Quantcast

Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

classic Classic list List threaded Threaded
40 messages Options
12
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

Empe Lojot
Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,

Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang reinkarnasi - kematian
dan sekarang -saat ini dari kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;

Salam,
empe
===================//==================
1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran lain, sebagai muslim dlm ajaran Islam
tdk mengenal reinkarnasi tapi sbg ikhwan  saya merasa bahwa yang
dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali menjadi individu yang lebih
baik jadi diri saya yang lama, yg terbatas, yang tdk universal yang tdk
berpikir positif , telah MATI. dan dengan BANGKITNYA KESADARAN YG BARU,
maka saya mengalami reinkarnasi menjadi saya yang Memiliki Kesedaran,
Universal, tak terbatas, berpikir positif.
Jadi Reinkarnasi tdk hrs terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.

2. yang sangat membingungkan.Reinkarnasi ada atau tidak.
terus masalah Sekarang, Saat ini.
bisa bantu saya untuk mengerti lebih dalam lagi.
jadi kita tidak perlu memikirkan masa depan kita ?
karena selalu sibuk dengan sekarang ?

===============//=====================


      ______________________________________________________________________
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel.
http://sg.travel.yahoo.com
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

Leonardo Rimba
Administrator
Dear Empe,

Thanks for your questions, hmmm hmmm hmmm...


--- Empe Lojot <[hidden email]> wrote:

>
> Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,
>
> Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang
> reinkarnasi - kematian dan sekarang - saat ini dari
> kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
> masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;
>
> Salam,
> empe
> ===================//==================
> 1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran lain,
> sebagai muslim dlm ajaran Islam tdk mengenal
> reinkarnasi, tapi sbg ikhwan saya merasa bahwa yang
> dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali menjadi
> individu yang lebih baik, jadi diri saya yang lama,
> yg terbatas, yang tdk universal yang tdk berpikir
> positif, telah MATI, dan dengan BANGKITNYA
> KESADARAN YG BARU, maka saya mengalami reinkarnasi
> menjadi saya yang Memiliki Kesedaran, Universal, tak
> terbatas, berpikir positif. Jadi Reinkarnasi tdk hrs
> terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.


Reinkarnasi BUKAN suatu doktrin/dogma yang harus
diterima oleh semua orang. Kalau tidak suka dengan
doktrin reinkarnasi, ya tolak saja, so what gitu lho !

Saya sendiri sebenarnya agak enggan untuk berbicara
tentang reinkarnasi sebab banyak salah kaprahnya juga.


Kalau dalam Islam ada Konsep Amal dan Ibadah dengan
iming2 Surga dan ancaman Neraka, maka mereka yang
berpegang pada KONSEP reinkarnasi akan berusaha untuk
mengumpulkan Dharma dan melunasi Karma. In the end,
hasil akhirnya akan sama juga which is mengumpulkan
PAHALA, hmmm hmmm hmmm...

+++

Saya tidak berpegang pada konsep Reinkarnasi karena
menurut pendapat saya waktu itu cuma ada satu. T = 1.
Karena waktu hanya ada satu, tunggal, maka segalanya
itu bersifat maya, segalanya itu illusi.

T = 1 itu adanya SEKARANG = SAAT INI = NOW.

Bukti bahwa T = 1 adalah kita TIDAK BISA mengalami
masa lalu dan masa depan, yang selalu kita alami itu
adalah saat ini, sekarang ini, now.

Kalaupun kita bisa "masuk" ke "masa lalu" (melalui
regressive hypnosis, misalnya), kita tetap saja akan
mengalami "masa lalu" itu sebagai NOW, saat ini,
sekarang ini.

+++

Nah, karena segalanya itu adanya di T = 1, maka
segalanya itu ILLUSI. Yang ada itu cuma KESADARAN yang
bisa mengalami berbagai macam T di masa lalu dan masa
datang. Tetapi dialaminya itu BUKAN sebagai masa lalu
maupun masa datang, tetapi sebagai NOW, sekarang.

 
> 2. yang sangat membingungkan. Reinkarnasi ada atau
> tidak.


Menurut saya pribadi, tiap manusia memiliki KESADARAN.
Dan Kesadaran yang ada di manusia itu ABADI. T = 1 itu
tidak berubah, selalu sama, abadi, eternal.

Ketika saya belum lahir, Kesadaran yang ada di saya
itu sudah ada. Dan ketika saya sudah mati, Kesadaran
yang ada di saya itu tetap ada. Kesadaran yang ada di
diri anda dan saya itu ABADI, eternal.

+++

Nah, Kesadaran yang ada di anda dan saya sebelum kita
lahir dan setelah kita mati itulah yang disebut dengan
istilah "reinkarnasi". Cuma, mungkin perlu diingat,
bahwa "reinkarnasi" itu TIDAK HARUS berbentuk manusia.
Bisa saja menjadi "makhluk" tertentu yang tetap
memiliki KESADARAN, walaupun bentuknya bukan manusia.

+++

Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
saya, dan di diri orang2 lain itu ???

Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
ESSENSI yang sama.

Dan essensinya itu sama persis dengan essensi yang ada
di God / Tuhan / Allah,... whomever you'd like to call
it / him / her / them.

No beginning and no ending.


> terus masalah Sekarang, Saat ini. bisa bantu saya
> untuk mengerti lebih dalam lagi. jadi kita tidak
> perlu memikirkan masa depan kita ? karena selalu
> sibuk dengan sekarang ?


Well, it's up to the person, though. Saya ini tidak
memiliki preskripsi harus begini atau harus begitu.
Paling jauh saya akan bilang enjoy aja, so what gitu
lho !

Yours,
Leo

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

Empe Lojot
In reply to this post by Empe Lojot
Salam Mbah Leo,

Terima kasih penjelasannya, tapi oeh ada pertanyaan mengenai
Kesadaran itu sendiri  dgn kalimat dibwh ini;

*Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
saya, dan di diri orang2 lain itu ???

Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
ESSENSI yang sama.*

Apakah Kesadaran itu berwujud atau tidak?, bila berwujud,
wujudnya seperti apa?  dan Apa yg dimaksud dgn kesadaran
itu ADA?

Salam,
Empe

----- Original Message ----
From: leonardo rimba <[hidden email]>
To: [hidden email]
Sent: Thursday, 22 May 2008 9:21:34
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Reinkarnasi - Kematian - Sekarang


Dear Empe,

Thanks for your questions, hmmm hmmm hmmm...

--- Empe Lojot <empelojot@yahoo. com.sg> wrote:

>
> Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,
>
> Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang
> reinkarnasi - kematian dan sekarang - saat ini dari
> kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
> masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;
>
> Salam,
> empe
> ============ =======// ========= =========
> 1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran lain,
> sebagai muslim dlm ajaran Islam tdk mengenal
> reinkarnasi, tapi sbg ikhwan saya merasa bahwa yang
> dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali menjadi
> individu yang lebih baik, jadi diri saya yang lama,
> yg terbatas, yang tdk universal yang tdk berpikir
> positif, telah MATI, dan dengan BANGKITNYA
> KESADARAN YG BARU, maka saya mengalami reinkarnasi
> menjadi saya yang Memiliki Kesedaran, Universal, tak
> terbatas, berpikir positif. Jadi Reinkarnasi tdk hrs
> terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.

Reinkarnasi BUKAN suatu doktrin/dogma yang harus
diterima oleh semua orang. Kalau tidak suka dengan
doktrin reinkarnasi, ya tolak saja, so what gitu lho !

Saya sendiri sebenarnya agak enggan untuk berbicara
tentang reinkarnasi sebab banyak salah kaprahnya juga.

Kalau dalam Islam ada Konsep Amal dan Ibadah dengan
iming2 Surga dan ancaman Neraka, maka mereka yang
berpegang pada KONSEP reinkarnasi akan berusaha untuk
mengumpulkan Dharma dan melunasi Karma. In the end,
hasil akhirnya akan sama juga which is mengumpulkan
PAHALA, hmmm hmmm hmmm....

+++

Saya tidak berpegang pada konsep Reinkarnasi karena
menurut pendapat saya waktu itu cuma ada satu. T = 1.
Karena waktu hanya ada satu, tunggal, maka segalanya
itu bersifat maya, segalanya itu illusi.

T = 1 itu adanya SEKARANG = SAAT INI = NOW.

Bukti bahwa T = 1 adalah kita TIDAK BISA mengalami
masa lalu dan masa depan, yang selalu kita alami itu
adalah saat ini, sekarang ini, now.

Kalaupun kita bisa "masuk" ke "masa lalu" (melalui
regressive hypnosis, misalnya), kita tetap saja akan
mengalami "masa lalu" itu sebagai NOW, saat ini,
sekarang ini.

+++

Nah, karena segalanya itu adanya di T = 1, maka
segalanya itu ILLUSI. Yang ada itu cuma KESADARAN yang
bisa mengalami berbagai macam T di masa lalu dan masa
datang. Tetapi dialaminya itu BUKAN sebagai masa lalu
maupun masa datang, tetapi sebagai NOW, sekarang.

> 2. yang sangat membingungkan. Reinkarnasi ada atau
> tidak.

Menurut saya pribadi, tiap manusia memiliki KESADARAN.
Dan Kesadaran yang ada di manusia itu ABADI. T = 1 itu
tidak berubah, selalu sama, abadi, eternal.

Ketika saya belum lahir, Kesadaran yang ada di saya
itu sudah ada. Dan ketika saya sudah mati, Kesadaran
yang ada di saya itu tetap ada. Kesadaran yang ada di
diri anda dan saya itu ABADI, eternal.

+++

Nah, Kesadaran yang ada di anda dan saya sebelum kita
lahir dan setelah kita mati itulah yang disebut dengan
istilah "reinkarnasi" . Cuma, mungkin perlu diingat,
bahwa "reinkarnasi" itu TIDAK HARUS berbentuk manusia.
Bisa saja menjadi "makhluk" tertentu yang tetap
memiliki KESADARAN, walaupun bentuknya bukan manusia.

+++

Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
saya, dan di diri orang2 lain itu ???

Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
ESSENSI yang sama.

Dan essensinya itu sama persis dengan essensi yang ada
di God / Tuhan / Allah,... whomever you'd like to call
it / him / her / them.

No beginning and no ending.

> terus masalah Sekarang, Saat ini. bisa bantu saya
> untuk mengerti lebih dalam lagi. jadi kita tidak
> perlu memikirkan masa depan kita ? karena selalu
> sibuk dengan sekarang ?

Well, it's up to the person, though. Saya ini tidak
memiliki preskripsi harus begini atau harus begitu.
Paling jauh saya akan bilang enjoy aja, so what gitu
lho !

Yours,
Leo

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
   


      Support Victims of the Cyclone in Myanmar (Burma). Donate Now.
http://advision.webevents.yahoo.com/aid_myanmar/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

nining
salam cintakasih selalu

Tambahan ....dan KESADARAN itu sebetulnya apa ..??

--- In [hidden email], Empe Lojot <empelojot@...>
wrote:

>
> Salam Mbah Leo,
>
> Terima kasih penjelasannya, tapi oeh ada pertanyaan mengenai
> Kesadaran itu sendiri  dgn kalimat dibwh ini;
>
> *Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
> juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
> saya, dan di diri orang2 lain itu ???
>
> Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> ESSENSI yang sama.*
>
> Apakah Kesadaran itu berwujud atau tidak?, bila berwujud,
> wujudnya seperti apa?  dan Apa yg dimaksud dgn kesadaran
> itu ADA?
>
> Salam,
> Empe
>
> ----- Original Message ----
> From: leonardo rimba <leonardo_rimba@...>
> To: [hidden email]
> Sent: Thursday, 22 May 2008 9:21:34
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Reinkarnasi - Kematian - Sekarang
>
>
> Dear Empe,
>
> Thanks for your questions, hmmm hmmm hmmm...
>
> --- Empe Lojot <empelojot@yahoo. com.sg> wrote:
> >
> > Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,
> >
> > Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang
> > reinkarnasi - kematian dan sekarang - saat ini dari
> > kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
> > masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;
> >
> > Salam,
> > empe
> > ============ =======// ========= =========
> > 1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran lain,
> > sebagai muslim dlm ajaran Islam tdk mengenal
> > reinkarnasi, tapi sbg ikhwan saya merasa bahwa yang
> > dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali menjadi
> > individu yang lebih baik, jadi diri saya yang lama,
> > yg terbatas, yang tdk universal yang tdk berpikir
> > positif, telah MATI, dan dengan BANGKITNYA
> > KESADARAN YG BARU, maka saya mengalami reinkarnasi
> > menjadi saya yang Memiliki Kesedaran, Universal, tak
> > terbatas, berpikir positif. Jadi Reinkarnasi tdk hrs
> > terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.
>
> Reinkarnasi BUKAN suatu doktrin/dogma yang harus
> diterima oleh semua orang. Kalau tidak suka dengan
> doktrin reinkarnasi, ya tolak saja, so what gitu lho !
>
> Saya sendiri sebenarnya agak enggan untuk berbicara
> tentang reinkarnasi sebab banyak salah kaprahnya juga.
>
> Kalau dalam Islam ada Konsep Amal dan Ibadah dengan
> iming2 Surga dan ancaman Neraka, maka mereka yang
> berpegang pada KONSEP reinkarnasi akan berusaha untuk
> mengumpulkan Dharma dan melunasi Karma. In the end,
> hasil akhirnya akan sama juga which is mengumpulkan
> PAHALA, hmmm hmmm hmmm....
>
> +++
>
> Saya tidak berpegang pada konsep Reinkarnasi karena
> menurut pendapat saya waktu itu cuma ada satu. T = 1.
> Karena waktu hanya ada satu, tunggal, maka segalanya
> itu bersifat maya, segalanya itu illusi.
>
> T = 1 itu adanya SEKARANG = SAAT INI = NOW.
>
> Bukti bahwa T = 1 adalah kita TIDAK BISA mengalami
> masa lalu dan masa depan, yang selalu kita alami itu
> adalah saat ini, sekarang ini, now.
>
> Kalaupun kita bisa "masuk" ke "masa lalu" (melalui
> regressive hypnosis, misalnya), kita tetap saja akan
> mengalami "masa lalu" itu sebagai NOW, saat ini,
> sekarang ini.
>
> +++
>
> Nah, karena segalanya itu adanya di T = 1, maka
> segalanya itu ILLUSI. Yang ada itu cuma KESADARAN yang
> bisa mengalami berbagai macam T di masa lalu dan masa
> datang. Tetapi dialaminya itu BUKAN sebagai masa lalu
> maupun masa datang, tetapi sebagai NOW, sekarang.
>
> > 2. yang sangat membingungkan. Reinkarnasi ada atau
> > tidak.
>
> Menurut saya pribadi, tiap manusia memiliki KESADARAN.
> Dan Kesadaran yang ada di manusia itu ABADI. T = 1 itu
> tidak berubah, selalu sama, abadi, eternal.
>
> Ketika saya belum lahir, Kesadaran yang ada di saya
> itu sudah ada. Dan ketika saya sudah mati, Kesadaran
> yang ada di saya itu tetap ada. Kesadaran yang ada di
> diri anda dan saya itu ABADI, eternal.
>
> +++
>
> Nah, Kesadaran yang ada di anda dan saya sebelum kita
> lahir dan setelah kita mati itulah yang disebut dengan
> istilah "reinkarnasi" . Cuma, mungkin perlu diingat,
> bahwa "reinkarnasi" itu TIDAK HARUS berbentuk manusia.
> Bisa saja menjadi "makhluk" tertentu yang tetap
> memiliki KESADARAN, walaupun bentuknya bukan manusia.
>
> +++
>
> Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
> juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
> saya, dan di diri orang2 lain itu ???
>
> Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> ESSENSI yang sama.
>
> Dan essensinya itu sama persis dengan essensi yang ada
> di God / Tuhan / Allah,... whomever you'd like to call
> it / him / her / them.
>
> No beginning and no ending.
>
> > terus masalah Sekarang, Saat ini. bisa bantu saya
> > untuk mengerti lebih dalam lagi. jadi kita tidak
> > perlu memikirkan masa depan kita ? karena selalu
> > sibuk dengan sekarang ?
>
> Well, it's up to the person, though. Saya ini tidak
> memiliki preskripsi harus begini atau harus begitu.
> Paling jauh saya akan bilang enjoy aja, so what gitu
> lho !
>
> Yours,
> Leo
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
.yahoo.com
>    
>
>
>       Support Victims of the Cyclone in Myanmar (Burma). Donate Now.
> http://advision.webevents.yahoo.com/aid_myanmar/
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

Leonardo Rimba
Administrator
Mbah2 yang dimuliakan Allah,

Saya akan mencoba menjawab tentang apa itu
"Kesadaran". Rabucin and Empe Lojot together ask the
same kind of question, what is kesadaran ?

Eh, aku kok jadi inget Mas Manting (Surya Narendra)
yang bisa nyanyi lagu qasidahan: "Kesadaran, ...
kesadaran ... ". Tapi itu kesadaran VERSI ARAB which
is NOT kesadaran which I mean.

Yang saya maksud dengan kesadaran itu adalah
CONSCIOUSNESS. You are conscious of being conscious.
I am conscious of being conscious.

I KNOW that I am conscious, even if only seeing,
observing all things coming and going in my life.

Things MAY come and go, but my consciousness remains
the same. Itu keadaan SAMADHI. With or without the
body, the consciousness remains the same.

Ada yang namanya THE MIND (Pikiran), tetapi kita tahu
bahwa kita yang asli itu BUKAN pikiran, melainkan
Kesadaran (consciousness) yang melihat hal2 yang
datang dan pergi di dalam pikiran itu.

Yang saya maksud itu adalah CONSCIOUSNESS, dan bukan
kesadaran versi Arab. Maybe harusnya pakai istilah
Consciousness saja dan bukan kesadaran, karena istilah
kesadaran itu aslinya kan Bahasa Arab, jadi
konotasinya gimana gituh.

