Quantcast

Pesan Master Cheng Yen

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Pesan Master Cheng Yen

Bambang-4
Hikmah bagaikan mutiara yang indah, siapa yang mengetahui harganya akan
menerimanya dengan suka cita.
 
Pesan Master Cheng Yen

1. Bertuturlah dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik dan lakukanlah perbuatan baik.
2. Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri sendiri.
3. Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tak terhingga.
4. Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.
5. Hendaknya kita bersaing untuk menjadi siapa yang lebih dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.
6. Marah adalah menghukum diri sendiri atas kesalahan yang diperbuat oleh orang lain.
7. Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari kesalahan.
8. Jika enggan mengerjakan hal kecil, maka kita pun akan sulit menyelesaikan tugas yang besar.
9. Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.
10. Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan:berbakti kepada orangtua dan melakukan kebajikan.
11. Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas budi orangtua.
12. Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan meremehkan hati nurani sendiri, lakukanlah perbuatan baik mesti kecil.
13. Lahan batin manusia bagaikan sepetak sawah, bila tidak ditanami dengan bibit yang baik, tidak akan bisa menuai hasil yang baik.
14. Orang berbudi luhur mempunyai tujuan hidup, sedang orang yang berpikiran sempit menganggap hidup sebagai tujuan.
15. Sertakan saya dalam perbuatan baik, jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat.
16. Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran sebagai peringatan untuk mawas diri.
17. Dengan memiliki keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.
18. Jangan mengenang terus jasa yang telah diberikan, jangan melupakan kesalahan yang pernah dibuat. Lupakanlah dendam yang ada di dalam hati, namun jangan melupakan budi baik yang pernah diterima.
19. Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat mencintai orang lain.
20. Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.
21. Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu dikhawatirkan adalah timbulnya masalah yang dicari-cari.
22. Orang tidak mempunyai hak milik atas nyawanya, melainkan hanya memiliki hak untuk menggunakannya.
23. Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian harus lemah lembut, dan hati harus peka.
24. Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
25. Keserakahan, kebencian, dan kebodohan merupakan 3 racun dalam kehidupan manusia. Atasi keserakahan dengan berdana, kebencian dengan hati yang welas asih, dan atasi kebodohan dengan kebijaksanaan.
26. Penyesalan adalah pengakuan dari hati nurani, dan dapat juga dikatakan sebagai pembersihan terhadap kekotoran batin.
27. Berdana bukanlah hak khusus yang dimiliki orang kaya, melainkan merupakan perwujudan dari sebuah cinta kasih yang tulus.
28.Hidup manusia tidak kekal. Bersumbangsihlah pada saat anda dibutuhkan, dan lakukanlah selama anda masih bisa melakukannya.
29. Jadilah orang yang tidak mengandalkan kekuasaan, status sosial, dan harta kekayaan dalam menjalani hidup.
30. Malapetaka dan bencana yang melanda dunia, sebagian besar merupakan hasil perbuatan orang-orang yang sehat jasmaninya, namun cacat rohaninya.
31. Setiap hari merupakan lembaran baru dalam hidup kita, setiap orang dan setiap hal yang ada di dalamnya merupakan kisah-kisah yang menarik.
32. Ada tiga “tiada” di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, dan tiada orang yang tidak bisa saya maafkan.
33. Diri kita sendiri yang menciptakan dan menentukan surga dan neraka.
34. Bila kita selalu ragu dan tidak memiliki tekad yang kuat, walaupun jalan yang benar telah terbentang di depan mata, kita tetap tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.
35. Penyakit pada tubuh tidaklah menakutkan, hati yang telah ternodai justru lebih mengerikan.
36. Dari seluruh penyakit yang ada, sebanyak 30 persen merupakan penyakit fisik, dan 70 persen sisanya adalah penyakit yang bersumber dari batin.
37. Kebijaksanaan diperoleh dari bagaimana seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya. Apabila ia menghindar dari masalah yang ada, maka ia pun tidak akan dapat mengembangkan kebijaksanaannya.
38. Sumber dari kerisauan hati adalah keinginan manusia untuk selalu ¡§memiliki.
39. Ada sebagian orang yang sering merasa risau, akibat perkataan buruk orang lain yang sebenarnya tidak perlu dihiraukan.
40. ¡§keserakahan¡¨, selain membawa penderitaan, juga akan menjerumuskan manusia ke dalam penderitaan.
41. Keinginan yang berlebihan, selain mendatangkan penderitaan juga akan membawa akibat buruk.
42. Sumber penderitaan manusia ada 3, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kebodohan.
43. Memberi dan melayani jauh lebih berharga dan membahagiakan daripada diberi dan dilayani.
44. Orang yang paling berbahagia adalah orang yang penuh dengan cinta kasih.
45. Sebaik apa pun hati seseorang, bila tabiat dan tutur katanya tidak baik, maka ia tidak dapat dianggap sebagai orang baik.
46. Dengan menjaga tutur kata dan sikap dengan baik, maka kita akan menjadi orang yang disenangi dan dicintai orang lain.
47. Mengernyitkan dahi dan tersenyum, keduanya sama-sama merupakan sebuah ekspresi, mengapa tidak tersenyum saja?
48. Hati hendaknya bagaikan bulan yang terlihat jelas bersinar. Hati hendaknya juga seperti cakrawala luas dengan langit yang cerah.
49. Niat baik yang tidak dilaksanakan sama halnya seperti bertani tanpa menebarkan benih. Hal ini hanya menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
50. Setiap hari kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada orangtua dan semua makhluk. Jangan melakukan sesuatu yang mengecewakan mereka.
51. Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Bila hanya menunggu, kesempatan itu akan berlalu dan semuanya sudah terlambat.
52. Tidak peduli seberapa jauh yang harus dilewati dan selalu berusaha sebaik mungkin mencapai tujuan dengan kemampuan yang dimiliki, inilah yang disebut dengan keuletan.
53. Orang yang paling berbahagia adalah orang yang mampu mencintai dan dicintai orang lain.
54. Binalah cinta kasih yang tulus dan murni. Hati kita tidak akan risau bila kita tidak mengharapkan pamrih atau merasa rugi dalam memberikan cinta kasih.
55. Kasih sayang yang mengharapkan pamrih tidak akan bertahan lama. Yang akan bertahan selamanya adalah kasih sayang yang tak berwujud, tak ternoda, dan tanpa pamrih.
56. Cinta kasih harus bagaikan seduhan teh wangi dengan komposisi yang pas. Bila terlalu pekat akan terasa pahit dan kita tidak dapat meminumnya.
57. Mampu merasakan kebahagiaan orang lain seperti kebahagiaan sendiri adalah kehidupan yang penuh dengan kepuasan dan terberkahi.
58. Kesuksesan dalam hidup selama puluhan tahun merupakan akumulasi perilaku setiap hari, maka kita harus menjaga perilaku dengan sebaik-baiknya setiap hari.
59. Kehidupan manusia bagaikan meniti kawat baja. Bila kita tidak bersungguh-sungguh melihat ke depan, malah sebaliknya selalu menoleh ke belakang, kita pasti akan terjatuh.
60. Dengan memberikan sesuatu yang berwujud kepada orang lain, kita akan memperoleh berkah yang tidak berwujud.
 
