAM( PERNIKAHAN DEPAN PENGHULU) ADALAH ATAS NAMA PEMERINTAH TETAPI PENDETA, BIKSU ATAU PEDANDE ATAU  KETUA PENGHAYAT KEPERCAYAAN, TIDAK DIAKUI OLEH NEGARA.
Negara atau Catatan Sipil tidak akan mengakui dan tidak akan mencatat pernikahan lain agama. Kalau mengakui Kristen harus dengan Kristen dan jika dulunya lain agama, maka diminta keterangan dan gereja.Yang berarti bahwa orang tersebut sudah satu agama dan karena itu Pendeta mau meningkahinnya.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sel, 17/2/09, botekpol <[hidden email]> menulis:

Dari: botekpol <[hidden email]>
Topik: [Spiritual-Indonesia] Pernikahan Antar Agama di Indonesia
Kepada: [hidden email]
Tanggal: Selasa, 17 Februari, 2009, 4:22 AM






Indonesia hanya mengakui pernikahan yang dilakukan oleh institusi
agama. Jadi kalau ada Pendeta mau menikahkan orang yang beragama
Kristen dan orang yang beragama Budha, maka negara akan mengakuinya.
Yang menjadi masalah adalah tidak ada lembaga Agama manapun yang mau
menikahkan umatnya dengan orang yang beragama lain.

















      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

Nanda-4
In reply to this post by botekpol
psttt.. klao ga punya HAM nih,  jadi Malu...ah malu deh...

masa ga punya HAM....??
ktika HAM sudah ada, wuuuidih .. gimana yaaa...? jalankennyah...

huuuaaape deeeh....xixixixixixixi

Hamdulileh aje deh hay...xixixixixixi





nanda ( ma af hanya celetuker, ga ikut ikut an ah..)



--- On Mon, 2/16/09, [hidden email] <[hidden email]> wrote:

From: [hidden email] <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
To: [hidden email]
Date: Monday, February 16, 2009, 7:20 PM











   
            Kun, yang menjadi pertanyaan saya, adalah mengapa Indonesia mengakui

deklarasi HAM itu ? Padahal, Indonesia adalah penduduk negara

mayoritas Islam. Ini kan ga konsisten. Kalau Indonesia mengakui, ya

harus dilaksanakan sepenuhnya, walaupun itu mungkin tidak sesuai bagi

sebagian pemeluk Islam. Ini kan konsekuensi logisnya. Kalau memang

masih menganut ideologi Islam, ya mestinya deklarasi HAM -terutama

pasal yang berkaitan-, mending ditolak aj...




 

     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

kanthi_asih
In reply to this post by wijen.pontus@ymail.com
lha wong negeri kita tercinta indonesia jaya ini nggak punya posisi
tawar dalam pengambilan keputusan di kancah internasional, je....

kalo ngambilnya dipretelin, nggak bulat2 sepaket, itu namanya tidak
kaffah ... :-)

salam,
kanthi asih


--- In [hidden email], "wijen.pontus@..."
<wijen.pontus@...> wrote:
>
> Kun, yang menjadi pertanyaan saya, adalah mengapa Indonesia mengakui
> deklarasi HAM itu ? Padahal, Indonesia adalah penduduk negara
> mayoritas Islam. Ini kan ga konsisten. Kalau Indonesia mengakui, ya
> harus dilaksanakan sepenuhnya, walaupun itu mungkin tidak sesuai bagi
> sebagian pemeluk Islam. Ini kan konsekuensi logisnya. Kalau memang
> masih menganut ideologi Islam, ya mestinya deklarasi HAM -terutama
> pasal yang berkaitan-, mending ditolak aj...
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

kun mukarrom
In reply to this post by botekpol
Wijen..

Ada ya Deklarasi HAM?..gue gak tahu...; knapa Indonesia mengakui deklarasi HAM?.. ane lebih gak tahu ..

Yg jelas batasan HAM itu kayak apa?...kan cuman sudut pandang, persepsi, Map otak orang saja...; gak ada batasan jelas..; ya gak akan selesai2 dibahas..