So, we are CONSCIOUS of being CONSCIOUS. With or
without the body, we are alwayw conscious of being
conscious.

Cuma, memang ada GELOMBANG OTAK yang terlalu subtle
untuk dideteksi oleh alat2 yang sekarang kita miliki
ketika kita LELAP TIDUR dan bangun dengan tidak ingat
apa2.

Kita tahu bahwa kita itu CONSCIOUS even dalam keadaan
tidur lelap, cuma kita tidak bisa bawa memory dalam
keadaan tidur lelap itu ke dalam otak fisik kita,
karena tidak ada counterparts-nya di alam fisik ini.

Tetapi, kita itu TETAP CONSCIOUS. Nah, consciousness
itu tetap ada di semua orang apapun agama/
kepercayaannya.

The philosophical question follows: Apakah salah
apabila saya mengatakan bahwa CONSCIOUSNESS yang tetap
itu, yang ada di anda dan saya adalah CONSCIUSNESS
yang abadi, yang secara essensial sama dengan
CONSCIOUSNESS yang ada di Tuhan / Allah / God.

God is the sum total of ALL CONSCIOUSNESS and more.

Just that.

Silahkan teman2 lain menambahkan, plisss...

Leo


--- rabucin <[hidden email]> wrote:

>
> salam cintakasih selalu
>
> Tambahan ....dan KESADARAN itu sebetulnya apa ..??
>
> --- In [hidden email], Empe
> Lojot <empelojot@...>
> wrote:
> >
> > Salam Mbah Leo,
> >
> > Terima kasih penjelasannya, tapi oeh ada
> pertanyaan mengenai
> > Kesadaran itu sendiri  dgn kalimat dibwh ini;
> >
> > *Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan
> siapapun
> > juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> > persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan
> di
> > saya, dan di diri orang2 lain itu ???
> >
> > Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> > Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> > ESSENSI yang sama.*
> >
> > Apakah Kesadaran itu berwujud atau tidak?, bila
> berwujud,
> > wujudnya seperti apa?  dan Apa yg dimaksud dgn
> kesadaran
> > itu ADA?
> >
> > Salam,
> > Empe
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: leonardo rimba <leonardo_rimba@...>
> > To: [hidden email]
> > Sent: Thursday, 22 May 2008 9:21:34
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Reinkarnasi -
> Kematian - Sekarang
> >
> >
> > Dear Empe,
> >
> > Thanks for your questions, hmmm hmmm hmmm...
> >
> > --- Empe Lojot <empelojot@yahoo. com.sg> wrote:
> > >
> > > Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,
> > >
> > > Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang
> > > reinkarnasi - kematian dan sekarang - saat ini
> dari
> > > kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
>
> > > masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;
> > >
> > > Salam,
> > > empe
> > > ============ =======// ========= =========
> > > 1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran
> lain,
> > > sebagai muslim dlm ajaran Islam tdk mengenal
> > > reinkarnasi, tapi sbg ikhwan saya merasa bahwa
> yang
> > > dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali
> menjadi
> > > individu yang lebih baik, jadi diri saya yang
> lama,
> > > yg terbatas, yang tdk universal yang tdk
> berpikir
> > > positif, telah MATI, dan dengan BANGKITNYA
> > > KESADARAN YG BARU, maka saya mengalami
> reinkarnasi
> > > menjadi saya yang Memiliki Kesedaran, Universal,
> tak
> > > terbatas, berpikir positif. Jadi Reinkarnasi tdk
> hrs
> > > terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.
> >
> > Reinkarnasi BUKAN suatu doktrin/dogma yang harus
> > diterima oleh semua orang. Kalau tidak suka dengan
> > doktrin reinkarnasi, ya tolak saja, so what gitu
> lho !
> >
> > Saya sendiri sebenarnya agak enggan untuk
> berbicara
> > tentang reinkarnasi sebab banyak salah kaprahnya
> juga.
> >
> > Kalau dalam Islam ada Konsep Amal dan Ibadah
> dengan
> > iming2 Surga dan ancaman Neraka, maka mereka yang
> > berpegang pada KONSEP reinkarnasi akan berusaha
> untuk
> > mengumpulkan Dharma dan melunasi Karma. In the
> end,
> > hasil akhirnya akan sama juga which is
> mengumpulkan
> > PAHALA, hmmm hmmm hmmm....
> >
> > +++
> >
> > Saya tidak berpegang pada konsep Reinkarnasi
> karena
> > menurut pendapat saya waktu itu cuma ada satu. T =
> 1.
> > Karena waktu hanya ada satu, tunggal, maka
> segalanya
> > itu bersifat maya, segalanya itu illusi.
> >
> > T = 1 itu adanya SEKARANG = SAAT INI = NOW.
> >
> > Bukti bahwa T = 1 adalah kita TIDAK BISA mengalami
> > masa lalu dan masa depan, yang selalu kita alami
> itu
> > adalah saat ini, sekarang ini, now.
> >
> > Kalaupun kita bisa "masuk" ke "masa lalu" (melalui
> > regressive hypnosis, misalnya), kita tetap saja
> akan
> > mengalami "masa lalu" itu sebagai NOW, saat ini,
> > sekarang ini.
> >
> > +++
> >
> > Nah, karena segalanya itu adanya di T = 1, maka
> > segalanya itu ILLUSI. Yang ada itu cuma KESADARAN
> yang
> > bisa mengalami berbagai macam T di masa lalu dan
> masa
> > datang. Tetapi dialaminya itu BUKAN sebagai masa
> lalu
> > maupun masa datang, tetapi sebagai NOW, sekarang.
> >
> > > 2. yang sangat membingungkan. Reinkarnasi ada
> atau
> > > tidak.
> >
> > Menurut saya pribadi, tiap manusia memiliki
> KESADARAN.
> > Dan Kesadaran yang ada di manusia itu ABADI. T = 1
> itu
> > tidak berubah, selalu sama, abadi, eternal.
> >
> > Ketika saya belum lahir, Kesadaran yang ada di
> saya
> > itu sudah ada. Dan ketika saya sudah mati,
> Kesadaran
> > yang ada di saya itu tetap ada. Kesadaran yang ada
> di
> > diri anda dan saya itu ABADI, eternal.
> >
> > +++
> >
> > Nah, Kesadaran yang ada di anda dan saya sebelum
> kita
> > lahir dan setelah kita mati itulah yang disebut
> dengan
> > istilah "reinkarnasi" . Cuma, mungkin perlu
> diingat,
> > bahwa "reinkarnasi" itu TIDAK HARUS berbentuk
> manusia.
> > Bisa saja menjadi "makhluk" tertentu yang tetap
> > memiliki KESADARAN, walaupun bentuknya bukan
> manusia.
> >
> > +++
> >
> > Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan
> siapapun
> > juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> > persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan
> di
> > saya, dan di diri orang2 lain itu ???
> >
> > Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> > Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> > ESSENSI yang sama.
> >
> > Dan essensinya itu sama persis dengan essensi yang
> ada
> > di God / Tuhan / Allah,... whomever you'd like to
> call
> > it / him / her / them.
> >
> > No beginning and no ending.
> >
> > > terus masalah Sekarang, Saat ini. bisa bantu
> saya
> > > untuk mengerti lebih dalam lagi. jadi kita tidak
>
> > > perlu memikirkan masa depan kita ? karena selalu
>
> > > sibuk dengan sekarang ?
> >
> > Well, it's up to the person, though. Saya ini
> tidak
> > memiliki preskripsi harus begini atau harus
> begitu.
> > Paling jauh saya akan bilang enjoy aja, so what
> gitu
>
=== message truncated ===


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: KESADARAN (was: Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang)

adji mudhita
In reply to this post by nining
----- Original Message -----
From: "rabucin" <[hidden email]>

> Tambahan ....dan KESADARAN itu sebetulnya apa ..??
=============

bukan bermaksud membuat 'konvensi' atau 'kesepakatan'.
hanya salah satu sudut pandang saja.
tiap-tiap individu pasti punya sudut pandang lain.

KESADARAN buat saya adalah ketika diri ini SADAR setiap saat, MENYADARI
segala sesuatu yang terjadi pada diri (ucapan, prilaku, dsb).

jadi, segala aktivitas kita sehari-hari, DIRI INI menyadari-nya.
kadang, diri ini BERGERAK/BERAKTIVITAS dengan sendiri-nya, suatu RUTINITAS,
tanpa pernah kita MENYADARI, seperti ROBOT BERNYAWA saja.

--- sangwaktu

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: KESADARAN (was: Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang)

Leonardo Rimba
Administrator
Mbah Sangwaktu yang dimuliakan Allah,

Definisi "Kesadaran" as you wrote is the NORM. Memang
seperti itulah KONVENSI-nya di dalam agama2, bahkan di
dalam Kejawen juga kurang lebih seperti itu.

Eling, eling, blah blah blah...

Tetapi yang saya maksud dengan Kesadaran/Consciousness
itu LEBIH DALAM daripada sekedar eling.

+++

Seruan agar eling atau sadar itu baru TAHAP PERTAMA
dalam pencapaian Kesadaran. Tahap pertama itu baru
membuat kita ngeh bahwa kita itu BUKAN naluri2 kita.
Naluri atau napsu bisa datang dan pergi, tetapi diri
kita itu BUKAN naluri atau napsu itu.

Ada eling atau sadar TAHAP KEDUA which is mengamati
saja segalanya. Ada doktrin2 agama, ya kita amati
saja, dan kita ELING / SADAR bahwa kita itu BUKAN
segala doktrin2 agama itu.

Ada debat ini atau itu, dan kita ELING / SADAR bahwa
kita itu ternyata BUKAN pendapat yang ini atau yang
itu. Ternyata kita itu BISA diam saja dan mengamati
saja.

Nah, KESADARAN / CONSCIOUSNESS yang ada di kita itu
adalah yang mengamati itu.

Yang mengambil tindakan itu adalah DIRI kita, EGO
kita, tetapi KESADARAN kita itu TETAP, tidak
terpengaruh.

So, in the end kita akan bisa membedakan bahwa DIRI
(SELF) yang ada di kita itu bisa banyak. Bisa Self A,
Self B, Self C,... banyak sekali.

Lalu KESADARAN / CONSCIOUSNESS yang ada di kita itu
yang mana ?

Jawab: yang mengamati saja, yang melihat saja,.. dan
itu TETAP. Tidak berubah.

+++

Nah, bukankah Kesadaran/Consciousness yang tetap itu
adalah yang SAMA dengan yang ada di Tuhan / Allah /
God itu ?

Well, at least bisa mendekatilah.

Buddha bilang segala sensasi itu datang dan pergi,
tapi lihat saja, amati saja, aummm aummm aummm...

Leo


--- --- sangwaktu <[hidden email]> wrote:

>
> bukan bermaksud membuat 'konvensi' atau
> 'kesepakatan'. hanya salah satu sudut pandang saja.
> tiap-tiap individu pasti punya sudut pandang lain.
>
> KESADARAN buat saya adalah ketika diri ini SADAR
> setiap saat, MENYADARI segala sesuatu yang terjadi
> pada diri (ucapan, prilaku, dsb).
>
> jadi, segala aktivitas kita sehari-hari, DIRI INI
> menyadari-nya. kadang, diri ini BERGERAK/
> BERAKTIVITAS dengan sendiri-nya, suatu RUTINITAS,
> tanpa pernah kita MENYADARI, seperti ROBOT BERNYAWA
> saja.
>
> --- sangwaktu


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Kesadaran+++dear friends...

semar samiaji
In reply to this post by Leonardo Rimba
baik Mas...saya ikut beri warna......kata KESADARAN, baru akan bermakna saat KONTEKSnya diletakkan....dalam hal ini saya akan letakkan konteks kesadaran dalam rangka menuju manusia sing sejati ning manusa....
   
  anak manusia BARU dapat dikenal dengan SEJATI ning Manuso saat dirinya SADAR bahwa hidup adalah BERBUAT.......namun yang perlu diperhatikan bahwa CAPAIAN kesadaran TIDAK bisa hanya TERUCAP atau DITEORIKAN saja....perlu adanya KESATUAN berbuat antara hati, ucapan, dan laku....dalam upaya jatuh bangun merasakan itu semua dalam keikhlasan, kesabaran, dan kepasrahan, maka KESADARAN akan muncul manakala MAU benar-benar MENGKAJI diri awalnya....lalu, dalam bentuk kebersamaan dengan nuansa saling asah, asih, dan asuh...maka KESADARAN tersebut akan BERBUAH dalam ujud kehidupan NYATA, baik di diri dan syukur di orang lain....
   
  lalu dengan ini apa dong kesadaran itu?....Kira-kira dalam kata KESADARAN adalah SALAH SATU perangkat yang membangkitkan upaya jatuh bangun diri menuju sarinya manusia yang "selalu" menjalankan ruang hidupnya dalam kondisi ikhlas, sabar, dan pasrah dalam setiap desahan nafasnya, karena diri meyakini UJUD Kuasa dan Ijin YMK.....
   
  so, KESADARAN tidak akan pernah berdiri sendiri DALAM konteks ini.....
   
  ini menurut ENSKLOPEDIA nya semar samiaji ha..ha..ha..ha...
   
  cheers,
  ss
 

leonardo rimba <[hidden email]> wrote:
          Mbah2 yang dimuliakan Allah,

Saya akan mencoba menjawab tentang apa itu
"Kesadaran". Rabucin and Empe Lojot together ask the
same kind of question, what is kesadaran ?

Eh, aku kok jadi inget Mas Manting (Surya Narendra)
yang bisa nyanyi lagu qasidahan: "Kesadaran, ...
kesadaran ... ". Tapi itu kesadaran VERSI ARAB which
is NOT kesadaran which I mean.

Yang saya maksud dengan kesadaran itu adalah
CONSCIOUSNESS. You are conscious of being conscious.
I am conscious of being conscious.

I KNOW that I am conscious, even if only seeing,
observing all things coming and going in my life.

Things MAY come and go, but my consciousness remains
the same. Itu keadaan SAMADHI. With or without the
body, the consciousness remains the same.

Ada yang namanya THE MIND (Pikiran), tetapi kita tahu
bahwa kita yang asli itu BUKAN pikiran, melainkan
Kesadaran (consciousness) yang melihat hal2 yang
datang dan pergi di dalam pikiran itu.

Yang saya maksud itu adalah CONSCIOUSNESS, dan bukan
kesadaran versi Arab. Maybe harusnya pakai istilah
Consciousness saja dan bukan kesadaran, karena istilah
kesadaran itu aslinya kan Bahasa Arab, jadi
konotasinya gimana gituh.

So, we are CONSCIOUS of being CONSCIOUS. With or
without the body, we are alwayw conscious of being
conscious.

Cuma, memang ada GELOMBANG OTAK yang terlalu subtle
untuk dideteksi oleh alat2 yang sekarang kita miliki
ketika kita LELAP TIDUR dan bangun dengan tidak ingat
apa2.

Kita tahu bahwa kita itu CONSCIOUS even dalam keadaan
tidur lelap, cuma kita tidak bisa bawa memory dalam
keadaan tidur lelap itu ke dalam otak fisik kita,
karena tidak ada counterparts-nya di alam fisik ini.

Tetapi, kita itu TETAP CONSCIOUS. Nah, consciousness
itu tetap ada di semua orang apapun agama/
kepercayaannya.

The philosophical question follows: Apakah salah
apabila saya mengatakan bahwa CONSCIOUSNESS yang tetap
itu, yang ada di anda dan saya adalah CONSCIUSNESS
yang abadi, yang secara essensial sama dengan
CONSCIOUSNESS yang ada di Tuhan / Allah / God.

God is the sum total of ALL CONSCIOUSNESS and more.

Just that.

Silahkan teman2 lain menambahkan, plisss...

Leo




   
    Recent Activity
   
      56
  New Members
 
      27
  New Photos
 
      2
  New Files

Visit Your Group
      Ads on Yahoo!
  Learn more now.
  Reach customers
  searching for you.

    Find helpful tips
  for Moderators
  on the Yahoo!
  Groups team blog.

    Yahoo! Groups
  Latest product news
  Join Mod. Central
  stay connected.



  .

 
                           

       
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

RE: KESADARAN (was: Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang)

Sony H. Waluyo
In reply to this post by Leonardo Rimba
Aku sadar maka aku ada..

(Rene Descartes)

 

SONY H WALUYO

 

* You are what you think about. Beware of your mind.

  _____  

From: [hidden email]
[mailto:[hidden email]] On Behalf Of leonardo rimba
Sent: Thursday, May 22, 2008 10:43 AM
To: [hidden email]
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] KESADARAN (was: Re: Reinkarnasi -
Kematian - Sekarang)

 

Mbah Sangwaktu yang dimuliakan Allah,

Definisi "Kesadaran" as you wrote is the NORM. Memang
seperti itulah KONVENSI-nya di dalam agama2, bahkan di
dalam Kejawen juga kurang lebih seperti itu.

Eling, eling, blah blah blah...

Tetapi yang saya maksud dengan Kesadaran/Consciousness
itu LEBIH DALAM daripada sekedar eling.

+++

Seruan agar eling atau sadar itu baru TAHAP PERTAMA
dalam pencapaian Kesadaran. Tahap pertama itu baru
membuat kita ngeh bahwa kita itu BUKAN naluri2 kita.
Naluri atau napsu bisa datang dan pergi, tetapi diri
kita itu BUKAN naluri atau napsu itu.

Ada eling atau sadar TAHAP KEDUA which is mengamati
saja segalanya. Ada doktrin2 agama, ya kita amati
saja, dan kita ELING / SADAR bahwa kita itu BUKAN
segala doktrin2 agama itu.

Ada debat ini atau itu, dan kita ELING / SADAR bahwa
kita itu ternyata BUKAN pendapat yang ini atau yang
itu. Ternyata kita itu BISA diam saja dan mengamati
saja.

Nah, KESADARAN / CONSCIOUSNESS yang ada di kita itu
adalah yang mengamati itu.

