Quantcast

[Zoologi] Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati

classic Classic list List threaded Threaded
3 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

[Zoologi] Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati

bhirawa moerdaya
 
Dengan pengamatan sederhana, pada umumnya kita dapat membedakan benda hidup dari benda mati. Benda hidup atau organisme berkembang biak dan menerima rangsangan. Tumbuh dan bergerak bukan kriteria ilmiah untuk membedakan benda hidup dari benda mati. Biji dari tumbuhan berbiji dan telur dari hewan yang bertelur bukan benda mati. Mereka merupakan benda hidup dalam keadaan tidur, karena apabila mereka ditempatkan di tempat yang serasi, mereka akan merupakan benda hidup. Mungkin benda yang terletak di perbatasan antara benda hidup dan benda mati adalah virus, sebab virus dapat berkembang biak dan beberapa virus dapat dibuat kristal.
 
Benda hidup dapat dibedakan dari benda mati berdasarkan kriteria sederhana sebagai berikut:

Bentuk dan ukurannya: Dalam batas-batas tertentu, tiap jenis benda hidup umumnya berbentuk dan berukuran tertentu. Jadi semua benda hidup yang tergolong satu jenis umumnya memiliki rupa, bentuk, dan ciri-ciri yang sama. Benda mati, walaupun tergolong satu jenis, bentuk dan ukuran besarnya bervariasi, contoh: sebutir pasir granit (diameter 1-3 mm) dan sebongkah batu granit yang beratnya beratus-ratus ton atau setetes air dan lautan.
Komposisi kimia; Benda hidup tersusun dari substansi hidup yang terdiri dari molekul-molekul organik yang majemuk, sering dengan berat molekul besar (lebih dari 2000). Molekul-molekul itu terdiri dari unsur C,H,O, dan N dalam jumlah yang bervariasi tetapi dengan proporsi tertentu, dan unsur kimia lain yang jumlahnya berbeda-beda. Secara bersama-sama molekul-molekul tersebut membentuk substansi hidup yang disebut protoplasma. Jadi benda hidup mempunyai protoplasma yang hidup, berarti kehidupan ada di dalam protoplasma. Benda mati juga terdiri dari unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur yang menyusun benda hidup, dan juga terdiri dari unsur-unsur lain, tetapi unsur-unsur itu tersusun sebagai senyawa kimia mati atau substansi mati, dengan berat molekul kurang dari 2000.
Organisasi: Tiap bagian organisme hidup tersusun dari sel-sel mikroskopik dan majemuk. Sel-sel itu terhimpun menjadi sistem-sistem yang berhubungan satu dengan lain untuk terselenggaranya berbagai proses hidup. Dalam pelaksanaan proses hidup, tumbuhan dan hewan menyusun kembali unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia seperti yang dikerjakan oleh tumbuhan dan hewan. Sifat dan pola struktural yang menonjol pada benda mati seperti kristal dan batu tergantung dari cara pembentukan, jenis, dan banyaknya unsur kimia yang menyusunnya.
Metabolisme: Benda hidup dibedakan dari benda mati berdasarkan proses-proses vital yang secara kolektif disebut metabolisme. Metabolisme adalah jumlah semua proses fisik dan kimia yang menghasilkan substansi hidup (metabolisme substansi) dengan jalan membanguns secara konstruktif (metabolisme konstruktif) serta menghasilkan energi (metabolisme energi) dengan jalan destruksi substansi hidup itu (metabolisme destruktif). Metabolisme konstruktif disebut juga anabolisme, dan metabolisme destruktif disebut juga katabolisme.
Iritabilitas: Benda hidup (sebagai keseluruhan yang utuh dan bagian-bagiannya) bereaksi terhadap perubahan-perubahan dalam lingkungan sekitarnya. Aksi terhadap rangsangan-rangsangan dari sekitarnya itu disebut tanggapan (respon). Jadi benda hidup yang menanggapi rangsangan-rangsangan seperti: panas, cahaya, lembab, tekanan, dan sebagainya, baik melalui kontak eksternal ataupun melalui kontak internal. Derajat tanggapan benda hidup terhadap rangsangan tersebut dimanfiestasikan sebagai perubahan-perubahan sementara atau mungkin perubahan permanen. Perubahan-perubahan itu tidak dapat diukur secara kuantitatif. Benda mati juga mengalami perubahan jika ada pengaruh dari luar, dan perubahan-perubahan itu yang disebut juga sebagai hasil reaksi, dapat diukur secara kuantitatif. Contoh: jika logam dipanasi akan berkembang, dan perkembangannya dapat diukur. Perubahan kuantitatif dapat diperhitungkan berdasarkan jenis dan ukuran logam, serta besarnya pengaruh.
Reproduksi: Tiap jenis organisme hidup mempunyai kemampuan untuk menduplikasikan dirinya sendiri. Contoh: pohon jeruk mampu menghasilkan duplikat jenisnya, yaitu pohon jeruk dan bukan pohon pisang. Ayam dapat menghasilkan duplikasinya, yaitu dari telur ayam akan timbul anak ayam dan bukan anak anjing. Benda hidup berlipat ganda dengan menggunakan material yang ada dalam tubuhnya. Benda mati tidak dapat berlipat ganda. Sebutir batu yang ada di halaman kita, misalnya, tetap akan berupa sebutir batu.
 