--- On Mon, 2/16/09, [hidden email] <[hidden email]> wrote:

From: [hidden email] <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
To: [hidden email]
Date: Monday, February 16, 2009, 10:20 PM











   
            Kun, yang menjadi pertanyaan saya, adalah mengapa Indonesia mengakui

deklarasi HAM itu ? Padahal, Indonesia adalah penduduk negara

mayoritas Islam. Ini kan ga konsisten. Kalau Indonesia mengakui, ya

harus dilaksanakan sepenuhnya, walaupun itu mungkin tidak sesuai bagi

sebagian pemeluk Islam. Ini kan konsekuensi logisnya. Kalau memang

masih menganut ideologi Islam, ya mestinya deklarasi HAM -terutama

pasal yang berkaitan-, mending ditolak aj...




 

     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

dohan satria-3
Pancer orang kan beda2..
ato mo dgn musyawarah mufakat?paling yg nggak se7 w-out.:(

Batasan HAM?
~.Kebebasan..~hakekat keTeraturan Tanpa Aturan Pandangan Formal
Namanya manusia....msh suka demen dgn si Formal-In self..
Gitu aja,.kira2 sindenannya..

Salam Sejati

On 2/17/09, kun mukarrom <[hidden email]> wrote:

> Wijen..
>
> Ada ya Deklarasi HAM?..gue gak tahu...; knapa Indonesia mengakui deklarasi
> HAM?.. ane lebih gak tahu ..
>
> Yg jelas batasan HAM itu kayak apa?...kan cuman sudut pandang, persepsi, Map
> otak orang saja...; gak ada batasan jelas..; ya gak akan selesai2 dibahas..
>
> --- On Mon, 2/16/09, [hidden email] <[hidden email]> wrote:
>
> From: [hidden email] <[hidden email]>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
> To: [hidden email]
> Date: Monday, February 16, 2009, 10:20 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>             Kun, yang menjadi pertanyaan saya, adalah mengapa Indonesia
> mengakui
>
> deklarasi HAM itu ? Padahal, Indonesia adalah penduduk negara
>
> mayoritas Islam. Ini kan ga konsisten. Kalau Indonesia mengakui, ya
>
> harus dilaksanakan sepenuhnya, walaupun itu mungkin tidak sesuai bagi
>
> sebagian pemeluk Islam. Ini kan konsekuensi logisnya. Kalau memang
>
> masih menganut ideologi Islam, ya mestinya deklarasi HAM -terutama
>
> pasal yang berkaitan-, mending ditolak aj...
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


--

~o*''Salam Sejati"*o~
           Dodo
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

wawan-3
In reply to this post by kun mukarrom

iyee mr. kun
tapi antum pengin nggak negara kite maju?

puteri anne di negeri jauh sono dpt tunjangan usd 100/bulan karena
negeri sono itu kekurangan penduduk dan panen hasil minyak dan gas,
awalnya negeri sono itu juga kayak indonesia ketipu IMF, tapi ada
seorang putin yg botak punya otak lalu nasionalisasi BUMN minyak dan
oligarki dipenjarakan. Anne juga mikir pengin buat 1 anak lagi dan
nanti bagaimana supaya lahirnya pas di hari kemenangan atas jerman
biar dapat tunjangan usd 1000 tiap bulan :)

rumah sakit disono gratis, dan banyak fasilitas2 gratis dan murah,itu
negeri sosialis.

kalo negara kite persepsinya masih islam aja negara kite ini kagak
maju2.

apa juga mr kun mau makan itu persepsi sebagai obat penawar diri bagi
masyarakat sekitar indonesia yang masih miskin2 ini?

kalau negara kite bersama mau maju, ya mesti ikut aturan2 standar
yang memang dibuat oleh barat,termasuk sekularisme, asal itu positive
dan membuat kita lebih baik ya gak papalah

kira2 begitu pandangan saya ...

salam
wawan

--- In [hidden email], kun mukarrom <kunm5@...>
wrote:
>
> Wijen..
>
> Ada ya Deklarasi HAM?..gue gak tahu...; knapa Indonesia mengakui
deklarasi HAM?.. ane lebih gak tahu ..
>
> Yg jelas batasan HAM itu kayak apa?...kan cuman sudut pandang,
persepsi, Map otak orang saja...; gak ada batasan jelas..; ya gak
akan selesai2 dibahas..
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

kun mukarrom
In reply to this post by botekpol


--- On Tue, 2/17/09, selarasmilis <[hidden email]> wrote:

From: selarasmilis <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
To: [hidden email]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 12:29 AM