Yang mengambil tindakan itu adalah DIRI kita, EGO
kita, tetapi KESADARAN kita itu TETAP, tidak
terpengaruh.

So, in the end kita akan bisa membedakan bahwa DIRI
(SELF) yang ada di kita itu bisa banyak. Bisa Self A,
Self B, Self C,... banyak sekali.

Lalu KESADARAN / CONSCIOUSNESS yang ada di kita itu
yang mana ?

Jawab: yang mengamati saja, yang melihat saja,.. dan
itu TETAP. Tidak berubah.

+++

Nah, bukankah Kesadaran/Consciousness yang tetap itu
adalah yang SAMA dengan yang ada di Tuhan / Allah /
God itu ?

Well, at least bisa mendekatilah.

Buddha bilang segala sensasi itu datang dan pergi,
tapi lihat saja, amati saja, aummm aummm aummm...

Leo

--- --- sangwaktu <sangwaktu@gmail. <mailto:sangwaktu%40gmail.com> com>
wrote:

>
> bukan bermaksud membuat 'konvensi' atau
> 'kesepakatan'. hanya salah satu sudut pandang saja.
> tiap-tiap individu pasti punya sudut pandang lain.
>
> KESADARAN buat saya adalah ketika diri ini SADAR
> setiap saat, MENYADARI segala sesuatu yang terjadi
> pada diri (ucapan, prilaku, dsb).
>
> jadi, segala aktivitas kita sehari-hari, DIRI INI
> menyadari-nya. kadang, diri ini BERGERAK/
> BERAKTIVITAS dengan sendiri-nya, suatu RUTINITAS,
> tanpa pernah kita MENYADARI, seperti ROBOT BERNYAWA
> saja.
>
> --- sangwaktu

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
<http://uk.messenger.yahoo.com> .yahoo.com

 

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

benediktus_sudjanto
In reply to this post by nining
versi sendiri ya: KESADARAN adalah pemikiran (percikan energi yang
lebih halus/subtle) yang mengakui dirinya ada, utuh, dicintai,
mencintai, hasil bentukan cintakasih yang tanpa syarat, yang adanya
bukan dari dirinya sendiri, tetapi diciptakan oleh sang Pencipta, yang
dikenal melalui diri sendiri (hasil ciptaanNya). Selebihnya dari itu
adalah KESADARAN Plus, yang diperoleh dari olah diri atau KESADARAN
Minus karena olah diri yang tak sesuai dengan kodratNya, yaitu Kasih
Tanpa Syarat. Kenapa tak sesuai, ya karena sang EGO yang lebih
mendominasi.Kenapa EGO bisa lebih mendominasi, karena orientasi diri
lebih banyak keluar, mengidentifikasi diri melalui apa yang di luar
dirinya bukan dari keutuhan/kecukupan yang ada dalam dirinya/Nya. EGO
selalu merasa tidak cukup, takut, kuatir, merasa tidak dicintai,
merasa jadi korban, merasa tidak layak dlsb sehingga "mencari" dari
luar apa-2 yang dapat memuaskan apa yang dirasa cukup dan layak.
KESADARAN itu bisa efekti kalau orientasi waktu dan tempat adalah
SEKARANG & DISINI.


--- In [hidden email], "rabucin" <rabucin@...> wrote:

>
> salam cintakasih selalu
>
> Tambahan ....dan KESADARAN itu sebetulnya apa ..??
>
> --- In [hidden email], Empe Lojot <empelojot@>
> wrote:
> >
> > Salam Mbah Leo,
> >
> > Terima kasih penjelasannya, tapi oeh ada pertanyaan mengenai
> > Kesadaran itu sendiri  dgn kalimat dibwh ini;
> >
> > *Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
> > juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> > persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
> > saya, dan di diri orang2 lain itu ???
> >
> > Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> > Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> > ESSENSI yang sama.*
> >
> > Apakah Kesadaran itu berwujud atau tidak?, bila berwujud,
> > wujudnya seperti apa?  dan Apa yg dimaksud dgn kesadaran
> > itu ADA?
> >
> > Salam,
> > Empe
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: leonardo rimba <leonardo_rimba@>
> > To: [hidden email]
> > Sent: Thursday, 22 May 2008 9:21:34
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Reinkarnasi - Kematian - Sekarang
> >
> >
> > Dear Empe,
> >
> > Thanks for your questions, hmmm hmmm hmmm...
> >
> > --- Empe Lojot <empelojot@yahoo. com.sg> wrote:
> > >
> > > Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,
> > >
> > > Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang
> > > reinkarnasi - kematian dan sekarang - saat ini dari
> > > kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
> > > masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;
> > >
> > > Salam,
> > > empe
> > > ============ =======// ========= =========
> > > 1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran lain,
> > > sebagai muslim dlm ajaran Islam tdk mengenal
> > > reinkarnasi, tapi sbg ikhwan saya merasa bahwa yang
> > > dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali menjadi
> > > individu yang lebih baik, jadi diri saya yang lama,
> > > yg terbatas, yang tdk universal yang tdk berpikir
> > > positif, telah MATI, dan dengan BANGKITNYA
> > > KESADARAN YG BARU, maka saya mengalami reinkarnasi
> > > menjadi saya yang Memiliki Kesedaran, Universal, tak
> > > terbatas, berpikir positif. Jadi Reinkarnasi tdk hrs
> > > terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.
> >
> > Reinkarnasi BUKAN suatu doktrin/dogma yang harus
> > diterima oleh semua orang. Kalau tidak suka dengan
> > doktrin reinkarnasi, ya tolak saja, so what gitu lho !
> >
> > Saya sendiri sebenarnya agak enggan untuk berbicara
> > tentang reinkarnasi sebab banyak salah kaprahnya juga.
> >
> > Kalau dalam Islam ada Konsep Amal dan Ibadah dengan
> > iming2 Surga dan ancaman Neraka, maka mereka yang
> > berpegang pada KONSEP reinkarnasi akan berusaha untuk
> > mengumpulkan Dharma dan melunasi Karma. In the end,
> > hasil akhirnya akan sama juga which is mengumpulkan
> > PAHALA, hmmm hmmm hmmm....
> >
> > +++
> >
> > Saya tidak berpegang pada konsep Reinkarnasi karena
> > menurut pendapat saya waktu itu cuma ada satu. T = 1.
> > Karena waktu hanya ada satu, tunggal, maka segalanya
> > itu bersifat maya, segalanya itu illusi.
> >
> > T = 1 itu adanya SEKARANG = SAAT INI = NOW.
> >
> > Bukti bahwa T = 1 adalah kita TIDAK BISA mengalami
> > masa lalu dan masa depan, yang selalu kita alami itu
> > adalah saat ini, sekarang ini, now.
> >
> > Kalaupun kita bisa "masuk" ke "masa lalu" (melalui
> > regressive hypnosis, misalnya), kita tetap saja akan
> > mengalami "masa lalu" itu sebagai NOW, saat ini,
> > sekarang ini.
> >
> > +++
> >
> > Nah, karena segalanya itu adanya di T = 1, maka
> > segalanya itu ILLUSI. Yang ada itu cuma KESADARAN yang
> > bisa mengalami berbagai macam T di masa lalu dan masa
> > datang. Tetapi dialaminya itu BUKAN sebagai masa lalu
> > maupun masa datang, tetapi sebagai NOW, sekarang.
> >
> > > 2. yang sangat membingungkan. Reinkarnasi ada atau
> > > tidak.
> >
> > Menurut saya pribadi, tiap manusia memiliki KESADARAN.
> > Dan Kesadaran yang ada di manusia itu ABADI. T = 1 itu
> > tidak berubah, selalu sama, abadi, eternal.
> >
> > Ketika saya belum lahir, Kesadaran yang ada di saya
> > itu sudah ada. Dan ketika saya sudah mati, Kesadaran
> > yang ada di saya itu tetap ada. Kesadaran yang ada di
> > diri anda dan saya itu ABADI, eternal.
> >
> > +++
> >
> > Nah, Kesadaran yang ada di anda dan saya sebelum kita
> > lahir dan setelah kita mati itulah yang disebut dengan
> > istilah "reinkarnasi" . Cuma, mungkin perlu diingat,
> > bahwa "reinkarnasi" itu TIDAK HARUS berbentuk manusia.
> > Bisa saja menjadi "makhluk" tertentu yang tetap
> > memiliki KESADARAN, walaupun bentuknya bukan manusia.
> >
> > +++
> >
> > Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan siapapun
> > juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> > persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan di
> > saya, dan di diri orang2 lain itu ???
> >
> > Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> > Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> > ESSENSI yang sama.
> >
> > Dan essensinya itu sama persis dengan essensi yang ada
> > di God / Tuhan / Allah,... whomever you'd like to call
> > it / him / her / them.
> >
> > No beginning and no ending.
> >
> > > terus masalah Sekarang, Saat ini. bisa bantu saya
> > > untuk mengerti lebih dalam lagi. jadi kita tidak
> > > perlu memikirkan masa depan kita ? karena selalu
> > > sibuk dengan sekarang ?
> >
> > Well, it's up to the person, though. Saya ini tidak
> > memiliki preskripsi harus begini atau harus begitu.
> > Paling jauh saya akan bilang enjoy aja, so what gitu
> > lho !
> >
> > Yours,
> > Leo
> >
> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
> .yahoo.com
> >    
> >
> >
> >       Support Victims of the Cyclone in Myanmar (Burma). Donate Now.
> > http://advision.webevents.yahoo.com/aid_myanmar/
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang

Empe Lojot
In reply to this post by Empe Lojot
Salam Mbah Leo,...

Terima kasih atas penjelasannya walaupun oeh
masih bingung nih......utk menyimpulkannya
tentang reikarnasi- kematian - sekarang bila dikaitkan
dgn CONSCIOUSNESS = KESADARAN ITU ADA.

Terimakasih Mbah Leo telah mereportkan mbah.

Salam,
empe


----- Original Message ----
From: leonardo rimba <[hidden email]>
To: [hidden email]
Sent: Thursday, 22 May 2008 10:28:01
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Re: Reinkarnasi - Kematian - Sekarang


Mbah2 yang dimuliakan Allah,

Saya akan mencoba menjawab tentang apa itu
"Kesadaran". Rabucin and Empe Lojot together ask the
same kind of question, what is kesadaran ?

Eh, aku kok jadi inget Mas Manting (Surya Narendra)
yang bisa nyanyi lagu qasidahan: "Kesadaran, ...
kesadaran ... ". Tapi itu kesadaran VERSI ARAB which
is NOT kesadaran which I mean.

Yang saya maksud dengan kesadaran itu adalah
CONSCIOUSNESS. You are conscious of being conscious.
I am conscious of being conscious.

I KNOW that I am conscious, even if only seeing,
observing all things coming and going in my life.

Things MAY come and go, but my consciousness remains
the same. Itu keadaan SAMADHI. With or without the
body, the consciousness remains the same.

Ada yang namanya THE MIND (Pikiran), tetapi kita tahu
bahwa kita yang asli itu BUKAN pikiran, melainkan
Kesadaran (consciousness) yang melihat hal2 yang
datang dan pergi di dalam pikiran itu.

Yang saya maksud itu adalah CONSCIOUSNESS, dan bukan
kesadaran versi Arab. Maybe harusnya pakai istilah
Consciousness saja dan bukan kesadaran, karena istilah
kesadaran itu aslinya kan Bahasa Arab, jadi
konotasinya gimana gituh.

So, we are CONSCIOUS of being CONSCIOUS. With or
without the body, we are alwayw conscious of being
conscious.

Cuma, memang ada GELOMBANG OTAK yang terlalu subtle
untuk dideteksi oleh alat2 yang sekarang kita miliki
ketika kita LELAP TIDUR dan bangun dengan tidak ingat
apa2.

Kita tahu bahwa kita itu CONSCIOUS even dalam keadaan
tidur lelap, cuma kita tidak bisa bawa memory dalam
keadaan tidur lelap itu ke dalam otak fisik kita,
karena tidak ada counterparts- nya di alam fisik ini.

Tetapi, kita itu TETAP CONSCIOUS. Nah, consciousness
itu tetap ada di semua orang apapun agama/
kepercayaannya.

The philosophical question follows: Apakah salah
apabila saya mengatakan bahwa CONSCIOUSNESS yang tetap
itu, yang ada di anda dan saya adalah CONSCIUSNESS
yang abadi, yang secara essensial sama dengan
CONSCIOUSNESS yang ada di Tuhan / Allah / God.

God is the sum total of ALL CONSCIOUSNESS and more.

Just that.

Silahkan teman2 lain menambahkan, plisss...

Leo

--- rabucin <rabucin@yahoo. co.id> wrote:

>
> salam cintakasih selalu
>
> Tambahan ....dan KESADARAN itu sebetulnya apa ..??
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, Empe
> Lojot <empelojot@. ..>
> wrote:
> >
> > Salam Mbah Leo,
> >
> > Terima kasih penjelasannya, tapi oeh ada
> pertanyaan mengenai
> > Kesadaran itu sendiri  dgn kalimat dibwh ini;
> >
> > *Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan
> siapapun
> > juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> > persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan
> di
> > saya, dan di diri orang2 lain itu ???
> >
> > Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> > Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> > ESSENSI yang sama.*
> >
> > Apakah Kesadaran itu berwujud atau tidak?, bila
> berwujud,
> > wujudnya seperti apa?  dan Apa yg dimaksud dgn
> kesadaran
> > itu ADA?
> >
> > Salam,
> > Empe
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: leonardo rimba <leonardo_rimba@ ...>
> > To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
> > Sent: Thursday, 22 May 2008 9:21:34
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Reinkarnasi -
> Kematian - Sekarang
> >
> >
> > Dear Empe,
> >
> > Thanks for your questions, hmmm hmmm hmmm...
> >
> > --- Empe Lojot <empelojot@yahoo. com.sg> wrote:
> > >
> > > Salam Mbah Leo, Romo, Pendeta,
> > >
> > > Oeh mendapatkan pertanyaan dan anggapan tentang
> > > reinkarnasi - kematian dan sekarang - saat ini
> dari
> > > kerabat milis tetangga, mohon kiranya memberikan
>
> > > masukan-pemahaman dari 2 pertanyaan ini;
> > >
> > > Salam,
> > > empe
> > > ============ =======// ========= =========
> > > 1. Mengenai reinkarnasi saya punya pemikiran
> lain,
> > > sebagai muslim dlm ajaran Islam tdk mengenal
> > > reinkarnasi, tapi sbg ikhwan saya merasa bahwa
> yang
> > > dinamakan reinkarnasi adalah lahir kembali
> menjadi
> > > individu yang lebih baik, jadi diri saya yang
> lama,
> > > yg terbatas, yang tdk universal yang tdk
> berpikir
> > > positif, telah MATI, dan dengan BANGKITNYA
> > > KESADARAN YG BARU, maka saya mengalami
> reinkarnasi
> > > menjadi saya yang Memiliki Kesedaran, Universal,
> tak
> > > terbatas, berpikir positif. Jadi Reinkarnasi tdk
> hrs
> > > terjadi setelah MATI FISIK/BIOLOGIS.
> >
> > Reinkarnasi BUKAN suatu doktrin/dogma yang harus
> > diterima oleh semua orang. Kalau tidak suka dengan
> > doktrin reinkarnasi, ya tolak saja, so what gitu
> lho !
> >
> > Saya sendiri sebenarnya agak enggan untuk
> berbicara
> > tentang reinkarnasi sebab banyak salah kaprahnya
> juga.
> >
> > Kalau dalam Islam ada Konsep Amal dan Ibadah
> dengan
> > iming2 Surga dan ancaman Neraka, maka mereka yang
> > berpegang pada KONSEP reinkarnasi akan berusaha
> untuk
> > mengumpulkan Dharma dan melunasi Karma. In the
> end,
> > hasil akhirnya akan sama juga which is
> mengumpulkan
> > PAHALA, hmmm hmmm hmmm....
> >
> > +++
> >
> > Saya tidak berpegang pada konsep Reinkarnasi
> karena
> > menurut pendapat saya waktu itu cuma ada satu. T =
> 1.
> > Karena waktu hanya ada satu, tunggal, maka
> segalanya
> > itu bersifat maya, segalanya itu illusi.
> >
> > T = 1 itu adanya SEKARANG = SAAT INI = NOW.
> >
> > Bukti bahwa T = 1 adalah kita TIDAK BISA mengalami
> > masa lalu dan masa depan, yang selalu kita alami
> itu
> > adalah saat ini, sekarang ini, now.
> >
> > Kalaupun kita bisa "masuk" ke "masa lalu" (melalui
> > regressive hypnosis, misalnya), kita tetap saja
> akan
> > mengalami "masa lalu" itu sebagai NOW, saat ini,
> > sekarang ini.
> >
> > +++
> >
> > Nah, karena segalanya itu adanya di T = 1, maka
> > segalanya itu ILLUSI. Yang ada itu cuma KESADARAN
> yang
> > bisa mengalami berbagai macam T di masa lalu dan
> masa
> > datang. Tetapi dialaminya itu BUKAN sebagai masa
> lalu
> > maupun masa datang, tetapi sebagai NOW, sekarang.
> >
> > > 2. yang sangat membingungkan. Reinkarnasi ada
> atau
> > > tidak.
> >
> > Menurut saya pribadi, tiap manusia memiliki
> KESADARAN.
> > Dan Kesadaran yang ada di manusia itu ABADI. T = 1
> itu
> > tidak berubah, selalu sama, abadi, eternal.
> >
> > Ketika saya belum lahir, Kesadaran yang ada di
> saya
> > itu sudah ada. Dan ketika saya sudah mati,
> Kesadaran
> > yang ada di saya itu tetap ada. Kesadaran yang ada
> di
> > diri anda dan saya itu ABADI, eternal.
> >
> > +++
> >
> > Nah, Kesadaran yang ada di anda dan saya sebelum
> kita
> > lahir dan setelah kita mati itulah yang disebut
> dengan
> > istilah "reinkarnasi" . Cuma, mungkin perlu
> diingat,
> > bahwa "reinkarnasi" itu TIDAK HARUS berbentuk
> manusia.
> > Bisa saja menjadi "makhluk" tertentu yang tetap
> > memiliki KESADARAN, walaupun bentuknya bukan
> manusia.
> >
> > +++
> >
> > Kesadaran yang ada di diri anda, saya, dan
> siapapun
> > juga itu sifatnya abadi, dan secara ESSENSIAL sama
> > persis. Apa bedanya kesadaran yang ada di anda dan
> di
> > saya, dan di diri orang2 lain itu ???
> >
> > Semuanya sama saja. Apapun kepercayaannya, apabila
> > Kesadaran itu ADA, maka adanya itu sebagai suatu
> > ESSENSI yang sama.
> >
> > Dan essensinya itu sama persis dengan essensi yang
> ada
> > di God / Tuhan / Allah,... whomever you'd like to
> call
> > it / him / her / them.
> >
> > No beginning and no ending.
> >
> > > terus masalah Sekarang, Saat ini.. bisa bantu
> saya
> > > untuk mengerti lebih dalam lagi. jadi kita tidak
>
> > > perlu memikirkan masa depan kita ? karena selalu
>
> > > sibuk dengan sekarang ?
> >
> > Well, it's up to the person, though. Saya ini
> tidak
> > memiliki preskripsi harus begini atau harus
> begitu.
> > Paling jauh saya akan bilang enjoy aja, so what
> gitu
>
=== message truncated ===

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
   


      Support Victims of the Cyclone in Myanmar (Burma).. Donate Now.
http://advision.webevents.yahoo.com/aid_myanmar/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Adding : Kesadaran...adlah ...kesadaran. + to others. --- " Allahu Akbar, Tuhan Maha Besar "

Sudrajat IDSRG Ass MGR OPS
In reply to this post by semar samiaji
 
 
            Dear all my brothers,
 
            Kesadaran…baik definisi dan pengertian
nya..adalah…ya..Kesadaran.
 
