Quantcast

ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

classic Classic list List threaded Threaded
11 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

edy_pekalongan
dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.

pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.

 dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.

anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .

semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.

jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.

Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.

jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.

silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat

http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 

terima kasih.
salam,
eddy pekalongan

http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

semar samiaji
selamat malam Mas Edy....

merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...

pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....

kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....

ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
 saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....

melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....

pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....

kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...

ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....

keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....

salam,
ss

--- On Sat, 8/4/12, edy <[hidden email]> wrote:

From: edy <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
To: [hidden email]
Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM

dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.

pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.

 dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.

anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .

semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.

jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.

Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.

jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.

silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat

http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 

terima kasih.
salam,
eddy pekalongan

http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

fernando_pm_tambunan
Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: semar samiaji <[hidden email]>
Sender: [hidden email]
Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
To: <[hidden email]>
Reply-To: [hidden email]
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

selamat malam Mas Edy....

merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...

pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....

kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....

ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
 saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....

melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....

pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....

kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...

ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....

keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....

salam,
ss

--- On Sat, 8/4/12, edy <[hidden email]> wrote:

From: edy <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
To: [hidden email]
Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM

dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.

pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.

 dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.

anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .

semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.

jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.

Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.

jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.

silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat

http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 

terima kasih.
salam,
eddy pekalongan

http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

semar samiaji
di pasal mana dan di ayat mana tidak boleh?...kalau kita membaca runutan dari proses kemerdekaan Indonesia dalam konteks PENJIWAAN perjuangan sudah amat sangat jelas...

silahkan di baca naskah proklamasi dan Pembukaan UUD 1945....kata Pancasila TIDAK ada dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945...jadi, di mana konteks mau merubahnya?...maka, otomatis yang diubah adalah Pembukaan UUD 1945....di sinilah orang yang kalo berpandangan sempit se-akan2 Pancasila tidak boleh diubah....karena ndak paham proses bagaimana JIWA perjuangan itu hadir dalam tata kenegaraan kita...

coba di resapi dan di baca baik2...Pembukaan UUD 1945...itu adalah gambaran jiwa bangsa ini....di awali dengan pernyataan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa...lalu, perjuangan bangsa yang dilandasi dengan itikad luhur...maka, hadirlah kemerdekaan negara (secara fisik)...dan bagaimana jiwa atas semua grand strategi menggapai kehidupan bangsa yang sejahtera....jadi, tugas kita adalah mem-formulasi-kan proses TURUNAN dari grand strategu tersebut ke dalam kehidupan nyatanya....apakah ini kemudian begitu saja bisa?....ada proses....ada jatuh bangunnya sejauh kita melangkah hingga saat ini....namun, apakah landasan itikad luhur dari setiap kita untuk berjuanga lalu padam?...apakah kemudian kita harus saling berbaku hantam karena urusan agama atau keyakinan?...lalu, dengan itu....kita semua saling unjuk gigi bahwa caranya paling baik?...paling mampu membawa kepada kesejahteraan?...apalagi, kemudian di warnai dengan pertarungan rebutan kekuasaan dan
 kavling2 ekonomi....

mari kita buktikan NILAI2 ketuhanan kita yang beragam dan berwarna ini dalam kesatuan dan keselarasan kemanusiaan yang adil dan beradab....sekali pun "dalam" orang itu jiwanya binatang...tetap saja itulah yg perlu diaplikasikan...kalau ndak mau demikian, apakah mesti ngomel2 sama dengan ketidakpuasan akan Pancasila??...he..he..he..he...aneh..aneh...menurut saya sih...nggak ajak2...he..he..he..

salam,
ss

--- On Sat, 8/4/12, [hidden email] <[hidden email]> wrote:

From: [hidden email] <[hidden email]>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
To: [hidden email]
Date: Saturday, August 4, 2012, 9:10 PM










       














Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  semar samiaji <[hidden email]>
Sender:  [hidden email]
Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08 +0800 (SGT)To: <[hidden email]>ReplyTo:  [hidden email]
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

 



   
     
     
      selamat malam Mas Edy....

merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...

pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....

kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari
 berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....

ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi
 kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....

melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....

pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....

kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...

ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....

keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu
 kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....

salam,
ss

--- On Sat, 8/4/12, edy <[hidden email]> wrote:

From: edy <[hidden email]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
To: [hidden email]
Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM

dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.

pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.

 dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan
 sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.

anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .

semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.

jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.

Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.

jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook
 terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.

silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat

http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 

terima kasih.
salam,
eddy pekalongan

http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html


   
     

   










   
   










Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

edy_pekalongan
In reply to this post by fernando_pm_tambunan

orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
jika penyebar agama bilang :
tuhan itu satu  , dijawab oke.
tuhan itu tiga , dijawab oke.
tuhan itu 17  , dijawab oke.
tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.

semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.

pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.

saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.

itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.

apapun sensasinya , cuma sementara.

mari tertawa...
terutama  saya mentertawakan diri sendiri.

ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
tapi meditasi sendirian juga enak.

kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.

tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.

oh Rakyat Indonesia Raya
aku cinta kepada kalian semua.

duit kalian di korupsi pejabat negara
kalian baik baik saja.

bahkan ada yang korupsinya berlebihan
seperti kasus bank century
kalian cuek saja.

bagi kalian
ada presiden atau tidak
tidak jadi masalah

ada negara atau tidak
tidak jadi masalah

sudah terbiasa menderita
bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
ajaran apakah yg kalian pegang?
luar biasa...

salam,
eddy pekalongan






--- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@... wrote:

>
> Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: semar samiaji <kind_evil_06@...>
> Sender: [hidden email]
> Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> To: <[hidden email]>
> Reply-To: [hidden email]
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
>
> selamat malam Mas Edy....
>
> merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
>
> pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
>
> kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
>
> ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
>  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
>
> melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
>
> pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
>
> kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
>
> ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
>
> keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
>
> salam,
> ss
>
> --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@...> wrote:
>
> From: edy <edy_pekalongan@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> To: [hidden email]
> Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
>
> dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
>
> pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
>
>  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
>
> anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
>
> semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
>
> jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
>
> Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
>
> jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
>
> silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
>
> http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 
>
> terima kasih.
> salam,
> eddy pekalongan
>
> http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
>

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

Santos Santos
pa edy ,
saya saluuut . untuk itu memang kita harus  belajar  semua agama.
orang belajar sejarah,  maka dia hanya mengAgung-agungkan Sejarah.
orang belajar matematika ,maka dia hanya mengAgung-agungkan Matematika.
orang belajar Fisika maka dia hanya mengAgung agungkan Fisika
orang belajar biologi maka dia hanya mengAgung agungkan Biologi  dll
Padahal untuk mempelajari Alam semesta itu perlu  keseluruhan ilmu yang saling kait mengkait.
keluhuran nan Agung .


salam
ha ha ha



________________________________
 From: edy <[hidden email]>
To: [hidden email]
Sent: Sunday, August 5, 2012 6:20 AM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
 

 

orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
jika penyebar agama bilang :
tuhan itu satu  , dijawab oke.
tuhan itu tiga , dijawab oke.
tuhan itu 17  , dijawab oke.
tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.

semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.

pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.

saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.

itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.

apapun sensasinya , cuma sementara.

mari tertawa...
terutama  saya mentertawakan diri sendiri.

ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
tapi meditasi sendirian juga enak.

kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.

tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.

oh Rakyat Indonesia Raya
aku cinta kepada kalian semua.

duit kalian di korupsi pejabat negara
kalian baik baik saja.

bahkan ada yang korupsinya berlebihan
seperti kasus bank century
kalian cuek saja.

bagi kalian
ada presiden atau tidak
tidak jadi masalah

ada negara atau tidak
tidak jadi masalah

sudah terbiasa menderita
bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
ajaran apakah yg kalian pegang?
luar biasa...

salam,
eddy pekalongan

--- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@... wrote:

>
> Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: semar samiaji <kind_evil_06@...>
> Sender: [hidden email]
> Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> To: <[hidden email]>
> Reply-To: [hidden email]
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
>
> selamat malam Mas Edy....
>
> merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
>
> pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
>
> kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
>
> ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
>  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
>
> melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
>
> pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
>
> kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
>
> ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
>
> keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
>
> salam,
> ss
>
> --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@...> wrote:
>
> From: edy <edy_pekalongan@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> To: [hidden email]
> Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
>
> dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
>
> pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
>
>  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
>
> anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
>
> semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
>
> jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
>
> Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
>
> jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
>
> silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
>
> http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 
>
> terima kasih.
> salam,
> eddy pekalongan
>
> http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
>


 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

aam hamka
Pa edy _/\_
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Santos Santos <[hidden email]>
Sender: [hidden email]
Date: Sat, 4 Aug 2012 17:13:17
To: [hidden email]<[hidden email]>
Reply-To: [hidden email]
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

pa edy ,
saya saluuut . untuk itu memang kita harus  belajar  semua agama.
orang belajar sejarah,  maka dia hanya mengAgung-agungkan Sejarah.
orang belajar matematika ,maka dia hanya mengAgung-agungkan Matematika.
orang belajar Fisika maka dia hanya mengAgung agungkan Fisika
orang belajar biologi maka dia hanya mengAgung agungkan Biologi  dll
Padahal untuk mempelajari Alam semesta itu perlu  keseluruhan ilmu yang saling kait mengkait.
keluhuran nan Agung .


salam
ha ha ha



________________________________
 From: edy <[hidden email]>
To: [hidden email]
Sent: Sunday, August 5, 2012 6:20 AM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
 

 

orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
jika penyebar agama bilang :
tuhan itu satu  , dijawab oke.
tuhan itu tiga , dijawab oke.
tuhan itu 17  , dijawab oke.
tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.

semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.

pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.

saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.

itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.

apapun sensasinya , cuma sementara.

mari tertawa...
terutama  saya mentertawakan diri sendiri.

ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
tapi meditasi sendirian juga enak.

kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.

tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.

oh Rakyat Indonesia Raya
aku cinta kepada kalian semua.

duit kalian di korupsi pejabat negara
kalian baik baik saja.

bahkan ada yang korupsinya berlebihan
seperti kasus bank century
kalian cuek saja.

bagi kalian
ada presiden atau tidak
tidak jadi masalah

ada negara atau tidak
tidak jadi masalah

sudah terbiasa menderita
bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
ajaran apakah yg kalian pegang?
luar biasa...

salam,
eddy pekalongan

--- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@... wrote:

>
> Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: semar samiaji <kind_evil_06@...>
> Sender: [hidden email]
> Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> To: <[hidden email]>
> Reply-To: [hidden email]
> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
>
> selamat malam Mas Edy....
>
> merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
>
> pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
>
> kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
>
> ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
>  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
>
> melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
>
> pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
>
> kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
>
> ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
>
> keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
>
> salam,
> ss
>
> --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@...> wrote:
>
> From: edy <edy_pekalongan@...>
> Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> To: [hidden email]
> Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
>
> dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
>
> pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
>
>  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
>
> anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
>
> semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
>
> jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
>
> Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
>
> jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
>
> silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
>
> http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 
>
> terima kasih.
> salam,
> eddy pekalongan
>
> http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
>


 
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

Heru Baskoro
In reply to this post by edy_pekalongan
Ada tuhan atau tidak ada tuhan tidak masalah. Bahagia itu ada diotak. Kalau otaknya otak islam maka menjadi islam bahagia demikian pula kristen budha dll. Yang paling bahagia adalah otak eddy pekalongan karena di otaknya ada islam ada budha ada kristen ada katolik . Memang orang sinting adalah orang paling bahagia di dunia.
salam sinting

--- In [hidden email], "edy" <edy_pekalongan@...> wrote:

>
>
> orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
> jika penyebar agama bilang :
> tuhan itu satu  , dijawab oke.
> tuhan itu tiga , dijawab oke.
> tuhan itu 17  , dijawab oke.
> tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
> tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.
>
> semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.
>
> pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.
>
> saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
> saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
> saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
> saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.
>
> itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
> termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
> tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.
>
> apapun sensasinya , cuma sementara.
>
> mari tertawa...
> terutama  saya mentertawakan diri sendiri.
>
> ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
> tapi meditasi sendirian juga enak.
>
> kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
> padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.
>
> tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
> itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.
>
> oh Rakyat Indonesia Raya
> aku cinta kepada kalian semua.
>
> duit kalian di korupsi pejabat negara
> kalian baik baik saja.
>
> bahkan ada yang korupsinya berlebihan
> seperti kasus bank century
> kalian cuek saja.
>
> bagi kalian
> ada presiden atau tidak
> tidak jadi masalah
>
> ada negara atau tidak
> tidak jadi masalah
>
> sudah terbiasa menderita
> bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
> mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
> ajaran apakah yg kalian pegang?
> luar biasa...
>
> salam,
> eddy pekalongan
>
>
>
>
>
>
> --- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@ wrote:
> >
> > Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: semar samiaji <kind_evil_06@>
> > Sender: [hidden email]
> > Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> > To: <[hidden email]>
> > Reply-To: [hidden email]
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> >
> > selamat malam Mas Edy....
> >
> > merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
> >
> > pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
> >
> > kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
> >
> > ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
> >  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
> >
> > melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
> >
> > pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
> >
> > kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
> >
> > ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
> >
> > keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
> >
> > salam,
> > ss
> >
> > --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@> wrote:
> >
> > From: edy <edy_pekalongan@>
> > Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> > To: [hidden email]
> > Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
> >
> > dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
> >
> > pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
> >
> >  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
> >
> > anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
> >
> > semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
> >
> > jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
> >
> > Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
> >
> > jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
> >
> > silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
> >
> > http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati
> >
> > terima kasih.
> > salam,
> > eddy pekalongan
> >
> > http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

Heru Baskoro
In reply to this post by Santos Santos
Tidak perlu mengagungkan science, tapi perlu berotak sehat untuk mempelajari hukum alam lewat science. Kalau kita menentang hukum gravitasi maka bisa jatuh gedebuk lalu mati. Menentang agama dan tuhan saya tidak mati2. Akhirnya saya akan mati bukan karena tuhan tapi memang hukum alam sudah menentukan saya pasti akan mati, bukan hukum tuhan. Tuhan itu tidak ada apalagi hukumnya . Gebeleg.
salam buat edy pekalongan

--- In [hidden email], Santos Santos <santos122008@...> wrote:

>
> pa edy ,
> saya saluuut . untuk itu memang kita harus  belajar  semua agama.
> orang belajar sejarah,  maka dia hanya mengAgung-agungkan Sejarah.
> orang belajar matematika ,maka dia hanya mengAgung-agungkan Matematika.
> orang belajar Fisika maka dia hanya mengAgung agungkan Fisika
> orang belajar biologi maka dia hanya mengAgung agungkan Biologi  dll
> Padahal untuk mempelajari Alam semesta itu perlu  keseluruhan ilmu yang saling kait mengkait.
> keluhuran nan Agung .
>
>
> salam
> ha ha ha
>
>
>
> ________________________________
>  From: edy <edy_pekalongan@...>
> To: [hidden email]
> Sent: Sunday, August 5, 2012 6:20 AM
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
>  
>
>  
>
> orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
> jika penyebar agama bilang :
> tuhan itu satu  , dijawab oke.
> tuhan itu tiga , dijawab oke.
> tuhan itu 17  , dijawab oke.
> tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
> tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.
>
> semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.
>
> pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.
>
> saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
> saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
> saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
> saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.
>
> itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
> termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
> tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.
>
> apapun sensasinya , cuma sementara.
>
> mari tertawa...
> terutama  saya mentertawakan diri sendiri.
>
> ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
> tapi meditasi sendirian juga enak.
>
> kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
> padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.
>
> tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
> itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.
>
> oh Rakyat Indonesia Raya
> aku cinta kepada kalian semua.
>
> duit kalian di korupsi pejabat negara
> kalian baik baik saja.
>
> bahkan ada yang korupsinya berlebihan
> seperti kasus bank century
> kalian cuek saja.
>
> bagi kalian
> ada presiden atau tidak
> tidak jadi masalah
>
> ada negara atau tidak
> tidak jadi masalah
>
> sudah terbiasa menderita
> bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
> mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
> ajaran apakah yg kalian pegang?
> luar biasa...
>
> salam,
> eddy pekalongan
>
> --- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@ wrote:
> >
> > Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: semar samiaji <kind_evil_06@>
> > Sender: [hidden email]
> > Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> > To: <[hidden email]>
> > Reply-To: [hidden email]
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> >
> > selamat malam Mas Edy....
> >
> > merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
> >
> > pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
> >
> > kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
> >
> > ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
> >  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
> >
> > melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
> >
> > pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
> >
> > kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
> >
> > ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
> >
> > keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
> >
> > salam,
> > ss
> >
> > --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@> wrote:
> >
> > From: edy <edy_pekalongan@>
> > Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> > To: [hidden email]
> > Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
> >
> > dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
> >
> > pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
> >
> >  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
> >
> > anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
> >
> > semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
> >
> > jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
> >
> > Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
> >
> > jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
> >
> > silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
> >
> > http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 
> >
> > terima kasih.
> > salam,
> > eddy pekalongan
> >
> > http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
> >
>


Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

SekarJagad™
In reply to this post by Heru Baskoro
Setuju sm om Edy pekalongan. Urusan agama, atau manusia dgn Tuhan adalah urusan pribadi. Memang susah bs keluar dr kotak2 manusiawi

TeleponOemoem™

-----Original Message-----
From: "Heru" <[hidden email]>
Sender: [hidden email]
Date: Wed, 08 Aug 2012 01:56:58
To: <[hidden email]>
Reply-To: [hidden email]
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

Ada tuhan atau tidak ada tuhan tidak masalah. Bahagia itu ada diotak. Kalau otaknya otak islam maka menjadi islam bahagia demikian pula kristen budha dll. Yang paling bahagia adalah otak eddy pekalongan karena di otaknya ada islam ada budha ada kristen ada katolik . Memang orang sinting adalah orang paling bahagia di dunia.
salam sinting

--- In [hidden email], "edy" <edy_pekalongan@...> wrote:

>
>
> orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
> jika penyebar agama bilang :
> tuhan itu satu  , dijawab oke.
> tuhan itu tiga , dijawab oke.
> tuhan itu 17  , dijawab oke.
> tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
> tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.
>
> semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.
>
> pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.
>
> saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
> saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
> saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
> saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.
>
> itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
> termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
> tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.
>
> apapun sensasinya , cuma sementara.
>
> mari tertawa...
> terutama  saya mentertawakan diri sendiri.
>
> ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
> tapi meditasi sendirian juga enak.
>
> kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
> padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.
>
> tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
> itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.
>
> oh Rakyat Indonesia Raya
> aku cinta kepada kalian semua.
>
> duit kalian di korupsi pejabat negara
> kalian baik baik saja.
>
> bahkan ada yang korupsinya berlebihan
> seperti kasus bank century
> kalian cuek saja.
>
> bagi kalian
> ada presiden atau tidak
> tidak jadi masalah
>
> ada negara atau tidak
> tidak jadi masalah
>
> sudah terbiasa menderita
> bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
> mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
> ajaran apakah yg kalian pegang?
> luar biasa...
>
> salam,
> eddy pekalongan
>
>
>
>
>
>
> --- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@ wrote:
> >
> > Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: semar samiaji <kind_evil_06@>
> > Sender: [hidden email]
> > Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> > To: <[hidden email]>
> > Reply-To: [hidden email]
> > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> >
> > selamat malam Mas Edy....
> >
> > merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
> >
> > pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
> >
> > kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
> >
> > ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
> >  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
> >
> > melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
> >
> > pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
> >
> > kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
> >
> > ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
> >
> > keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
> >
> > salam,
> > ss
> >
> > --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@> wrote:
> >
> > From: edy <edy_pekalongan@>
> > Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> > To: [hidden email]
> > Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
> >
> > dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
> >
> > pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
> >
> >  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
> >
> > anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
> >
> > semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
> >
> > jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
> >
> > Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
> >
> > jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
> >
> > silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
> >
> > http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati
> >
> > terima kasih.
> > salam,
> > eddy pekalongan
> >
> > http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
> >
>



Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?

edy_pekalongan
In reply to this post by Heru Baskoro
ha.. ha.ha.. ha..
salam jg utk bung heru.

paling membahagiakan itu kalo ketemu kawan2 di kopdar SI terus kita sharing sambil merokok tapi tetap bisa tertawa tawa ketika membicarakan hal hal serius.


salam,
edy pekalongan

--- In [hidden email], "Heru" <heru_bas21@...> wrote:

>
> Tidak perlu mengagungkan science, tapi perlu berotak sehat untuk mempelajari hukum alam lewat science. Kalau kita menentang hukum gravitasi maka bisa jatuh gedebuk lalu mati. Menentang agama dan tuhan saya tidak mati2. Akhirnya saya akan mati bukan karena tuhan tapi memang hukum alam sudah menentukan saya pasti akan mati, bukan hukum tuhan. Tuhan itu tidak ada apalagi hukumnya . Gebeleg.
> salam buat edy pekalongan
>
> --- In [hidden email], Santos Santos <santos122008@> wrote:
> >
> > pa edy ,
> > saya saluuut . untuk itu memang kita harus  belajar  semua agama.
> > orang belajar sejarah,  maka dia hanya mengAgung-agungkan Sejarah.
> > orang belajar matematika ,maka dia hanya mengAgung-agungkan Matematika.
> > orang belajar Fisika maka dia hanya mengAgung agungkan Fisika
> > orang belajar biologi maka dia hanya mengAgung agungkan Biologi  dll
> > Padahal untuk mempelajari Alam semesta itu perlu  keseluruhan ilmu yang saling kait mengkait.
> > keluhuran nan Agung .
> >
> >
> > salam
> > ha ha ha
> >
> >
> >
> > ________________________________
> >  From: edy <edy_pekalongan@>
> > To: [hidden email]
> > Sent: Sunday, August 5, 2012 6:20 AM
> > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> >  
> >
> >  
> >
> > orang nusantara sejati itu mengayomi semua agama.
> > jika penyebar agama bilang :
> > tuhan itu satu  , dijawab oke.
> > tuhan itu tiga , dijawab oke.
> > tuhan itu 17  , dijawab oke.
> > tuhan itu tidak ada  , dijawab oke.
> > tidak perlu tuhan dan agama , dijawab oke.
> >
> > semuanya no problem. orang bodoh menganggap ini sebuah kelemahan. perlu diketahui , hanya orang yang kuat yang mampu menerima berbagai paham / ajaran. hanya wadah yang luas yang mampu mentoleransi semua agama.
> >
> > pengalaman pribadi saya , sudah merasakan keindahan islam, sudah merasakan keindahan katolik, sudah merasakan keindahan hindu, sudah merasakan keindahan budha.
> >
> > saya suka bersholawat kepada kanjeng nabi muhammad.
> > saya suka bermeditasi kpd yesus, dgn musik gregorian,
> > saya suka berlatih hatha yoga, berdoa kepada 8 dewa ( astha brata )
> > saya suka mendaraskan jaya mangala gatha & maha karuna dharani.
> >
> > itu semua hanya cara memperoleh kebahagiaan.
> > termasuk ajaran komunis , itu sebuah cara memperoleh kebahagiaan.
> > tidak ada yg lebih tinggi. tidak ada yang lebih rendah. sama saja.
> >
> > apapun sensasinya , cuma sementara.
> >
> > mari tertawa...
> > terutama  saya mentertawakan diri sendiri.
> >
> > ml dengan pacar enak. ml dengan pelacur juga enak.
> > tapi meditasi sendirian juga enak.
> >
> > kenapa perbuatan yg satu dibenci dan perbuatan yang lain di puji.
> > padahal sama sama dilakukan dgn kesadaran dan saling menguntungkan.
> >
> > tidak perlu menyalahkan siapa siapa. kecuali kamu hakim dipengadilan.
> > itupun masih bisa mengajukan banding. bahkan bisa mengajukan PK.
> >
> > oh Rakyat Indonesia Raya
> > aku cinta kepada kalian semua.
> >
> > duit kalian di korupsi pejabat negara
> > kalian baik baik saja.
> >