   
           

iyee mr. kun

tapi antum pengin nggak negara kite maju?)))Smua orang Indonesia ya pengen maju...; maju bukan berarti gak punya aturan, soal pernikahan adalah bagian dari peribadahan, apapun Agamanya. Bukan sekedar ibadah nikah, tapi disitu akn lebih adil buat semua, terutama melindungi sang wanita, kan gak semua lelaki itu baik kayak kang Wawan?..kalau Agama dan Negara gak punya aturan soal nikah bisa kasian donk para wanita?dan semakin merajalela si hidung belang?



puteri anne di negeri jauh sono dpt tunjangan usd 100/bulan karena

negeri sono itu kekurangan penduduk dan panen hasil minyak dan gas,

awalnya negeri sono itu juga kayak indonesia ketipu IMF, tapi ada

seorang putin yg botak punya otak lalu nasionalisasi BUMN minyak dan

oligarki dipenjarakan. Anne juga mikir pengin buat 1 anak lagi dan

nanti bagaimana supaya lahirnya pas di hari kemenangan atas jerman

biar dapat tunjangan usd 1000 tiap bulan :))))> Di negara maju emang emoooy ya..??..



rumah sakit disono gratis, dan banyak fasilitas2 gratis dan murah,itu

negeri sosialis.



kalo negara kite persepsinya masih islam aja negara kite ini kagak

maju2.)))Kan Wawan..emang ente tahu persepsinya yang cuman Islam doang itu yang gmana sich?..; gak majunya indonesia bukan karena majoritynya islam, dan juga bukan masalah agama



apa juga mr kun mau makan itu persepsi sebagai obat penawar diri bagi

masyarakat sekitar indonesia yang masih miskin2 ini?)))Persepsi yang mana nich??...soal pernikahan?..kan dari tadi omongin soal nikah...; emang ada hubungannya gitu antara gak boleh nikah beda agama dengan kemajuan sebuah bangsa??...kagak atuuhh...



kalau negara kite bersama mau maju, ya mesti ikut aturan2 standar

yang memang dibuat oleh barat,termasuk sekularisme, asal itu positive

dan membuat kita lebih baik ya gak papalah)) Tha'ts a choice...silakahkan memilih...; aturan standard apa nih?.. positive?...apa nich?...; kalo cuman standard perekonomian, gmana mengembangkan kondisi hidup warga negara..its oke2 aja..; kalau meyangkut keyakinan, apapun itu..ya sekali lagi cuman masalah pilihan..





kira2 begitu pandangan saya ...)).sama, pandangan saya



salam

wawan



--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, kun mukarrom <kunm5@...>

wrote:

>

> Wijen..

>

> Ada ya Deklarasi HAM?..gue gak tahu...; knapa Indonesia mengakui

deklarasi HAM?.. ane lebih gak tahu ..

>

> Yg jelas batasan HAM itu kayak apa?...kan cuman sudut pandang,

persepsi, Map otak orang saja...; gak ada batasan jelas..; ya gak

akan selesai2 dibahas..

>




 

     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

wawan-3

kang mas kun
ciri2 negara maju rata2 sekuler
artinya tegas dipisahkan agama dan domain pemerintahan

ribetnya perkawinan antar agama di indonesia itu hanya satu butir
kecil dari indonesia yang belum sekular.

thesis2 para filosof di eropa jelas menyebutkan Agama kalau tidak
dipisahkan dari ranah public/negara jelas penghambat kemajuan negara.

salam
wawan


--- In [hidden email], kun mukarrom <kunm5@...>
wrote:
>

>
> kalo negara kite persepsinya masih islam aja negara kite ini kagak
>
> maju2.)))Kan Wawan..emang ente tahu persepsinya yang cuman Islam
doang itu yang gmana sich?..; gak majunya indonesia bukan karena
majoritynya islam, dan juga bukan masalah agama
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

danarhadi2000
In reply to this post by wawan-3
--- In [hidden email], "selarasmilis"
<selarasmilis@...> wrote:
>
> Dear Mas Kun
>
> kalo saya pribadi di Indonesia ini merupakan negara agama, karena
> institusi agama bergerak di domain politik.



******** Wahhh... belumlah masne wawan. RI masih negara berbasis
sekuler karena hukum yang berlaku adalah hukum negara.
Yang menjadi masalah, ialah, negara ini banyak memiliki grey zones,
biasalahhh... untuk cari uang. semua dikaburkan, di-abu abu-kan...
jadi purely kekuasaan negara tidak, purely kekuasaan agama belum..ini
semua terkait dengan taraf kesadaran hukum bertumpu taraf pendidikan
bangsa ini yang majority sangat rendah..