            Seperti.., mas Sudjanto bilang.., pedas adalah..ya tunjuk
saja cabe. Asin adlah .ya..itu garam. Manis..ya itu gula. Dst.
 
            Seperti , mas Leo..bilang..bahwa kesadaran…lebih luas dan
dalam dari itu… ya..ya…ya   seperti itu.
 
            Seperti , Sai Baba bilang.., bahwa  Aku dan kamu sebetulnya
sama. Hanya Aku sudah sadar ..kalian semua belum.
           
            Seperti.., feed back ke diri masing masing saja.., saat kita
sekolah di TK, SD, SMP, SMA, PT. sampai sekarang…
            Apa yang didapat dan berkembang.., tidak jauh dari
Kesadaran.
            Dan akhirnya..dari  perihal kesadaran..akhir bisa
berbeda..beda dari manusia yang satu dengan yang lainnya. Banyaaakkk
            Juga yang tidak mengerti apa itu kesadaran ?.  Sesama
pendeta juga berbeda, sesama Bhikku/Bhante juga bisa berbeda.
 
            Belum lagi..kalau berbicara.., bahwa  “ AKU sejati. = Hidup
/ URIP / sang Ingsung sejati = tma = Monade =  kurang lebih
Hanya energi Kesadaran Murni ..doang.., yang sama dengan semua makhluk
percikan NYA. ( bukan cipta an NYA ).
           
1.       Nah..kesadaran murni “ doang “ , itu ..,  bersekolah =
membentangkan potensi Illahiahnya mulai dari Mineral – tanaman –
binatang – Manusia – Adept. Dst. Dst. Dst  “ Un Limited “  -- > Inilah
Hukum Evolusi.
2.       Nah…: “ KU  = Kesadaran murni , doang “ ini..ber asal dari satu
satunya sang  Maha Sumber.., berarti Hidup itu  sendiri adalah Tunggal.
3.       Sang Maha Sumber.., itu tidak mencipta. Karena mencipta
memerlukan proses waktu. Padahal Beliau..Tuhan Absolut tidak mungkin
dibatasi oleh apa saja ( waktu, ruang , space, dimensi dimensi lebih
tinggi , dst ).
Jadi …ya terus berkarya, terus bekerja, lha wong tidak pernah tidur..,
terus memancar, memercik.., jadi berapa jumlah
Yang tidak mungkin bisa di tulis.., tidak mungkin bisa di hitung
..berapa jumlah dan seterus ..dan seterusnya.
Allahu Akbar. Tuhan maha besar.
4.       Ayooo, monggo lanjutkan…, perihal kesadaran….. , dst. Dst.
Cukup banyak manusia yang sudah dapat pelajaran dari makhluk dari planet
lain ( bukan dari mahkluk halus, lho )
Perihal pembelajaran hidup universal…penuh cinta kasih.., tetangga
makhluk dari planet bumi, sudah lebih maju
Dari manusia..yang mengaku aku, sebagai manusia yang paling sempurna
dari ciptaan Tuhan.  ???
 
Kesimpulan sederhana…,  harus berani bilang bahwa kita semua masih…ke
kanak kanakan , kalau hanya , all :
 
-          mementingkan diri sendiri, kelompok , golongan, aliran masing
masing. – “ tidak mau sinkronisasi.
-          hidup sekali, habis itu mati masuk surga atau neraka…..
-          Mati..nanti ketemu TUhan. Hidup di surga..ya..seperti…di
dunia.
-          Nanti di hari Kiamat, semua manusia akan di kumpulkan, di
adili.., kalau timbangannya..dst dst.
-          Memikirkan keberhasilan dunia saja ( jabatan, bisnis,
keluarga sendiri, kekayaaan , dst , dst. ).
-          …., monggo di tulis .apalagi.
 
 
 
Kesadaran..adalah…ya kesadaran
Sekedar , sedikit tambahan dari saya.
 
Imam Sudrajat
 
 
 
 
 
-----Original Message-----
From: [hidden email]
[mailto:[hidden email]] On Behalf Of semar samiaji
Sent: Thursday, May 22, 2008 10:44 AM
To: [hidden email]
Subject: [Spiritual-Indonesia] Kesadaran+++dear friends...
 
baik Mas...saya ikut beri warna......kata KESADARAN, baru akan bermakna
saat KONTEKSnya diletakkan....dalam hal ini saya akan letakkan konteks
kesadaran dalam rangka menuju manusia sing sejati ning manusa....
 
anak manusia BARU dapat dikenal dengan SEJATI ning Manuso saat dirinya
SADAR bahwa hidup adalah BERBUAT.......namun yang perlu diperhatikan
bahwa CAPAIAN kesadaran TIDAK bisa hanya TERUCAP atau DITEORIKAN
saja....perlu adanya KESATUAN berbuat antara hati, ucapan, dan
laku....dalam upaya jatuh bangun merasakan itu semua dalam keikhlasan,
kesabaran, dan kepasrahan, maka KESADARAN akan muncul manakala MAU
benar-benar MENGKAJI diri awalnya....lalu, dalam bentuk kebersamaan
dengan nuansa saling asah, asih, dan asuh...maka KESADARAN tersebut akan
BERBUAH dalam ujud kehidupan NYATA, baik di diri dan syukur di orang
lain....
 
lalu dengan ini apa dong kesadaran itu?....Kira-kira dalam kata
KESADARAN adalah SALAH SATU perangkat yang membangkitkan upaya jatuh
bangun diri menuju sarinya manusia yang "selalu" menjalankan ruang
hidupnya dalam kondisi ikhlas, sabar, dan pasrah dalam setiap desahan
nafasnya, karena diri meyakini UJUD Kuasa dan Ijin YMK.....
 
so, KESADARAN tidak akan pernah berdiri sendiri DALAM konteks ini.....
 
ini menurut ENSKLOPEDIA nya semar samiaji ha..ha..ha..ha...
 
cheers,
ss


leonardo rimba <[hidden email]> wrote:
Mbah2 yang dimuliakan Allah,

Saya akan mencoba menjawab tentang apa itu
"Kesadaran". Rabucin and Empe Lojot together ask the
same kind of question, what is kesadaran ?

Eh, aku kok jadi inget Mas Manting (Surya Narendra)
yang bisa nyanyi lagu qasidahan: "Kesadaran, ...
kesadaran ... ". Tapi itu kesadaran VERSI ARAB which
is NOT kesadaran which I mean.

Yang saya maksud dengan kesadaran itu adalah
CONSCIOUSNESS. You are conscious of being conscious.
I am conscious of being conscious.

I KNOW that I am conscious, even if only seeing,
observing all things coming and going in my life.

Things MAY come and go, but my consciousness remains
the same. Itu keadaan SAMADHI. With or without the
body, the consciousness remains the same.

Ada yang namanya THE MIND (Pikiran), tetapi kita tahu
bahwa kita yang asli itu BUKAN pikiran, melainkan
Kesadaran (consciousness) yang melihat hal2 yang
datang dan pergi di dalam pikiran itu.

Yang saya maksud itu adalah CONSCIOUSNESS, dan bukan
kesadaran versi Arab. Maybe harusnya pakai istilah
Consciousness saja dan bukan kesadaran, karena istilah
kesadaran itu aslinya kan Bahasa Arab, jadi
konotasinya gimana gituh.

So, we are CONSCIOUS of being CONSCIOUS. With or
without the body, we are alwayw conscious of being
conscious.

Cuma, memang ada GELOMBANG OTAK yang terlalu subtle
untuk dideteksi oleh alat2 yang sekarang kita miliki
ketika kita LELAP TIDUR dan bangun dengan tidak ingat
apa2.

Kita tahu bahwa kita itu CONSCIOUS even dalam keadaan
tidur lelap, cuma kita tidak bisa bawa memory dalam
keadaan tidur lelap itu ke dalam otak fisik kita,
karena tidak ada counterparts-nya di alam fisik ini.

Tetapi, kita itu TETAP CONSCIOUS. Nah, consciousness
itu tetap ada di semua orang apapun agama/
kepercayaannya.

The philosophical question follows: Apakah salah
apabila saya mengatakan bahwa CONSCIOUSNESS yang tetap
itu, yang ada di anda dan saya adalah CONSCIUSNESS
yang abadi, yang secara essensial sama dengan
CONSCIOUSNESS yang ada di Tuhan / Allah / God.

God is the sum total of ALL CONSCIOUSNESS and more.

Just that.

Silahkan teman2 lain menambahkan, plisss...

Leo



.
 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=13365455/grpspId=1705077076/
msgId=12144/stime=1211426885/nc1=3848643/nc2=5191954/nc3=5028926>


 
 
 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Sejarah solat

amir-13
 
 
Sejarah Shalat Fardhu
Shalat yang mula-mula diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW Dan para pengikutnya
adalah Shalat Malam, yaitu sejak diturunkannya Surat al-Muzzammil (73) ayat
1-19. Setelah beberapa lama kemudian, turunlah ayat berikutnya, yaitu ayat
20:
“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang
dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya Dan (demikian
pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan
ukuran malam Dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat
menentukan Batas-Batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu
 karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui
bahwa akan Ada di antara kamu orang-orang yang sakit Dan orang-orang yang
berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; Dan orang-orang yang
lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu)
dari Al Quran Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat Dan berikanlah
pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu
perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah
sebagai balasan yang paling baik Dan yang paling besar pahalanya. Dan
mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”
Dengan turunnya ayat ini, hukum Shalat Malam menjadi sunat. Ibnu Abbas,
Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Qatadah, Dan ulama salaf lainnya berkata
mengenai ayat 20 ini, "Sesungguhnya ayat ini menghapus kewajiban Shalat
Malam yang mula-mula Allah wajibkan bagi umat Islam
Berikut ini adalah ayat-ayat yang membahas tentang shalat di dalam Al Qur'an
 kitab suci agama Islam.
1.     Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka
mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada
mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang Hari (kiamat)
yang pada Hari itu tidak Ada jual beli Dan persahabatan (QS.Ibrahim :31)
2.     Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji Dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan (al-‘Ankabut : 45) Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang
jelek) yang menyia-nyiakan shalat Dan memperturutkan hawa nafsunya, maka
mereka kelak akan menemui kesesatan (Maryam: 59)
3.     Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Apabila IA ditimpa kesusahan IA berkeluh-kesah, Dan apabila IA mendapat
kebaikan IA amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang
mereka itu tetap mengerjakan shalatnya (al-Ma’arij : 19-23) .
Shalat tertentu dianjurkan untuk dilakukan secara bersama-sama(berjama'ah).
Pada shalat berjama'ah seseorang yang dianggap paling kompeten akan ditunjuk
sebagai Imam Shalat, Dan yang lain akan berlaku sebagai Makmum.
Shalat yang dapat dilakukan secara berjama'ah antara lain :
  - Shalat Fardhu
  - Shalat Tarawih
Shalat yang mesti dilakukan berjama'ah antara lain:
  - Shalat Jum'at
  - Shalat Hari Raya (Ied)
  - Shalat Istisqa'
11 Rukun Shalat :
1.    Niat
2.    Takbiratul ihram
3.    Berdiri bagi yang sanggup
4.    Membaca surat Al Fatihah
5.    Ruku' dengan thu'maninah
6.    I'tidal dengan thu'maninah
7.    Sujud dua kali dengan thu'maninah
8.    Duduk antara dua sujud dengan thu'maninah
9.    Duduk dengan thu'maninah serta membaca tasyahud akhir Dan shalawat
nabi
10. Membaca salam
11. Tertib (melakukan rukun secara berurutan)
=============================================================================
=======
 
/---------------------------------------------------------------------------\

Confidential and/ or privileged information may be contained in this
e-mail and any attachments transmitted with it ('Message'). If you are
not the addressee indicated in this Message (or responsible for
delivery of this Message to such person),you are hereby notified that
any dissemination, distribution, printing or copying of this Message or
any part thereof is prohibited. Please delete this Message if received
in  error and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions
and other information in this Message that do not relate to the
official business of this company shall be understood as neither given
nor endorsed by this company.

This mail is certified Virus Free by *ProtectNow! (InternetNow Sdn Bhd)
*Scanner Engine powered by Norman Virus Control

\--------------------------------------------------------------------------/

n0002.gif (12K) Download Attachment
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Sejarah tenaga dalam