Zoologi Dasar untuk SMTA dan Permulaan Pendidikan Tersier
Prof. Dr. Mukayat Djarubito Brotowidjoyo M.Sc
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM
Hal 4-7
 
salam baca,
bhirawa_m


      ___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: [Zoologi] Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati

adji mudhita
yang ada hanyalah HIDUP..

salam,
adji
.


  ----- Original Message -----
  From: bhirawa moerdaya
  To: [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email] ; [hidden email]
  Sent: Thursday, October 02, 2008 10:36 AM
  Subject: [Spiritual-Indonesia] [Zoologi] Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati


         

        Dengan pengamatan sederhana, pada umumnya kita dapat membedakan benda hidup dari benda mati. Benda hidup atau organisme berkembang biak dan menerima rangsangan. Tumbuh dan bergerak bukan kriteria ilmiah untuk membedakan benda hidup dari benda mati. Biji dari tumbuhan berbiji dan telur dari hewan yang bertelur bukan benda mati. Mereka merupakan benda hidup dalam keadaan tidur, karena apabila mereka ditempatkan di tempat yang serasi, mereka akan merupakan benda hidup. Mungkin benda yang terletak di perbatasan antara benda hidup dan benda mati adalah virus, sebab virus dapat berkembang biak dan beberapa virus dapat dibuat kristal.

         

        Benda hidup dapat dibedakan dari benda mati berdasarkan kriteria sederhana sebagai berikut:

          1.. Bentuk dan ukurannya: Dalam batas-batas tertentu, tiap jenis benda hidup umumnya berbentuk dan berukuran tertentu. Jadi semua benda hidup yang tergolong satu jenis umumnya memiliki rupa, bentuk, dan ciri-ciri yang sama. Benda mati, walaupun tergolong satu jenis, bentuk dan ukuran besarnya bervariasi, contoh: sebutir pasir granit (diameter 1-3 mm) dan sebongkah batu granit yang beratnya beratus-ratus ton atau setetes air dan lautan.
          2.. Komposisi kimia; Benda hidup tersusun dari substansi hidup yang terdiri dari molekul-molekul organik yang majemuk, sering dengan berat molekul besar (lebih dari 2000). Molekul-molekul itu terdiri dari unsur C,H,O, dan N dalam jumlah yang bervariasi tetapi dengan proporsi tertentu, dan unsur kimia lain yang jumlahnya berbeda-beda. Secara bersama-sama molekul-molekul tersebut membentuk substansi hidup yang disebut protoplasma. Jadi benda hidup mempunyai protoplasma yang hidup, berarti kehidupan ada di dalam protoplasma. Benda mati juga terdiri dari unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur yang menyusun benda hidup, dan juga terdiri dari unsur-unsur lain, tetapi unsur-unsur itu tersusun sebagai senyawa kimia mati atau substansi mati, dengan berat molekul kurang dari 2000.
          3.. Organisasi: Tiap bagian organisme hidup tersusun dari sel-sel mikroskopik dan majemuk. Sel-sel itu terhimpun menjadi sistem-sistem yang berhubungan satu dengan lain untuk terselenggaranya berbagai proses hidup. Dalam pelaksanaan proses hidup, tumbuhan dan hewan menyusun kembali unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia seperti yang dikerjakan oleh tumbuhan dan hewan. Sifat dan pola struktural yang menonjol pada benda mati seperti kristal dan batu tergantung dari cara pembentukan, jenis, dan banyaknya unsur kimia yang menyusunnya.
          4.. Metabolisme: Benda hidup dibedakan dari benda mati berdasarkan proses-proses vital yang secara kolektif disebut metabolisme. Metabolisme adalah jumlah semua proses fisik dan kimia yang menghasilkan substansi hidup (metabolisme substansi) dengan jalan membanguns secara konstruktif (metabolisme konstruktif) serta menghasilkan energi (metabolisme energi) dengan jalan destruksi substansi hidup itu (metabolisme destruktif). Metabolisme konstruktif disebut juga anabolisme, dan metabolisme destruktif disebut juga katabolisme.
          5.. Iritabilitas: Benda hidup (sebagai keseluruhan yang utuh dan bagian-bagiannya) bereaksi terhadap perubahan-perubahan dalam lingkungan sekitarnya. Aksi terhadap rangsangan-rangsangan dari sekitarnya itu disebut tanggapan (respon). Jadi benda hidup yang menanggapi rangsangan-rangsangan seperti: panas, cahaya, lembab, tekanan, dan sebagainya, baik melalui kontak eksternal ataupun melalui kontak internal. Derajat tanggapan benda hidup terhadap rangsangan tersebut dimanfiestasikan sebagai perubahan-perubahan sementara atau mungkin perubahan permanen. Perubahan-perubahan itu tidak dapat diukur secara kuantitatif. Benda mati juga mengalami perubahan jika ada pengaruh dari luar, dan perubahan-perubahan itu yang disebut juga sebagai hasil reaksi, dapat diukur secara kuantitatif. Contoh: jika logam dipanasi akan berkembang, dan perkembangannya dapat diukur. Perubahan kuantitatif dapat diperhitungkan berdasarkan jenis dan ukuran logam, serta besarnya pengaruh.
          6.. Reproduksi: Tiap jenis organisme hidup mempunyai kemampuan untuk menduplikasikan dirinya sendiri. Contoh: pohon jeruk mampu menghasilkan duplikat jenisnya, yaitu pohon jeruk dan bukan pohon pisang. Ayam dapat menghasilkan duplikasinya, yaitu dari telur ayam akan timbul anak ayam dan bukan anak anjing. Benda hidup berlipat ganda dengan menggunakan material yang ada dalam tubuhnya. Benda mati tidak dapat berlipat ganda. Sebutir batu yang ada di halaman kita, misalnya, tetap akan berupa sebutir batu.
         

        Zoologi Dasar untuk SMTA dan Permulaan Pendidikan Tersier

        Prof. Dr. Mukayat Djarubito Brotowidjoyo M.Sc

        Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM

        Hal 4-7

         

        salam baca,

        bhirawa_m
       


------------------------------------------------------------------------------
  Nama baru untuk Anda!
  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
  Cepat sebelum diambil orang lain!  
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: [Zoologi] Perbedaan Benda Hidup dan Benda Mati

Frans J Santoso
In reply to this post by bhirawa moerdaya
Murid-murid,
Duduk tenang ..............
Pak guru mau menjelaskan tentang Zoologi, baca nih ..................

trus muridnya pada bengong.