Kita belum mungkin menuntut tatanan administrasi sipil seperti di-
negara negara maju, yang sudah mengalami memerintah secara berdaulat
kurang lebih DUA ribu tahun, seperti Jerman, Inggris, Austria, dll.

Di Indonesia sendiri, Catatan Sipil adalah warisan pemerintahan
Hindia Belanda sejak 1854, yang telah menjalankannya di Negeri
Belanda sejak ratusan tahun. Jadi bukan budaya kita, jadi kita
kayaknya bingung menggunakan konsep hukum ini.

Catatan Sipil dahoeloe juga tidak berlaku bagi pribumi (Inlanders) ,
namun bagi Europeanen atau paling paling  juga bagi Vreemde
Oosterlingen (semua orang pendatang Asia kecuali orang Jepang, orang
Armenia dan kemudian orang Siam serta keturunan mereka) . Bagi
pribumi berlaku hukum adat, bagi penduduk Muslim ya Hukum Agama.

Di negara maju, sekali lagi ya, negara maju.. Catatan Sipil adalah
instansi TERTINGGI untuk masalah pencatatatan status penduduk:
kelahiran – pernikahan – perceraian – adopsi – kematian. Pengadilan
TAK ada urusan apa apa, karena pengadilan fungsinya adalah MENG-ADIL-
I masalah pidana atau perdata, BUKAN masalah status kependudukan.
Pernikahan dimuka pejabat agama, seperti di Jerman, Swiss, Austria
dll TIDAK punya dampak bagi negara, misalnya untuk mengurus kartu ID
penduduk, passport, administrasi kerja di kantor, mengurus warisan,
dll. Siapa yang hanya menikah dimuka pejabat agama, tetapi
TIDAK/BELUM menikah dimuka pejabat Catatan Sipil atau Civil Registry
Office, bahasa Jermannya " Standesamt",  secara hukum BELUM/TIDAK
menikah.

Ini terjadi dengan teman saya dari Indonesia, sepasang mahasiswa di
Vienna, yang hanya menikah digereja, lalu diulangi di kedutaan besar.
Ketika mengurus surat surat, setiap pejabat terkait bingung: "Kamu
sudah menikah? di kantor catatan sipil mana?" "Sudah,pak, digereja!"
Dijawab" Lho digereja kan urusan kalian!" Nah loooo


Salam

Danardono




Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia

kun mukarrom
In reply to this post by botekpol
Dear Mas Danar..

Indonesia negara agama?...boleh saja berpendapat begitu, cuman masalah cara pandang saja,...kalau dianggap bahwa untuk 'beberapa' hal sisi kehidupan di pemerintahan indonesia (misal :perkawinan, politik, dsb) ada unsur agamanya, hal itu dianggap negara Agama..ya syah syah saja...; tapi sesungguhnya, yang hakiki adalah SEMUA aspek kehidupan dan politik itu berdasarkan agama, misal Islam...baru bisa disebut itu sebgai negara Agama...

Salam berbahagia selalu
kun

--- On Tue, 2/17/09, danarhadi2000 <[hidden email]> wrote:

From: danarhadi2000 <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia
To: [hidden email]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 6:23 AM











   
            --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, "selarasmilis"

<selarasmilis@ ...> wrote:

>

> Dear Mas Kun

>

> kalo saya pribadi di Indonesia ini merupakan negara agama, karena

> institusi agama bergerak di domain politik.



******** Wahhh... belumlah masne wawan. RI masih negara berbasis

sekuler karena hukum yang berlaku adalah hukum negara.

Yang menjadi masalah, ialah, negara ini banyak memiliki grey zones,

biasalahhh.. . untuk cari uang. semua dikaburkan, di-abu abu-kan...

jadi purely kekuasaan negara tidak, purely kekuasaan agama belum..ini

semua terkait dengan taraf kesadaran hukum bertumpu taraf pendidikan

bangsa ini yang majority sangat rendah..



Kita belum mungkin menuntut tatanan administrasi sipil seperti di-

negara negara maju, yang sudah mengalami memerintah secara berdaulat

kurang lebih DUA ribu tahun, seperti Jerman, Inggris, Austria, dll.