amir-13
In reply to this post by semar samiaji
 
 
Tenaga dalam di luar Indonesia
Tenaga dalam atau Krachtologi (berasal dari perkataan KRACHTOS yang berarti
tenaga Dan LOGOS yang berarti ilmu). Pada 4000 SM, Krachtologi sudah dikenal
oleh orang-orang Mesir Kuno. Dalam sebuah buku Papyrus "Yedimesish Ontologia
 yang sudah disalin dalam bahasa Gri Kuno, menceritakan, bila otot bahu
digerakkan akan mengeluarkan tenaga aneh sehingga dapat merobohkan orang
yang sedang marah (diktat Ameta, Krachtologi 23).
Dari Mesir, Krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi Dan Persia. Di
Persia tenaga semacam ini dinamakan Dacht. Dalam Dahtayana disebutkan bahwa
pada suku Bukht Dan Persia, terkenal ilmu perang dinamakan DAHTUZ ialah
merobohkan musuh dari jarak jauh. Kaum bangsawan Persia dilatih sejenis
senam waktu dinihari sehingga mereka mempunyai tenaga Daht itu. (Kracht 23).
Dikatakannya pula bahwa orang-orang Badwi mempunyai Daht pada matanya, bila
musuh akan menyerangnya, tiba-tiba musuh itu roboh. Mengapa orang-orang
Badwi banyak mempunyai kekuatan Mata seperti itu ? Hal ini disebabkan
orang-orang Badwi dengan tanpa disadari melatih matanya dengan melihat jauh,
memandang padang pasir yang luas membentang itu.
Orang-orang Cina, Tartar, Patan, Moghul, mengenal beberapa silat yang dapat
merobohkan orang dari jauh. Silat Moghul yang terkenal diantaranya
SHURULKHAN yang artinya tipuan licik untuk raja-raja, berbentuk silat dua
belas jurus dari Taymour Lateph Baber (1460-1520). Yang boleh belajar silat
itu hanya kepala-kepala suku dari orang Moghul Islam. Bukbisj Ismeth Bey
murid Lateph Baber dapat memukul dengan toya sejauh satu mil. Bukbisj
belajar Shurulkhan dari Baber selama 20 tahun. Dengan pisau jarinya IA dapat
mengeluarkan usus lawan dari jarak satu tombak. Kawannya melihat IA belajar
jurus sejak dini Hari sampai matahari naik, dengan diselingi shalat shubuh.
Taymour Dan Bukbisj terkenal orang-orang yang fanatik madzhab Hambali Dan
sangat anti kepada orang Sufi Dan tan (Kracht 24).
Di Cina terkenal beberapa macam silat yang mempergunakan Kracht, diantaranya
Gin Kang (ilmu meringankan tubuh) yang dapat dipergunakan melompat jauh,
loncat tinggi Dan berjalan diatas air. Kwie Kang Dan Wie Kang hampir
bersamaan, perbedaanya hanya pada jurus pertama. Kwie Kang dengan jurus
tinju Dan Wie Kang dengan jurus terbuka.
[sunting] Masuknya pengaruh Cina ke Indonesia
Wie Kang yang disebut jurus sepuluh, tersebar sampai Vietnam, Campa, Malaya,
Dan Indonesia. Tumbuhlah menjadi beberapa aliran, diantaranya silat Mandar
dari Sulawesi, silat Timpung dari Jawa Timur Dan silat Nampon dari Jawa
Barat, Dan sebagainya.
Shurulkhan pun masuk ke Indonesia Dan pembawanya ialah orang-orang Cina
Islam. Diantaranya orang Indonesia pertama yang belajar Shurulkhan ialah
Tuanku Rao. Orang-orang Cina Islam menamakan silat itu Tou Yu Kang. 1
[sunting] Penyebaran ilmu tenaga dalam di Indonesia
[sunting] Generasi Awal
Pada awalnya tenaga dalam hanya dipelajari secara terbatas di berbagai
perguruan silat. Para pendekar silat yang tercatat sebagai guru bagi para
pendiri perguruan silat tenaga dalam generasi berikutnya antara lain:
         Abah Khoir, yang mendirikan silat Cimande, Cianjur
         Bang Madi, dari Batavia
         Bang Kari, dari Batavia
         Bang Ma'ruf, dari Batavia
         Haji Qosim, dikenal juga dengan nama Syahbandar atau Subandari,
dari kerajaan Pagar Ruyung
         Haji Odo, seorang kiai dari pesantren di Cikampek
Perlu menjadi catatan bahwa pada masa Bang Madi, Bang Kari ini belum dikenal
teknik pukulan tenaga dalam atau pukulan jarak jauh. Silat yang diajarkan
oleh Madi, Kari Dan Syahbandar lebih bersifat fisik.
Baik Madi, Kari Dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada
masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama’
Subadar karena tinggal Dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah
Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual Dan penjinak kuda binal yang
diimpor asal Eropa.
Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan
jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng
Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu Dan ahli dalam teknik
jatuhan.
Pada era Syahbandar, Kari Dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran
berkumpul di Batavia. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri
dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung
fu Ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.
[sunting] Penyebaran ilmu tenaga dalam secara terbuka
Perkembangan sejarah tenaga dalam Dan penyebarannya secara terbuka di pulau
Jawa diwarnai oleh beberapa tokoh penting, yaitu
H. Muhammad Toha, mendirikan Sin Lam Ba di Jakarta, 1896
S. Andadinata, mendirikan Margaluyu di daerah Rancaekek, Bandung, 1922
Nampon, mendirikan Pencak Nampon Trirasa di Bandung, 1932.
H. Abdul Rosyid, mendirikan Budi Suci di Bogor pada tahuan 1930-an
Bang Toha, Jakarta murid H Odo
Abah Zaki ( Haji Abdul Syukur ) pendiri Al-Hikmah, Jakarta
H. Harun Ahmad Pendiri Sin Lam Ba Jakarta.
Tenaga dalam kemudian merambah ke wilayah timur (Jawa Tengah Dan Jawa
Timur)setelah KH Muhaiminan dari Pesantren Bambu Runcing Parakan, Temanggung
berguru kepada Abah Zaki, juga murid H Abdul Rosyid bernama Sidik asal
Indramayu yang mengajarkan tenaga dalam Budi Suci di wilayah Jawa Tengah Dan
Jawa Timur.
Pengembangan Al-Hikmah melalui jalur pesantren, sedangkan Budi Suci lebih
bercorak Jawa - Islam. Pengembangan Budi Suci tidak terlepas dari jasa Qosim
Dan Zainal Abidin putra Sidik Dan beberapa murid Sidik, diantara Bang Ali
Semarang dan murid-muridnya di Sirahan, Cluwak, Pati.
[sunting] Pendirian Paguyuban Pencak Nampon Trirasa Bandung
Pada akhir abad ke-19 Pencak Silat Nampon telah dipelajari secara terbatas
tetapi baru dikenal luas pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan aktivitas
nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran
anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang
gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun
dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya jatuh terpelating.
Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula adalah
pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia dipecat dan berulang kali
masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara murid Nampon
yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM
Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak diikuti
kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M
Natsir.
Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum
memperkenalkan “jurus tenaga dalam“ Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar
yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande,
dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang
Ma’ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang
karena mengajarkan silat di luar kerajaan.
Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati,
JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.
Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan
bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa),
kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa
tokoh yang pertama kali menciptakannya?
[sunting] Pendirian Margaluyu
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Margaluyu
Aliran yang didirikan Abah Andadinata pada awalnya bernama Marga Rahayu
namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu dan mulai dikenalkan pada pada
khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah
diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.
Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, dan banyak guru
yang belajar dari aliran ini kemudian mendirikan perguruan dengan nama baru.
Anandinata memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI
yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian “pecah”
(berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas
di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan
Aspanuddin Panjaitan.
Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan-perguruan yang
terinspirasi oleh Prana Sakti diantaranya :
       Prana Sakti Indonesia
       Prana Sakti Jayakarta
       Satria Nusantara
       Pendawa Padma
       Radiasi Tenaga Dalam
       Kalimasada
       Bunga Islam
       Al-Barokah
       Indonesia Perkasa
       Sinar Putih
       Al-Barokah
       Al-Ikhlas
       dll.
Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari
para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi
– Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai
Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan dari
beliau turun ke Anandinata.
Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama
kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat
berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.
[sunting] Budi Suci
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budi Suci
Perguruan Budi Suci didirikan oleh Haji Abdul Rosyid. Aliran ini banyak
menyebar ke Jawa dan Sumatra. Sidik, murid dari H Abdul Rosyid, pada tahun
1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalam Budi Suci diwarnai keilmuan Abah
Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa
Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan
beberapa aliran di Semarang.
Di pulau Jawa, Budi Suci berkembang di wilayah pantai utara ke arah timur
mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan
Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Sirahan, Cluwak, Pati Utara.
Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran
yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang
disebut-sebut dalam “ritual” yaitu Madi, Kari dan Syahbandar.
Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan Nampon
 juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya) dari
Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari Margaluyu.
Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai
pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi,
Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak
disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh
sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya.
Namun kesimpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari,
Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.
Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga
mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon
saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk
mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah
ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang
segala? Kenapa tidak pakai “jurus kunci” agar pendekar Kung Fu itu tidak
bisa bergerak.
Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun
1930-an. Kasus “histeris” saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun
Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani
tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.
[sunting] Silat Bandar Karima
Bandar Karima adalah kependekan dari Syahbandar, Kari dan Madi. Yosis
Siswoyo, Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi,
mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara
terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.
Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam itu
Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di
Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan pada
tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata
memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.
Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima termasuk kalangan pendekar
generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat
dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah
perguruannya.
Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak berjasa
mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin Lam Ba
dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan, (bahkan
disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin melacak
sejarah.
[sunting] Tenaga dalam di Pantura Jawa
Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas dari
peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.
Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto bernama
Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan Mustika.
Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar lagi.
Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang saat itu
dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari. Ini
berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-sembunyi.
Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka, lebih
njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan menerima
anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh beda dengan
aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga banyak
berkembang di Jawa Tengah.
Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal jurus
tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf adalah
murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang pendiri
aliran Budi Suci.
Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-nyebut nama
Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat pribadi
berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto lebih
sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru berlangsung
diawal tahun 80-an.
Ketika Masruri, putra H. Ali Ridlo dan beberapa pengurus Satya di Sirahan,
Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu diboyong
untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah pasif dari
berbagai kegiatan perguruan.
Kehadiran Sidik yang statusnya adalah Guru Besar Budi Suci ke Sirahan ibarat
meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum Satya di
bawah Soeharto. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga meneruskan pada
materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir sang pendiri
Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid yang di pergruan
Satya jurus itu tidak dikenal.
Perguruan Satya Sirahan yang dipimpin H Ali Ridlo dan putranya, Masruri yang
keilmuannya sudah diwarnai Budi Suci ala Sidik yang kemudian mengembangkan
perguruan tenaga dalam diantaranya, HM Sadari di Kelet, Keling, Jepara,
Ustad M Masrur di Cepogo, Bangsri, Jepara, Suhirlan di Ngaringan Purwodadi
dan Sudono, adik kandung H Ali Ridlo yang berdomisili di Rimbo Bujang, Bungo
Tebo, Jambi.
[sunting] Perkembangan Selanjutnya
Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya
MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan
memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah
gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang
yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham
dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.
Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang
amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman
dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian
aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti,
misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai
berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju pada gerak
fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang
sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih
mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.
Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini lebih
diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan beberapa pihak,
perguruan ini justru sering “bermasalah” disebabkan pola pembinaan yang
menggiring penganutnya pada sikap “kejawaraan” melalui doktrin-doktrin yang
kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun
bela diri dari luar (asing).
Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari
yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri untuk
selalu memperhatikan “sikap 5” yaitu :
Jangan cepat puas.
Jangan suka pamer.
Jangan merasa paling jago.
Jangan suka mencari pujian dan
Jangan menyakiti orang lain.
Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari tenaga dalam
itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang karena silaturahmi
antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H Kosim
(Syahbandar), Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi dengan
Kung Fu, juga Abah Khoir dengan Cimandenya, RH. Ibrahim dengan Cikalongnya.
[sunting] Rangkapan Fisik
Setiap perguruan tenaga dalam memberikan sumbangsih tersendiri bagi
masyarakat Indonesia. Margaluyu menorehkan tinta emas sebagai perguruan tua
yang banyak mengilhami hampir sebagian besar perguruan di Indonesia, dan
cabang-cabang dari perguruan ini banyak berjasa bagi pengembangan tenaga
dalam yang ilmiah dan universal.
Sin Lam Ba, Al-Hikmah, Silat Tauhid Indonesia berjasa dalam memberikan nafas
religius bagi pesertanya, dan aliran Nampon berjasa dalam memberikan
semangat bagi para pejuang di era kemerdekaan.
Terlepas dari sisi positif dari aliran-aliran besar itu, pengembangan aliran
tenaga dalam yang kini masih memilih corak pengembangan bela diri dan
kesaktian itu justru mendapat kritik dari para pendahulunya.
Pada tahun 1984 Alm. Sidik murid dari H Abdul Rosyid saat berkunjung ke Desa
Sirahan, Cluwak, Pati dan menyaksikan cara betarung (peragaan) suatu
perguruan “pecahan” dari Budi Suci, menyayangkan kenapa sebagian besar dari
siswa perguruan tenaga dalam itu sudah meninggalkan teknik silat (fisik)
sebagai basic tenaga dalam.
Artinya, saat diserang mereka cenderung diam dan hanya mengeraskan bagian
dada/perut. Kebiasaan ini menurutnya suatu saat akan menjadi bumerang saat
harus menghadapi perkelahian diluar gelanggang latihan. Karena saat latihan
hanya dengan “diam” saja sudah mampu mementalkan penyerang hingga memberikan
kesan bahwa menggunakan tenaga dalam itu mudah sekali.
Mereka tidak sadar bahwa dalam perkelahian di luar gelanggang latihan itu,
suasananya berbeda. Dalam arena latihan yang dihadapi adalah teman sendiri
yang sudah terlatih dalam menciptakan emosi (amarah).
Cara bela diri memanfaatkan tenaga dalam yang benar menurut Alm. Sidik sudah
dicontohkan oleh Nampon saat ditantang jawara dari Banten dan saat akan
dicoba kesaktiannya oleh KM Tamim. Yaitu, awalnya mengalah dan berupaya
menghindar namun ketika lawan masih memaksa menyerang, baru dilayani dengan
jurus silat secara fisik, menghindar, menangkis dan pada saat yang dianggap
tepat memancing amarah dengan tamparan ringan dan setelah penyerang emosi,
baru menggunakan tenaga dalam.
Pola pembinaan bela diri yang tidak lengkap yang hanya fokus pada sisi batin
saja, sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah merasa memiliki tenaga
dalam sehingga terlalu yakin bahwa bagaimanapun bentuk serangannya, cukup
dengan diam (saja) penyerang pasti mental. Dan ketika mereka menghadapi
bahaya yang sesungguhnya, ternyata menggunakan tenaga dalam tidak semudah
saat berlatih dengan teman seperguruannya.
Fenomena pembinaan yang sepotong-potong ini tidak lepas dari keterbatasan
sebagian guru yang pada umumnya hanya pernah “mampir” di perguruan tenaga
dalam. Sidik mengakui banyak orang yang belajar di Budi Suci hanya bermodal
“jurus dasar” saja sudah banyak yang berani membuka perguruan baru. Padahal
dalam Budi Suci itu terdapat 3 tahapan jurus. Yaitu, Dasar Jurus – Jodoh
Jurus dan Kembang Jurus (ibingan).
Karena tergesa-gesa ingin membuka aliran baru itu menyebabkan siswa sering
tidak siap disaat harus menggunakan tenaga dalamnya. Dan Yosis Siswoyo dari
Bandar Karima memberikan konsep bahwa keberhasilan memanfaatkan tenaga dalam
ditentukan dari prinsip “min-plus” yang dapat diartikan : Biarkan orang
berniat jahat (marah), aku memilih untuk tetap bertahan dan sabar.
Karena itu pembinaan fisik, teknik bela diri fisik, teknik, kelenturan,
refleks dan mental bertarung perlu ditanamkan terlebih dahulu karena
kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang belum siap
sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian itu sudah
usai.
Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat pemiliknya
“tidak sengaja” dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang yang berniat
jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga dalam itu
dipersiapkan sebelumnya untuk “berkelahi” dan akan lebih gagal total jika
tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.
Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang marah dan
tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah. Sebab jika
pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya menjadi “plus ketemu
plus” yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal ini Budi
Suci menjabarkan konsep “min – plus” itu dengan sikap membiarkan lawan
“budi” (bergerak/amarah) dan tetap mempertahankan “suci” (sabar, tenang).
Memposisikan diri tetap bertahan (sabar, tenang) sangat ditentukan tingkat
kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga dalam
banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih bela diri
secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya tetap
terjaga.
Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah telanjur
yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik tidak
dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih itu
disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau bahkan
mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep “min-plus”.

Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang mengikuti
suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat
menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan memunculkan “anekdot
spiritual” sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang karena
ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu menjelaskan bahwa
orang-orang yang ditokohkan dalam perguruan itu dengan jawaban yang
mengada-ada.
Misalnya, Saman adalah seorang Syekh dari Yaman, Madi disebut sebagai Imam Mahdi, Kari adalah Imam Buchori, Subandari adalah Syeh Isbandari. Dan jawaban seperti itu tidak memiliki dasar dan konon hanya berdasarkan pada kata orang tua semata
/---------------------------------------------------------------------------\

Confidential and/ or privileged information may be contained in this
e-mail and any attachments transmitted with it ('Message'). If you are
not the addressee indicated in this Message (or responsible for
delivery of this Message to such person),you are hereby notified that
any dissemination, distribution, printing or copying of this Message or
any part thereof is prohibited. Please delete this Message if received
in  error and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions
and other information in this Message that do not relate to the
official business of this company shall be understood as neither given
nor endorsed by this company.

This mail is certified Virus Free by *ProtectNow! (InternetNow Sdn Bhd)
*Scanner Engine powered by Norman Virus Control

\--------------------------------------------------------------------------/

n0002.gif (12K) Download Attachment
clip_image001.gif (140 bytes) Download Attachment
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Kesadaran+++dear friends...

Sunmoon-2
In reply to this post by semar samiaji
Mbah,

Kalau menurut aku,"Kesadaran" adalah tingkat pemahaman seeorang

Salam
AL


--- In [hidden email], semar samiaji
<kind_evil_06@...> wrote:
>
> baik Mas...saya ikut beri warna......kata KESADARAN, baru akan
bermakna saat KONTEKSnya diletakkan....dalam hal ini saya akan
letakkan konteks kesadaran dalam rangka menuju manusia sing sejati
ning manusa....
>    
>   anak manusia BARU dapat dikenal dengan SEJATI ning Manuso saat
dirinya SADAR bahwa hidup adalah BERBUAT.......namun yang perlu
diperhatikan bahwa CAPAIAN kesadaran TIDAK bisa hanya TERUCAP atau
DITEORIKAN saja....perlu adanya KESATUAN berbuat antara hati, ucapan,
dan laku....dalam upaya jatuh bangun merasakan itu semua dalam
keikhlasan, kesabaran, dan kepasrahan, maka KESADARAN akan muncul
manakala MAU benar-benar MENGKAJI diri awalnya....lalu, dalam bentuk
kebersamaan dengan nuansa saling asah, asih, dan asuh...maka
KESADARAN tersebut akan BERBUAH dalam ujud kehidupan NYATA, baik di
diri dan syukur di orang lain....
>    
>   lalu dengan ini apa dong kesadaran itu?....Kira-kira dalam kata
KESADARAN adalah SALAH SATU perangkat yang membangkitkan upaya jatuh
bangun diri menuju sarinya manusia yang "selalu" menjalankan ruang
hidupnya dalam kondisi ikhlas, sabar, dan pasrah dalam setiap desahan
nafasnya, karena diri meyakini UJUD Kuasa dan Ijin YMK.....
>    
>   so, KESADARAN tidak akan pernah berdiri sendiri DALAM konteks
ini.....