61. Cinta kasih individu penuh dengan kerisauan, cinta kasih universal membuat hati tenteram dan bahagia.
62. Jangan meremehkan kemampuan sendiri, karenanya mulailah dengan mengubah hati kita barulah dapat mengubah dunia agar menjadi lebih baik.
63. Semua manusia takut mati dan menderita, apakah makhluk hidup lain tidak merasa takut juga? Oleh karena itu, kita harus melindungi semua makhluk hidup dan menghargai kehidupan.
64. Masalah di dunia tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja, dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang untuk dapat menyelesaikannya.
65. Selalu mengejar kenikmatan materi adalah sumber penderitaan manusia. Menderita bila tak bisa memperolehnya, dan bila bisa memperolehnya akan merasa belum puas. Semuanya merupakan penderitaan yang tak akan pernah berakhir.
66. Bekerja untuk hidup sangat menyiksa, hidup untuk bekerja sangat menyenangkan.
67. Sumber penderitaan manusia adalah nafsu keserakahan untuk memiliki. Bila tak bisa memperoleh keinginannya, ia akan menderita, namun bila telah memperolehnya, ia juga akan menderita karena takut kehilangan.
68. Dengan mengurangi nafsu keinginan dan memperluas cinta kasih, kita akan dapat melewati kehidupan dengan bebas dan bahagia.
69. Kesederhanaan adalah keindahan, keserasian adalah keagungan.
70. Dengan melestarikan lingkungan berarti cara kita berterima kasih kepada bumi.
71. Hakekat terpenting dari pendidikan adalah pewarisan cinta kasih dan raya syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.
72. Kita hendaknya bersyukur kepada bumi yang menyediakan sumber daya alam sehingga kita dapat melanjutkan kehidupan, dan bersyukur kepada leluhur yang telah menyediakan lahan dan mengajarkan kita bagaimana cara bertahan hidup.
73. Hati yang dipenuhi rasa syukur akan menimbulkan keharuan. Rasa haru merupakan dorongan untuk melakukan kebajikan.
74. Bila dituduh orang lain, terimalah dengan rasa syukur. Bila menemukan kesalahan orang lain, sadarkan dengan penuh hormat.
75. Bersyukurlah kepada orang yang menerima bantuan kita, karena mereka memberikan kesempatan baik bagi tercapainya pembinaan rasa cinta kasih kita.
76. Merupakan suatu berkah apabila sesama manusia dapat saling menghargai dan bersyukur.
77. Berbakti adalah sikap dimana kita selalu ada dan mau berkorban pada saat orangtua membutuhkan kita.
78. Dengan berjiwa besar , tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan di dunia ini. Bila berjiwa sempit, walaupun kesenangan berlimpah, kita akan tetap merasa menderita.
79. Pandai menempatkan diri dan berpikir demi orang lain adalah sikap orang yang penuh toleransi.
80. Pada umumnya orang lebih dapat menanggung beban kerja yang berat daripada menanggung kebencian, namun orang yang berkepribadian mulia adalah orang yang dapat melupakan kebencian.
81. Kehidupan kita bermakna apabila kita dapat bermanfaat bagi orang lain.
82. Hadiah paling berharga di dunia ini adalah memaafkan.
83. Introspeksi dirilah bila mendapat kritikan orang lain. Jika salah harus diperbaiki; bila tidak bersalah, cobalah untuk menerimanya dengan lapang dada.
84. Berjiwa besar menerima kekurangan orang lain merupakan suatu hal yang luar biasa di tengah hal yang biasa.
85. Faktor pemersatu dalam organisasi adalah toleransi dan tenggang rasa terhadap pendapat yang berbeda.