Di Indonesia sendiri, Catatan Sipil adalah warisan pemerintahan

Hindia Belanda sejak 1854, yang telah menjalankannya di Negeri

Belanda sejak ratusan tahun. Jadi bukan budaya kita, jadi kita

kayaknya bingung menggunakan konsep hukum ini.



Catatan Sipil dahoeloe juga tidak berlaku bagi pribumi (Inlanders) ,

namun bagi Europeanen atau paling paling  juga bagi Vreemde

Oosterlingen (semua orang pendatang Asia kecuali orang Jepang, orang

Armenia dan kemudian orang Siam serta keturunan mereka) . Bagi

pribumi berlaku hukum adat, bagi penduduk Muslim ya Hukum Agama.



Di negara maju, sekali lagi ya, negara maju.. Catatan Sipil adalah

instansi TERTINGGI untuk masalah pencatatatan status penduduk:

kelahiran – pernikahan – perceraian – adopsi – kematian. Pengadilan

TAK ada urusan apa apa, karena pengadilan fungsinya adalah MENG-ADIL-

I masalah pidana atau perdata, BUKAN masalah status kependudukan.

Pernikahan dimuka pejabat agama, seperti di Jerman, Swiss, Austria

dll TIDAK punya dampak bagi negara, misalnya untuk mengurus kartu ID

penduduk, passport, administrasi kerja di kantor, mengurus warisan,

dll. Siapa yang hanya menikah dimuka pejabat agama, tetapi

TIDAK/BELUM menikah dimuka pejabat Catatan Sipil atau Civil Registry

Office, bahasa Jermannya " Standesamt",  secara hukum BELUM/TIDAK

menikah.



Ini terjadi dengan teman saya dari Indonesia, sepasang mahasiswa di

Vienna, yang hanya menikah digereja, lalu diulangi di kedutaan besar.

Ketika mengurus surat surat, setiap pejabat terkait bingung: "Kamu

sudah menikah? di kantor catatan sipil mana?" "Sudah,pak, digereja!"

Dijawab" Lho digereja kan urusan kalian!" Nah loooo



Salam



Danardono




 

     

   
   
       
         
       
       








       


       
       


     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia--> Baca yang bener masne Mokarrom

danarhadi2000
Lhoooo piye to masne, mbok dibaca baik baik.

Masne Wawan katakan, Indonesia negara agama, lalu saya menanggapi
masne wawan dan mengatakan, Indonesia TIDAK/BELUM negara agama
oalaahhhh

Ojo kesusu mbacane masne..

Salam

Danardono



--- In [hidden email], kun mukarrom <kunm5@...>
wrote:
>
> Dear Mas Danar..
>
> Indonesia negara agama?...boleh saja berpendapat begitu, cuman
masalah cara pandang saja,...kalau dianggap bahwa untuk 'beberapa'
hal sisi kehidupan di pemerintahan indonesia (misal :perkawinan,
politik, dsb) ada unsur agamanya, hal itu dianggap negara Agama..ya
syah syah saja...; tapi sesungguhnya, yang hakiki adalah SEMUA aspek
kehidupan dan politik itu berdasarkan agama, misal Islam...baru bisa
disebut itu sebgai negara Agama...
>
> Salam berbahagia selalu
> kun
>
> --- On Tue, 2/17/09, danarhadi2000 <danarhadi2000@...> wrote:
>
> From: danarhadi2000 <danarhadi2000@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di
Indonesia

> To: [hidden email]
> Date: Tuesday, February 17, 2009, 6:23 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>    
>             --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups.
com, "selarasmilis"

>
> <selarasmilis@ ...> wrote:
>
> >
>
> > Dear Mas Kun
>
> >
>
> > kalo saya pribadi di Indonesia ini merupakan negara agama, karena
>
> > institusi agama bergerak di domain politik.
>
>
>
> ******** Wahhh... belumlah masne wawan. RI masih negara berbasis
>
> sekuler karena hukum yang berlaku adalah hukum negara.
>
> Yang menjadi masalah, ialah, negara ini banyak memiliki grey zones,
>
> biasalahhh.. . untuk cari uang. semua dikaburkan, di-abu abu-kan...
>
> jadi purely kekuasaan negara tidak, purely kekuasaan agama
belum..ini
>
> semua terkait dengan taraf kesadaran hukum bertumpu taraf
pendidikan
>
> bangsa ini yang majority sangat rendah..
>
>
>
> Kita belum mungkin menuntut tatanan administrasi sipil seperti di-
>
> negara negara maju, yang sudah mengalami memerintah secara
berdaulat