> > bahkan ada yang korupsinya berlebihan
> > seperti kasus bank century
> > kalian cuek saja.
> >
> > bagi kalian
> > ada presiden atau tidak
> > tidak jadi masalah
> >
> > ada negara atau tidak
> > tidak jadi masalah
> >
> > sudah terbiasa menderita
> > bahkan dalam penderitaan masih bisa tertawa tawa.
> > mudah memaafkan. mudah melupakan kesalahan.
> > ajaran apakah yg kalian pegang?
> > luar biasa...
> >
> > salam,
> > eddy pekalongan
> >
> > --- In [hidden email], fernando_pm_tambunan@ wrote:
> > >
> > > Semua paham dan ideologi  boleh ada di Indonesia.. Tetapi tidak boleh merubah Pancasila..
> > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: semar samiaji <kind_evil_06@>
> > > Sender: [hidden email]
> > > Date: Sat, 4 Aug 2012 21:34:08
> > > To: <[hidden email]>
> > > Reply-To: [hidden email]
> > > Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> > >
> > > selamat malam Mas Edy....
> > >
> > > merujuk judul subyek...ijinkan saya beri warna...
> > >
> > > pertama, TIDAK mungkin satu manusia mana pun yang bisa mematikan tuhan...memberi makna kata tuhan tidak kepada SOSOK...kata tuhan merupakan bentuk keyakinan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui perjalanan ruang dan waktu kehidupannya...tanpa kehadiran tuhan yang diyakininya, TIDAK mungkin si manusia itu akan mengarungi perjalanan kehidupannya....
> > >
> > > kedua, ketidakharmonisasn antar-manusia terjadi karena tidak satunya antara ucap dan laku...tidak sedikit manusia itu meyakini tuhan Maha Mendengar dan Melihat...ternyata, pantulan kehidupannya melakukan tindakan2 yang merusak atau menzalimi orang lain....misal, melakukan korupsi...melakukan silat lidah atas nama tuhannya kemudian mengambil kepentingan2 pribadi yang ber-lebih2-an...membangun sekte2 dari berbagai bentuk ajaran2 dan akhirnya mencari umat se-banyak2-nya...sudah tidak lagi upaya menempatkan laku buat manusia agar berlaku apa adanya (jujur)....
> > >
> > > ketiga, apa yang disampaikannya (Osho) tidak lepas dari bagaimana nuansa kehidupan yang memayunginya...belum tentu yang dijalaninya benar2 mewakili nilai2 kemanusiaan yang NYATA2 universal...namun, cara pandang yang bisa saja se-akan2 universal, namun dipaksakan menjadi nilai2 universal....bahasa yang paling universal di muka bumi ini adalah hati nurani si manusia itu sendiri...mari kita rujuk perjalanan Karl Marx sbg sesepuhnya paham komunisme....paham ini BUKAN ditujukan kepada semua bentuk2 tatanan sebenarnya...tatanan ini untuk memberi "perlawanan" terhadap tatanan lain yang disebut dengan liberalisme....jadi, komunisme TIDAK berkait dengan urusan orang itu percaya atau tidak dengan tuhan....ini sistem BERKUASA atau BERPOLITIK...atau mengatur kehidupan dalam berbagai dimensi kehidupan.....di landasi pada paham bahwa agama itu seperti candu...kata2 ini dibangun dari pengalaman kehidupan Karl Marx...yang hancur lebur karena sistem liberalisme di mana
> > >  saat itu kaum gereja begitu gencarnya menyampaikan ajaran2 cinta kasih...yang nyata di dalam kehidupan tidak demikian....apakah ini tidak terjadi juga pada Osho???....pasti terjadi juga....
> > >
> > > melalui konteks2 di atas....menjawab pertanyaan seperti subyek di atas, bagi saya....
> > >
> > > pertama, tidak akan manusia itu bisa mematikan tuhan di dalam dirinya, selama manusia masih hidup....
> > >
> > > kedua, bentuk tuhan yang mampu membawa kedamaian di dalam dirinya, itulah yang diterima sebagai ujud tuhan di dalam dirinya...