>    
>   ini menurut ENSKLOPEDIA nya semar samiaji ha..ha..ha..ha...
>    
>   cheers,
>   ss
>  
>
> leonardo rimba <leonardo_rimba@...> wrote:
>           Mbah2 yang dimuliakan Allah,
>
> Saya akan mencoba menjawab tentang apa itu
> "Kesadaran". Rabucin and Empe Lojot together ask the
> same kind of question, what is kesadaran ?
>
> Eh, aku kok jadi inget Mas Manting (Surya Narendra)
> yang bisa nyanyi lagu qasidahan: "Kesadaran, ...
> kesadaran ... ". Tapi itu kesadaran VERSI ARAB which
> is NOT kesadaran which I mean.
>
> Yang saya maksud dengan kesadaran itu adalah
> CONSCIOUSNESS. You are conscious of being conscious.
> I am conscious of being conscious.
>
> I KNOW that I am conscious, even if only seeing,
> observing all things coming and going in my life.
>
> Things MAY come and go, but my consciousness remains
> the same. Itu keadaan SAMADHI. With or without the
> body, the consciousness remains the same.
>
> Ada yang namanya THE MIND (Pikiran), tetapi kita tahu
> bahwa kita yang asli itu BUKAN pikiran, melainkan
> Kesadaran (consciousness) yang melihat hal2 yang
> datang dan pergi di dalam pikiran itu.
>
> Yang saya maksud itu adalah CONSCIOUSNESS, dan bukan
> kesadaran versi Arab. Maybe harusnya pakai istilah
> Consciousness saja dan bukan kesadaran, karena istilah
> kesadaran itu aslinya kan Bahasa Arab, jadi
> konotasinya gimana gituh.
>
> So, we are CONSCIOUS of being CONSCIOUS. With or
> without the body, we are alwayw conscious of being
> conscious.
>
> Cuma, memang ada GELOMBANG OTAK yang terlalu subtle
> untuk dideteksi oleh alat2 yang sekarang kita miliki
> ketika kita LELAP TIDUR dan bangun dengan tidak ingat
> apa2.
>
> Kita tahu bahwa kita itu CONSCIOUS even dalam keadaan
> tidur lelap, cuma kita tidak bisa bawa memory dalam
> keadaan tidur lelap itu ke dalam otak fisik kita,
> karena tidak ada counterparts-nya di alam fisik ini.
>
> Tetapi, kita itu TETAP CONSCIOUS. Nah, consciousness
> itu tetap ada di semua orang apapun agama/
> kepercayaannya.
>
> The philosophical question follows: Apakah salah
> apabila saya mengatakan bahwa CONSCIOUSNESS yang tetap
> itu, yang ada di anda dan saya adalah CONSCIUSNESS
> yang abadi, yang secara essensial sama dengan
> CONSCIOUSNESS yang ada di Tuhan / Allah / God.
>
> God is the sum total of ALL CONSCIOUSNESS and more.
>
> Just that.
>
> Silahkan teman2 lain menambahkan, plisss...
>
> Leo
>
>
>
>
>    
>     Recent Activity
>    
>       56
>   New Members
>  
>       27
>   New Photos
>  
>       2
>   New Files
>
> Visit Your Group
>       Ads on Yahoo!
>   Learn more now.
>   Reach customers
>   searching for you.
>
>     Find helpful tips
>   for Moderators
>   on the Yahoo!
>   Groups team blog.
>
>     Yahoo! Groups
>   Latest product news
>   Join Mod. Central
>   stay connected.
>
>
>
>   .
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Kesadaran+++dear friends++Sunan Albert...

semar samiaji
Mangga Sunan...mangga .....khan semua makna tersebut ada BUAHnya...nanti bisa rasa buahnya, asam, manis, kecut sekali, pahit...or rasa lainnya....itu juga kalo ada buahnya...kalau nggak? ya nasib he..he..he..he...
   
  peace man,
  ss

Albert Go <[hidden email]> wrote:
          Mbah,

Kalau menurut aku,"Kesadaran" adalah tingkat pemahaman seeorang

Salam
AL

--- In [hidden email], semar samiaji
<kind_evil_06@...> wrote:
>
> baik Mas...saya ikut beri warna......kata KESADARAN, baru akan
bermakna saat KONTEKSnya diletakkan....dalam hal ini saya akan
letakkan konteks kesadaran dalam rangka menuju manusia sing sejati
ning manusa....
>
> anak manusia BARU dapat dikenal dengan SEJATI ning Manuso saat
dirinya SADAR bahwa hidup adalah BERBUAT.......namun yang perlu
diperhatikan bahwa CAPAIAN kesadaran TIDAK bisa hanya TERUCAP atau
DITEORIKAN saja....perlu adanya KESATUAN berbuat antara hati, ucapan,
dan laku....dalam upaya jatuh bangun merasakan itu semua dalam
keikhlasan, kesabaran, dan kepasrahan, maka KESADARAN akan muncul
manakala MAU benar-benar MENGKAJI diri awalnya....lalu, dalam bentuk
kebersamaan dengan nuansa saling asah, asih, dan asuh...maka
KESADARAN tersebut akan BERBUAH dalam ujud kehidupan NYATA, baik di
diri dan syukur di orang lain....
>
> lalu dengan ini apa dong kesadaran itu?....Kira-kira dalam kata
KESADARAN adalah SALAH SATU perangkat yang membangkitkan upaya jatuh
bangun diri menuju sarinya manusia yang "selalu" menjalankan ruang
hidupnya dalam kondisi ikhlas, sabar, dan pasrah dalam setiap desahan
nafasnya, karena diri meyakini UJUD Kuasa dan Ijin YMK.....
>
> so, KESADARAN tidak akan pernah berdiri sendiri DALAM konteks
ini.....
>
> ini menurut ENSKLOPEDIA nya semar samiaji ha..ha..ha..ha...
>
> cheers,
> ss
>
>



   
    Recent Activity
   
      60
  New Members
 
      27
  New Photos
 
      2
  New Files

Visit Your Group
      New web site?
  Drive traffic now.
  Get your business
  on Yahoo! search.

    Moderator Central
  Yahoo! Groups
  Join and receive
  produce updates.

    Yahoo! Groups
  Wellness Spot
  A resource for Curves
  and weight loss.



  .

 
                           

       
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Sejarah tenaga dalam

abraham alfan
In reply to this post by amir-13
kalo pencak stroom atau pencak kontak, atau pencak energi atau pencak jin
sapa ya yang mengajarkan pertama kalinya??

salam....




2008/5/22 amir <[hidden email]>:

>
>
>  Tenaga dalam di luar Indonesia
>
> Tenaga dalam atau *Krachtologi* (berasal dari perkataan *KRACHTOS* yang
> berarti tenaga Dan *LOGOS* yang berarti ilmu). Pada 4000 SM<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=4000_SM&action=edit&redlink=1>,
> Krachtologi sudah dikenal oleh orang-orang Mesir Kuno. Dalam sebuah buku
> Papyrus "Yedimesish Ontologia" yang sudah disalin dalam bahasa Gri Kuno,
> menceritakan, bila otot bahu digerakkan akan mengeluarkan tenaga aneh
> sehingga dapat merobohkan orang yang sedang marah (diktat Ameta, Krachtologi
> 23).
>
> Dari Mesir <http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir>, Krachtologi berkembang ke
> Babylon<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Babylon&action=edit&redlink=1>,
> Yunani <http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani>, Romawi<http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi>Dan
> Persia <http://id.wikipedia.org/wiki/Persia>. Di Persia tenaga semacam ini
> dinamakan *Dacht*. Dalam Dahtayana disebutkan bahwa pada suku Bukht Dan
> Persia, terkenal ilmu perang dinamakan DAHTUZ ialah merobohkan musuh dari
> jarak jauh. Kaum bangsawan Persia dilatih sejenis senam waktu dinihari
> sehingga mereka mempunyai tenaga Daht itu. (Kracht 23). Dikatakannya pula
> bahwa orang-orang Badwi mempunyai Daht pada matanya, bila musuh akan
> menyerangnya, tiba-tiba musuh itu roboh. Mengapa orang-orang Badwi banyak
> mempunyai kekuatan Mata seperti itu ? Hal ini disebabkan orang-orang Badwi
> dengan tanpa disadari melatih matanya dengan melihat jauh, memandang padang
> pasir yang luas membentang itu.
>
> Orang-orang Cina <http://id.wikipedia.org/wiki/Cina>, Tartar<http://id.wikipedia.org/wiki/Tartar>,
> Patan, Moghul, mengenal beberapa silat yang dapat merobohkan orang dari
> jauh. Silat Moghul yang terkenal diantaranya SHURULKHAN yang artinya tipuan
> licik untuk raja-raja, berbentuk silat dua belas jurus dari Taymour Lateph
> Baber (1460-1520). Yang boleh belajar silat itu hanya kepala-kepala suku
> dari orang Moghul Islam. Bukbisj Ismeth Bey murid Lateph Baber dapat memukul
> dengan toya sejauh satu mil. Bukbisj belajar Shurulkhan dari Baber selama 20
> tahun. Dengan pisau jarinya IA dapat mengeluarkan usus lawan dari jarak satu
> tombak. Kawannya melihat IA belajar jurus sejak dini Hari sampai matahari
> naik, dengan diselingi shalat shubuh. Taymour Dan Bukbisj terkenal
> orang-orang yang fanatik madzhab Hambali Dan sangat anti kepada orang Sufi
> Dan tan (Kracht 24).
>
> Di Cina terkenal beberapa macam silat yang mempergunakan Kracht,
> diantaranya *Gin Kang* (ilmu meringankan tubuh) yang dapat dipergunakan
> melompat jauh, loncat tinggi Dan berjalan diatas air. Kwie Kang Dan Wie Kang
> hampir bersamaan, perbedaanya hanya pada jurus pertama. Kwie Kang dengan
> jurus tinju Dan Wie Kang dengan jurus terbuka.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=2>
> ] Masuknya pengaruh Cina ke Indonesia
>
> *Wie Kang* yang disebut jurus sepuluh, tersebar sampai Vietnam<http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam>,
> Campa <http://id.wikipedia.org/wiki/Campa>, Malaya<http://id.wikipedia.org/wiki/Malaya>,
> Dan Indonesia <http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia>. Tumbuhlah menjadi
> beberapa aliran, diantaranya silat Mandar dari Sulawesi<http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi>,
> silat Timpung dari Jawa Timur <http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur>Dan silat Nampon dari Jawa
> Barat <http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat>, Dan sebagainya.
>
> Shurulkhan pun masuk ke Indonesia Dan pembawanya ialah orang-orang Cina
> Islam. Diantaranya orang Indonesia pertama yang belajar Shurulkhan ialah Tuanku
> Rao<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tuanku_Rao&action=edit&redlink=1>.
> Orang-orang Cina Islam menamakan silat itu Tou Yu Kang. 1<http://id.wikipedia.org/wiki/1>
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=3>
> ] Penyebaran ilmu tenaga dalam di Indonesia [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=4>
> ] Generasi Awal
>
> Pada awalnya tenaga dalam hanya dipelajari secara terbatas di berbagai
> perguruan silat. Para pendekar silat yang tercatat sebagai guru bagi para
> pendiri perguruan silat tenaga dalam generasi berikutnya antara lain:
>
> [image: *]         Abah Khoir, yang mendirikan silat Cimande<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cimande&action=edit&redlink=1>,
> Cianjur <http://id.wikipedia.org/wiki/Cianjur>
>
> [image: *]         Bang Madi, dari Batavia<http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia>
>
> [image: *]         Bang Kari, dari Batavia
>
> [image: *]         Bang Ma'ruf, dari Batavia
>
> [image: *]         Haji Qosim, dikenal juga dengan nama Syahbandar<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syahbandar&action=edit&redlink=1>atau Subandari, dari kerajaan Pagar Ruyung
>
> [image: *]         Haji Odo, seorang kiai dari pesantren di Cikampek
>
> Perlu menjadi catatan bahwa pada masa Bang Madi, Bang Kari ini belum
> dikenal teknik pukulan tenaga dalam atau pukulan jarak jauh. Silat yang
> diajarkan oleh Madi, Kari Dan Syahbandar lebih bersifat fisik.
>
> Baik Madi, Kari Dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada
> masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama'
> Subadar karena tinggal Dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah
> Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual Dan penjinak kuda binal yang
> diimpor asal Eropa.
>
> Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan
> jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng
> Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu Dan ahli dalam teknik
> jatuhan.
>
> Pada era Syahbandar, Kari Dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran
> berkumpul di Batavia. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri
> dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung
> fu Ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=5>
> ] Penyebaran ilmu tenaga dalam secara terbuka
>
> Perkembangan sejarah tenaga dalam Dan penyebarannya secara terbuka di pulau
> Jawa diwarnai oleh beberapa tokoh penting, yaitu
>
>    1. H. Muhammad Toha, mendirikan Sin Lam Ba di Jakarta, 1896<http://id.wikipedia.org/wiki/1896>
>    2. S. Andadinata <http://id.wikipedia.org/wiki/Andadinata>, mendirikan
>    Margaluyu di daerah Rancaekek, Bandung, 1922<http://id.wikipedia.org/wiki/1922>
>    3. Nampon, mendirikan Pencak Nampon Trirasa di Bandung, 1932<http://id.wikipedia.org/wiki/1932>.
>
>    4. H. Abdul Rosyid, mendirikan Budi Suci di Bogor pada tahuan 1930-an
>    5. Bang Toha, Jakarta murid H Odo
>    6. Abah Zaki ( Haji Abdul Syukur ) pendiri Al-Hikmah, Jakarta
>    7. H. Harun Ahmad Pendiri Sin Lam Ba Jakarta.
>
> Tenaga dalam kemudian merambah ke wilayah timur (Jawa Tengah Dan Jawa
> Timur)setelah KH Muhaiminan dari Pesantren Bambu Runcing Parakan, Temanggung
> berguru kepada Abah Zaki, juga murid H Abdul Rosyid bernama Sidik asal
> Indramayu yang mengajarkan tenaga dalam Budi Suci di wilayah Jawa Tengah Dan
> Jawa Timur.
>
> Pengembangan Al-Hikmah melalui jalur pesantren, sedangkan Budi Suci lebih
> bercorak Jawa - Islam. Pengembangan Budi Suci tidak terlepas dari jasa Qosim
> Dan Zainal Abidin putra Sidik Dan beberapa murid Sidik, diantara Bang Ali
> Semarang dan murid-muridnya di Sirahan, Cluwak, Pati.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=6>
> ] Pendirian Paguyuban Pencak Nampon Trirasa Bandung
>
> Pada akhir abad ke-19 <http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-19> Pencak
> Silat Nampon<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nampon&action=edit&redlink=1>telah dipelajari secara terbatas tetapi baru dikenal luas pada tahun
> 1932 <http://id.wikipedia.org/wiki/1932> ketika Nampon melakukan aktivitas
> nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran
> anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang
> gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun
> dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya jatuh terpelating.
>
> Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 <http://id.wikipedia.org/wiki/1888>dan wafat tahun 1962. Semula adalah pegawai di jawatan kereta api di jaman
> Belanda. Ia dipecat dan berulang kali masuk bui karena sikapnya yang anti
> penjajah Belanda. Diantara murid Nampon yang berjasa ikut mengembangkan
> tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM Tamim yang kemudian mendirikan
> perguruan TRI RASA yang banyak diikuti kalangan Mahasiswa di Bandung,
> diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M Natsir.
>
> Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum
> memperkenalkan "jurus tenaga dalam" Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar
> yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande,
> dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang
> Ma'ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang
> karena mengajarkan silat di luar kerajaan.
>
> Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati,
> JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.
>
> Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan
> bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa),
> kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa
> tokoh yang pertama kali menciptakannya?
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=7>
> ] Pendirian Margaluyu
>
> <http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png>*Artikel utama untuk
> bagian ini adalah: Margaluyu<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Margaluyu&action=edit&redlink=1>
> *
>
> Aliran yang didirikan Abah Andadinata<http://id.wikipedia.org/wiki/Andadinata>pada awalnya bernama Marga Rahayu namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu
> dan mulai dikenalkan pada pada khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun
> 1922 aliran itu sudah diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.
>
> Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, dan banyak guru
> yang belajar dari aliran ini kemudian mendirikan perguruan dengan nama baru.
>
> Anandinata memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI
> yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian "pecah"
> (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas
> di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan
> Aspanuddin Panjaitan.
>
> Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan-perguruan yang
> terinspirasi oleh Prana Sakti diantaranya :
>
> [image: *]       Prana Sakti Indonesia
>
> [image: *]       Prana Sakti Jayakarta
>
> [image: *]       Satria Nusantara
>
> [image: *]       Pendawa Padma
>
> [image: *]       Radiasi Tenaga Dalam
>
> [image: *]       Kalimasada
>
> [image: *]       Bunga Islam
>
> [image: *]       Al-Barokah
>
> [image: *]       Indonesia Perkasa
>
> [image: *]       Sinar Putih
>
> [image: *]       Al-Barokah
>
> [image: *]       Al-Ikhlas
>
> [image: *]       dll.
>
> Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari
> para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi
> – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai
> Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan dari
> beliau turun ke Anandinata.
>
> Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama
> kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat
> berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=8>
> ] Budi Suci
>
> <http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png>*Artikel utama untuk
> bagian ini adalah: Budi Suci<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budi_Suci&action=edit&redlink=1>
> *
>
> Perguruan Budi Suci didirikan oleh Haji Abdul Rosyid. Aliran ini banyak
> menyebar ke Jawa dan Sumatra. Sidik, murid dari H Abdul Rosyid, pada tahun
> 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalam Budi Suci diwarnai keilmuan Abah
> Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa
> Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan
> beberapa aliran di Semarang.
>
> Di pulau Jawa, Budi Suci berkembang di wilayah pantai utara ke arah timur
> mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan
> Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Sirahan, Cluwak, Pati Utara.
>
> Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran
> yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang
> disebut-sebut dalam "ritual" yaitu Madi, Kari dan Syahbandar.
>
> Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan
> Nampon, juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya)
> dari Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari
> Margaluyu.
>
> Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai
> pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi,
> Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak
> disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh
> sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya.
> Namun kesimpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari,
> Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.
>
> Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga
> mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon
> saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk
> mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah
> ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang
> segala? Kenapa tidak pakai "jurus kunci" agar pendekar Kung Fu itu tidak
> bisa bergerak.
>
> Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun
> 1930-an. Kasus "histeris" saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun
> Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani
> tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=9>
> ] Silat Bandar Karima
>
> Bandar Karima adalah kependekan dari Syahbandar, Kari dan Madi. Yosis
> Siswoyo, Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi,
> mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara
> terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.
>
> Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam
> itu Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di
> Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan pada
> tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata
> memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.
>
> Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima termasuk kalangan pendekar
> generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat
> dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah
> perguruannya.
>
> Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak
> berjasa mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin
> Lam Ba dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan,
> (bahkan disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin
> melacak sejarah.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=10>
> ] Tenaga dalam di Pantura Jawa
>
> Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas dari
> peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.
>
> Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto bernama
> Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan Mustika.
> Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar lagi.
>
> Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang saat itu
> dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari. Ini
> berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-sembunyi.
>
> Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka, lebih
> njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan menerima
> anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh beda dengan
> aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga banyak
> berkembang di Jawa Tengah.
>
> Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal jurus
> tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf adalah
> murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang pendiri
> aliran Budi Suci.
>
> Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-nyebut
> nama Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat pribadi
> berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto lebih
> sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru berlangsung
> diawal tahun 80-an.
>
> Ketika Masruri, putra H. Ali Ridlo dan beberapa pengurus Satya di Sirahan,
> Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu diboyong
> untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah pasif dari
> berbagai kegiatan perguruan.
>
> Kehadiran Sidik yang statusnya adalah Guru Besar Budi Suci ke Sirahan
> ibarat meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum
> Satya di bawah Soeharto. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga
> meneruskan pada materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir
> sang pendiri Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid yang di
> pergruan Satya jurus itu tidak dikenal.
>
> Perguruan Satya Sirahan yang dipimpin H Ali Ridlo dan putranya, Masruri
> yang keilmuannya sudah diwarnai Budi Suci ala Sidik yang kemudian
> mengembangkan perguruan tenaga dalam diantaranya, HM Sadari di Kelet,
> Keling, Jepara, Ustad M Masrur di Cepogo, Bangsri, Jepara, Suhirlan di
> Ngaringan Purwodadi dan Sudono, adik kandung H Ali Ridlo yang berdomisili di
> Rimbo Bujang, Bungo Tebo, Jambi.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=11>
> ] Perkembangan Selanjutnya
>
> Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya
> MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan
> memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah
> gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang
> yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham
> dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.
>
> Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang
> amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman
> dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian
> aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti,
> misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai
> berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju pada gerak
> fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang
> sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih
> mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.
>
> Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini lebih
> diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan beberapa pihak,
> perguruan ini justru sering "bermasalah" disebabkan pola pembinaan yang
> menggiring penganutnya pada sikap "kejawaraan" melalui doktrin-doktrin yang
> kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun
> bela diri dari luar (asing).
>
> Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari
> yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri untuk
> selalu memperhatikan "sikap 5" yaitu :
>
>    1. Jangan cepat puas.
>    2. Jangan suka pamer.
>    3. Jangan merasa paling jago.
>    4. Jangan suka mencari pujian dan
>    5. Jangan menyakiti orang lain.
>
> Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari tenaga
> dalam itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang karena
> silaturahmi antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H
> Kosim (Syahbandar), Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi
> dengan Kung Fu, juga Abah Khoir dengan Cimandenya, RH. Ibrahim dengan
> Cikalongnya.
> [sunting<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Tenaga_Dalam&action=edit&section=12>
> ] Rangkapan Fisik
>
> Setiap perguruan tenaga dalam memberikan sumbangsih tersendiri bagi
> masyarakat Indonesia. Margaluyu menorehkan tinta emas sebagai perguruan tua
> yang banyak mengilhami hampir sebagian besar perguruan di Indonesia, dan
> cabang-cabang dari perguruan ini banyak berjasa bagi pengembangan tenaga
> dalam yang ilmiah dan universal.
>
> Sin Lam Ba, Al-Hikmah, Silat Tauhid Indonesia berjasa dalam memberikan
> nafas religius bagi pesertanya, dan aliran Nampon berjasa dalam memberikan
> semangat bagi para pejuang di era kemerdekaan.
>
> Terlepas dari sisi positif dari aliran-aliran besar itu, pengembangan
> aliran tenaga dalam yang kini masih memilih corak pengembangan bela diri dan
> kesaktian itu justru mendapat kritik dari para pendahulunya.
>
> Pada tahun 1984 Alm. Sidik murid dari H Abdul Rosyid saat berkunjung ke
> Desa Sirahan, Cluwak, Pati dan menyaksikan cara betarung (peragaan) suatu
> perguruan "pecahan" dari Budi Suci, menyayangkan kenapa sebagian besar dari
> siswa perguruan tenaga dalam itu sudah meninggalkan teknik silat (fisik)
> sebagai basic tenaga dalam.
>
> Artinya, saat diserang mereka cenderung diam dan hanya mengeraskan bagian
> dada/perut. Kebiasaan ini menurutnya suatu saat akan menjadi bumerang saat
> harus menghadapi perkelahian diluar gelanggang latihan. Karena saat latihan
> hanya dengan "diam" saja sudah mampu mementalkan penyerang hingga memberikan
> kesan bahwa menggunakan tenaga dalam itu mudah sekali.
>
> Mereka tidak sadar bahwa dalam perkelahian di luar gelanggang latihan itu,
> suasananya berbeda. Dalam arena latihan yang dihadapi adalah teman sendiri
> yang sudah terlatih dalam menciptakan emosi (amarah).
>
> Cara bela diri memanfaatkan tenaga dalam yang benar menurut Alm. Sidik
> sudah dicontohkan oleh Nampon saat ditantang jawara dari Banten dan saat
> akan dicoba kesaktiannya oleh KM Tamim. Yaitu, awalnya mengalah dan berupaya
> menghindar namun ketika lawan masih memaksa menyerang, baru dilayani dengan
> jurus silat secara fisik, menghindar, menangkis dan pada saat yang dianggap
> tepat memancing amarah dengan tamparan ringan dan setelah penyerang emosi,
> baru menggunakan tenaga dalam.
>
> Pola pembinaan bela diri yang tidak lengkap yang hanya fokus pada sisi
> batin saja, sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah merasa memiliki
> tenaga dalam sehingga terlalu yakin bahwa bagaimanapun bentuk serangannya,
> cukup dengan diam (saja) penyerang pasti mental. Dan ketika mereka
> menghadapi bahaya yang sesungguhnya, ternyata menggunakan tenaga dalam tidak
> semudah saat berlatih dengan teman seperguruannya.
>
> Fenomena pembinaan yang sepotong-potong ini tidak lepas dari keterbatasan
> sebagian guru yang pada umumnya hanya pernah "mampir" di perguruan tenaga
> dalam. Sidik mengakui banyak orang yang belajar di Budi Suci hanya bermodal
> "jurus dasar" saja sudah banyak yang berani membuka perguruan baru. Padahal
> dalam Budi Suci itu terdapat 3 tahapan jurus. Yaitu, Dasar Jurus – Jodoh
> Jurus dan Kembang Jurus (ibingan).
>
> Karena tergesa-gesa ingin membuka aliran baru itu menyebabkan siswa sering
> tidak siap disaat harus menggunakan tenaga dalamnya. Dan Yosis Siswoyo dari
> Bandar Karima memberikan konsep bahwa keberhasilan memanfaatkan tenaga dalam
> ditentukan dari prinsip "min-plus" yang dapat diartikan : Biarkan orang
> berniat jahat (marah), aku memilih untuk tetap bertahan dan sabar.
>
> Karena itu pembinaan fisik, teknik bela diri fisik, teknik, kelenturan,
> refleks dan mental bertarung perlu ditanamkan terlebih dahulu karena
> kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang belum siap
> sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian itu sudah
> usai.
>
> Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat
> pemiliknya "tidak sengaja" dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang
> yang berniat jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga
> dalam itu dipersiapkan sebelumnya untuk "berkelahi" dan akan lebih gagal
> total jika tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.
>
> Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang marah dan
> tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah. Sebab jika
> pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya menjadi "plus ketemu
> plus" yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal ini Budi
> Suci menjabarkan konsep "min – plus" itu dengan sikap membiarkan lawan
> "budi" (bergerak/amarah) dan tetap mempertahankan "suci" (sabar, tenang).
>
> Memposisikan diri tetap bertahan (sabar, tenang) sangat ditentukan tingkat
> kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga dalam
> banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih bela diri
> secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya tetap
> terjaga.
>
> Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah telanjur
> yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik tidak
> dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih itu
> disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau bahkan
> mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep "min-plus".
>
>
> Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang mengikuti
> suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat
> menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan memunculkan "anekdot
> spiritual" sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang karena
> ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu menjelaskan bahwa
> orang-orang yang ditokohkan dalam perguruan itu dengan jawaban yang
> mengada-ada.
> Misalnya, Saman adalah seorang Syekh dari Yaman, Madi disebut sebagai Imam
> Mahdi, Kari adalah Imam Buchori, Subandari adalah Syeh Isbandari. Dan
> jawaban seperti itu tidak memiliki dasar dan konon hanya berdasarkan pada
> kata orang tua semata
>     [image: Free Animations for your email - By IncrediMail! Click Here!]<http://www.incredimail.com/index.asp?id=101219&rui=86900420>
>
>
> /---------------------------------------------------------------------------\
>
> Confidential and/ or privileged information may be contained in this
> e-mail and any attachments transmitted with it ('Message'). If you are
> not the addressee indicated in this Message (or responsible for
> delivery of this Message to such person),you are hereby notified that
> any dissemination, distribution, printing or copying of this Message or
> any part thereof is prohibited. Please delete this Message if received
> in  error and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions
> and other information in this Message that do not relate to the
> official business of this company shall be understood as neither given
> nor endorsed by this company.
>
> This mail is certified Virus Free by *ProtectNow! (InternetNow Sdn Bhd)
> *Scanner Engine powered by Norman Virus Control
>
>
> \--------------------------------------------------------------------------/
>
>