>
> kurang lebih DUA ribu tahun, seperti Jerman, Inggris, Austria, dll.
>
>
>
> Di Indonesia sendiri, Catatan Sipil adalah warisan pemerintahan
>
> Hindia Belanda sejak 1854, yang telah menjalankannya di Negeri
>
> Belanda sejak ratusan tahun. Jadi bukan budaya kita, jadi kita
>
> kayaknya bingung menggunakan konsep hukum ini.
>
>
>
> Catatan Sipil dahoeloe juga tidak berlaku bagi pribumi
(Inlanders) ,
>
> namun bagi Europeanen atau paling paling  juga bagi Vreemde
>
> Oosterlingen (semua orang pendatang Asia kecuali orang Jepang,
orang

>
> Armenia dan kemudian orang Siam serta keturunan mereka) . Bagi
>
> pribumi berlaku hukum adat, bagi penduduk Muslim ya Hukum Agama.
>
>
>
> Di negara maju, sekali lagi ya, negara maju.. Catatan Sipil adalah
>
> instansi TERTINGGI untuk masalah pencatatatan status penduduk:
>
> kelahiran â€" pernikahan â€" perceraian â€" adopsi â€" kematian.
Pengadilan
>
> TAK ada urusan apa apa, karena pengadilan fungsinya adalah MENG-
ADIL-
>
> I masalah pidana atau perdata, BUKAN masalah status kependudukan.
>
> Pernikahan dimuka pejabat agama, seperti di Jerman, Swiss, Austria
>
> dll TIDAK punya dampak bagi negara, misalnya untuk mengurus kartu
ID
>
> penduduk, passport, administrasi kerja di kantor, mengurus warisan,
>
> dll. Siapa yang hanya menikah dimuka pejabat agama, tetapi
>
> TIDAK/BELUM menikah dimuka pejabat Catatan Sipil atau Civil
Registry

>
> Office, bahasa Jermannya " Standesamt",  secara hukum BELUM/TIDAK
>
> menikah.
>
>
>
> Ini terjadi dengan teman saya dari Indonesia, sepasang mahasiswa di
>
> Vienna, yang hanya menikah digereja, lalu diulangi di kedutaan
besar.
>
> Ketika mengurus surat surat, setiap pejabat terkait bingung: "Kamu
>
> sudah menikah? di kantor catatan sipil mana?" "Sudah,pak,
digereja!"

>
> Dijawab" Lho digereja kan urusan kalian!" Nah loooo
>
>
>
> Salam
>
>
>
> Danardono
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia--> Baca yang bener masne Mokarrom

Wal Suparmo
Salam,
Memang cita2 PKS ( yang semakin kuat) dan dulu Darul Islam serta NII adalah membuat Republik Indonesia menjadi negara  Islam. Terlaksana atau tidak tergantung bagsa Indonesia sendiri.
Mengenai pernikahan campuran( beda agama) sudah saya jelaskan bahwa yang menjadi masalah adalan ANAK-ANAK yang akan dihasilkan pernikahan itu.Akan terjadi SENGEKETA karena  anak2  itu HARUS memeluk agama Ibu astau  Ayah?. Itu saja. Tidak perlu dibuat mutar2 dengan segala macam rekayasa dan kemunafikan serta ketidakmengertian  orang yang tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya sampai dihubungkan dengan soal POLITIK seperti HAM dan demokrasi.
Wasalam,
Wal Suparmo
--- Pada Rab, 18/2/09, danarhadi2000 <[hidden email]> menulis:

Dari: danarhadi2000 <[hidden email]>
Topik: [Spiritual-Indonesia] Re: Pernikahan Antar Agama di Indonesia--> Baca yang bener masne Mokarrom
Kepada: [hidden email]
Tanggal: Rabu, 18 Februari, 2009, 12:44 PM






Lhoooo piye to masne, mbok dibaca baik baik.

Masne Wawan katakan, Indonesia negara agama, lalu saya menanggapi
masne wawan dan mengatakan, Indonesia TIDAK/BELUM negara agama
oalaahhhh

Ojo kesusu mbacane masne..