--- In [hidden email], bhirawa moerdaya
<bhirawa_moerdaya@...> wrote:
>
> Â
> Dengan pengamatan sederhana, pada umumnya kita dapat membedakan benda
hidup dari benda mati. Benda hidup atau organisme berkembang biak dan
menerima rangsangan. Tumbuh dan bergerak bukan kriteria ilmiah untuk
membedakan benda hidup dari benda mati. Biji dari tumbuhan berbiji dan
telur dari hewan yang bertelur bukan benda mati. Mereka merupakan benda
hidup dalam keadaan tidur, karena apabila mereka ditempatkan di tempat
yang serasi, mereka akan merupakan benda hidup. Mungkin benda yang
terletak di perbatasan antara benda hidup dan benda mati adalah virus,
sebab virus dapat berkembang biak dan beberapa virus dapat dibuat
kristal.
> Â
> Benda hidup dapat dibedakan dari benda mati berdasarkan kriteria
sederhana sebagai berikut:
>
> Bentuk dan ukurannya: Dalam batas-batas tertentu, tiap jenis benda
hidup umumnya berbentuk dan berukuran tertentu. Jadi semua benda hidup
yang tergolong satu jenis umumnya memiliki rupa, bentuk, dan ciri-ciri
yang sama. Benda mati, walaupun tergolong satu jenis, bentuk dan ukuran
besarnya bervariasi, contoh: sebutir pasir granit (diameter 1-3 mm) dan
sebongkah batu granit yang beratnya beratus-ratus ton atau setetes air
dan lautan.
> Komposisi kimia; Benda hidup tersusun dari substansi hidup yang
terdiri dari molekul-molekul organik yang majemuk, sering dengan berat
molekul besar (lebih dari 2000). Molekul-molekul itu terdiri dari unsur
C,H,O, dan N dalam jumlah yang bervariasi tetapi dengan proporsi
tertentu, dan unsur kimia lain yang jumlahnya berbeda-beda. Secara
bersama-sama molekul-molekul tersebut membentuk substansi hidup yang
disebut protoplasma. Jadi benda hidup mempunyai protoplasma yang hidup,
berarti kehidupan ada di dalam protoplasma. Benda mati juga terdiri dari
unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur kimia yang sama seperti
unsur-unsur yang menyusun benda hidup, dan juga terdiri dari unsur-unsur
lain, tetapi unsur-unsur itu tersusun sebagai senyawa kimia mati atau
substansi mati, dengan berat molekul kurang dari 2000.
> Organisasi: Tiap bagian organisme hidup tersusun dari sel-sel
mikroskopik dan majemuk. Sel-sel itu terhimpun menjadi sistem-sistem
yang berhubungan satu dengan lain untuk terselenggaranya berbagai proses
hidup. Dalam pelaksanaan proses hidup, tumbuhan dan hewan menyusun
kembali unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti
batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia sesuai dengan
kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun
unsur-unsur kimia seperti yang dikerjakan oleh tumbuhan dan hewan. Sifat
dan pola struktural yang menonjol pada benda mati seperti kristal dan
batu tergantung dari cara pembentukan, jenis, dan banyaknya unsur kimia
yang menyusunnya.
> Metabolisme: Benda hidup dibedakan dari benda mati berdasarkan
proses-proses vital yang secara kolektif disebut metabolisme.
Metabolisme adalah jumlah semua proses fisik dan kimia yang menghasilkan
substansi hidup (metabolisme substansi) dengan jalan membanguns secara
konstruktif (metabolisme konstruktif) serta menghasilkan energi
(metabolisme energi) dengan jalan destruksi substansi hidup itu
(metabolisme destruktif). Metabolisme konstruktif disebut juga
anabolisme, dan metabolisme destruktif disebut juga katabolisme.
> Iritabilitas: Benda hidup (sebagai keseluruhan yang utuh dan
bagian-bagiannya) bereaksi terhadap perubahan-perubahan dalam lingkungan
sekitarnya. Aksi terhadap rangsangan-rangsangan dari sekitarnya itu
disebut tanggapan (respon). Jadi benda hidup yang menanggapi
rangsangan-rangsangan seperti: panas, cahaya, lembab, tekanan, dan
sebagainya, baik melalui kontak eksternal ataupun melalui kontak
internal. Derajat tanggapan benda hidup terhadap rangsangan tersebut
dimanfiestasikan sebagai perubahan-perubahan sementara atau mungkin
perubahan permanen. Perubahan-perubahan itu tidak dapat diukur secara
kuantitatif. Benda mati juga mengalami perubahan jika ada pengaruh dari
luar, dan perubahan-perubahan itu yang disebut juga sebagai hasil
reaksi, dapat diukur secara kuantitatif. Contoh: jika logam dipanasi
akan berkembang, dan perkembangannya dapat diukur. Perubahan kuantitatif
dapat diperhitungkan berdasarkan jenis dan ukuran logam, serta besarnya
pengaruh.
> Reproduksi: Tiap jenis organisme hidup mempunyai kemampuan untuk
menduplikasikan dirinya sendiri. Contoh: pohon jeruk mampu menghasilkan
duplikat jenisnya, yaitu pohon jeruk dan bukan pohon pisang. Ayam dapat
menghasilkan duplikasinya, yaitu dari telur ayam akan timbul anak ayam
dan bukan anak anjing. Benda hidup berlipat ganda dengan menggunakan
material yang ada dalam tubuhnya. Benda mati tidak dapat berlipat ganda.
Sebutir batu yang ada di halaman kita, misalnya, tetap akan berupa
sebutir batu.

> Â
> Zoologi Dasar untuk SMTA dan Permulaan Pendidikan Tersier
> Prof. Dr. Mukayat Djarubito Brotowidjoyo M.Sc
> Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM
> Hal 4-7
> Â
> salam baca,
> bhirawa_m
>
>
>      
________________________________________________________________________\
___
> Nama baru untuk Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>


Loading...