> > >
> > > ketiga, saat ada manusia memberi pernyataan tuhan itu tidak ada, semakna dengan memberi pernyataan ybs sudah menjadi tuhan bagi dirinya sendiri....
> > >
> > > keempat, tatanan manusia yang paling mendasar adalah penyelarasan itikad, ucap, dan laku dalam satu kesatuan serta keselarasan dengan putaran alam semesta....jadi, selama manusia itu ada, proses memahami ini tidak pernah akan mati....semakna, dengan tuhan itu sendiri ada di dalam diri manusia....Pancasila menggunakan kata "ketuhanan" sebagai proses kehidupan di dalam diri manusia yang mengandung unsur tuhan...pahami demikian, dalam usaha yg menyeluruh dan utuh....atau yang maha esa.....manakala, manusia itu sudah utuh...sebenarnya tidak akan lagi harus memberi penilaian kepada fakta2 kehidupan di lingkungannya berkait dengan keyakinan atau kepemahaman tuhan orang lain...jka manusia masih demikian, manusia itu masih belum sempurna memahami kandungan tuhan di dalam dirinya sendiri....apakah Osho masih alami proses penyempurnaan dalam hal ini?...silahkan dikaji masing2....
> > >
> > > salam,
> > > ss
> > >
> > > --- On Sat, 8/4/12, edy <edy_pekalongan@> wrote:
> > >
> > > From: edy <edy_pekalongan@>
> > > Subject: [Spiritual-Indonesia] ebook OSHO: Tuhan sudah mati ?
> > > To: [hidden email]
> > > Date: Saturday, August 4, 2012, 4:38 PM
> > >
> > > dalam 2 minggu ini saya menterjemahkan beberapa lembar ceramah OSHO  di tahun 1989. Ceramah ini sangat kontroversial , hanya 15 halaman yang saya terjemahkan. itupun cukup membuat saya berdebar debar, apakah nanti yang membacanya sudah siap . padahal ceramah ini disampaikan sudah 20 tahun yang lalu.
> > >
> > > pemikiran inteltual indonesia semakin mundur, ceramah ini akan membuktikan apa yang saya katakan bahwa mayoritas manusia intelktual indonesia saat ini memiliki pemahaman agama yang mundur dari leluhurnya. mereka bersikap lebih fanatik dan kehilangan toleransi terhadap orang yang berbeda.
> > >
> > >  dimasa awal kemerdekaan Indonesia. mayoritas intektual di negeri ini adalah orang yang relijius bahkan sebagian suka bertapa tapi komunis di terima baik baik saja di negeri ini asal bermanfaat . karena paham komunis ikut serta dalam mendirikan negara ini.
> > >
> > > anehnya saat ini , ajaran komunis di larang . ajaran kepercayaan leluhur di larang oleh pemimpin agama. negeri ini sudah rusak oleh perilaku moral pejabatnya yang rendah .
> > >
> > > semoga dengan terjemahan kecil dari sekelumit ceramah OSHO , yang jika mau di terjemahkan semua , bisa ratusan lembar untuk satu tema pembahasan.
> > >
> > > jika anda tertarik membaca alasan kenapa OSHO mengatakan dengan tegas bahwa Tuhan sudah mati.
> > >
> > > Tuhan yang manakah yang dimaksud olehnya? yang jelas bukan tuhannya orang jawa, karena tuhannya orang jawa tidak di lahirkan, tidak bisa di ibaratkan dengan apapun atau siapapun juga. tidak bisa di pikirkan, diluar jangkauan pikiran apapun.
> > >
> > > jika saya cermati, ajaran ini akan berpuncak pada tanggung jawab pribadi. selamat menyimak ebook ini, semoga ebook terjemahan kecil ini bisa menjadi sebuah pencerahan bagi kita semua.
> > >
> > > silahkan bisa anda baca / download ebooknya di alamat
> > >
> > > http://www.scribd.com/doc/102002598/OSHO-Tuhan-sudah-Mati 
> > >
> > > terima kasih.
> > > salam,
> > > eddy pekalongan
> > >
> > > http://edypekalongan.blogspot.com/p/buku.html
> > >
> >
>


Loading...