clip_image001.gif (138 bytes) Download Attachment
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Sejarah tenaga dalam

the_most_braveheart
In reply to this post by amir-13
PAda masa itu mungkin memang dibutuhkan kekuatan fisik dan non fisik
tenaga dalam dalam memerangi kebathilan..Namun demikian kadang2
menjadi sumber ego dan pengakuan atas kehebatan seseorang..

Kini, yang berkembang justru Ilmu2 Ketuhanan, spiritual..dalam rangka
pencaharian manusia akan kebenaran, hakikat hidup dan kehidupannya
dan mengenal Sang Pencipta..BAhagia lebih utama dibanding kekuatan
semata..Bahagia karena semua adalah juga makhluk Tuhan, bahagia mampu
menjadi alat Tuhan dalam menyebarkan KAsih-Nya ke sesama..RAsa aman,
tentram, damai berujung ke perdamaian dan mampu mengatasi ego,
emosi..Ikhlas, pasrah dalam menjalani hidupnya, semua diserahkan
kepada Yang Maha..

LAlu, apa gunanya lagi semua itu?


Salam

--- In [hidden email], "amir" <amir_abdul@...>
wrote:
>
>  
>  
> Tenaga dalam di luar Indonesia
> Tenaga dalam atau Krachtologi (berasal dari perkataan KRACHTOS yang
berarti
> tenaga Dan LOGOS yang berarti ilmu). Pada 4000 SM, Krachtologi
sudah dikenal
> oleh orang-orang Mesir Kuno. Dalam sebuah buku Papyrus "Yedimesish
Ontologia
>  yang sudah disalin dalam bahasa Gri Kuno, menceritakan, bila otot
bahu
> digerakkan akan mengeluarkan tenaga aneh sehingga dapat merobohkan
orang
> yang sedang marah (diktat Ameta, Krachtologi 23).
> Dari Mesir, Krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi Dan
Persia. Di
> Persia tenaga semacam ini dinamakan Dacht. Dalam Dahtayana
disebutkan bahwa
> pada suku Bukht Dan Persia, terkenal ilmu perang dinamakan DAHTUZ
ialah
> merobohkan musuh dari jarak jauh. Kaum bangsawan Persia dilatih
sejenis
> senam waktu dinihari sehingga mereka mempunyai tenaga Daht itu.
(Kracht 23).
> Dikatakannya pula bahwa orang-orang Badwi mempunyai Daht pada
matanya, bila
> musuh akan menyerangnya, tiba-tiba musuh itu roboh. Mengapa orang-
orang
> Badwi banyak mempunyai kekuatan Mata seperti itu ? Hal ini
disebabkan
> orang-orang Badwi dengan tanpa disadari melatih matanya dengan
melihat jauh,
> memandang padang pasir yang luas membentang itu.
> Orang-orang Cina, Tartar, Patan, Moghul, mengenal beberapa silat
yang dapat
> merobohkan orang dari jauh. Silat Moghul yang terkenal diantaranya
> SHURULKHAN yang artinya tipuan licik untuk raja-raja, berbentuk
silat dua
> belas jurus dari Taymour Lateph Baber (1460-1520). Yang boleh
belajar silat
> itu hanya kepala-kepala suku dari orang Moghul Islam. Bukbisj
Ismeth Bey
> murid Lateph Baber dapat memukul dengan toya sejauh satu mil.
Bukbisj
> belajar Shurulkhan dari Baber selama 20 tahun. Dengan pisau jarinya
IA dapat
> mengeluarkan usus lawan dari jarak satu tombak. Kawannya melihat IA
belajar
> jurus sejak dini Hari sampai matahari naik, dengan diselingi shalat
shubuh.
> Taymour Dan Bukbisj terkenal orang-orang yang fanatik madzhab
Hambali Dan
> sangat anti kepada orang Sufi Dan tan (Kracht 24).
> Di Cina terkenal beberapa macam silat yang mempergunakan Kracht,
diantaranya
> Gin Kang (ilmu meringankan tubuh) yang dapat dipergunakan melompat
jauh,
> loncat tinggi Dan berjalan diatas air. Kwie Kang Dan Wie Kang hampir
> bersamaan, perbedaanya hanya pada jurus pertama. Kwie Kang dengan
jurus
> tinju Dan Wie Kang dengan jurus terbuka.
> [sunting] Masuknya pengaruh Cina ke Indonesia
> Wie Kang yang disebut jurus sepuluh, tersebar sampai Vietnam,
Campa, Malaya,
> Dan Indonesia. Tumbuhlah menjadi beberapa aliran, diantaranya silat
Mandar
> dari Sulawesi, silat Timpung dari Jawa Timur Dan silat Nampon dari
Jawa
> Barat, Dan sebagainya.
> Shurulkhan pun masuk ke Indonesia Dan pembawanya ialah orang-orang
Cina
> Islam. Diantaranya orang Indonesia pertama yang belajar Shurulkhan
ialah
> Tuanku Rao. Orang-orang Cina Islam menamakan silat itu Tou Yu Kang.
1
> [sunting] Penyebaran ilmu tenaga dalam di Indonesia
> [sunting] Generasi Awal
> Pada awalnya tenaga dalam hanya dipelajari secara terbatas di
berbagai
> perguruan silat. Para pendekar silat yang tercatat sebagai guru
bagi para
> pendiri perguruan silat tenaga dalam generasi berikutnya antara
lain:
>          Abah Khoir, yang mendirikan silat Cimande, Cianjur
>          Bang Madi, dari Batavia
>          Bang Kari, dari Batavia
>          Bang Ma'ruf, dari Batavia
>          Haji Qosim, dikenal juga dengan nama Syahbandar atau
Subandari,
> dari kerajaan Pagar Ruyung
>          Haji Odo, seorang kiai dari pesantren di Cikampek
> Perlu menjadi catatan bahwa pada masa Bang Madi, Bang Kari ini
belum dikenal
> teknik pukulan tenaga dalam atau pukulan jarak jauh. Silat yang
diajarkan
> oleh Madi, Kari Dan Syahbandar lebih bersifat fisik.
> Baik Madi, Kari Dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat
(fisik) pada
> masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau
Mama'
> Subadar karena tinggal Dan disegani masyarakat desa Subadar di
wilayah
> Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual Dan penjinak kuda
binal yang
> diimpor asal Eropa.
> Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan
dengan
> jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng
> Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu Dan ahli dalam
teknik
> jatuhan.
> Pada era Syahbandar, Kari Dan Madi banyak pendekar dari berbagai
aliran
> berkumpul di Batavia. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela
diri
> dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi
kombinasi kung
> fu Ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.
> [sunting] Penyebaran ilmu tenaga dalam secara terbuka
> Perkembangan sejarah tenaga dalam Dan penyebarannya secara terbuka
di pulau
> Jawa diwarnai oleh beberapa tokoh penting, yaitu
> H. Muhammad Toha, mendirikan Sin Lam Ba di Jakarta, 1896
> S. Andadinata, mendirikan Margaluyu di daerah Rancaekek, Bandung,
1922
> Nampon, mendirikan Pencak Nampon Trirasa di Bandung, 1932.
> H. Abdul Rosyid, mendirikan Budi Suci di Bogor pada tahuan 1930-an
> Bang Toha, Jakarta murid H Odo
> Abah Zaki ( Haji Abdul Syukur ) pendiri Al-Hikmah, Jakarta
> H. Harun Ahmad Pendiri Sin Lam Ba Jakarta.
> Tenaga dalam kemudian merambah ke wilayah timur (Jawa Tengah Dan
Jawa
> Timur)setelah KH Muhaiminan dari Pesantren Bambu Runcing Parakan,
Temanggung
> berguru kepada Abah Zaki, juga murid H Abdul Rosyid bernama Sidik
asal
> Indramayu yang mengajarkan tenaga dalam Budi Suci di wilayah Jawa
Tengah Dan
> Jawa Timur.
> Pengembangan Al-Hikmah melalui jalur pesantren, sedangkan Budi Suci
lebih
> bercorak Jawa - Islam. Pengembangan Budi Suci tidak terlepas dari
jasa Qosim
> Dan Zainal Abidin putra Sidik Dan beberapa murid Sidik, diantara
Bang Ali
> Semarang dan murid-muridnya di Sirahan, Cluwak, Pati.
> [sunting] Pendirian Paguyuban Pencak Nampon Trirasa Bandung
> Pada akhir abad ke-19 Pencak Silat Nampon telah dipelajari secara
terbatas
> tetapi baru dikenal luas pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan
aktivitas
> nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut
kelahiran
> anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak
seperti orang
> gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai.
Namun
> dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya jatuh terpelating.
> Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula
adalah
> pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia dipecat dan
berulang kali
> masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara
murid Nampon
> yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis
dan KM
> Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak
diikuti
> kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung
Karno dan M
> Natsir.
> Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum
> memperkenalkan "jurus tenaga dalam" Nampon banyak belajar ilmu dari
pendekar
> yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat
Cimande,
> dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang
Kari, Bang
> Ma'ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung,
Padang
> karena mengajarkan silat di luar kerajaan.
> Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan
Ragajati,
> JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.
> Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota
dengan
> bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa),
> kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan
siapa
> tokoh yang pertama kali menciptakannya?
> [sunting] Pendirian Margaluyu
> Artikel utama untuk bagian ini adalah: Margaluyu
> Aliran yang didirikan Abah Andadinata pada awalnya bernama Marga
Rahayu
> namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu dan mulai dikenalkan pada
pada
> khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah
> diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.
> Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, dan banyak
guru
> yang belajar dari aliran ini kemudian mendirikan perguruan dengan
nama baru.
> Anandinata memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana,
dosen ASRI
> yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini
kemudian "pecah"
> (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini
bermarkas
> di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan
> Aspanuddin Panjaitan.
> Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan-perguruan
yang