86. Lebih baik belajar dari kelebihan orang lain daripada mencari kelemahan dan kesalahan orang lain.
87. Hadapilah kesalahan orang lain dengan lapang dada dan lemah lembut.
88. Menghibur orang dengan kata-kata yang baik dan lembut, melerai perselisihan dengan kata-kata bijaksana dan membantu kesulitan orang lain dengan tindakan nyata, inilah yang dinamakan berdana.
89. Berdana ada 3 macam, memberi bantuan makanan dan pakaian, memberikan nasehat bagi orang yang hatinya sedang hampa, dan memberikan kedamaian kepada orang yang panik dan ketakutan.
90. Jangan menganggap enteng perbuatan baik sekecil apa pun, karena bila terhimpun menjadi satu merupakan bantuan yang berharga dan bermanfaat bagi orang lain.
91. Seulas senyuman mampu mendamaikan hati yang gelisah.
92. Kebiasaan buruk bagaikan virus yang menyerang batin manusia, harus dicegah jangan sampai berkembang.
93. Jangan mencemaskan beban yang berat, asalkan tetap berjalan di arah yang benar, pasti akan sampai ke tujuan.
94. Orang yang selalu mengalami kesulitan tidak akan kehilangan apa pun, melainkan akan bertambah cemerlang dan bersinar. Benar-benar berlian yang sesungguhnya.
95. Prinsip penting mencapai keselarasan dalam penyelesaian masalah adalah menyadari kapan saatnya maju dan mundur.
96. Dengan mengalah, hidup akan damai dan tenteram; saling bersitegang akan mendatangkan malapetaka.
97. Tak ada yang tidak dapat diatasi dalam hidup ini; dengan adanya tekad, maka segalanya akan dapat diatasi.
98. Mampu mematuhi tata tertib dalam berorganisasi, menyatukan hati, ramah tamah, saling mengasihi, dan bergotong royong, berarti telah mengalami kemajuan dalam melatih diri.
99. Jangan menyia-nyiakan waktu; lakukan hal yang bermanfaat dengan langkah yang mantap.
100. Jangan takut karena didorong dari belakang. Dorongan tersebut akan memberi semangat untuk terus maju.
101. Tidak perlu memusingkan apakah orang akan memperbaiki perilaku atau sikap buruknya, yang terpenting adalah kita tetap melatih diri sebaik mungkin.
102. Bila cermin hati kita bersih, maka kita dapat secara jelas membedakan yang baik dan buruk, yang benar dan salah.
103. Jadikan batin kita sebagai pusat pelatihan diri dan hargailah semua orang dalam kesetaraan.
104. Sebuah tindakan jauh lebih bermakna dibandingkan dengan ribuan ucapan.
105. Walaupun memiliki impian dan harapan bagi generasi berikutnya, jangan sampai mengabaikan hal yang ada pada saat sekarang.
 
106. Iblis yang ada di sekitar kita tidaklah menakutkan, yang mengerikan adalah iblis yang terdapat di dalam hati kita.
107. Kepintaran adalah kemampuan untuk membedakan mana yang menguntungkan dan merugikan. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah.
108. Orang bodoh membangun tembok pemisah dalam hatinya, orang bijaksana merobohkan tembok pemisah tersebut dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain.
109. Jika ingin meningkatkan kebijaksanaan, kita harus terbebas dari kemelekatan dan keraguan.
110. Langkah-langkah baik harus diterapkan sejak sekarang untuk mencapai cita-cita yang tinggi dan berjangka panjang.
111. Orang yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya dengan sepenuh hati akan dapat meningkatkan kebijaksanaannya.


      ___________________________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger.yahoo.com
Loading...