Salam

Danardono

--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, kun mukarrom <kunm5@...>
wrote:
>
> Dear Mas Danar..
>
> Indonesia negara agama?...boleh saja berpendapat begitu, cuman
masalah cara pandang saja,...kalau dianggap bahwa untuk 'beberapa'
hal sisi kehidupan di pemerintahan indonesia (misal :perkawinan,
politik, dsb) ada unsur agamanya, hal itu dianggap negara Agama..ya
syah syah saja...; tapi sesungguhnya, yang hakiki adalah SEMUA aspek
kehidupan dan politik itu berdasarkan agama, misal Islam...baru bisa
disebut itu sebgai negara Agama...
>
> Salam berbahagia selalu
> kun
>
> --- On Tue, 2/17/09, danarhadi2000 <danarhadi2000@ ...> wrote:
>
> From: danarhadi2000 <danarhadi2000@ ...>
> Subject: [Spiritual-Indonesi a] Re: Pernikahan Antar Agama di
Indonesia

> To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
> Date: Tuesday, February 17, 2009, 6:23 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups.
com, "selarasmilis"

>
> <selarasmilis@ ...> wrote:
>
> >
>
> > Dear Mas Kun
>
> >
>
> > kalo saya pribadi di Indonesia ini merupakan negara agama, karena
>
> > institusi agama bergerak di domain politik.
>
>
>
> ******** Wahhh... belumlah masne wawan. RI masih negara berbasis
>
> sekuler karena hukum yang berlaku adalah hukum negara.
>
> Yang menjadi masalah, ialah, negara ini banyak memiliki grey zones,
>
> biasalahhh.. . untuk cari uang. semua dikaburkan, di-abu abu-kan...
>
> jadi purely kekuasaan negara tidak, purely kekuasaan agama
belum..ini
>
> semua terkait dengan taraf kesadaran hukum bertumpu taraf
pendidikan
>
> bangsa ini yang majority sangat rendah..
>
>
>
> Kita belum mungkin menuntut tatanan administrasi sipil seperti di-
>
> negara negara maju, yang sudah mengalami memerintah secara
berdaulat

>
> kurang lebih DUA ribu tahun, seperti Jerman, Inggris, Austria, dll.
>
>
>
> Di Indonesia sendiri, Catatan Sipil adalah warisan pemerintahan
>
> Hindia Belanda sejak 1854, yang telah menjalankannya di Negeri
>
> Belanda sejak ratusan tahun. Jadi bukan budaya kita, jadi kita
>
> kayaknya bingung menggunakan konsep hukum ini.
>
>
>
> Catatan Sipil dahoeloe juga tidak berlaku bagi pribumi
(Inlanders) ,
>
> namun bagi Europeanen atau paling paling juga bagi Vreemde
>
> Oosterlingen (semua orang pendatang Asia kecuali orang Jepang,
orang

>
> Armenia dan kemudian orang Siam serta keturunan mereka) . Bagi
>
> pribumi berlaku hukum adat, bagi penduduk Muslim ya Hukum Agama.
>
>
>
> Di negara maju, sekali lagi ya, negara maju.. Catatan Sipil adalah
>
> instansi TERTINGGI untuk masalah pencatatatan status penduduk:
>
> kelahiran â€" pernikahan â€" perceraian â€" adopsi â€" kematian.
Pengadilan
>
> TAK ada urusan apa apa, karena pengadilan fungsinya adalah MENG-
ADIL-
>
> I masalah pidana atau perdata, BUKAN masalah status kependudukan.
>
> Pernikahan dimuka pejabat agama, seperti di Jerman, Swiss, Austria
>
> dll TIDAK punya dampak bagi negara, misalnya untuk mengurus kartu
ID
>
> penduduk, passport, administrasi kerja di kantor, mengurus warisan,
>
> dll. Siapa yang hanya menikah dimuka pejabat agama, tetapi
>
> TIDAK/BELUM menikah dimuka pejabat Catatan Sipil atau Civil
Registry

>
> Office, bahasa Jermannya " Standesamt", secara hukum BELUM/TIDAK
>
> menikah.
>
>
>
> Ini terjadi dengan teman saya dari Indonesia, sepasang mahasiswa di
>
> Vienna, yang hanya menikah digereja, lalu diulangi di kedutaan
besar.
>
> Ketika mengurus surat surat, setiap pejabat terkait bingung: "Kamu
>
> sudah menikah? di kantor catatan sipil mana?" "Sudah,pak,
digereja!"

>
> Dijawab" Lho digereja kan urusan kalian!" Nah loooo
>
>
>
> Salam
>
>
>
> Danardono
>

















      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
123
Loading...