> terinspirasi oleh Prana Sakti diantaranya :
>        Prana Sakti Indonesia
>        Prana Sakti Jayakarta
>        Satria Nusantara
>        Pendawa Padma
>        Radiasi Tenaga Dalam
>        Kalimasada
>        Bunga Islam
>        Al-Barokah
>        Indonesia Perkasa
>        Sinar Putih
>        Al-Barokah
>        Al-Ikhlas
>        dll.
> Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki
silsilah dari
> para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh
Datul Kahfi
> – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal
sebagai
> Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan
dari
> beliau turun ke Anandinata.
> Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang
pertama
> kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi
yang kuat
> berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.
> [sunting] Budi Suci
> Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budi Suci
> Perguruan Budi Suci didirikan oleh Haji Abdul Rosyid. Aliran ini
banyak
> menyebar ke Jawa dan Sumatra. Sidik, murid dari H Abdul Rosyid,
pada tahun
> 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalam Budi Suci diwarnai
keilmuan Abah
> Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak
berkembang di Jawa
> Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di
Tegal dan
> beberapa aliran di Semarang.
> Di pulau Jawa, Budi Suci berkembang di wilayah pantai utara ke arah
timur
> mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu
dan
> Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Sirahan, Cluwak, Pati
Utara.
> Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari
aliran
> yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang
> disebut-sebut dalam "ritual" yaitu Madi, Kari dan Syahbandar.
> Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir
dan Nampon
>  juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber
(hanya) dari
> Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari
Margaluyu.
> Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap
sebagai
> pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut
adalah Madi,
> Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak
> disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari
tokoh
> sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan
menyempurnakannya.
> Namun kesimpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi,
Kari,
> Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.
> Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga
> mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru
dari Nampon
> saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang
untuk
> mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu
sudah
> ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai
selendang
> segala? Kenapa tidak pakai "jurus kunci" agar pendekar Kung Fu itu
tidak
> bisa bergerak.
> Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon
tahun
> 1930-an. Kasus "histeris" saat menyambut kelahiran anaknya di depan
stasiun
> Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat
melayani
> tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.
> [sunting] Silat Bandar Karima
> Bandar Karima adalah kependekan dari Syahbandar, Kari dan Madi.
Yosis
> Siswoyo, Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi,
> mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat
secara
> terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.
> Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga
dalam itu
> Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di
> Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan
pada
> tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung
Andadinata
> memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya
sendiri.
> Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima termasuk kalangan
pendekar
> generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan
pencak silat
> dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian
sejarah
> perguruannya.
> Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang
banyak berjasa
> mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan
Sin Lam Ba
> dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan,
(bahkan
> disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin
melacak
> sejarah.
> [sunting] Tenaga dalam di Pantura Jawa
> Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas
dari
> peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.
> Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto
bernama
> Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan
Mustika.
> Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar
lagi.
> Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang
saat itu
> dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari.
Ini
> berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-
sembunyi.
> Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka,
lebih
> njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan
menerima
> anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh
beda dengan
> aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga
banyak
> berkembang di Jawa Tengah.
> Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal
jurus
> tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf
adalah
> murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang
pendiri
> aliran Budi Suci.
> Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-
nyebut nama
> Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat
pribadi
> berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto
lebih
> sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru
berlangsung
> diawal tahun 80-an.
> Ketika Masruri, putra H. Ali Ridlo dan beberapa pengurus Satya di
Sirahan,
> Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu
diboyong
> untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah
pasif dari
> berbagai kegiatan perguruan.
> Kehadiran Sidik yang statusnya adalah Guru Besar Budi Suci ke
Sirahan ibarat
> meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum
Satya di
> bawah Soeharto. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga
meneruskan pada
> materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir sang
pendiri
> Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid yang di
pergruan
> Satya jurus itu tidak dikenal.
> Perguruan Satya Sirahan yang dipimpin H Ali Ridlo dan putranya,
Masruri yang
> keilmuannya sudah diwarnai Budi Suci ala Sidik yang kemudian
mengembangkan
> perguruan tenaga dalam diantaranya, HM Sadari di Kelet, Keling,
Jepara,
> Ustad M Masrur di Cepogo, Bangsri, Jepara, Suhirlan di Ngaringan
Purwodadi
> dan Sudono, adik kandung H Ali Ridlo yang berdomisili di Rimbo
Bujang, Bungo
> Tebo, Jambi.
> [sunting] Perkembangan Selanjutnya
> Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam
layaknya
> MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu
perguruan
> memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya.
Ini adalah
> gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru
atau orang
> yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu
sepaham
> dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.
> Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-
hal yang
> amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara
orang zaman
> dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi
kemurnian
> aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang
pasti,
> misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah
mulai
> berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju
pada gerak
> fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang
> sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih
> mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.
> Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini
lebih
> diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan beberapa
pihak,
> perguruan ini justru sering "bermasalah" disebabkan pola pembinaan
yang
> menggiring penganutnya pada sikap "kejawaraan" melalui doktrin-
doktrin yang
> kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga
dalam maupun
> bela diri dari luar (asing).
> Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti
Bang Kari
> yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri
untuk
> selalu memperhatikan "sikap 5" yaitu :
> Jangan cepat puas.
> Jangan suka pamer.
> Jangan merasa paling jago.
> Jangan suka mencari pujian dan
> Jangan menyakiti orang lain.
> Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari
tenaga dalam
> itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang karena
silaturahmi
> antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H
Kosim
> (Syahbandar), Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi
dengan
> Kung Fu, juga Abah Khoir dengan Cimandenya, RH. Ibrahim dengan
Cikalongnya.
> [sunting] Rangkapan Fisik
> Setiap perguruan tenaga dalam memberikan sumbangsih tersendiri bagi
> masyarakat Indonesia. Margaluyu menorehkan tinta emas sebagai
perguruan tua
> yang banyak mengilhami hampir sebagian besar perguruan di
Indonesia, dan
> cabang-cabang dari perguruan ini banyak berjasa bagi pengembangan
tenaga
> dalam yang ilmiah dan universal.
> Sin Lam Ba, Al-Hikmah, Silat Tauhid Indonesia berjasa dalam
memberikan nafas
> religius bagi pesertanya, dan aliran Nampon berjasa dalam memberikan
> semangat bagi para pejuang di era kemerdekaan.
> Terlepas dari sisi positif dari aliran-aliran besar itu,
pengembangan aliran
> tenaga dalam yang kini masih memilih corak pengembangan bela diri
dan
> kesaktian itu justru mendapat kritik dari para pendahulunya.
> Pada tahun 1984 Alm. Sidik murid dari H Abdul Rosyid saat
berkunjung ke Desa
> Sirahan, Cluwak, Pati dan menyaksikan cara betarung (peragaan) suatu
> perguruan "pecahan" dari Budi Suci, menyayangkan kenapa sebagian
besar dari
> siswa perguruan tenaga dalam itu sudah meninggalkan teknik silat
(fisik)
> sebagai basic tenaga dalam.
> Artinya, saat diserang mereka cenderung diam dan hanya mengeraskan
bagian
> dada/perut. Kebiasaan ini menurutnya suatu saat akan menjadi
bumerang saat
> harus menghadapi perkelahian diluar gelanggang latihan. Karena saat
latihan
> hanya dengan "diam" saja sudah mampu mementalkan penyerang hingga
memberikan
> kesan bahwa menggunakan tenaga dalam itu mudah sekali.
> Mereka tidak sadar bahwa dalam perkelahian di luar gelanggang
latihan itu,
> suasananya berbeda. Dalam arena latihan yang dihadapi adalah teman
sendiri
> yang sudah terlatih dalam menciptakan emosi (amarah).
> Cara bela diri memanfaatkan tenaga dalam yang benar menurut Alm.
Sidik sudah
> dicontohkan oleh Nampon saat ditantang jawara dari Banten dan saat
akan
> dicoba kesaktiannya oleh KM Tamim. Yaitu, awalnya mengalah dan
berupaya
> menghindar namun ketika lawan masih memaksa menyerang, baru
dilayani dengan
> jurus silat secara fisik, menghindar, menangkis dan pada saat yang
dianggap
> tepat memancing amarah dengan tamparan ringan dan setelah penyerang
emosi,
> baru menggunakan tenaga dalam.
> Pola pembinaan bela diri yang tidak lengkap yang hanya fokus pada
sisi batin
> saja, sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah merasa
memiliki tenaga
> dalam sehingga terlalu yakin bahwa bagaimanapun bentuk serangannya,
cukup
> dengan diam (saja) penyerang pasti mental. Dan ketika mereka
menghadapi
> bahaya yang sesungguhnya, ternyata menggunakan tenaga dalam tidak
semudah
> saat berlatih dengan teman seperguruannya.
> Fenomena pembinaan yang sepotong-potong ini tidak lepas dari
keterbatasan
> sebagian guru yang pada umumnya hanya pernah "mampir" di perguruan
tenaga
> dalam. Sidik mengakui banyak orang yang belajar di Budi Suci hanya
bermodal
> "jurus dasar" saja sudah banyak yang berani membuka perguruan baru.
Padahal
> dalam Budi Suci itu terdapat 3 tahapan jurus. Yaitu, Dasar Jurus –
Jodoh
> Jurus dan Kembang Jurus (ibingan).
> Karena tergesa-gesa ingin membuka aliran baru itu menyebabkan siswa
sering
> tidak siap disaat harus menggunakan tenaga dalamnya. Dan Yosis
Siswoyo dari
> Bandar Karima memberikan konsep bahwa keberhasilan memanfaatkan
tenaga dalam
> ditentukan dari prinsip "min-plus" yang dapat diartikan : Biarkan
orang
> berniat jahat (marah), aku memilih untuk tetap bertahan dan sabar.
> Karena itu pembinaan fisik, teknik bela diri fisik, teknik,
kelenturan,
> refleks dan mental bertarung perlu ditanamkan terlebih dahulu karena
> kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang
belum siap
> sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian
itu sudah
> usai.
> Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat
pemiliknya
> "tidak sengaja" dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang
yang berniat
> jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga dalam
itu
> dipersiapkan sebelumnya untuk "berkelahi" dan akan lebih gagal
total jika
> tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.
> Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang
marah dan
> tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah.
Sebab jika
> pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya
menjadi "plus ketemu
> plus" yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal
ini Budi
> Suci menjabarkan konsep "min – plus" itu dengan sikap membiarkan
lawan
> "budi" (bergerak/amarah) dan tetap mempertahankan "suci" (sabar,
tenang).
> Memposisikan diri tetap bertahan (sabar, tenang) sangat ditentukan
tingkat
> kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga
dalam
> banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih
bela diri
> secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya
tetap
> terjaga.
> Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah
telanjur
> yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik
tidak
> dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih
itu
> disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau
bahkan
> mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep "min-plus".
>
> Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang
mengikuti
> suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat
> menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan
memunculkan "anekdot
> spiritual" sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang
karena
> ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu
menjelaskan bahwa
> orang-orang yang ditokohkan dalam perguruan itu dengan jawaban yang
> mengada-ada.
> Misalnya, Saman adalah seorang Syekh dari Yaman, Madi disebut
sebagai Imam Mahdi, Kari adalah Imam Buchori, Subandari adalah Syeh
Isbandari. Dan jawaban seperti itu tidak memiliki dasar dan konon
hanya berdasarkan pada kata orang tua semata
> /-------------------------------------------------------------------
--------\
>
> Confidential and/ or privileged information may be contained in this
> e-mail and any attachments transmitted with it ('Message'). If you
are
> not the addressee indicated in this Message (or responsible for
> delivery of this Message to such person),you are hereby notified
that
> any dissemination, distribution, printing or copying of this
Message or
> any part thereof is prohibited. Please delete this Message if
received
> in  error and advise the sender by return e-mail. Opinions,
conclusions
> and other information in this Message that do not relate to the
> official business of this company shall be understood as neither
given
> nor endorsed by this company.
>
> This mail is certified Virus Free by *ProtectNow! (InternetNow Sdn
Bhd)
> *Scanner Engine powered by Norman Virus Control
>
> \-------------------------------------------------------------------
-------/
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

RE: Sejarah tenaga dalam

Sony H. Waluyo
In reply to this post by amir-13
Emangnya tenaga dalam itu produk impor ya?
Lalu mbah Gandring bikin keris pake ilmu apaan?

SONY H WALUYO
 
* You are what you think about. Beware of your mind. 
________________________________________
From: [hidden email]
[mailto:[hidden email]] On Behalf Of amir
Sent: Thursday, May 22, 2008 12:07 PM
To: [hidden email]
Subject: [Spiritual-Indonesia] Sejarah tenaga dalam

 
 
Tenaga dalam di luar Indonesia
Tenaga dalam atau Krachtologi (berasal dari perkataan KRACHTOS yang berarti
tenaga Dan LOGOS yang berarti ilmu). Pada 4000 SM, Krachtologi sudah dikenal
oleh orang-orang Mesir Kuno. Dalam sebuah buku Papyrus "Yedimesish
Ontologia" yang sudah disalin dalam bahasa Gri Kuno, menceritakan, bila otot
bahu digerakkan akan mengeluarkan tenaga aneh sehingga dapat merobohkan
orang yang sedang marah (diktat Ameta, Krachtologi 23).
Dari Mesir, Krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi Dan Persia. Di
Persia tenaga semacam ini dinamakan Dacht. Dalam Dahtayana disebutkan bahwa
pada suku Bukht Dan Persia, terkenal ilmu perang dinamakan DAHTUZ ialah
merobohkan musuh dari jarak jauh. Kaum bangsawan Persia dilatih sejenis
senam waktu dinihari sehingga mereka mempunyai tenaga Daht itu. (Kracht 23).
Dikatakannya pula bahwa orang-orang Badwi mempunyai Daht pada matanya, bila
musuh akan menyerangnya, tiba-tiba musuh itu roboh. Mengapa orang-orang
Badwi banyak mempunyai kekuatan Mata seperti itu ? Hal ini disebabkan
orang-orang Badwi dengan tanpa disadari melatih matanya dengan melihat jauh,
memandang padang pasir yang luas membentang itu.
Orang-orang Cina, Tartar, Patan, Moghul, mengenal beberapa silat yang dapat
merobohkan orang dari jauh. Silat Moghul yang terkenal diantaranya
SHURULKHAN yang artinya tipuan licik untuk raja-raja, berbentuk silat dua
belas jurus dari Taymour Lateph Baber (1460-1520). Yang boleh belajar silat
itu hanya kepala-kepala suku dari orang Moghul Islam. Bukbisj Ismeth Bey
murid Lateph Baber dapat memukul dengan toya sejauh satu mil. Bukbisj
belajar Shurulkhan dari Baber selama 20 tahun. Dengan pisau jarinya IA dapat
mengeluarkan usus lawan dari jarak satu tombak. Kawannya melihat IA belajar
jurus sejak dini Hari sampai matahari naik, dengan diselingi shalat shubuh.
Taymour Dan Bukbisj terkenal orang-orang yang fanatik madzhab Hambali Dan
sangat anti kepada orang Sufi Dan tan (Kracht 24).
Di Cina terkenal beberapa macam silat yang mempergunakan Kracht, diantaranya
Gin Kang (ilmu meringankan tubuh) yang dapat dipergunakan melompat jauh,
loncat tinggi Dan berjalan diatas air. Kwie Kang Dan Wie Kang hampir
bersamaan, perbedaanya hanya pada jurus pertama. Kwie Kang dengan jurus
tinju Dan Wie Kang dengan jurus terbuka.
[sunting] Masuknya pengaruh Cina ke Indonesia
Wie Kang yang disebut jurus sepuluh, tersebar sampai Vietnam, Campa, Malaya,
Dan Indonesia. Tumbuhlah menjadi beberapa aliran, diantaranya silat Mandar
dari Sulawesi, silat Timpung dari Jawa Timur Dan silat Nampon dari Jawa
Barat, Dan sebagainya.
Shurulkhan pun masuk ke Indonesia Dan pembawanya ialah orang-orang Cina
Islam. Diantaranya orang Indonesia pertama yang belajar Shurulkhan ialah
Tuanku Rao. Orang-orang Cina Islam menamakan silat itu Tou Yu Kang. 1
[sunting] Penyebaran ilmu tenaga dalam di Indonesia
[sunting] Generasi Awal
Pada awalnya tenaga dalam hanya dipelajari secara terbatas di berbagai
perguruan silat. Para pendekar silat yang tercatat sebagai guru bagi para
pendiri perguruan silat tenaga dalam generasi berikutnya antara lain:
         Abah Khoir, yang mendirikan silat Cimande, Cianjur
         Bang Madi, dari Batavia







Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Sejarah tenaga dalam

abraham alfan
In reply to this post by amir-13
kalo pencak stroom atau pencak kontak, atau pencak energi atau pencak jin
sapa ya yang mengajarkan pertama kalinya??

salam....
12
Loading...